Ibu Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB)
Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika didampingi Kabid Perlindungan Anak BP3AKB Jawa Barat Dian Mardianawati menghadiri acara Jelajah Three Ends di provinsi berjuluk Negeri Laskar Pelangi, Belitung. Three Ends merupakan program unggulan Kemen PP dan PA.

Belitung merupakan kota kedua persinggahan Program Jelajah Three Ends. Sebelum Belitung, Program Jelajah 3ENDS telah dilaksanakan di Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara (14-15 Oktober), dan setelah Belitung (11-12 November) kota ketiga adalah Kota Bandung, 18-19 November mendatang.

Program Three Ends berfokus dalam tiga hal, yakni: akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang (trafficking), dan mengakhiri ketidakadilan akses pada sumber daya ekonomi bagi perempuan.

Tiga hal ini diyakini Pemerintah merupakan isu utama yang kerapkali melanda Perempuan dan anak yang seringkali menjadi korban dan hak-haknya terpinggirkan.

Untuk menyebarluaskan informasi Three Ends kepada seluruh lapisan masyarakat, Kemen PP dan PA menginisiasi kegiatan Jelajah Three Ends yang bertujuan mulai dari desa ke desa hingga ke setiap keluarga.

Jelajah Three Ends Tahun 2016, sesuai arahan presiden dimulai dari Wilayah Timur, yaitu Jailolo bergeser ke Belitung dan berakhir di Bandung.

Di wilayah timur, jelajah Three Ends dilakukan di Kabupaten Halmahera Barat, sementara di wilayah barat dilakukan di Kabupaten Belitung dan Kota Bandung.

Program Jelajah Three Ends kedua kali ini menitikberatkan pada perlindungan anak, sehingga Kemen PP dan PA bekerjasama dengan Forum Anak Nasional (FAN). Forum Anak Nasional (FAN) merupakan organisasi anak yang dibina oleh Kementerian PP dan PA dalam menjembatani komunikasi dan interaksi pemerintah dengan anak-anak di seluruh Indonesia.

Pada Jelajah 3ENDS di Belitung ini Forum Anak Nasional (FAN) bekerjasama dengan Forum Anak Belitung (FAB) dibantu Kemen PP dan PA menggelar kegiatan Jelajah Three Ends. Kegiatan ini menyisipkan dan materi terkait hak anak dan perlindungan anak-anak disela-sela kampanye yang disuguhkan lewat lagu. Kegiatan Jelajah Three Ends yang dilakukan FAN ini menjangkau 15 Sekolah di Kabupaten Belitung, yang targetnya anak-anak usia sekolah, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Umum (SMU). Setiap sekolah rata-rata berisi 500 siswa, sehingga program penjangkauan Three Ends telah sampai kepada 7.500 siswa.

Maraknya kasus kekerasan di sekolah khususnya bullying dan pergaulan bebas membuat FAN memilih untuk menggandeng sekolah-sekolah di Belitung dalam rangka menekan angka kekerasan tersebut. Menariknya, penjangkauan di sekolah-sekolah tidak berisi materi saja, melainkan dikemas lewat lagu
yang melibatkan pemusik Nada Bicara dan Shinta priwit and the kiddoz sebagai perwakilan dari komunitas pemusik yang peduli terhadap anak. Dalam forum ini dilakukan diskusi musikal mengenai hak-hak dan perlindungan anak yang telah disuguhkan melalui lagu.

Selain penjangkauan terhadap para siswa, pihak pelaksana juga mengadakan seminar yang diisi oleh para inspirator, yakni Kepala Sekolah SMA 3 Jakarta, Ketua P2TP2A, LPKA Kelas 1 Palembang. Acara ini digelar pada hari pertama yakni Jumat.

Pada hari yang sama, acara dilanjutkan dengan dialog antara Menteri PPPA, Yohana Yembise, dengan para warga di tiga desa yakni Air Saga, Air Merbau, dan Lesung Batang.

Pada hari kedua, Jelajah Three Ends dirayakan secara massal, yang melibatkan banyak public figure serta konten acara yang ramah perempuan dan anak. Acara ini di hadiri oleh para mantan artis cilik yang tergabung dalam gerakan #SaveLaguAnak, Group Band Simponi dengan dialog musikalnya, Abe Rubio pelukis pasir.

Pihak panitia pelaksana juga melakukan upaya penjangkauan masyarakat dalam bentuk lomba pidato, lomba desain poster bertema 3 Ends. Lomba tersebut diikuti oleh perempuan dan anak agar pesan 3 Ends dapat diterima dengan baik. Selain itu juga telah melakukan sosialisasi melalui radio swasta lokal.

Kemen PP dan PA dan Pemerintah Daerah setempat berharap program yang berlangsung di Belitung ini mampu menjadi percontohan untuk daerah lain dalam menciptakan “Zero Violence” terhadap perempuan dan anak.

Sampai bertemu kembali di Jelajah Three Ends kota ketiga di Kota Kembang Bandung, Paris Van Java 18 November mendatang.[dez, dari berbagai sumber]

Artikel Terkait

Kementerian PPPA Gelar Rakortek Optimalkan Perlindungan Perempuan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika bersama Ketua P2TP2A Provinsi Jawa Barat Netty Prasetiyani menghadiri Rapat Koordinasi Teknis Pemberdayaan ...
TOT Fasilitator GAP dan GBS Capacity Buildiing bagi Pegiat PUG melalui TOT Fasilitator GAP dan GBS. Kegiatan ini merupakan implementasi INPRES 9/2000. Dengan tujuan agar semua instanai dinas maupun lembaga selain memahami PUG juga dapat melaksanakannya....
Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) Kab. Bandung Barat Kegiatan Sosialisasi dilaksanakan tanggal 19 Mei 2016. Berlokasi di SMA Negeri 1 Cililin Bandung Barat. Peserta yang hadir dalam sosialisasi ini berasal dari siswa tingkat SLTP, SLTA, SMK, tokoh masyarakat, tokoh agama, k...
Bazaar Ramadhan 1438 H Keluarga Besar BKOW Prov. Jabar Bazaar Ramadhan hasil kerjasama antara DP3AKB Prov. Jabar dan BKOW Prov. Jabar dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 13 Juni 2017 bertempat di halaman parkir DPD Golkar Kota Bandung Jl. Pelajar Pejuang 45 No. 113 Bandung. ...
Motif Flora dan Fauna Batik Indramayu Batik Indramayu ciri yg menonjol adalah banyak bentuk lengkung, dan garis yang meruncing , berlatar putih, warna gelap, dan banyak titik yang dibuat dengan teknik complongan jarum, serta bentuk isen-isen (sawut) yang pendek d...

Leave a Reply

Your email address will not be published.