Kegiatan The Fourth Asian Forum on The Rights of The Child dengan tema “Ensuring the Best of The Child”, bertempat di Marine Park Hotel, Gianyar, Bali. Berlangsung selama 3 hari, yaitu pada tanggal 23 sampai dengan 25 November 2016. Penyelenggaranya adalah Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Kegiatan ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan untuk keempat kalinya.  Pertama kali diselenggarakan pada tahun 2009 di Seoul (Korea Selatan); 2011 di Tokyo (Jepang); 2014 di Ulan Bator (Mongolia), dan 2016 di Bali (Indonesia). Peserta terdiri dari berbagai perwakilan di negara-negara ASIA. Dari Jawa Barat, dihadiri oleh BP3AKB Jawa Barat, BP3AKB Kabupaten Bandung Barat, dan BPPKB Kota Bandung.

Kegiatan ini diterjemahkan dalam 4 (empat) bahasa yaitu Bahasa Inggris, Indonesia, Jepang dan Korea.
Pembukaan acara diawali dengan pagelaran Tari Pendet oleh sekelompok anak-anak Bali, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan laporan Ketua Pelaksana oleh Ibu Lenny N. Rosalin selaku Deputi Pengembangan Anak KPP PA RI.

Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Gubernur Provinsi Bali, yang diwakili oleh Bapak Dewa Putu Eka Wijaya, selaku Asisten I Ketataprajaan Pemerintah Provinsi Bali. Setelah itu,  acara dilanjutkan oleh sambutan dari beberapa pembicara yaitu: Prof. Shigeto ARAMAKI (Co-Chair the Asian Forum, Director of General Research Institute the Cpnvention on the Rights of the Child, Japan), Prof. Dong-hyeun AHN (Co-Chair of The Asian Forum, Hanyang University, South Korea), dan Ms. Gunilla OLSSON (UNICEF Representative Indonesia). Acara diselingi oleh pertunjukan tari dari Sanggar Lokananta, kemudian tari “Sekar Ibis” yaitu tari pergaulan anak-anak muda yang dilakukan oleh anak-anak berkebutuhan khusus dari Yayasan Kesayang Ikang Papa serta diiringi oleh kelompok musik dari Persatuan Tuna Netra, Gianyar Bali.

Acara dilanjutkan dengan penyampaian keynote speech oleh Prof. Dr. Yohanna Susana Yembise, Dip. Ang., M.A selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia

Pada intinya kegiatan ini diharapkan dapat mewujudkan pemenuhan hak-hak dan perlindungan anak termasuk dari kekerasan dan pornografi. Diharapkan pada tahun 2020 akan tercapai Indonesia Layak Anak

Selain itu, pada kegiatan ini, dilaunching pula Program Telepon Sahabat Anak yang disingkat dengan TESA dengan nomor call center 129. Layanan ini merupakan layanan khusus pengaduan anak secara gratis khususnya bagi anak-anak yang mengalami masalah kekerasan.  Layanan TESA diperkenalkan di Jakarta sejak tahun 2005 dan merupakan hasil kerjasama lima lembaga diantaranya Kementerian Kominfo, Kementerian PP PA , Kementerian Sosial,  dan TELKOM. Layanan ini sedang diuji cobakan dan dikembangkan di beberapa kota besar di Indonesia untuk selanjutnya diharapkan dapat dimanfaatkan oleh seluruh anak-anak Indonesia

Artikel Terkait

Regulasi-regulasi Fasilitas Pendukung PUG Adapun Regulasi-regulasi fasilitas pendukung PUG tersebut adalah: Peraturan Gubernur Nomor 16 Tahun 2017 Tentang PEDOMAN PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS, SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN, SEKOLAH ME...
bp3akb.jabarprov.go.id Raih Juara I Website Terbaik Kominfo Awards Tahun 2016 Sebagai bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Diskominfo Prov. Jabar terhadap para pihak stakeholder yang telah menunjukkan prestasinya, diselenggarakan gelaran Kominfo Awards yang berlangsung di Krakatau Co...
Pertemuan Teknis Pengembangan Kerjasama Jejaring Pencegahan dan Penanganan Korban TP... Pengembangan Jejaring Kerjasama Pencegahan Penanganan Korban Trafficking dan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Kasus perdagangan orang di Indonesia masih menempati peringkat 3 besar dunia dengan kelompok yang paling rent...
Jabar Bagi Jurus Cegah dan Tangani Perdagangan Orang DENPASAR-Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan memaparkan strategi terpadu yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mencegah dan menangani...

Leave a Reply

Your email address will not be published.