Monitoring dan Evaluasi Kota Layak Anak di Kota Bekasi

Monitoring dan Evaluasi Kota Layak Anak di Kota Bekasi

DP3AKB, PHA

Kegiatan Monev ini dilaksanakan di Kantor Dinas PP dan PA Kota Bekasi pada 26 April 2017. Kegiatan dihadiri oleh Gugus Tugas KLA seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Disdukcapil, Dinas Pariwisata, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Kegiatan ini di buka oleh Ibu Kepala Dinas PP dan PA Kota Bekasi dan dilanjutkan paparan oleh Ibu Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3AKB Prov Jabar Dra. Dian Mardianawati mengenai Kabupaten Kota Layak Anak.

Acara ditutup oleh Ibu Kepala Dinas PP dan PA Kota Bekasi. [yet]

Monitoring dan Evaluasi Kota Layak Anak di Kota Bekasi
Monitoring dan Evaluasi Kota Layak Anak di Kota Bekasi
Monitoring dan Evaluasi Kota Layak Anak di Kota Bekasi
Monitoring dan Evaluasi Kota Layak Anak di Kota Bekasi
Monitoring dan Evaluasi Kota Layak Anak di Kota Bekasi
Monitoring dan Evaluasi Kota Layak Anak di Kota Bekasi
Workshop Pengembangan KLA Tahun 2017 di Wil. Priangan Barat

Workshop Pengembangan KLA Tahun 2017 di Wil. Priangan Barat

DP3AKB

Kegiatan workshop pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) tahun 2017 di Wilayah Priangan Barat dan Kegiatan Pemilihan Duta anak di Wilayah Priangan Barat yang terdiri Kota Bandung, Kab. Bandung, Kota Cimahi, Kab. Bandung Barat dan Kab Sumedang.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari yaitu tanggal 13- 14 Februari 2017 di Hotel Puri Khatulistiwa. Pihak yang diundang adalah Forum Anak Daerah, Pendamping Forum anak daerah, Kabid dan Kasubid di Bida.

Adapun tujuan kegiatan ini
1. Persiapan penilaian KLA se-Jawa Barat tahun 2017.
2. Pemilihan Duta FAD untuk perwakilan forum anak ke tingkat nasional.

Hadir sebagai narasumber
1. Rini Handayani SE., MM
2. Prof. Dr. Ikeu Tahziah

[yet]

Pelatihan Pengembangan Sekolah Ramah Anak

Pelatihan Pengembangan Sekolah Ramah Anak

DP3AKB, PHA

Pelatihan pengembangan sekolah ramah anak dilaksanakan di Kota Sukabumi tanggal 1 Desember 2016 yang dihadiri oleh Kepala Sekolah SD. SMP. Komite sekolah, Osis, Guru Kesiswaan, Kepala Tata Usaha, Guru dan Guru BK
Tujuan diadakan pelatihan
1. Memahami SRA sebagai salah satu indikator KLA.
2. Mampu menilai potensi SRA berdasarkan penilaian mandiri.
3. Meningkatkan pengetahuan pencegahan dan penanganan kekerasan melalui SRA
Dan narasumbernya adalah
1. Kepala BP3akb kota sukabumi.
2. Kepala Disdik Kota Sukabumi.
3. Yanti kerlip (LM) 4. Dr. ENdah (UIN) akademis

[VIDEO] Puskesmas Ramah Anak (PRA)

[VIDEO] Puskesmas Ramah Anak (PRA)

Artikel

Silakan simak video di bawah ini

Puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat (UKM) dan upaya kesehatan perseorangan (UKP) tingkat pertama dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya di wilayah kerjanya. Upaya kesehatan masyarakat tingkat pertama meliputi upaya kesehatan masyarakat esensial dan upaya kesehatan pengembangan. Upaya kesehatan dilaksanakan secara terintegrasi dan berkesinambungan.

Dalam kesehariannya, Puskesmas didatangi begitu banyak masyarakat dari berbagai kalangan. Tidak hanya orang-orang yang sedang sakit namun juga didatangi oleh anak-anak sehat yang terpaksa ikut bersama dengan orang dewasa yang datang berobat. Hal ini menyebabkan anak-anak beresiko besar tertular berbagai penyakit.

Tak heran saat pulang dari Puskesmas banyak anak menjadi sakit karena berada dalam ruang yang sama dengan banyak orang sakit. Apalagi anak-anak yang rentan kesehatannya. Keadaan ini memaksa si anak kembali lagi ke Puskesmas. Tapi kali ini sebagai pasien. Hal ini membawa banyak kerugian pada keluarganya yaitu mengganggu proses pertumbuhan dan pendidikan si anak, menambah beban baru pada keluarga yang secara ekonomi sangat terbatas dan juga mengganggu aktivitas sehari-hari orang tuanya. Karena itu mencegah jauh lebih baik dan murah daripada mengobati.

Untuk itulah sangat diperlukan pengembangan pelayanan ramah anak di Puskesmas dalam upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Terdapat beberapa indikator dari pengembangan pelayanan ramah anak di Puskesmas.

  • Pertama adalah Puskesmas merupakan kawasan tanpa rokok.
  • Tersedia tenaga kesehatan yang memahami hak anak-anak karena sepertiga dari pasien Puskesmas adalah usia anak.
  • Dan yang sangat penting bahwa setiap Puskesmas harus memiliki sarana sanitasi yang memenuhi standar kesehatan.
  • Tersedia materi komunikasi, informasi dan edukasi tentang pemenuhan hak anak atas kesehatan.
  • Selain itu Puskesmas juga harus dilengkapi dengan ketersediaan data kesehatan anak yang terpilah menurut usia dan jenis kelamin.
  • Tersedia ruang pelayanan dan konseling bagi anak.
  • Melaksanakan manajemen terpadu balita sakit (MTBS), menyediakan pelayanan gizi balita seperti pemberian ASI eksklusif dan tata laksana balita gizi buruk serta melaksanakan pelayanan imunisasi dasar lengkap.
  • Di setiap Puskesmas harus tersedia ruang ASI.
  • Untuk Puskesmas yang memberikan pelayanan persalinan maka harus dilakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD).
  • Yang juga sangat penting yaitu menyediakan ruang tunggu dan bermain bagi anak yang berjarak aman dari ruang tunggu pasien. Ruang tersebut harus bersih aman dan menyenangkan serta diawasi oleh pendamping.
  • Menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR) memberikan pelayanan tata laksana kasus kekerasan terhadap anak dan melakukan pemeriksaan pada anak ketergantungan obat dan ibu hamil.
  • Di wilayah kerjanya, Puskesmas menyelenggarakan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di mulai dari PAUD dan TK hingga SMA termasuk SLB.
  • Melaksanakan SDIDTK (Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang) anak balita dan anak usia prasekolah.
  • Memberikan pelayanan kesehatan di Panti dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) secara berkala dan melakukan pemantauan pertumbuhan anak di Posyandu.

Bila keluarga mempunyai masalah kesehatan segera kunjungi Puskesmas dengan pelayanan ramah anak yang dilakukan di setiap Puskesmas maka pemenuhan hak anak atas kesehatan akan cepat teratasi terutama dalam upaya mengurangi angka kesakitan anak.

Bila pemenuhan hak anak atas kesehatan terlaksana optimal akan berdampak positif bagi peningkatan kualitas keluarga, masyarakat dan kemajuan bangsa serta mempercepat terwujudnya kabupaten dan kota layak anak.

Jika semua kabupaten dan kota menjadi kabupaten/kota layak anak maka akan terwujud Indonesai layak anak. Untuk itu marilah mulai saat ini kita peduli atas pemenuhan hak anak atas kesehatan.

[VIDEO]  Sekolah Ramah Anak (SRA)

[VIDEO] Sekolah Ramah Anak (SRA)

Artikel

Silakan simak videonya di bawah ini

Anak Indonesia adalah harapan bangsa. Setiap anak, baik anak laki-laki maupun anak perempuan berhak mendapatkan pendidikan setinggi mungkin. Satuan pendidikan atau sekolah memegang peranan yang sangat penting dalam pendidikan anak karena sekitar sepertiga waktu anak berada di sekolah.

supaya anak-anak dapat belajar dengan baik, sekolah harus mampu menyediakan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan anak dan menciptakan suasana belajar dan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak dalam wujud sekolah ramah anak. Setiap anak diberi kesempatan untuk terlibat aktif dalam mewujudkan sekolahnya menjadi sekolah ramah anak.

Sekolah ramah anak adalah sekolah inklusif yang harus memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anak termasuk anak berkebutuhan khusus. Penataan lingkungan kelas harus menunjang suasana pembelajaran aktif, inklusif, non diskriminatif dan ramah. Kapasitas ruangan harus sesuai dengan jumlah siswa. Memiliki pencahayaan dan ventilasi yang baik serta didukung peralatan belajar yang ramah anak. Di dalam sekolah nama anak juga disediakan usaha kesehatan sekolah yang berisi fasilitas kesehatan untuk para murid.

Selain itu anak-anak juga diajarkan berperilaku hidup bersih dan sehat seperti menjaga toilet tetap bersih, mencuci tangan dengan air bersih mengalir, minum air matang dan membuang sampah pada tempatnya. Di dalam sekolah nama anak semua pangan dan jajanan yang tersedia harus sehat tidak mengandung bahan-bahan yang berbahaya bagi kesehatan anak. Sekolah harus memberikan pengetahuan Bagaimana memilih makanan minuman dan jajanan yang sehat.

Sekolah ramah anak dapat dikembangkan menjadi sekolah kejujuran yang mengajarkan nilai-nilai kejujuran kepada anak-anak sejak dini. Sekolah ramah anak juga termasuk Madrasah Insan Cendekia dikembangkan dengan tujuan untuk meningkatkan akhlak dan budi pekerti anak. Anak juga diajarkan untuk menghormati orang yang lebih tua seperti ayah ibu dan guru sekolah. Berkarakter juga merupakan dimensi sekolah ramah anak yang mengajarkan anak tentang pentingnya memiliki karakter positif budi pekerti dan cinta tanah air. Perlu dipastikan di dalam sekolah ramah anak harus merupakan kawasan tanpa rokok dan bebas napza agar semua anak terlindungi dari ancaman bahaya narkotika psikotropika dan zat adiktif lainnya yang berbahaya bagi kesehatan.

Sekolah ramah anak perlu dilengkapi dengan ruang konseling, ruang kreativitas untuk kegiatan budaya seperti musik, tari, lukis dan lain-lain serta tersedianya lapangan olahraga, area bermain dan tempat ibadah. Sekolah nama anak juga harus aman bencana yaitu memiliki standar penanggulangan bencana yang memadai sehingga tidak membahayakan anak-anak yang sedang belajar. Sekolah ramah anak juga merupakan sekolah adiwiyata yang mengajarkan kepedulian anak-anak terhadap masalah pelestarian lingkungan.

Sekolah ramah anak juga diartikan sebagai sekolah tanpa kekerasan yaitu tidak boleh terjadi kekerasan di sekolah yang dilakukan oleh guru, murid atau warga sekolah lainnya. Semua warga sekolah wajib memberikan perlindungan terhadap anak dari diskriminasi dan tindakan kekerasan dalam bentuk apapun. Sekolah ramah anak adalah sekolah hebat yang membawa anak-anak berprestasi optimal sampai ke tingkat nasional bahkan sampai tingkat internasional.

Dengan partisipasi orang tua, wali, lembaga masyarakat, dunia usaha, alumni dan semua masyarakat mari kita semua bekerja sama mewujudkan sekolah ramah anak demi terwujudnya anak indonesia yang berkualitas.

Dengan sekolah ramah anak akan tecipta generasi muda andalan bangsa yang sehat, cerdas, ceria, berahklak mulia dan cinta tanah air.

Mendudkung terwujudnya kabupatan dan kota layak anak menuju Indonesia Layak Anak.