Sosiolog Universitas Gajah Mada (UGM), Sunyoto Usman menilai kesenjangan menjadi salah satu alasan penyebab seseorang melakukan kejahatan terhadap anak. Menurutnya, saat kesenjangan makin dalam, orang lalu mengambil jalan pintas.

“Sebagian yang mabuk, itu kan pengangguran, tak ada pekerjaan tetap,” kata dia saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (15/1).

Guru besar sosiologi itu menjelaskan, alkohol dianggap menjadi salah satu cara seseorang mengalihkan tekanan hidup. Hal tersebut diperparah dengan kesempatan kerja yang terbatas, serta tuntutan gaya hidup.

Sebelumnya, Polres Sorong Kota, Papua Barat mengamankan tiga pemuda yang diduga memperkosa dan membunuh seorang anak berinisial K (5) pada 12 Januari 2017 lalu. Kapolres Ajun Kombes Edfrie R. Maith menjelaskan, saat melakukan aksi bejatnya, ketiga pelaku dalam kondisi mabuk.

Menurut Sunyoto ada tiga hal yang harus dilakukan pemerintah. Pertama, yakni memperlakukan undang-undang dengan tegas. “Jangan ada kompromi, supaya ada efek jera. Jadi orang mikir dua kali menyakiti anak-anak,” ujar dia.

Kedua, yakni, mengedukasi masyarakat. Menurutnya, perlu ada pendidikan karakter sejak dini terhadap anak-anak. Ia melarang orang tua selalu memanjakan anaknya. “Jadi, orang diberi sosialisasi edukasi bahwa sesuatu diusahakan melalui proses kerja keras. Nanti kalau orang yang terlalu dimanja, mencari jalan pintas,” jelasnya.

Ketiga, yakni, harus ada narasi. Menurutnya, media sangat berperan mendidik masyarakat, menyakiti dan membebani orang lain, tidak baik. “Agama tak menghendaki seperti itu. Agama justru mengajari untuk bekerja keras. Itu tak gampang. Pemda, sekolah, aparat bersama lakukan narasi simultan,” tutur dia.

Sumber: http://nasional.republika.co.id/

Artikel Terkait

Sabtu, Pemprov Jabar Gelar Apel Besar Hari Jadi Ke-72 Provinsi BANDUNG-Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menggelar Apel Besar Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Jawa Barat, Sabtu (19/8/17) pukul 08.00 WIB di Lapangan Gasibu. Apel besar dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke...
Counting Down 222 Hari Menuju PON XIX Jabar Acara hitung mundur (counting down) jelang pelaksanaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX/2016 dilaksanakan setiap bulan. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Umum Panitia Besar (PB) PON XIX/2016, Deddy Mizwar atau akrab disa...
Ini 12 Tuntutan Forum Anak Nasional untuk Menteri Yohana Forum Anak Nasional membacakan 12 tuntutan hasil forum di hadapan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise. Muhammad Khairul Rizal asal Sulawesi Tenggara dan Bilqis Iasha Rosma Sumroni asal Jawa Bar...
HUT Ke-72 RI, Aher Tekankan Makna Demokrasi BANDUNG-Pada bagian lain amanat Gubernur saat peringatan HUT ke-72 RI, Kamis (17/8), Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menekankan pentingnya makna demokrasi. Baginya demokrasi bukan semata-mata sebagai wahan...
Cara Membuat Akta Kelahiran Anak Di Luar Nikah Banyak terjadi kasus wanita hamil di luar nikah, baik secara terang terangan atau sembunyi sembunyi. Sebagian wanita yang hamil di luar nikah memilih untuk mengaborsi anaknya dari pada memilih untuk mempertahankan janin ya...

Leave a Reply

Your email address will not be published.