TRIBUNNEWS.COM, HALMAMERA BARAT – Program Sosialisasi Three Ends yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) di Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara, mendapatkan sukses besar.

Program Three Ends ini bertujuan untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak, mengakhiri perdagangan manusia, dan mengakhiri ketidakadilan akses pada sumber daya ekonomi bagi perempuan.

Kesuksesan KPPPA dalam menjalankan program ini diungkapkan oleh Wakil Bupati, Zakir Mando, yang menjabat sebagai Ketua Pelaksana Program Three Ends di Jailolo.

“Desa-desa sudah siap menyukseskan Three Ends. Saya bersama Bupati Danny Missy, telah melakukan pemantauan dan hasilnya masyarakat Jailolo telah siap melaksanakan program Three Ends,” ujar Zakir Mando.

Zakir mengungkapkan bahwa dari 120 ribu jiwa, informasi mengenai Three Ends menyebar hingga 80 ribu orang. Padahal awalnya pihak pelaksana hanya menargetkan sekitar 35 ribu orang.

Sosialisasi tim pelaksana Three Ends yang mendapatkan mandat langsung dari Menteri Yohana Yembise telah mendapatkan respon baik dari masyarakat, terutama bagi kaum perempuan.

Sosialisasi dilakukan sejak 1 Oktober yang bertepatan dengan hari Kesaktian Pancasila. Program sosialisasi tersebut berhasil menjaring 300 orang satgas perlindungan perempuan dan anak.

Kedatangan Menteri PPPA, Yohana Yembise ke Bumi Banau, Jailolo, mendapatkan tanggapan sangat baik dari masyarakat.

Rangkaian acara sosialisasi program Three Ends dimulai dari seminar Three Ends yang menghadirkan tiga tokoh inspiratif perlindungan anak dan pemberdayaan ekonomi perempuan di Aula Kantor Bupati Halmahera Barat, pada Jumat (14/10/2016).

Antusiasme tersebut dapat dilihat dari masyarakat yang datang dan memadati tempat acara. Hasilnya masyarakat menyatakan komitmennya dan berjanji untuk melakukan program Three Ends.

Setelah acara tersebut, Menteri Yohana Yembise mendengarkan curhat masyarakat Jailolo melalui acara “Mama Yo Menjawab”. Acara ini dilakukan di tiga desa di Jailolo, yakni Desa Loce, Akelamo, dan Tedeng.

Masyarakat menyambut menteri dengan berbagai tarian adat. Selain membuka pemahaman tentang Three Ends, masyarakat juga dapat mengungkapkan keluh kesahnya tentang diskriminasi terhadap perempuan dan anak yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Berlanjut di hari kedua, antusiasme warga kembali terlihat pada acara karnaval bentor (becak motor) keliling Kota Jailolo. Puluhan ribu warga memadati lapangan Festival Teluk Jailolo setelah acara karnaval.

Di lapangan Festival Teluk Jailolo, warga menarikan tarian Three Ends bersama Menteri Yohana Yembise. Guyuran hujan siang itu, tidak membuat warga berhenti untuk menari bersama Menteri Yohana Yembise.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Yohana Yembise mengapresiasi antusiasme serta kegigihan warga Jailolo yang menjalankan program Three Ends.

“Terima kasih warga Jailolo. Puluhan ribu orang yang ada disini, kita punya gerakan besar bagaimana menurunkan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Ini komitmen global, PBB dan Bapak Presiden Joko Widodo untuk menurunkan angka kekerasan dan membawa perempuan untuk setara dengan laki-laki,” seru Yohana Yembise.

Namun acara puncak yang direncakan diisi dengan seremoni malam perayaan Three Ends berganti dengan doa bersama dan penyalaan lilin. Pergantian acara ini dilakukan atas inisiatif Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak sebagai bentuk empati terhadap para keluarga korban speedboat terbakar di perairan Jailolo.

Langkah Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak ini mendapat apresiasi dari Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani.

Jelajah Three Ends yang dimulai di Jailolo ini akan berlanjut di dua kota lainnya. Jelajah Three Ends kedua akan berlangsung di Belitung pada 11-12 November dan Bandung pada 18-19 November.‎

Artikel Terkait

Gubernur Jabar Ancam Tenaga Pendidik yang Merokok Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar memberikan sanksi yang tegas kepada tenaga pendidik atau pengajar yang merokok. Hal itu diungkapkan saat melakukan inspeksi mendadak...
Guru SD Kaget, Buku ‘Aku Berani Tidur Sendiri’ Bahas Masturbasi Inilah buku terbitan PT Tiga Serangkai yang menuai kontroversi (Radar Depok/Jawa Pos Grup) Dunia pendidikan lagi-lagi dikejutkan dengan buku berisikan materi tak patut. Di Depok, Jawa Barat, berbedar buku berjudul 'Aku...
Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Foto Ada satu langkah unik yang digagas Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat, Netty Heryawan, dalam menggalakkan program ketahanan keluarga, yaitu melalui foto. Bagaimana foto ...
Coba-coba Pakai Tembakau Gorilla, Risikonya Gangguan Jiwa Penggunaan tembakau super cap gorilla tetap tak aman meski hanya untuk coba-coba. Sebabnya, tembakau ini bisa memicu timbulnya gangguan jiwa. dr Andri, SpKJ, FAPM, psikiater dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera men...
Temani Anak dalam Belantara Dunia Maya Ditemukannya cara membuat api dan diciptakannya berbagai peralatan berburu dan bercocok tanam menandai awal perkembangan teknologi yang ditemukan manusia di masa lampau untuk mempermudah kehidupan mereka. Di masa-masa selanju...

Leave a Reply

Your email address will not be published.