Ilustrasi.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memeriksa PT Rizky Abadi Jaya Anugerah selaku importir produk makanan ringan “Permen Jari”.

Sebelumnya, beredar informasi di masyarakat bahwa permen jari diduga mengandung narkoba yang membuat seorang anak di daerah Ciledug, Tangerang tertidur selama lima jam setelah mengonsumsi makanan tersebut.

Dikutip dari laman resmi BPOM, www.pom.go.id, menindaklanjuti aduan tersebut, BPOM telah mengambil sejumlah sempel produk yang tersebar di sekolah-sekolah yang diketahui banyak beredar di Ciledug dan Karang Tengah.

Langkah lain, BPOM telah memeriksa PT Rizky Abadi Jaya Anugerah pada 10-11 Oktober 2016. Saat diperiksa, pihak perusahaan mengakui bahwa produk tersebut diimpor dari perusahaan asal China bernama Chaozhou Chaoan Wangging Foods China.

Perusahaan berjanji akan segera mengklarifikasi informasi tersebut kepada perusahaan asal China itu.

“Kejadian baru dilaporkan di daerah Tangerang dan belum ada laporan kejadian di tempat lain,” tulis laman tersebut, Rabu (12/10/2016).

Dalam laman itu juga disebut, produk “Permen Jari” terdaftar sebagai produk permen aneka warna dengan nomor izin edar BPOMRI ML 824409085492 dengan importir PT Rizky Abadi Jaya Anugerah Jakarta Utara.

Izin edar dilakukan Badan POM setelah dilakukan evaluasi terhadap keamanan produk yang meliputi mutu, gizi, serta label. Dari data BPOM, importasi “Permen Jari” dilakukan melalui Jakarta dan Medan pada tahun 2016.

Sebagai langkah antisipatif, BPOM telah memerintahkan seluruh jajarannya di daerah untuk melakukan pengawasan terhadap produk makanan yang diduga memiliki kandungan narkoba.

“Badan POM akan terus memantau perkembangan isu ini dan mengambil langkah hukum jika terbukti melanggar peraturan undang-undang,” tulis pernyataan tersebut.

Narkoba Jenis Permen Beredar di Sekolah, Pelajar Diminta Waspada

Kepala Satuan Narkoba Polres Tasikmalaya Kota AKP Erustiana memperingatkan para pelajar untuk waspada jika mendapatkan informasi beredarnya narkoba jenis permen di sekolahnya.

Peringatan ini diberikan sebagai sosialisasi untuk pencegahan awal beredarnya narkoba di kalangan siswa sebagai generasi penerus bangsa.

“Saya dapat informasi ada narkoba jenis permen dan permen karet di kalangan pelajar. Kita coba kumpulkan 3.000 siswa di puluhan sekolah untuk diberikan pemahaman terkait bahaya narkoba sejak dini,” ujar Erustiana di sela-sela acara sosialisasi bahaya narkoba di Gedung Plaza Asia Tasikmalaya, Rabu (24/8/2016).

Selain narkoba baru jenis permen, tambah Erustiana, pihaknya pun telah menangkap pemakai sekaligus pengedar ganja sintetis. Ganja jenis baru ini pun telah masuk kalangan pelajar dan diyakini akan merusak generasi penerus bangsa.

“Kami berhasil potong jaringannya. Jenis baru ganja juga ada, ganja sintetis. Kita sudah dapatkan di daerah Manonjaya,” kata dia.

Tasikmalaya, lanjut Erustiana, adalah salah satu daerah rawan peredaran narkoba di Jawa Barat. Sasaran pengedar narkoba di daerah ini pun sudah menjalar di berbagai kalangan, mulai usia tua, muda bahkan sampai anak-anak sehingga pihaknya pun dengan berbagai upaya untuk memberantas narkoba di daerah yang dikenal Kota Santri ini.

“Kami terus buru para pengedar jaringan narkoba,” tambah dia.

Hal sama diungkapkan Kepala Polres Tasikmalaya Kota AKBP Arif Fajarudin. Menurut dia, di daerah ini paling banyak peredaran narkoba jenis sabu.

“Tasikmalaya memang paling banyak peredaran narkoba jenis sabu. Pelajar pun masih ada yang terjerumus ke peredaran narkoba,” lanjut dia.

Penjelasan Badan POM Terkait Isu Produk Permen Jari Mengandung Narkoba

Berikut ini Penjelasan Badan POM Terkait Isu Produk Permen Jari Mengandung Narkoba

Sehubungan dengan pemberitaan di media sosial mengenai produk Permen Jari mengandung narkoba yang beredar di Tangerang, Badan POM memandang perlu memberikan penjelasan sebagai berikut:

  1. Informasi mengenai produk Permen Jari mengandung narkoba ini berasal dari laporan masyarakat kepada Puskesmas di Ciledug bahwa anaknya tidur selama 5 jam setelah mengonsumsi permen tersebut pada hari kedua. Kejadian ini baru dilaporkan di daerah Tangerang dan belum ada laporan kejadian di tempat lain.
  2. Pada data Badan POM, produk  terdaftar sebagai Permen Jari Aneka Warna dengan Nomor Izin Edar BPOMRI ML 824409085492; Importir PT. RIZKY ABADI JAYA ANUGERAH Jakarta Utara dan produsen Chaozhou Chaoan Wangging Foods China.  Izin edar diterbitkan Badan POM setelah dilakukan evaluasi terhadap aspek keamanan, mutu, dan gizi serta label. Database importasi menunjukkan produk tersebut diimpor melalui Jakarta dan Medan pada tahun 2016.
  3. Menindaklanjuti pengaduan masyarakat terkait kejadian tersebut di atas, dan untuk melindungi masyarakat dari produk yang berisiko terhadap kesehatan, Badan POM  telah melakukan penelusuran dan mengambil sampel ke sekolah di wilayah Ciledug dan Karang Tengah, dan saat ini sedang dilakukan pengujian laboratorium.
  4. Pada tanggal 10-11 Oktober 2016 Badan POM telah memeriksa PT. Rizky Abadi Jaya Anugerah selaku importir. PT. Rizky Abadi Jaya Anugerah membenarkan bahwa produk Permen Jari Aneka Warna merupakan produk yang diimpornya. Pihak importir akan melakukan tindak lanjut serta klarifikasi kepada produsen di China.
  5. Sebagai langkah antisipasi dan perlindungan kesehatan masyarakat, Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia telah diperintahkan untuk melakukan pengawasan terhadap kemungkinan beredarnya produk permen yang diduga mengandung narkoba.
  6. Badan POM akan terus memantau perkembangan isu ini dan mengambil langkah hukum jika terbukti melanggar peraturan perundang-undangan.Kepada masyarakat yang memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi:- Contact Center HALO BPOM di nomor telp. 1-500-533 atau SMS: 0-8121-9999-533, atau email: halobpom@pom.go.id, atau
    – Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

Oktober 2016

Biro Hukum dan Humas Badan POM

Sumber:
http://www.pom.go.id/new/index.php/view/pers/330/Penjelasan-Badan-POM-Terkait-Isu-Produk-Permen-Jari-Mengandung-Narkoba.html
http://regional.kompas.com/read/2016/08/24/11505931/narkoba.jenis.permen.beredar.di.sekolah.pelajar.diminta.waspada
http://megapolitan.kompas.com/read/2016/10/12/22061551/soal.permen.jari.bpom.awasi.makanan.yang.diduga.mengandung.narkoba.

Artikel Terkait

Pelatihan TOT GN AKSA Bagi Kab/Kota se Jawa Barat Jatinagor,Bidang PPA Melalui Seksi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak mengadakan pelatihan TOT Gerakan Nasional Anti Kejahatan Kekerasan Seksual terhadap Anak (GN AKSA) bagi Kabupaten Kota se Jawa Barat,Acara di...
Gubernur Jabar Ancam Tenaga Pendidik yang Merokok Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar memberikan sanksi yang tegas kepada tenaga pendidik atau pengajar yang merokok. Hal itu diungkapkan saat melakukan inspeksi mendadak...
Hari Keluarga Nasional 29 Juni 2017 Setelah 24 tahun, peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) akhirnya kembali ke rumahnya, Lampung. Dalam sejarahnya, Hari Keluarga Nasional pertama kali dicetuskan pada tahun 1993 di Provinsi Lampung. Dan, pada tahun...
12 Merchandise Resmi Diluncurkan PB PON Tahun 2016, bersama Dekranasda Jabar, telah meluncurkan 12 jenis merchandise resmi PON tahun 2016. Hal demikian, diutarakan Ketua Dekranasda Jabar, Ny. Netty Prasetyani dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (14/...
Banyak Main Gadget, Picu Anak Jadi Autis Direktur Autisme Care Center, Juju Sukmana mengatakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang menderita Autis terkadang terjadi sejak lahir. Namun dalam perkembangannya kini, anak hingga usia lima tahun memiliki kemungkinan menya...

Leave a Reply

Your email address will not be published.