Mumpung masih Bulan Syawal, Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Jawa Barat  mengadakan acara silaturahim sekaligus juga pelepasan pegawai yang memasuki purna bakti. Acara ini diikuti oleh keluarga besar BP3AKB, bukan hanya pegawai dan karyawan namun juga para “alumni” BP3AKB. Para alumni ini adalah mereka yang pernah menjadi pegawai BP3AKB, baik yang masih aktif (pindah tugas ke OPD lain) atau yang telah memasuki masa pensiun.

Acara silaturahim menghadirkan penceramah Dr. H. Aam Amiruddin, Msi. Dalam ceramahnya beliau menegaskan bahwa BP3AKB yang mengurusi perempuan, anak dan keluarga adalah lembaga yang strategis. Keluarga merupakan elemen terkecil dari sebuah masyarakat atau bangsa. Keluargalah yang akan menjadi penentu bagaimana kualitas sebuah bangsa di generasi selanjutnya. Baik ataukah buruk.

Dalam penuturannya, ada  tiga macam model keluarga.

1. Keluarga Nabi Nuh.
Model keluarga Nabi Nuh merupakan profil untuk ayah soleh dan ibu yang tidak taat. Sekeras apapun upaya Nabi Nuh untuk mengajak kepada kebaikan, namun gagal. Anaknya, Kan’an  dan istrinya memilih tidak taat dan akhirnya hanyut dalam banjir besar.

2. Keluarga Firaun.
Model keluarga dengan ayah durhaka dan ibu soleh. Istri Firaun, Asiyah mengasuh seorang bayi yang ditemukan hanyut di Sungai Nil. Kelak bayi ini menjadi Nabi Musa. Keluarga dengan model ini masih bisa menghasilkan anak yang soleh.

3. Keluarga Imron.
Inilah model kelurga yang ideal, ayah dan ibu yang soleh. Sekalipun bukan nabi, nama Imron diabadikan dalam Al Quran dengan nama surat Ali Imron (Keluarga Imron). Sudah barang tentu, keluarga ini menghasilkan generasi yang berkualitas baik. Keluarga Imron melahirkan Maryam yang kelak menjadi ibu dari Nabi Isa as.

Jelaslah peranan keluarga terutama sekali Ibu sangat penting untuk menghasilkan generasi (anak)  yang berkualitas.

Berikutnya Aam Amirudin memaparkan setidaknya empat hal yang harus ada dalam sebuah keluarga.

1. Kata-kata yang baik
Rumah tempat berluarga berkumpul harus diisi dengan kata-kata yang baik terutama sekali untuk ungkapan kepada anak. Beliau mengutip Dorothy Nolte.

Jika anak dibesarkan dengan motivasi maka dia belajar percaya diri,
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan maka dia belajar rendah diri.
Jika anak dibesarkan dengan celaan, maka dia belajar memaki.
ika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan, ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

2. Keteladanan
Keluarga yang baik haruslah lengkap. Kehadiran ibu dan terutama ayah (karena biasanya ayah beralasan sibuk kerja) sangat penting. Seorang anak harus mempunyai gambaran profil seorang ayah dan ibu agar bisa menjadi seorang ibu yang baik atau ayah yang baik.

Keluarga harus menjadi tempat cerita-cerita yang manis dan bukannya cerita horor.

3. Doa
Ucapan seorang ibu adalah doa untuk anaknya. Tidak seharusnya ucapan kamu bodoh, kamu nakal dan sejenisnya keluar dari mulut seorang ibu untuk anaknya. Bila pun anaknya memang susah diatur, pilihlah kata-kata yang positif.

4. Kekuatan Sejarah
Usia hidup manusia tidaklah panjang. Sangat singkat. Jarang ada yang sampai 100 tahun. Bila, kita masih mengingat nama Pangeran Dipenogoro dan Bung Tomo adalah karena jasa-jasanya. Jasad kita terbatas namun tidak untuk jasa. Untuk itulah, penceramah mengajak agar kita bisa meninggalkan hal-hal yang baik agar bisa diingat oleh anggota keluarga lainnya sebagai sejarah. Lebih jauhnya lagi anak-anak kita bisa meneruskan kebiasaan baik yang telah dilakukan oleh orang tuanya.

Bagi BP3AKB, menciptakan keluarga yang ideal tidaklah mudah. Sekalipun tugas ini berat, jadikanlah upaya ini sebagai amalan baik menjadikan hidup penuh arti sebelum meninggal. Kelak amalan baik akan diganjar dengan pahala.

Dukungan untuk Terus Berprestasi

Kepala BP3AKB Dr. Ir. Dewi Sartika, M.Si memulai sambutannya dengan memohon maaf lahir dan bathin. Berikutnya beliau memberitakan kabar gembira berupa 3 raihan penghargaan oleh Forum Anak Daerah Jawa Barat pada tanggal 21 Juli 2016 lalu di penganugerahan DAFA Award 2016.

Baca juga Forum Anak Daerah Jawa Barat raih Juara I DAFA Award.

Selanjutnya, beliau minta dukungan seluruh pegawai BP3AKB untuk raihan prestasi lainnya di bidang Kabupaten/Kota Layak Anak, APE Utama di 16 Kabupaten/Kota, wujudkan Jabar Tolak Kekerasan (seksual dan rumah tangga) serta program Three Ends.

Berikutnya sambutan dari Ketua DPRD Jawa Barat periode 2014 – 2019, Ineu Purwadewi Sundari, S.Sos., M.M. Beliau berpesan agar tugas berat yang diemban janganlah dijadikan beban, namun jadikanlah sebagai ladang untuk melakukan amal.

Sambutan selanjutnya dari perwakilan purna bakti dan selanjutnya pemberian cindera mata kepada tiga pegawai BP3AKB yang bulan ini memasuki purna bakti. Mereka adalah Pak Gunawan, Pak Yanto dan ibu Nike Hariani.

Acara selanjutnya diisi dengan penampilan anak-anak dari Forum Anak Daerah Jawa Barat, salam-salaman dan … ini yang ditunggu-tunggu … menikmati hidangan. 😀

Untuk semua para undangan yang telah berkenan hadir, kami haturkan terima kasih.

[dez]

Artikel Terkait

Evaluasi P2WKSS 2016 Evaluasi program P2WKSS 2016 baru saja usai dilaksanakan. Dengan anggaran swadaya masyarakat dan bantuan mitra kerja perusahaan yang mencapai lebih dari 20 milyar rupiah mampu mengangkat kemandirian masyarakat. Rata-rata pemb...
Rakor Kota Layak Anak Award Wil. Purwakarta 2016 Rapat Koordinasi Kab/Kota Layak Anak (KLA) Award Tingkat Provinsi Jawa Barat Wilayah Purwakarta Tahun 2016 Kegiatan Rapat Koordinasi KLA Award Wilayah Purwakarta dilaksanakan pada tanggal 19 April di Kabupaten Karawang, kegi...
Pelatihan TOT Pegiat PUG Jawa Barat TOT Bagi Pegiat PUG berlangsung di Hotel Grand Tjokro Bandung, 18 April 2017 Jalan Cihampelas Bandung. Kegiatan ini merupakan agenda khusus kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dalam rangka implementasi INP...
The Fourth Asian Forum on The Rights of The Child 2016 Kegiatan The Fourth Asian Forum on The Rights of The Child dengan tema "Ensuring the Best of The Child", bertempat di Marine Park Hotel, Gianyar, Bali. Berlangsung selama 3 hari, yaitu pada tanggal 23 sampai dengan 25 Novembe...
Menuju Zero Violence – Jelajah Three Ends Belitung 2016 Ibu Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika didampingi Kabid Perlindungan Anak BP3AKB Jawa Barat Dian Mardianawati menghadiri acara Jelajah Three...

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.