NGAMPRAH, (PR).- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melarang orangtua siswa mengantarkan anaknya sampai ke pintu gerbang sekolah. Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk mendorong anak-anak agar terbiasa berjalan kaki dan berinteraksi sosial.

"Kami mewajibkan orangtua untuk mengantar anaknya tidak boleh lagi langsung di pintu gerbang sekolah, tapi ada jarak radius 50-100 meter," kata Ridwan Kamil setelah peluncuram program Ngabaso (Ngabring ka Sakola) di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 22 November 2018.

Menurut dia, program tersebut digagas oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jabar itu merupakan salah satu pendidikan karakter bagi anak. Dia menekankan, Pemprov Jabar berupaya mengondisikan anak-anak agar memiliki empat nilai utama.

Empat nilai utama itu, lanjut dia, ialah kesehatan fisik, kecerdasan akal (intelligent quotient/IQ), kecerdasan emosional (emotional quotient/EQ), dan kecerdasan spiritual (spiritual quotient/SQ). Program Ngabaso merupakan salah satu cara untuk memiliki generasi yang sehat.

"Membiasakan anak-anak jalan kaki, lebih sehat, bisa berinteraksi sosial dengan teman-temannya, dan saling menjaga dengan toleransi dan kekompakannya. Mudah-mudahan dengan program ini akan melahirkan anak-anak yang lebih peduli kepada sesama dan punya empat nilai itu," tuturnya.

Ridwan Kamil juga meminta agar Ngabring ka Sakola didokumentasikan dalam bentuk foto maupun video, kemudian disebarkan ke media sosial. "Ada hal seru, lucu-lucuan, sehigga akhirnya lahir budaya baru di Jawa Barat, bahwa anak tidak manja, anak mau berjalan kaki sampai sekolah," ujarnya. 

Dalam sambutannya, dia pun meminta agar DP3AKB mengajukan program lain yang dapat mendorong anak-anak di Jabar menjadi kebih cerdas secara akal, emosional, dan spiritual. 

"Misalkan, untuk SQ, program mengaji lima menit sebelum kelas dimulai. Ada program kombinasi baca buku, supaya interaksi bertambah. Untuk ahlaknya, cari yang kreatif apa," ucapnya.

Dimensi penting "Ngabaso"

Menurut Kepala DP3AKB Poppy Sophia Bakur, program Ngabaso merupakan gerakan berjalan kaki secara berkelompok dalam perjalanan menuju/dari sekolah. Program itu utamanya ditujukan untuk siswa-siswi tingkat SD. 

Dia menilai, ada beberapa dimensi penting dalam program Ngabaso. Di antaranya ialah mendorong agar pemerintah mulai memberikan perhatian terhadap prmbangunan rute aman di sekitar sekolah. Dimensi penting lainnya yaitu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk turut serta melaksanakan perlindungan anak.***

Banyak yang Mengira Berkaitan dengan Makanan

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bersama Ketua PKK Jabar Atalia Praratya saat meresmikan program ‘Ngabaso’, di Hotel Mason Pine, Kota Baru Parahyangan, Kamis (22/11/2018). 

Ridwan Kamil juga meminta kepada semua kepala daerah maupun dinas-dinas untuk membuat program seinovatif mungkin dan nama programnya enak didengar.

"Seperti Ngabaso ini, kan, enak didengar walaupun gak ada baksonya, karena banyak yang menduga program ini ialah program makan-makan. Jadi, saya perintahkan buat program memakai istilah," kata Ridwan Kamil.

sumber: pikiran-rakyat.com (Peluncuran Program Ngabaso/HENDRO HUSODO/PR), tribun.com

Artikel Terkait

Pelatihan Penanganan Kekerasan terhadap Anak (KtA) bagi Kelompok Sebaya di Kab. Bogo... Badan Pemberdyaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Jawa Barat melalui Bidang Kesejahteraan dan Perlindungan Anak (KPA) menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan Penanganan Kekerasan Terhadap Anak...
Data Sebagai Salah Satu Syarat PUG Kegiatan Rapat Koordinasi Data Sistem Informasi Gender dan Anak Tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2017 berlangsung di Hotel Naripan Bandung. Dihadiri 35 orang peserta dari perangkat Daerah Prov. Jabar. Ke-30 peserta ini meru...
Dr. Ir. Dewi Sartika. M.Si Berharap, Jabar Menjadi Provinsi Ramah Anak Kementerian Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak ingin menciptakan di Tahun 2030 Indonesia sebagai Negara Layak Anak, yang ramah anak-anak, yang aman bagi anak-anak, kemudian tempat yang nyaman untuk ramah anak salah s...
Seminar Motekar, Tambah Wawasan Arti Keluarga BANDUNG-Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) provinsi Jawa Barat kembali mengadakan seminar pemantapan motivator ketahanan keluarga (motekar) 2016 yang bertempat di aula Rindam III S...
Forum Koordinasi Pelaksanaan Kebijakan Perlindungan Anak Korban Stigmatisasi dan Ana... Kegiatan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan AnakAcara berlangsung di Hotel Prime Park Tanggal 28 September 2017Peserta kegiatan adalah : P2TP2A, Kesbangpol, Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme, Perguru...

Leave a Reply

Your email address will not be published.