Foto : ISTOCK

Mari lebih kreatif mengajak anak bermain di luar. Usia balita adalah fase eksplorasi anak dengan lingkungan, lo. Jangan sampai disia-siakan.

Fenomena anak dan gadget yang sulit dipisahkan memang bukan lagi hal langka. Kebiasaan mengoperasikangadget pada anak sejak dari balita, menimbulkan banyak risiko untuk kesehatan dan kehidupan sosialnya.

Anak yang menghabiskan terlalu banyak waktu untuk bermain gadget atau menonton televisi, tumbuh kembangnya menjadi tak optimal. Khususnya dalam kemampuan berinteraksi dan beradaptasi, perkembangan motorik kasar dan halus, hingga risiko obesitas yang menjadi pemicu penyakit kardiovaskuler seperti jantung, diabetes mellitus, hipertensi, dan sebagainya.

Lalu, bagaimana agar anak kembali terbiasa main di luar?

Pada dasarnya, anak-anak adalah sosok yang aktif. Usia 0 – 5 tahun merupakan masa anak bereksplorasi dengan lingkungannya. Maka tak heran bila si Kecil umumnya senang bergerak dan tak pernah terlihat lelah.

Disadari atau tidak, kunci untuk membuat anak bermain di luar rumah adalah upaya orangtua. Seberapa kreatif kita menciptakan aktivitas outdoor untuk anak? Seberapa banyak waktu yang bisa kita luangkan bersama anak. Jangan sampai, justru kita yang “mengambil jalan pintas” dengan memberikan gadget agar anak bisa tenang dan tak mengganggu aktivitas kita.

Beragam ide aktivitas outdoor yang dikemas kreatif bisa dicoba agar anak mau meninggalkan gadget dan bermain di luar rumah. Mulai dari mengajak anak berenang, mengunjungi playpark, taman kota, dan lainnya.

Tapi, ada juga cara mengemas aktivitas outdoor menjadi menyenangkan yang bisa dilakukan di sekitar rumah. Asal dibuat sekreatif mungkin, pasti menjadi pengalaman tak terlupakan.

Berikut adalah 5 aktivitas yang bisa Anda coba untuk mengajak si Kecil aktif bermain di luar rumah.

1. Berburu Harta Karun

Ajak anak berburu harta karun di sekeliling komplek rumah dari peetunjuk yang dibuat ibu. Anda bisa menggambar sebuah peta yang dilengkapi instruksi seru. Misalnya, keluar rumah dan lari hingga pohon mangga. Lalu, minta anak menemukan instruksi lain yang sudah Anda sembunyikan di bawah pohon mangga tersebut.

Anda bisa meminta si Kecil menjawab beberapa pertanyaan atau melakukan beberapa hal hingga ia bisa sampai ke lokasi harta karun. Tak perlu mahal-mahal, cukup siapkan bola sepak baru atau satu set jepit dan ikat rambut.

2. Membuat Scrapbook dari Bunga Kering

Ajak buah hati berkeliling area rumah untuk mengumpulkan bunga dan daun kering. Ingat, jangan sembarang memetik, ya. Pastikan anak mengambil bunga dan daun yang sudah rontok dari pohonnya.

Setelah cukup mengumpulkan tanaman kering, ajak anak merangkainya di dalam buku dan tempel menggunakan lem atau double tape. Tutup buku untuk beberapa waktu hingga benar-benar kering, lalu buka. Pasang karya si Kecil dalam frame agar ia semakin bangga.

3. Bermain Peran

Ibu bisa mengajak anak jalan-jalan sore dengan memberi kesempatan ia menjadi sosok superhero yang disukai: Apakah Putri Elsa, Spiderman, Avengers, atau lainnya? Anak bisa berandai sebagai sosok tersebut dan Anda bisa mencipta kondisi tertentu. Misal, “Ada ranting pohon di tengah jalan, apa yang akan Spiderman lakukan?” Akan lebih seru kalau Anda membiarkan buah hati mengenankan kostum yang mirip super hero favoritnya!

4. Berkebun

Buah hati senang main games atau nonton video yang berhubungan dengan tumbuhan di gadget-nya? Alihkan kegemaran dia dengan mengajaknya berkebun! Mulai dari membantu Anda menanam, menyiram tanaman, hingga menyiangi rumput, pasti anak akan ikut dengan senang hati.

Jangan keburu pesimis jika Anda belum pernah mencoba. Siapkan peralatan menyiram hingga sekop berwarna-warni yang menarik perhatiannya. Bila dilakukan sambil bernyanyi dan menghapal nama tumbuhan, pasti seru dan bermanfaat.

5. Berkenalan dengan Binatang

Anak senang melihat gambar atau film tentang binatang? Ajak anak keluar rumah dan berfoto bersama binatang-binatang yang ada di komplek Anda. Misal, kucing yang sering lewat depan rumah, kupu-kupu di halaman, ikan di taman komplek atau di akuarium rumah, bisa juga Anda ajak anak mengunjungi rumah tetangga yang memelihara kelinci, kura-kura, atau hamster.

Ini akan membuat anak terbiasa berinteraksi dan menyayangi binatang. Ini juga akan memberi manfaat untuk tumbuh kembang anak, lo! Setelah itu, foto ia bersama hewan-hewan tersebut juga bisa dijadikan sarana belajar. Misal, bagaimana suara binatang tersebut? Apa ciri-cirinya? Berapa jumlah kakinya?

Ada banyak sekali cara untuk mengajak anak bermain di rumah. Wajar bila banyak hal yang dikhawatirkan saat anak bermain di luar rumah. Untuk itulah, orangtua harus hadir dan mendampingi anak, khususnya yang masih balita, saat ia bermain di luar rumah.

Kuncinya, orangtua harus lebih kreatif mencipta kegiatan di luar ruangan.

Sumber: http://nova.id/Kesehatan/Anak/Resolusi-2016-5-Trik-Agar-Balita-Tak-Kecanduan-Gadget

Artikel Terkait

Waspadalah, Berikut 6 Kartun dan Animasi Populer Propagandakan LGBT! Beberapa waktu ini satu fenomena sosial di masyarakat yang tengah mendapat sorotan dari banyak pihak. Apalagi dengan munculnya beberapa kasus yang melibatkan artis kenamaan. Ya, fenomena sosial tentang LGBT memang menjadi ...
5 Tips Berbelanja Nyaman dengan Anak Banyak orang-tua ingin membawa anaknya saat berbelanja. Kendalanya, tidak semua anak mudah diatur sesuai keinginan mereka. Banyak orang-tua ingin membawa anaknya saat berbelanja. Kendalanya, tidak semua anak mudah diatur s...
Gubernur Jabar Ancam Tenaga Pendidik yang Merokok Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar memberikan sanksi yang tegas kepada tenaga pendidik atau pengajar yang merokok. Hal itu diungkapkan saat melakukan inspeksi mendadak...
Awas, pedofil seringkali jadi sosok pelindung anak Kaum pedofil seringkali memposisikan diri sebagai sosok pelindung bagi anak, meski sejatinya itu modus kejahatan. Orangtua dalam hal ini perlu, bahkan wajib meluangkan waktu berbagi cerita bersama anak sekaligus membangun ...
Ineu Sebut Momen Kartini Refleksi Kaum Perempuan Indonesia Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari menyebutkan bahwa momen peringatan Hari Kartini setiap tanggal 21 April sebagai momentum merefleksikan nilai-nilai kepribadian Kartini bagi kaum p...

Leave a Reply

Your email address will not be published.