Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika menjadi nara sumber di acara Rapat Koordinasi Teknis Badan Kependudukan dan Keluarga berencana Nasional Provinsi Jawa Barat tahun 2017. Acara yang berlangsung di Hotel Panghegar tersebut dihadiri oleh 316 peserta berasal dari Dinas kependudukan dan KB kab/kota, Kodam, Kodim, Aisiyah, IBI (Ikatan Bidan Indonesia), PKK dan kelompok lainnya.

Hadir juga pada Rakor Teknis Kemitraan ini Gubernur Jawa Barat yang kemudian memberikan paparan.

Pertumbuhan Penduduk dan Ekonomi Perlu Keseimbangan

Pertumbuhan penduduk sebuah daerah atau bangsa perlu diimbangi dengan kualitas, baik kualitas pendidikan, kesehatan, maupun kesejahteraannya. Apabila aspek Sumber Daya Manusia (SDM) tidak berkualitas, maka niscaya pembangunan atau laju pertumbuhan ekonomi tidak bisa terlaksana dengan baik.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan bahwa kependudukan merupakan aspek terpenting dari sebuah bangsa. Namun, laju pertumbuhan penduduk perlu dikendalikan agar persepsi pembangunan dengan pertumbuhan penduduk bisa seimbang.

“Persoalannya adalah manakah pembangunan yang kita lakukan kemudian dilakukan dalam bentuk fisik, sarana dan prasarana semakin meningkat. Tapi kalau yang menikmatinya yaitu penduduk kita tidak ditingkatkan kualitasnya, pertanyaannya, siapa yang akan menikmatinya?” tanya Aher dalam acara Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat 2017 di Grand Royal Panghegar Hotel, Jl. Merdeka No. 2, Kota Bandung, Selasa sore (21/2/17).

“Lalu sehebat apapun usaha kita untuk melaksanakan pembangunan, tentu pelaku pembangunan ini adalah penduduk, masyarakat, atau manusia. Manakala SDMnya tidak berkualitas maka pembangunannya pun akan bekerja secara tidak berkualitas. Walaupun pembangunan tersebut bisa kita pertahankan kualitasnya tapi penduduknya tidak berkualitas, sama saja tidak bisa dinikmati dengan baik,” lanjutnya.

Untuk itu, menurut Aher perlu memacu kualitas penduduk agar bisa bersaing dengan dunia. Penduduk adalah objek sekaligus subjek dari pembangunan. Sehingga aspek pendidikan, kesehatan, juga kesejahteraan menjadi penentu kualitas pembangunan.

“Harus ada keseimbangan antara pertumbuhan perekonomian dengan laju pertumbuhan penduduk. Jangan sampai pertumbuhan ekonomi itu linier, sementara laju pertumbuhan penduduk itu eksponensial, melaju ke atas. Kan bisa berbahaya,” kata Aher usai memberikan arahan pada Rakornis tersebut.

“Oleh karena itu, kita berusaha sekuat tenaga agar pertumbuhan penduduk itu masih seiring dengan pertumbuhan perekonomian. Sebab kalau tidak seiring dampaknya akan terjadi gejolak,” tambahnya.

Pada kesempatan ini Aher menambahkan, peningkatan kualitas penduduk juga bisa dilakukan mulai dari tatanan keluarga. ‘Family Planing’ atau konsep perencanaan keluarga tidak hanya pada perencanaan jumlah anggota keluarga saja, tapi harus diperluas maknanya melalui paradigma pembangunan kualitas keluarga.

“’Family planning’ perlu diperluas maknanya bukan hanya penekanan pada jumlah penduduk. Tapi pada saat yang sama juga bagaimana membangun kualitas penduduk lewat kualitas keluarga,” pungkas Aher.

Rakornis ini mengambil tema “Melalui Rapat Koordinasi Teknis dan Kemitraan, Kita Dukung Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) Untuk Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Jawa Barat”.

Rakornis ini digelar dari 21–22 Februari 2017. Rakor ini dihadiri para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang membidangi Kependudukan dan Keluarga Berencana tingkat kabupaten/kota se-Jawa barat, Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten/Kota se-Jawa barat, dan para mitra BKKBN Jawa Barat.

WhatsApp Image 2017-02-23 at 11.40.22

WhatsApp Image 2017-02-23 at 11.40.21

Artikel Terkait

Verifikasi KLA Kabupaten Garut Kabupaten Garut merupakan salah satu kabupaten di Jawa Barat yang sudah melaksanakan verifikasi mandiri KLA secara on line dan dinyatakan lolos secara administrasi dalam penilaian evaluasi KLA tahun 2018 yang dilakukan Kement...
Menari Three Ends Bareng Menteri Yohana Ibu Kepala Dinas P3AKB, Dewi Sartika mendampingi Mama Yo (Yohana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabinet Kerja Jokowi- JK) menari Three Ends. Three Ends merupakan program unggulan Kementerian ...
Waspada Bahaya Kekerasan dalam Pacaran Tahukah anda bahwa 1 dari 3 perempuan di dunia mengalami kekerasan, baik berupa kekerasan fisik maupun kekerasan seksual (WHO, 2010). Bahkan 1 dari 4 perempuan di negara maju juga mengalami kekerasan hingga mencapai 25%. ...
Pelatihan Ketrampilan Anggota Pekka Pelatihan keterampilan anggota Pekka dilaksanakan pada tanggal 3 sd 4 Oktober 2016 di lokasi P2WKSS. Tepatnya di Jl. Inpres 3 RT 01/09, Gg.H.Kapi, Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, Kota Depok. Pesertanya 30 orang; dari BPM...
Contoh Isian GAP dan GBS Berikut ini contoh isian GENDER ANALYSIS PATHWAY (GAP) dan GENDER BUDGET STATEMENT (GBS) Format file Ms. Word Format file PDF Ebook Pandukan Teknis Penyusunan GAP dan GBS

Leave a Reply

Your email address will not be published.