Yth. Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di seluruh Indonesia,

Berikut disampaikan ​​petikan pidato Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dalam Peringatan Pekan ASI Sedunia yang jatuh pada tanggal 1 s.d 7 Agustus 2016 dan kumpulan informasi berupa Infografis.

Mohon dukungan Ibu dan Bapak sekalian untuk menyebarluaskannya.

Dasar Hukum Pemberian ASI :

  1. Undang-undang No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan, mengamanatkan bahwa setiap bayi berhak mendapatkan ASI Eksklusif selama enam bulan. Dijelaskan pula bahwa semua pihak, yaitu keluarga, pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat, harus mendukung ibu bayi selama pemberian ASI.
  2. Pemerintah bertanggung jawab menetapkan kebijakan dalam rangka menjamin hak bayi mendapatkan ASI Eksklusif. Dukungan berupa kebijakan telah dilakukan oleh pemerintah dengan penetapan Peraturan Pemerintah No 33 tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif.
  3. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga telah mengeluarkan Peraturan Menteri PP dan PA No 3 tahun 2010 tentang Penerapan Sepuluh Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui.

Berdasarkan ketiga dasar hukum tersebut, maka sejatinya hak setiap bayi yang lahir untuk mendapatkan Asi dapat terpenuhi. Dijelaskan oleh Sekretaris Kementerian PP&PA, Wahyu Hartomo bahwa semua pihak, yaitu keluarga, pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat, harus mendukung ibu bayi selama pemberian ASI. Pemerintah bertanggung jawab menetapkan kebijakan dalam rangka menjamin hak bayi mendapatkan ASI Eksklusif. Dorongan nyata yaitu berupa penyediaan ruang laktasi dan penitipan anak. Tujuannya agar para ibu yang bekerja dapat tetap memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. “Kami ingin agar ruang laktasi ada di tiap perusahaan, kementerian dan lembaga.”

Memberikan ASI eksklusif selama enam bulan dan dilanjutkan sampai dua tahun atau lebih memiliki banyak manfaat bagi ibu dan bayi. Menurut penelitian anak yang diberikan ASI eksklusif memiliki daya tahan tubuh yang tinggi dan dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Regards,
Prita Ismayani Sriwidyarti, S.Sos, MT
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI
Ministry of Women Empowerment and Child Protection
Jl, Medan Merdeka Barat No 15
Bagian Hukum Lt. 1
Jakarta – Indonesia 10110

Pekan ASI sedunia

Pekan ASI sedunia

Pekan ASI sedunia

Artikel Terkait

Aher: Ketauladanan Harus Ditularkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan bahwa sifat ketauladanan itu harus ditularkan, agar lebih banyak lagi tauladan-tauladan yang lahir di kemudian hari. Hal itu diungkapkan Aher pada sambutan penyerahan penghargaan ...
Lala, Karateka Cilik Penyulut Kalderon PON XIX Kejutan diberikan PB PON XIX Jabar dengan menghadirkan atlet cilik yang bertugas paling akhir membawa api PON. Atlet cilik bernama Lala Diah Pitaloka itu merupakan atlet karateka . Lala Diah Pitaloka, anak berusia 11 tahun...
Sekolah Ramah Anak – Sebuah Panduan Sederhana Gambaran umum tentang sekolah ramah anak. Sekolah yang ramah anak merupakan institusi yang mengenal dan menghargai hak anak untuk memperoleh pendidikan, kesehatan, kesempatan bermain dan bersenang, melindungi dari kekerasa...
Advokasi Untuk Gugus Tugas Kabupaten/Kota tahun 2017 di Garut Kepala Dinas P3AKB Provinsi Jawa Barat Dr.Ir.Hj.Dewi Sartika, M.Si saat memberikan paparannya pada acara Advokasi untuk Gugus Tugas Kabupaten/Kota di Kabupaten Garut. Dalam paparannya dihadapan para stake holder di daerah ...
Lima Saran Netty Dongkrak Minat Baca Masyarakat Berdasarkan penilaian Programme for International Assessment of Adult Competencies (PIAAC) yang baru pertama kali diikuti Indonesia tahun 2016 ini, menunjukkan hasil yang memprihatinkan. Dari 34 negara anggota Organizatio...

Leave a Reply

Your email address will not be published.