Kasus Jamaludin Muhammad (6 tahun), bocah asal Garut, Kampung Cisante, Desa Cikarang, Kecamatan Cisewu yang kedua tangannya harus diamputasi karena remuk masuk dalam mesin penggiling bata, menjadi perhatian semua pejabat. Salah satunya, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Netty Prasetyani yang mengunjungi Jamal di Ruang Kemuning RSUP Hasan Sadikin, Kamis (26/1).

“Kasus ini, tak hanya menjadi pelajaran berharga bagi orangtuanya. Tapi, harus jadi pelajaran bagi semua orang tua yang memiliki anak kecil harus terus waspada,” ujar Netty.

Menurut Netty, semua orang tua harus memberikn pengawasan yang ketat pada anaknya. Apalagi, saat anaknya usia balita belum mengetahui bahaya yang ada di hadapannya. “Orang tua harus benar-benar memerhatikan anaknya apalagi kalau di sekitarnya ada mesin yang membahayakan atau senjata tajam harus diperhatikan dengan baik,” katanya.

Netty berharap, keluarga korban maupun masyarakat bisa mengambil hikmah dan pelajaran untuk terus memberikan perlindungan pada anaknya baik fisik maupun psikis di lingkungannya. “Di rumah sendiri saja, potensi kecelakaan masih ada. Jadi ini, faktor yang menyebabkan kecelakaan ini memang banyak,” katanya.

Menurut Netty, setiap anak kondisinya memang berbeda-beda. Jadi, orang tua pun harus memberikan pengawasan yang berbeda sesuai kondisi anaknya. Karena, ada anak yang aktif dan super aktif. “Jamal ini, anaknya kebetulan memang aktif,” katanya.

Jari Tengah Kakek Jamal Ikut Putus Saat Menolong Cucunya

Jamaludin Muhammad (6 tahun), adalah bocah asal Garut, Kp Cisante, Desa Cikarang, Kecamatan Cisewu sudah empat hari menghuni ruangan Ruang Kemuning RSUP dr Hasan Sadikin. Anak tersebut, telah menjalani operasi amputasi tangan kanannya pada Sabtu (21/1) lalu karena tangannya remuk masuk dalam mesin penggiling bata.

Namun, dalam insiden tersebut tak hanya Jamal yang kehilangan tangannya. Kakek Jamal, bernama Holidin (45 tahun), satu ruas jari tangannya ikut potong terkena mesin penggiling bata tersebut.

“Waktu Jamal tangannya masuk ke mesin penggilangan saya langsung matikan mesin. Lalu saya menolong mengambil Jamal, tapi satu ruang tangan bagian tengah saya putus,” ujar Holidin kepada wartawan, Kamis (26/1).

Holidin mengatakan, kejadian tersebut berlangsung cukup cepat hanya sekitar dua detikan. Namun, karena mesin penggiling bata tersebut besar jadi tangan Jamal cucunya yang sebelah kiri langsung tergilas. Begitu juga, tangan sebelah kanannya sudah remuk.

“Ayahnya, terpaksa membawa Jamal ke tempat kerja karena di rumah ga ada yang jaga. Ibunya, baru melahirkan bayi,” katanya.

Menurut Holidin, sebelum kejadian tersebut, sebenarnya Ia melihat Jamal pernah akan memasukan tanggannya ke mesin tersebut. Namun, Ia langsung mencegahnya. “Saya pikir, setelah dicegah cucu saya nurut. Ternyata, dia memasukan lagi tangannya saat saya lengah,” katanya.

Sehari-hari, menurut Holidin, cucunya memang sangat aktif. Rasa ingin tahunya, sangat tinggi. Padahal, walaupun sudah berusia 6 tahun Jamal selama ini susah berbicaranya tak lancar. “Jamal cuma bisa bilang satu atau dua kata saja. Pernah masuk TK berhenti karena anaknya benar-benar aktif,” katanya.

Holidin mengatakan, walaupun kedua tangannya diamputasi, tapi Jamal jarang menangis. Selama dirawat, Jamal hanya mengeluh tak mau makan makanan rumah sakit. Ia, hanya mau makan baso. “Makanan favoritnya baso, jadi minta baso terus,” katanya.

Sumber: republika.co.id

Artikel Terkait

Ketahanan Ekonomi Perempuan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) memiliki program prioritas, yakni Three Ends. Program Three Ends ini bertujuan untuk mengakhiri permasalahan yang dihadapi kaum perempuan dan anak, yakni (...
Ini Cara-Cara yang Bisa Mendekatkan Ayah dan Anak Hubungan Ayah dan Anak Harus Dibina Sejak Usia Dini, Ini Cara-Cara yang Bisa Mendekatkan Ayah dan Anak Tugas seorang ayah bukan hanya mencari nafkah bagi keluarganya.
 Seorang ayah idealnya bisa menjadi panutan bagi anak-a...
Lima Saran Netty Dongkrak Minat Baca Masyarakat Berdasarkan penilaian Programme for International Assessment of Adult Competencies (PIAAC) yang baru pertama kali diikuti Indonesia tahun 2016 ini, menunjukkan hasil yang memprihatinkan. Dari 34 negara anggota Organizatio...
Rapat Program Pengasuhan Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat (PPABM) Ketua P2TP2A Jawa Barat Netty Prastiyani Heryawan memimpin rapat pada acara Program Pengasuhan Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat (PPABM) di Ruang Rapat Sangga Buana Gedung Sate Bandung, Jumat 9 September 2016 ki-ka: ...
Ini 12 Tuntutan Forum Anak Nasional untuk Menteri Yohana Forum Anak Nasional membacakan 12 tuntutan hasil forum di hadapan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise. Muhammad Khairul Rizal asal Sulawesi Tenggara dan Bilqis Iasha Rosma Sumroni asal Jawa Bar...

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.