Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengimbau agar aksi Skip Challange tidak dianggap sebuah permainan, tantangan, dan sensasi yang menyenangkan sehingga mengikuti dan menyebarkannya di media sosial. Dia meminta orangtua, guru serta pihak sekolah mengambil langkah tegas untuk mengawasi aktivitas anaknya.

“Dengan mengawasi anak dari tindakan dan informasi yang membahayakan adalah sebuah langkah upaya pencegahan terhadap kekerasan pada anak,” kata Yohana seperti dikutip Antara, Selasa 14 Maret 2017.

Sumber : MetroNews

Artikel Terkait

Ini Cara Mengajak Bayi Bicara Sejak dalam Kandungan Bayi yang Sering Diajak Ngobrol Orangtua Sejak Dalam Kandungan Tumbuh Lebih Pintar, Ini Cara Mengajak Bayi Bicara Sejak dalam Kandungan Mengajak anak mengobrol sejak dia bayi atau bahkan dalam kandungan banyak manfaatnya. ...
Bimbingan Teknis Motekar .Bandung,Bidang Peningkatan Kualitas Keluarga (PKK) mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis bagi tenaga Motekar,kegiatan di laksanakan selama 3 hari di kab.Pangandaran.Kegiatan ini di ikuti oleh kurang lebih 130 tenaga Motekar,K...
Kisah Pilu Kembali Terjadi, Kemarin Yy Hari Ini EP Belum lama ini, kita dikejutkan dengan berita perkosaan massal (gang rape) disertai pembunuhan di Bengkulu yang menimpa seorang gadis belia usia 15an yang tersangkanya terdiri atas 14 pemuda. Para pelaku rupanya sering nonton...
88 Tahun Peringatan Hari Ibu di Indonesia, Apa Pandangan Menteri Yohana? Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise menegaskan, bahwa buruknya ketahanan keluarga Indonesia menyebabkan maraknya terjadi berbagai persoalan bangsa. "Maraknya berbagai persoalan bangsa...
Aher: Ketauladanan Harus Ditularkan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan bahwa sifat ketauladanan itu harus ditularkan, agar lebih banyak lagi tauladan-tauladan yang lahir di kemudian hari. Hal itu diungkapkan Aher pada sambutan penyerahan penghargaan ...

Leave a Reply

Your email address will not be published.