Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengimbau agar aksi Skip Challange tidak dianggap sebuah permainan, tantangan, dan sensasi yang menyenangkan sehingga mengikuti dan menyebarkannya di media sosial. Dia meminta orangtua, guru serta pihak sekolah mengambil langkah tegas untuk mengawasi aktivitas anaknya.

“Dengan mengawasi anak dari tindakan dan informasi yang membahayakan adalah sebuah langkah upaya pencegahan terhadap kekerasan pada anak,” kata Yohana seperti dikutip Antara, Selasa 14 Maret 2017.

Sumber : MetroNews

Artikel Terkait

PAI: Rendahnya Vonis Sony Sandra Cederai Semangat Presiden Jokowi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Kota Kediri, Jawa Timur, terhadap pengusaha Sony Sandra yang dilaporkan melakukan pemerkosaan terhadap 58 anak. W...
Ini Efek Negatif Over Protektif terhadap Anak Orang tua Ingin Memastikan Anaknya Aman dan Terjamin, Tapi Jangan Over Protektif, ini Efek Negatif Over Protektif terhadap anak Pola asuh orang tua yang terlalu mengontrol anak memiliki banyak efek negatif. Karena itu seba...
Ini Tumbuh-Kembang Anak Usia 4 Tahun yang Harus Orangtua Ketahui Saat memasuki usia 4 tahun, si kecil umumnya penuh dengan energi, lebih banyak berbicara dan selalu rasa ingin tau. Biasanya mental dan emosional orangtua akan teruji di masa ini, sehingga setiap hari akan menjadi suatu tanta...
Aher: Kehadiran PNS Senin, Harus 100% Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) menegaskan, kehadiran PNS Jabar di hari pertama masuk kerja lagi Senin (3/7) harus 100%. Menurut Aher tidak ada alasan untuk bolos kerja kecuali sakit. "Libur atau cuti bersama lebaran...
Kisah Pilu Kembali Terjadi, Kemarin Yy Hari Ini EP Belum lama ini, kita dikejutkan dengan berita perkosaan massal (gang rape) disertai pembunuhan di Bengkulu yang menimpa seorang gadis belia usia 15an yang tersangkanya terdiri atas 14 pemuda. Para pelaku rupanya sering nonton...

Leave a Reply

Your email address will not be published.