Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia, Yohana Yembise melakukan kunjungan ke Kota Bandung, Senin (15/1/2018). Dalam kunjungan kerjanya, salah satu yang dibahas adalah mengenai penanganan kasus video asusila yang melibatkan anak di bawah umur yang saat ini ramai diperbincangkan di masyarakat. Yohana Yembise membahas hal tersebut di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung. Saat beliau berdialog dengan Kapolda Jabar Irjen Agung Budi Maryoto, Menteri Yohana didampingi oleh Ketua P2TP2A Jawa Barat Netty Heryawan dan juga Kepala Dinas P3AKB Prov Jawa Barat (Plt) Dewi Sartika.

Kunjungan Menteri Yohana Yembise ke Kota Bandung
Kunjungan Menteri Yohana Yembise ke Kota Bandung
Kunjungan Menteri Yohana Yembise ke Kota Bandung
Kunjungan Menteri Yohana Yembise ke Kota Bandung
Kunjungan Menteri Yohana Yembise ke Kota Bandung
Kunjungan Menteri Yohana Yembise ke Kota Bandung

Faktor Penyebab Orangtua Tega Paksa Anak Main Video Mesum

Sebelumnya Ketua P2TP2A Jawa Barat menyebutkan beberapa faktor penyebab mengapa orangtua tega menjermuskan anaknya untuk bermain video mesum.

‎"Tentu saja ini jadi tantangan kota atau kabupaten layak anak, bukan hanya dicanangkan, tapi harus mulai diidentifikasi seperti apa implementasi di tataran masyarakat," kata Ketua TP2TP2A Jabar, Netty Heryawan di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Bandung.

Menurutnya, kota atau kabupaten layak anak‎ merupakan program pemerintah pusat. Pencanangan kota layak anak kata dia, harus ditindaklanjuti dengan kebijakan program ramah anak di daerah yang dicanangkan sebagai kota layak anak yang didukung dengan anggaran.

"Kalau saya melihat kasus ini ada beberapa faktor penyebab, salah satunya faktor kemiskinan, kemiskinan nilai, akses pendidikan dan lain sebagainya sehingga orang tua tega menjerumuskan anaknya," kata Netty.

Terkait kasus ini, pihaknya telah melakukan langkah-langkah diantaranya melibatkan psikolog untuk mendampingi korban dan membantu polisi menyusun berita acara pemeriksaan karena pengakuan korban akan membantu penyidikan polisi.

"Kedua soal trauma healing kami di P2TP2A ‎akan mendampingi para korban dengan berbagai pendekatan positif bagi tumbuh kembang anak," katanya.

Kemudian, ‎lanjut istri Gubernur Jabar Ahmad Heryawan ini, pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jabar untuk mengembalikan lagi ketiga korban ke sekolahnya masing-masing untuk mendapat hak-hak dasar di bidang pendidikan..

"Maka dari itu saya sudah berkoordinasi dengan Disdik Jabar di salah satu bidangnya ada unit khusus yang menangani anak berhadapan dengan hukum, putus sekolah dan yang tidak mampu. Kami harapkan unit pelayanan khusus ini akan memberikan hak-hakpengajaran kepada anak yg berhadapan hukum lewat guru dan pembimbing, " ujar Netty.

Artikel Terkait

Pelatihan Sistem Informasi MOTEKAR Pelatihan Sistem Informasi Laporan Motivator Ketahanan Keluarga (MOTEKAR) Pelatihan Sistem Informasi Laporan Motivator Ketahanan Keluarga (MOTEKAR) Pelatihan Sistem Informasi Laporan Motivator Ketahanan Keluarga (MOTE...
Aplikasi Sistem Informasi Gender dan Anak (SIGA) SIGA bisa diakses di alamat http://siga.bp3akb.jabarprov.go.id Latar Belakang Penetapan kebijakan atau proses perencanan tidak akan terwujud dengan baik tanpa didukung oleh ketersedian data dan informasi yang akurat da...
Pelatihan Pemanfaatan Indeks Komposit Kesejahteraan Anak (IKKA) dalam Penyusunan Keb... Pelatihan Pemanfaatan Indeks Komposit Kesejahteraan Anak (IKKA) dalam Penyusunan Kebijakan Terkait Sub Bidang Pemenuhan Hak Anak dan Perlindungan Khusus Anak di Provinsi Jawa Barat Tahun 2017 Tanggal : 6 OKTOBER 2017 Tempat...
Pelatihan TOT GN AKSA Bagi Kab/Kota se Jawa Barat Jatinagor,Bidang PPA Melalui Seksi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak mengadakan pelatihan TOT Gerakan Nasional Anti Kejahatan Kekerasan Seksual terhadap Anak (GN AKSA) bagi Kabupaten Kota se Jawa Barat,Acara di...
Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) Kab. Bandung Barat Kegiatan Sosialisasi dilaksanakan tanggal 19 Mei 2016. Berlokasi di SMA Negeri 1 Cililin Bandung Barat. Peserta yang hadir dalam sosialisasi ini berasal dari siswa tingkat SLTP, SLTA, SMK, tokoh masyarakat, tokoh agama, k...

Leave a Reply

Your email address will not be published.