Gubernur Jabar selaku Ketua Umum PB PON XIX menyerahkan maskot Lala-Lili kepada Gubernur Papua Lukas Enembe (tengah) disaksikan Ketua KONI Tono Suratman (kanan) saat konferensi pers di Media Center Utama, Trans Luxury Hotel, Bandung, Jabar, Rabu (28/9). Papua akan menjadi tuan rumah PON XX pada tahun 2020. PB PON/ANTARA FOTO/Andika Wahyu/aww/16.

Ketua KONI Pusat, Tono Suratman, menganggap persoalah yang terjadi pada pelaksaan PON XIX/2016 jauh berkurang dibanding saat PON XVIII/2012 digelar di Riau. Sehingga dapat disebut, PON kali ini berjalan lebih baik.

“Semua pelaksanaan di kota/kabupaten yang ada berjalan dengan lancar dan mendapat apresiasi dari komandan kontingen yaitu para gubernur se-Indonesia yang mengatakan dibandingkan PON Riau, PON Jabar semakin maju,” kata Tono dalam konferensi pers di Media Center Utama di Trans Luxury Hotel, Kota Bandung, Rabu (28/9/2016).

Tono mengatakan, pada gelaran PON kali ini, KONI puas. Kepuasan ini disebutkan Tono, satu di antaranya karena prestasi-prestasi yang dicetak para atlet. Ini menunjukkan peningkatan kualitas atlet nasional terutama menjelang kompetisi SEA Games 2018.

“Rekor-rekor baru banyak yang bermunculan dari atlet remaja. Kami puas karena akan ada SEA Games. Kami berharap hasil ini bisa dijadikan bahan untuk menyiapkan pelatnas jangka panjang untuk SEA games 2018,” ucapnya.

Diharapkan, ke depannya tidak ada lagi insiden yang menunjukkan ketidaksportifan insan olahraga Indonesia. Ia mengaku akan mengevaluasi lebih dalam dan memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang terbukti melanggar aturan yang berlaku dalam dunia olahraga.

Tono pun menyebutkan lewat pesta olahraga empat tahunan ini marwah persatuan 34 provinsi dalam NKRI terasa kental. Kekurangan yang terjadi akan menjadi bahan evaluasi menuju PON XX di Papua pada 2020 mendatang.

“PON adalah marwah pusaka olahraga di Indonesia. Ini kekuatan kita membangun karakter bangsa yang jaya,” ucapnya.(ZI)

Artikel Terkait

Serah Terima Mobil pelayanan untuk Masyarakat kepada FAD Jabar Bandung,Kepala Dinas P3AKB Provinsi Jawa Barat Dr.Ir.Hj.Dewi Sartika,M.Si. Bersama jajarannya menyerahkan mobil pelayanan untuk masyarakat kepada Forum Anak Jawa Barat yang diterima oleh perwakilan dari Forum Anak Jawa Barat ...
Waspada Bahaya Kekerasan dalam Pacaran Tahukah anda bahwa 1 dari 3 perempuan di dunia mengalami kekerasan, baik berupa kekerasan fisik maupun kekerasan seksual (WHO, 2010). Bahkan 1 dari 4 perempuan di negara maju juga mengalami kekerasan hingga mencapai 25%. ...
Kekerasan dalam Pacaran Fenomena Sunyi di Indonesia Renata, seorang mahasiswi, sudah memahami polanya. Jika sahabatnya Alia memakai kacamata hitam di dalam ruangan, atau jika ia tidak seperti biasanya memakai blus lengan panjang bukannya kaos singlet, atau jika ia menghindar b...
Hindari Fenomena BLAST dengan Budaya Literasi Bunda Literasi Jawa Barat Netty Heryawan khawatir anak-anak Jawa Barat mengalami fenomena BLAST (Bored, Lonely, Angry, Stress, Tired) yang berujung pada permasalahan sosial seperti kekerasan seksual dan narkoba pada usia prod...
Laris Manis Pernak Pernik PON XIX Jabar Nurhasanah tampak sumringah. Warga RW 19 Kelurahan Padasuka, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi itu tersenyum ketika melayani pembeli yang memborong gantungan kunci bergambar maskot PON XIX Jabar, Lala Lili, Senin (26/9) di...

Leave a Reply

Your email address will not be published.