Silakan lihat videonya di bawah ini

Setiap Anak Berhak Menyatakan dan Didengar Pendapatnya

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2011, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) bekerjasama dengan seluruh Pemerintah Provinsi di Indonesia dan difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat) menyelenggarakan Kongres Anak Indonesia X yang akan diselenggarakan di Hotel Grand Royal Panghegar Bandung, Jawa Barat pada tanggal 18-23 Juli 2011 dengan tema “Wujudkan Lingkungan Aman, Sehat, dan Ramah Menuju Anak Indonesia Berakhlak Mulia”.

Tiap tahunnya Kongres Anak Indonesia dihadiri sekitar 330 perwakilan anak berusia 12-17 tahun dari seluruh Provinsi di Indonesia dengan beragam latar belakang. Pada Kongres ini, para peserta akan membahas mengenai berbagai permasalahan yang sebelumnya telah dibahas di Forum Anak di tingkat Daerah di tiap-tiap Provinsi menyangkut permasalahan dan kehidupan anak, dan juga bertukar pikiran untuk mengusulkan solusi terhadap permasalahan yang mereka hadapi. Selanjutnya, permasalahan-permasalahan yang telah dibahas di Forum Anak tingkat Daerah juga akan dibahas secara nasional pada Kongres Anak Indonesia X.

Dari apa yang telah mereka sampaikan dan dibahas secara bersama dari latar belakang budaya yang beragam, pelaksanaan Kongres Anak Indonesia ke X akan menghasilkan “Suara Anak Indonesia” yang akan dibacakan dan diserahkan kepada pemerintah dan DPR RI sebagai masukan dalam pembuatan kebijakan terkait permasalahan anak di Indonesia. Sesuai dengan ketentuan Pasal 10 UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, anak-anak wajib diberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk berpartisipasi menyuarakan pandangan dan kepentingan terbaiknya secara wajar dan konstruktif. Oleh sebab itu, Suara Anak yang akan dihasilkan dari Kongres Anak Indonesia X di Bandung adalah murni merupakan aspirasi, pandangan, pendapat serta kebutuhan anak demi terwujudnya kepentingan terbaik anak.

Namun sangat disayangkan, justru pemerintahlah (sebagai penyelenggara negara) yang memasung dan membungkam HAK PARTISIPASI ANAK. Pada Perayaan Puncak HARI ANAK NASIONAL (HAN) 2011 yang akan diselenggarakan pada tanggal 23 Juli 2011 di Ancol, Jakarta dan akan dihadiri oleh Presiden RI beserta pejabat tinggi Negara lainnya, SUARA ANAK INDONESIA yang akan dihasilkan oleh 330 melalui Kongres Anak Indonesia ke X di Bandung semula telah masuk dalam agenda acara Puncak HAN 2011, namun oleh Sekretaris Panitia HAN 2011 DINYATAKAN UNTUK TIDAK DIAGENDAKAN DALAM PEMBACAAN SUARA ANAK PADA PERAYAAN PUNCAK HAN 2011, dengan alasan bahwa Sekretaris Negara RI mencoret acara pembacaan Suara Anak yang telah diajukan, dengan alasan keterbatasan waktu Presiden. “Ini adalah sebuah tragedi yang menyedihkan ketika pada Hari Anak Indonesia justru orang dewasa, dalam hal ini pemerintah, membatasi hak anak untuk bersuara,” ungkap Arist Merdeka Sirait, Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak. “Namun, Komisi Nasional Perlindungan Anak dengan memegang teguh prinsip-prinsip Hak Anak yang tertuang dalam Konvensi PBB Tentang Hak Anak dan UU No. 23 Tahun 2002, akan terus berjuang untuk menegakkan hak Anak, khusus Hak anak untuk berpartisipasi. Sebab setiap anak berhak menyatakan dan didengar pendapatnya” tegas Arist Merdeka Sirait.

“Untuk itu Komnas Anak bersama 330 anak-anak peserta Kongres Anak Indonesia dan 63 pendamping dan aktivis anak dari berbagai propinsi memutuskan untuk tidak menghadiri klimaks perayaan Hari Anak Indonesia 2011 di Ancol, yang akan diadakan pada tanggal 23 Juli mendatang, sebagai bentuk protes terhadap pembungkaman hak Partisipasi Anak” tegas Arist

Dengan demikian Komisi Nasional Perlindungan Anak bersama delegasi Kongres Anak Indonesia X beserta aktivis perlindungan Anak dari berbagai propinsi, dalam waktu bersamaan (parallel) dengan Acara Puncak HAN di Ancol, Jakarta, akan menyelenggarakan Acara Puncak HAN bersama ribuan anak-anak dari kota Bandung. Dalam kesempatan itulah, SUARA ANAK INDONESIA yang dihasilkan dari Kongres Anak Indonesia X akan dibacakan dan diserahkan kepada Ketua Komisi VII DPR guna diteruskan kepada pemerintah. Disamping itu pula, Kongres Anak Indonesia ke X, juga akan memilih dan menetapkan Ketua Presidium Kongres Anak Indonesia periode 2011/2012 serta memilih 10 Duta Anak Indonesia.

Artikel Terkait

Aher: PON XIX, Terbesar Sepanjang Sejarah Ketua Umum PB PON XIX Ahmad Heryawan yang juga Gubernur Jabar mengatakan, PON XIX Jawa Barat tahun 2016 banyak mengukir catatan besar. Hal itu diungkapkan Ahmad Heryawan atau Aher dalam laporannya di hadapan Presiden RI, pada...
6 Hal Penting yang Perlu Diajarkan Pada Anak Untuk Melindunginya dari Bahaya Kekeras... Kasus kekerasan dan pelecehan seksual belakangan ini semakin marak terjadi. Kekerasan seksual ini juga bisa terjadi kepada siapa saja, bahkan tak jarang anak-anak di bawah umur yang menjadi korban dari kejahatan seksual para ...
HUT Ke-72 RI, Aher Tekankan Makna Demokrasi BANDUNG-Pada bagian lain amanat Gubernur saat peringatan HUT ke-72 RI, Kamis (17/8), Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menekankan pentingnya makna demokrasi. Baginya demokrasi bukan semata-mata sebagai wahan...
Ini 12 Tuntutan Forum Anak Nasional untuk Menteri Yohana Forum Anak Nasional membacakan 12 tuntutan hasil forum di hadapan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise. Muhammad Khairul Rizal asal Sulawesi Tenggara dan Bilqis Iasha Rosma Sumroni asal Jawa Bar...
PUSPA 2017, Bangun Sinergi Masyarakat Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak Foto: Kementerian PPPA PUSPA merupakan wadah berkumpulnya berbagai Lembaga Masyarakat yang mencakup berbagai bidang, yaitu lembaga profesi dan dunia usaha, lembaga media, organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, akad...

Leave a Reply

Your email address will not be published.