KESEPIAN dan kurangnya interaksi sosial lebih berbahaya daripada merokok 15 batang sehari dan lebih buruk dari obesitas. Hal tersebut terungkap berdasarkan sebuah studi yang baru-baru ini dilakukan Universitas Brigham Young, Utah.

Hasil penelitian yang dilansir dari Pulse Headlines ini menemukan bahwa hanya dengan merasa kesepian menjadi faktor kematian yang lebih kuat dibandingkan obestitas. Studi ini melibatkan analisis-analisis lebih dari 100 penelitian yang melibatkan ratusan ribu subjek.

Kurangnya interaksi dan hubungan sosial yang menyebabkan kesepian menjadi masalah kesehatan publik.
  
Menurut The Telegraph, Dr Julianne Holt-Lunstad, Profesor Psikologi di Universitas Brigham Young, Utah, menganalisis 148 studi dimana lebih dari 300.000 orang berpartisipasi. Dia mengungkap bahwa orang yang merasa kesepian memiliki probabilitas kematian dini 50 persen dibandingkan yang memiliki koneksi sosial baik. Sebaliknya, obesitas  hanya meningkatkan probabilitas kematian sebelum usia 70 tahun sekitar 30 persen.
 
Dia juga menungkap bahwa orang harus mempersiapkan diri untuk pensiun secara sosial maupun finansial, karena banyak orang menganggap tempat kerja merupakan sumber koneksi sosial terbesar mereka. "Terhubung dengan orang lain secara sosial dianggap sebagai kebutuhan manusia yang fundamental – sangat penting bagi kesejahteraan dan kelangsungan hidup," ungkapnya.

Menjadi Sukarelawan

Menurut Penelitian American Association of Retired Persons, sekitar 42,6 juta orang dewasa di atas usia 45 merasa kesepian tingkat kronis di Amerika Serikat. 21 persen penduduk Amerika Serikat tinggal sendiri, sementara 51 persen dari keseluruhan populasi memilih tidak menikah. Ditambah lagi, jumlah anak per rumah tangga dan tingkat perkawinan semakin menurun di negara ini.

Sebuah studi yang ditulis dalam The Globe and Mail mengatakan bahwa perasaan kesepian lebih sering muncul di kalangan orang-orang yang tidak berpasangan dibandingkan yang menikah. Tapi beberapa orang janda ataupun yang hidup sendiri banyak yang terjun dalam komunitas sosial. Menjadi seorang relawan setidaknya dua jam perminggu ternyata menurunkan tingkat kesepiannya.
 

Dr. Guohua Li, Direktur Pusat Epidemiologi dan Pencegahan Cedera di Universitas Columbia di New York menyatakan bahwa interaksi sosial terbukti membawa manfaat kesehatan yang nyata.

"Menjadi seorang sukarelawan adalah fasilitas terjadinya interaksi sosial bagi para orang dewasa dan juga tempat pembentukan hubungan yang berarti dengan orang," tulis Li melalui e-mail.

"Kesukarelaan juga dapat meningkatkan harga diri orang tua dan memberi mereka rasa cinta akan komunitasnya, mengurangi perasaan kesepian mereka setelah kehilangan pasangan."
 
Dr. Carla Perissinotto, seorang peneliti di University of California, San Francisco, mengatakan bahwa agar manfaat kesehatan dari menjadi seorang sukarelawan dapat didapatkan, seseorang harus melakukannya terus menerus.

"Bagi beberapa orang, menjadi sukarelawan secara teratur dapat benar-benar membantu mengurangi perasaan kesepian. Hal ini penting karena kesepian berkaitan dengan banyak masalah kesehatan seperti risiko penyakit jantung, pikun, penurunan fungsi organ dan bahkan kematian," kata Perissinotto. (Azka Faza)***

Sumber: Pikiran-Rakyat.com

Artikel Terkait

Ramadhan, Inilah Rekomendasi Tempat Wisata Rohani Bareng Keluarga Bulan Ramadhan merupakan bulan kebersamaan dengan keluarga. Ada banyak momen yang bisa menjadikan anggota keluarga secara komplit bisa berkumpul. Melalui makan bersama saat berbuka dan sahur serta kegiatan lainnya, Bulan Rama...
Aher: Keberhasilan Ini Berkat ASN Jabar Sejak tahun 2008 hingga 2016, Provinsi Jabar sudah mendapatkan lebih dari 220 penghargaan nasional dan internasional. Menurut Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, keberhasilan itu berkat kinerja PNS atau ASN di lingkungan masin...
Jangan Sering-Sering Bermain Sosial Media Jika Tak Ingin Depresi Pernah dilakukan sebuah survei yang melibatkan 1787 orang dewasa muda berusia 19 sampai 32 tahun yang menunjukkan bahwa pengguna aktif sosial media rentan menderita depresi. Para peneliti membandingkan mereka dengan pengguna ...
Di Hari Anak Nasional Ada 10 Permintaan Anak ke Presiden Jokowi Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana menghibur dan membagi buku bacaan kepada anak korban gempa di tenda pengungsian Ringblang Meurdu, Pidie Jaya, Aceh, 15 Desember 2016. Sebanyak 83.838 jiwa pengungsi diupayakan bisa secepa...
Netty Heryawan Dapat Anugerah dari KPAI Itulah yang diraih Netty Prasetiyani, istri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) yang juga menjabat sebagai Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) sekaligus Ketua Tim Penggerak dan Pemberd...

Leave a Reply

Your email address will not be published.