MASIH teringat dengan kasus bunuh diri vokalis Linkin Park Chester Bennington yang sempat menghebohkan jagat raya. Maraknya kasus bunuh diri di kalangan orang dewasa mengindikasikan berbagai masalah hidup yang tak bisa mereka hadapi.

Namun, sebuah studi baru menunjukkan bahwa remaja juga rentan bunuh diri. Menurut data terbaru dari National Center for Health Statistics di AS, tingkat bunuh diri pada remaja perempuan berusia 15 hingga 19 tahun mencapai puncaknya selama 40 tahun terkahir pada tahun 2015 lalu.

Penelitian tersebut mengindikasikan bahwa tingkat bunuh diri pada remaja perempuan meningkat dua kali lipat dalam waktu yang singkat pada tahun 2007 – 2015.

Tingkat bunuh diri pada remaja laki-laki berusia 15 hingga 19 tahun meningkat pada tahun 1990. Sebelumnya, sebanyak 12 dari 100,000 populasi bunuh diri pada tahun 1975. Namun, tingkat bunuh diri tersebut meningkat menjadi 18.1 dari 100,000 populasi pada tahun 1990.

Pada tahun 2007, tingkat bunuh diri pada remaja laki-laki menurun menjadi 10.8 dari 100,000 populasi, dan meningkat kembali menjadi 14.2 dari 100,000 populasi pada tahun 2015.

Tingkat bunuh diri pada remaja perempuan pada tahun 1975 sebanyak 2.9 dari 100,000 populasi. Namun angkanya meningkat menjadi 3.7 dari 100,000 populasi pada tahun 1990.

Pada tahun 2007, tingkat bunuh diri pada remaja perempuan menurun menjadi 2.4 dari 100,000 populasi lalu meningkat kembali menjadi 5.1 dari 100,000 populasi pada tahun 2015.

"Data ini menunjukkan bahwa antara tahun 2007 dan 2015 ada peningkatan yang substansial dalam tingkat bunuh diri baik untuk remaja laki-laki maupun remaja perempuan," ujar seorang penulis laporan penelitian tersebut dan Associate Director sains di US Centers for Disease Control and Prevention Tom Simon.

"Terjadi peningkatan angka bunuh diri sebesar 31% diantara remaja laki-laki. Sedangkan tingkat bunuh diri pada remaja  perempuan meningkat dua kali lipat," tambah Simon seperti yang dilansir dari CNN.

Media sosial salah satu penyebab

Seorang professor psikologi di Ohio State University Carl Tishler mengatakan bahwa tingkat bunuh diri yang tinggi diantara remaja pada tahun 2015 disebabkan oleh banyak hal. Menurut dia, salah satu penyebab remaja bunuh diri adalah akibat overdosis opiate atau heroin.

Selain itu, Simon mengatakan bahwa peningkatan angka bunuh diri pada remaja tidak mungkin disebabkan oleh satu faktor saja. Kemungkinan faktor untuk bunuh diri dapat disebabkan oleh riwayat penyalahgunaan zat terlarang, mendapat kekerasan dari orang lain, tidak diakui di masyarakat sosial, konflik dalam sebuah hubungan, stigma dan kurangnya dukungan.

"Tingkat bunuh diri menurun saat kondisi ekonomi baik," kata Simon. "Saat kondisi ekonomi tidak stabil, tingkat bunuh diri meningkat," ujarnya.

Salah satu faktor lainnya penyebab seorang remaja untuk bunuh diri adalah media sosial. Simon mengatakan. media sosial bisa memiliki efek negatif atau positif. Cyberbullying dan konten berbahaya lainnya bisa mendorong remaja yang tidak kuat oleh semua itu untuk menyakiti diri sendiri. (GheaResta Meida)***

Sumber: Pikiram-Rakyat.com

Artikel Terkait

Penelitian Ilmiah: Ingin Hidup Lebih Bahagia, Tinggalkan Facebook! Penggunaan media sosial seperti Facebook ternyata dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan dan kepuasan seseorang terhadap kehidupannya. Hasil penelitian terbaru menunjukkan, tidak menggunakan Facebook justru akan membu...
Asap Rokok Berbahaya Bagi Ibu Menyusui karena Dapat Menghambat Produksi ASI Rokok tak hanya merugikan orang yang menghisapnya, tetapi juga orang di sekitar yang terkena asap rokok alias menjadi perokok pasif.  Dalam sebuah survei terbaru seperti dikutip dari Boldsky.com, lebih dari 1000 perokok p...
Anak-anak Rentan Jadi Korban Perdagangan Manusia MALANG, KOMPAS.com- Ima Matul Maisaroh, mantan tenaga kerja wanita asal Malang, Jawa Timur, mengingatkan agar orangtua dan anak-anak mewaspadai praktik perdagangan manusia.Ima kini menjadi salah satu penasihat Pemerintah Amer...
Kemnaker Luncurkan Kampanye Indonesia Bebas Pekerja Anak 12 Juni 2017 Jakarta — Memperingati Bulan Menentang Pekerja Anak Nasional setiap bulan Juni dan Hari Dunia Menentang Pekerja Anak pada 12 Juni,  Kementerian Ketenakerjaan (Kemnaker) meluncurkan Kampanye Indonesia Bebas Pekerja Anak (K...
Agar Anak Sehat Unggul, Gemari Ikan Sedari Dini Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat sekaligus Ketua Forikan Provinsi Jawa Barat, Netty Heryawan menghadiri Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) di Balai Uji Teknologi dan Pengamatan Antariksa dan Atmosfir LA...

Leave a Reply

Your email address will not be published.