TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyelenggarakan Sosialisasi Penyediaan Sarana dan Prasarana Publik Responsif Gender dan Ramah Anak, Kamis (20/7/ 2017) di Bandung, Provinsi Jawa Barat.
Sosialisasi ini diselenggarakan demi tercapainya sinkronisasi berbagai regulasi yang telah diterbitkan terkait penyediaan fasilitas publik yang responsif gender dan ramah anak.
Dalam kegiatan tersebut, Kementerian PPPA juga menyusun Panduan Teknis Penyediaan Sarana dan Prasarana Publik yang Responsif Gender dan Ramah Anak, khususnya untuk penyediaan ruang laktasi dan Tempat Penitipan Anak (TPA) pada fasilitas Publik, khususnya di perkotaan.
“Bentuk pelaksanaan gender dalam pembangunan adalah tersedianya sarana dan prasarana publik yang responsif gender dan ramah anak, yaitu tersedianya ruang laktasi dan Tempat Penitipan Anak (TPA) di fasilitas publik, seperti gedung perkantoran, kantor pelayanan, pasar, terminal, dan lain sebagainya,” jelas Menteri PPPA, Yohana Yembise di Bandung, Provinsi Jawa Barat, Kamis (20/7/2017).
Fasilitas yang responsif gender pun memiliki beberapa kriteria dasar, antara lain aksesibilitas yang baik, desain yang mengakomodasi perbedaan kebutuhan antara laki-laki, perempuan, anak, dan penyandang disabilitas, serta ketersediaan fasilitas yang sesuai standar dan terpelihara dengan baik utuk digunakan,” kata dia.
Terkait dengan hal ini, Pasal 4 Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik telah menetapkan bahwa asas penyelenggaraan pelayanan publik harus mempertimbangkan kesamaan hak, perlakuan yang sama/tidak diskriminatif serta fasilitas dan perlakuan khusus bagi kelompok rentan.
Penyediaan Sarana dan Prasarana Publik Responsif Gender dan Ramah Anak dalam pembangunan nasional juga telah tertuang dalam Perpres No 2 Tahun 2015 tentang RPJMN 2015-2019 mengenai Pengarusutamaan Gender (PUG).
Strategi pengarusutamaan gender bertujuan untuk memastikan bahwa proses dan hasil pembangunan memberikan manfaat yang adil bagi seluruh kelompok masyarakat, baik perempuan, laki-laki, anak, penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya.
“Saya berharap kegiatan sosialisasi Penyediaan Sarana dan Prasarana Publik Responsif Gender dan Ramah Anak, dapat membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya infrastruktur fasilitas publik yang responsif gender dan ramah anak, serta mendapat masukan bagi panduan teknis yang sedang disusun dan mengetahui berbagai permasalahan dalam upaya peningkatan produktivitas kerja perempuan melalui penyediaan ruang laktasi dan TPA yang responsif gender dan ramah anak,” kata Menteri Yohana.
menteri-yohana-tembise_20170527_110743

Artikel Terkait

DPR: Anggaran Negara Harus Adil Terhadap Kesetaraan Gender REPUBLIKA.CO.ID, JENEWA -- Anggota Komisi I DPR RI Irine Yusiana Roba Putri menilai, untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan menciptakan kehidupan publik yang lebih adil bagi perempuan, kebijakan dan anggaran nega...
Apel Besar Hari Jadi Provinsi Jawa Barat ke-71 Pada hari jadinya ke-71 tahun, Provinsi Jawa Barat terus berbenah melakukan berbagai terobosan atau inovasi pembangunan untuk mewujudkan hasil pembangunan yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat di seluruh wilayahnya. ...
Ini Pola Pengasuhan Anak secara Tepat Ilustrasi perselisihan orangtua dan anak. (Sumber superbabyonline.com) Pernah kebingungan mengapa anak menjadi sangat manja, tidak mandiri, dan mau menang sendiri? Apakah kita telah salah kaprah mendidik anak? Dikutip d...
Yohana: Hari Ibu Jadi Momentum Galang Persatuan dan Kesatuan Pemerintah menggelar puncak peringatan Hari Ibu di Serang, Banten. Tahun ini, peringatan Hari Ibu mengangkat tema 'Kesetaraan perempuan dan laki-laki untuk mewujudkan Indonesia bebas dari kekerasan terhadap perempuan dan anak...
Di Acara Pembukaan, Stadion GBLA Akan Dipenuhi 27 Ribu Orang Menurut Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, nanti dalam pembukaan Penyelenggaraan PON XIX dan Peparnas XV, yang akan berlangsung Sabtu (17/9) malam di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, akan datang sekitar 27 ribu orang memenuhi s...

Leave a Reply

Your email address will not be published.