CIREBON, (PR).- Sedikitnya 350 anak dan perempuan setiap hari menjadi korban kekerasan di seluruh Indonesia. Angka tersebut bahkan bukan angka yang sesungguhnya, tetapi hanya jumlah kasus yang dilaporkan. Padahal kasus kekerasan yang menimpa anak dan perempuan yang tidak dilaporkan dipastikan lebih banyak, ketimbang yang dilaporkan.

Menurut Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jabar, Netty Prasetyani Heryawan, salah satu perangkat yang diharapkan bisa menjadi garda depan dalam penanganan anak dan perempuan korban kekerasan adalah rumah sakit.

“Jumlah kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Indonesia yang dilaporkan 350 kasus per hari, itu berarti setiap jam ada dua sampai tiga kejadian. Itu sudah angka yang sangat mengkhawatirkan, padahal itu hanya kasus yang dilaporkan, yang tidak dilaporkan lebih banyak lagi,” kata Netty saat peresmian RS Permata Cirebon di Jalan Tuparev, Kota Cirebon Minggu 22 Januari 2017.

Untuk itu, Netty meminta agar RS Permata Cirebon segera menyediakan fasilitas Pusat Pelayanan Terpadu (PPT).

Sampai saat ini, katanya, dari sekian banyak rumah sakit milik pemerintah dan swasta yang ada di Jabar, baru ada tiga yang memiliki fasilitas PPT. Ketiga rumah sakit tersebut yakni RSUD Gunungjati Cirebon, RS Al Ihsan Bandung dan RS Hasan Sadikin Bandung. “Padahal sesuai ketentuan, rumah sakit wajib memiliki fasilitas PPT,” katanya.

Netty berharap, pelayanan yang diberikan kepada korban kekerasan perempuan dan anak, juga bisa gratis seperti di RSUD Gunungjati.

Sementara itu, Srini Piyanti, psikolog yang menangani bidang layanan rehabilitasi sosial PPT RSUD Gunungjati menyebutkan, ada lima jenis pelayanan yang disediakan PPT yakni penanganan pengaduan atau laporan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak, pelayanan kesehatan bagi perempuan dan anak korban kekerasan, rehabilitasi sosial bagi perempuan dan anak korban kekerasan, penegakan dan bantuan hukum bagi perempuan dan anak korban kekerasan serta pemulangan dan reintegrasi bagi perempuan dan anak korban kekerasan.

“Tim PPT juga melibatkan sejumlah tenaga profesi baik di RSUD Gunungjati maupun institusi di luar. Selain dokter umum, bidan dan perawat, sejumlah dokter spesialis, seperti bedah, kandungan, jiwa dan anak juga aktif terlibat,” katanya.

Menurutnya, PPT memberikan pelayanan bagi korban kekerasan pada perempuan dan anak dengan mengedepankan pelayanan yang komprehensif dan holistik meliputi medis atau medikolegal, psikologis, sosial dan pendampingan hukum.
Menurutnya, selain memberikan pelayanan yang meliputi pendampingan psikologis, advokasi serta informasi terhadap perempuan dan anak yang mengalami kekerasan, PPT juga bertujuan membangun gerakan bersama untuk mencegah dan menghapus tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Selama ini, pelayanan yang diberikan PPT tidak dibatasi wilayah kerja maupun hukum.***

Artikel Terkait

Kekerasan Seksual Anak di KBB Tinggi NGAMPRAH, (PR).- Tingkat kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Bandung Baratcukup tinggi. Data Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana KBB, pada 2015 tak kurang dari 22 kasus kekerasan sek...
Gubernur Sosialisasikan Penyelenggaraan Peparnas XV di CFD Dago Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sosialisasikan dan deklarasikan penyelenggaraan Pekan Paralimpik Nasional XV di Area Car Free Day (CFD) Jl. Ir.H.Juanda (Dago) Bandung, Minggu (9/10). Hadir dalam acara tersebut,  Wagub J...
Menpora: PON 2016 Jabar Berjalan Lancar PB PON XIX/2016 Jabar dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI menggelar rapat bersama para ketua kontingen atau Chief de Mission (CdM) dari setiap provinsi peserta PON. Rapat evaluasi yang digelar di The Trans Luxu...
Pelajar Asal Garut Dinobatkan Sebagai Duta Anak Jabar GARUT, (PR).- Seorang pelajar Madrasal Aliyah/Pesantren Mualimin Persis 76 Garut, Yudhistira Adrianto terpilih menjadi Duta Anak perwakilan Provinsi Jawa Barat di perhelatan Hari Anak Nasional 2018 di Kota Surabaya, Jawa Timu...
Tips Memilih Film Kartun untuk Anak Anda Anak-anak sangat menyukai film kartun. Namun demikian harus juga hati-hati dan waspada, ada beberapa film kartun yang beracun dengan membawa pesan merusak yang tidak sesuai dengan budaya aturan yang kita anut. Baca juga Fi...

Leave a Reply

Your email address will not be published.