REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA — Jumlah kasus kekerasan seksual di Indonesia setiap tahun meningkat tajam mencapai 298.224 kasus atau hampir mencapai 300 ribu kasus per tahun, periode tahun 2013 hingga 2015.

“Data Komnas Perempuan 2013, 2014 dan 2015 menyebut dalam kurun waktu tiga tahun terakhir kasus kekerasan seksual yang dilaporkan rata-rata berjumlah 298.224 kasus setiap tahun,” ujar Peneliti dari Komnas Perempuan Sri Nurherwati saat ditemui di Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), usai diskusi bertema Konsultasi Pakar tentang RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, Kamis (20/10).

Lebih jauh, kata dia, data Komnas Perempuan 2012 juga menyebut kasus kekerasan seksual yang dilaporkan meningkat 181 persen dari tahun sebelumnya. Menurut dia, penderitaan fisik dan psikologis yang dialami korban dan keluarganya sangat berat serta berlangsung dalam kurun waktu lama.

Bahkan dari pengalaman para korban, pendamping korban, ditemukan korban sangat sulit mengakses layanan medis, psikologis, bantuan hukum, rumah aman, pemberdayaan ekonomi, rehabilitasi dan reintegrasi sosial. Sebaliknya, mereka justru sering mengalami berbagai bentuk diskriminasi dan stigma.

Forum Pengada Layanan 2015, katanya, mencatat berbagai diskriminasi dan stigma itu seperti dikeluarkan dari sekolah dan tempat kerja dan dikucilkan masyarakat hingga dikawinkan dengan pelaku. Sri menambahkan, berbagai bentuk kekerasan seksual semakin meluas menyerang setiap orang terutama kepada anak dan perempuan dalam segala usia.

“Bahkan berbagai peristiwa kekerasan seksual tidak hanya di tempat-tempat publik tetapi juga di rumah tangga. Oleh karena itu, harus diatur secara komprehensif dalam sistem hukum Indonesia, sebab berbagai peristiwa kekerasan seksual terus-menerus terjadi,” ucap Sri.

Sumber : Antara

Artikel Terkait

Mendikbud: Pembentukan Karakter Harus Menjadi Prioritas Hardiknas 2017: Percepat Pendidikan yang Merata dan Berkualitas  Mendikbud: Pembentukan Karakter Harus Menjadi Prioritas        Jakarta, Kemendikbud – Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2017 mengambil...
3 Gaya Pola Asuh yang Diterapkan Orangtua Pola asuh yang berbeda antara suami dan istri terkadang berujung pada konflik. Namun lebih jauh lagi, ini bisa memunculkan kebingungan di benak anak mengenai apa yang harus ia perbuat, bagaimana sebaiknya ia bertindak, hingga...
Temani Anak dalam Belantara Dunia Maya Ditemukannya cara membuat api dan diciptakannya berbagai peralatan berburu dan bercocok tanam menandai awal perkembangan teknologi yang ditemukan manusia di masa lampau untuk mempermudah kehidupan mereka. Di masa-masa selanju...
Jengkel dengan Polah Anak, Jangan Sampai Memukul ya..Ayah Bunda TEMPO.CO, Jakarta - Disengaja atau tidak, masih banyak orang tua menerapkan kekerasan fisik dalam mendisiplinkan anak. Pemukulan, seringan apapun, dikategorikan dalam kekerasan. Menurut data UNICEF pada 2014, 80 persen orang ...
Perempuan Rentan Jadi Korban KDRT, Kenali Faktor Penyebabnya Sahabat perempuan dan anak, fenomena kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap kaum perempuan di Indonesia sudah sangat memprihatinkan. Menyikapi hal tersebut pemerintah terus berupaya menangani kasus KDRT yang t...

Leave a Reply

Your email address will not be published.