http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_24834.jpg

BANDUNG – Presiden RI Joko Widodo menegaskan jika pendidikan karakter khususnya anak-anak sekolah harus diperkuat. Sehingga ia mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang pendidikan karakter belum lama ini.

“Kita tidak bisa menutup media sosial. Bagaimana agar media sosial lebih banyak memberikan dampak positif, maka pendidikan karakter harus diperkuat,” tegasnya di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Senin (11/9).

Ia mengatakan selama ini siapa saja bisa mengambil informasi dari mana saja, khususnya dari media sosial, namun jika tidak dibentengi dengan karakter yang kuat maka gampang sekali dipengaruhi, meski berita itu tidak benar.

Dengan pendidikan karakter diharapkan siswa memiliki integritas, kejujuran, etos kerja, anti korupsi, toleransi, mengutamakan perastuan dan persaudaraan.

“Ini harus didahulukan, jangan terlambat dan keduluan oleh Medsos,” tutur Jokowi.

Apalagi menurutnya, dalam beberapa waktu kedepan akan ada pemilihan kepala daerah dan juga legislatif hingga Presiden. Media sosial kini memiliki dampak besar dalam mempengaruhi pemilih khususnya anak muda. jo 

Artikel Terkait

KPAI: Sumpah Pemuda Jadi Momentum Perkuat Komitmen Indonesia Ramah Anak Hari Sumpah Pemuda memiliki banyak makna bagi kondisi Indonesia saat ini. Dari sisi perlindungan anak, Hari Sumpah Pemuda diharapkan menjadi momentum mewujudkan Indonesia ramah anak. “Semoga momentum peringatan hari ini da...
5 Trik Melerai Anak Bertengkar Melerai anak-anak yang sedang bertengkar bukan hal mudah. Para orangtua mungkin sadar bagaimana keadilan dan melindungi mereka sangat penting. Alih-alih ingin anak cepat diam, orangtua justru memarahi tanpa anak tahu apa kesa...
Netty Heryawan Dapat Anugerah dari KPAI Itulah yang diraih Netty Prasetiyani, istri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) yang juga menjabat sebagai Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) sekaligus Ketua Tim Penggerak dan Pemberd...
Lala, Karateka Cilik Penyulut Kalderon PON XIX Kejutan diberikan PB PON XIX Jabar dengan menghadirkan atlet cilik yang bertugas paling akhir membawa api PON. Atlet cilik bernama Lala Diah Pitaloka itu merupakan atlet karateka . Lala Diah Pitaloka, anak berusia 11 tahun...
Tips Netty Bangun Keluarga Harmonis: Jawab Tiga Pertanyaan Ini! KAB. SUMEDANG – Kekerasan dalam rumah tangga, pengalihan pengasuhan, anak terjebak narkoba dan pornografi, hingga human trafficking merupakan sebagian dari banyaknya permasalahan sosial yang disebabkan dari kerentan...

Leave a Reply

Your email address will not be published.