Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan mengatakan mengingat usia Jamaludin, bocah korban kecelakaan mesin penggilingan tanah yang masih sangat belia, pendampingan psikis sangatlah penting. Bukan hanya bagi korban, tetapi juga bagi keluarganya, sebelum mereka siap kembali ke lingkungannya.

“Jika memang diperlukan kerja sama dengan P2TP2A terutama untuk jasa psikolog, akan kita terjunkan, meski tadi ada informasi bahwa sudah ada pelibatan bagian psikiatrik di RSHS ini,” ujar Netty saat menjenguk ananda Jamaludin di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Jamaludin Muhammad (6 tahun) harus kehilangan kedua tangannya pasca operasi amputasi, setelah sebelumnya remuk karena masuk ke mesin penggilingan tanah, Sabtu (21/01/2017) lalu.

Saat ini ananda Jamaludin mendapat perawatan intensif di Ruang Kenanga RSHS Bandung, dibawah tanggung jawab dr. Ghuna Arioharjo Utoyo, Sp.OT.

Untuk Jamaludin, Netty menjamin aksesibilitas layanan pendidikan yang harus dirancang sedemikian rupa, dimana desain khusus pendidikan dapat mencakup trauma healing. Bahkan Netty juga membentuk forum koordinasi yang melibatkan Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Biro Pelayanan dan Pengembangan Sosial dan Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Jawa Barat guna merencanakan tindak lanjut dari penanganan medis yang sudah dilakukan pihak RSHS.

“Melihat kondisi pasien yang baru 6 tahun dengan kedua tangan diamputasi dan masa depan yang masih panjang, tentu kita harus memberikan akses kehidupan kepada nak Jamal. Saya sudah hubungi Kepala Disdik Jabar untuk menjamin aksesibilitas layanan pendidikannya,” ungkap Netty.

Kondisi Jamal saat ini masih dalam tahap recovery pasca operasi. Dr. Ghuna yang menangani Jamal menuturkan, saat ini Jamal sedang memasuki masa pemulihan gizi dan perawatan luka guna mempersiapkan operasi selanjutnya.

“Dalam dua hingga tiga hari ke depan perlu ada operasi kedua untuk pembersihan lukanya. Lalu operasi selanjutnya untuk penutupan luka dengan kulit dari bagian tubuh lainnya,” jelas dr. Ghuna.

Terkait bantuan, Kepala Baznas Jabar telah siap menanggung kebutuhan keluarga Jamal selama menjaga di RS. Sedangkan biaya pengobatan yang hingga saat ini mencapai Rp 400 juta, masih dikoordinasikan dengan dinas terkait.

Diceritakan, anak dari pasangan Heryadi dan Lisnawati ini lepas dari pengawasan saat bermain di area pembuatan bata, tempat bekerja sang ayah dan kakeknya. Jamal, sapaan akrabnya, ditolong oleh sang kakek, Kholidin (45), yang juga kehilangan satu buku jari telunjuk kanannya.

“Di rumah ga ada yang jaga, jadi ikut saya. Pertamanya ketahuan, saya jauhin. Saya tinggal kerja lagi, pas dilihat udah masuk mesin,” cerita Kholidin.

Artikel Terkait

88 Tahun Peringatan Hari Ibu di Indonesia, Apa Pandangan Menteri Yohana? Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise menegaskan, bahwa buruknya ketahanan keluarga Indonesia menyebabkan maraknya terjadi berbagai persoalan bangsa. "Maraknya berbagai persoalan bangsa...
Komunitas yang Mendidik di Indonesia Berikut ini komunitas gerakan di masyarakat yang begitu peduli agar pendidikan bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Kemajuan negeri ini di masa depan ada di tangan para generasi penerus, dan kepada merekalah bekal-...
Iming-iming Gaji Tinggi, Modus Pelaku Perdagangan Orang Kejadian ini kebetulan tidak terjadi di Jawa Barat. Namun, modus pelaku perdagangan orang dalam mencari korbannya hampir sama antar daerah (provinsi) di Indonesia. Salah satunya adalah dengan iming-iming gaji yang tinggi. ...
Gubernur Jabar Ancam Tenaga Pendidik yang Merokok Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar memberikan sanksi yang tegas kepada tenaga pendidik atau pengajar yang merokok. Hal itu diungkapkan saat melakukan inspeksi mendadak...
Jokowi Berharap Perppu Kebiri Beri Ruang Hakim Jatuhkan Vonis Seberat-beratnya Fabian Januarius Kuwado Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas tentang Dana Alokasi Khusus di Kantor Presiden Rabu (11/5/2016). KOMPAS.com — Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti U...

Leave a Reply

Your email address will not be published.