Jakarta, Anak mengalami kekerasan fisik sampai timbul trauma. Kelak ketika dewasa, apakah ia akan mengulangi apa yang ia alami, dalam artian melakukan kekerasan fisik pada orang lain?

“Tidak selalu orang yang mengalami kekerasan fisik saat anak-anak dia saat dewasa akan melakukan kekerasan fisik juga,” kata psikolog anak dan keluarga dari Tiga Generasi Anna Surti Ariani, SPsi, MPsi, Psikolog.

Menurut wanita yang akrab disapa Nina ini, bisa saja ada sebagian orang yang saat kecil ia kerap menerima kekerasan fisik, ketika dewasa ia pun akan melakukan hal yang sama. Tapi, hal itu ia lakukan tanpa disadari.

“Karena hanya itu yang dia tahu tentang cara memperlakukan orang lain,” kata Nina saat berbincang dengan detikHealth.

Contohnya, saat marah ia selalu membanting-banting barang. Tetapi, hal itu sejatinya ia dilakukan karena ‘terbiasa’ tahu cara menunjukkan kemarahan dengan membanting barang. Sehingga, dia tidak tahu bahwa marah bisa ditunjukkan dengan cara lain.

Nah, saat melakukan itu, orang yang bersangkutan tidak betul-betul menyadari bahwa dia sudah melakukan kekerasan. Namun, ada pula orang yang justru berusaha mencegah terulangnya kejadian yang ia alami.

“Misalnya pada orang yang pernah mendapat kekerasan fisik atau psikis dari orang tuanya, dia nggak hanya jadi survivor tapi juga pejuang anti kekerasan,” kata Nina.

Sehingga, orang tersebut bisa sensitif mengenali anak yang mengalami kekerasan serta dapat menyebarkan info soal kekerasan karena dia lebih memahami hal itu. Dengan demikian, orang yang bersangkutan bisa memberi manfaat pada orang lain dari apa yang pernah ia alami.

Nina menambahkan, ketika seseorang mendapat kekerasan fisik, trauma fisik maupun psikis bisa ia alami. Seberapa mungkin kondisinya pulih, menurut Nina tergantung dari pemaknaan orang tersebut terhadap kejadian itu.

Kemudian, patut dilihat pula penanganan yang diberi dan dukungan lingkungan. Jika tak ditangani dengan baik dan orang tua justru makin menambah trauma si anak, bukan tak mungkin trauma akan terus dirasakan anak sampai dia dewasa.

Artikel Terkait

Akhiri Kekerasan Ekonomi pada Perempuan untuk Tingkatkan PDB JAKARTA, (PR).- Kaum perempuan yang tidak bekerja rentan mengalami kekerasan ekonomi. Padahal, apabila angka kekerasan terhadap perempuan menurun, produk domestik bruto Indonesia akan naik. Hal itu mengemuka dari hasil Sur...
Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia BANDUNG-Upacara Puncak Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia berlangsung di lapangan Gasibu Bandung, (17/8) dengan Inspektur upacara, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Sedangkan untuk komand...
7 Pola Asuh Penyebab Anak Menjadi LGBT Pola asuh tepat berperan signifikan dalam mencegah orientasi seksual LGBT. Berikut 7 pola asuh penyebab anak menjadi LGBT menurut Elly Risman, MPsi: 1. Orangtua yang TIDAK PEDULI Psikolog lulusan Universitas Indonesia ini...
Hari Ibu ke-88, Jabar Terus Kampanyekan “Tiga Akhiri” Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berkomitmen memberikan perlindungan kepada kaum perempuan dan anak. Saat ini jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak terus meningkat, sehingga untuk menangani hal tersebut perlu...
Jabar Bagi Jurus Cegah dan Tangani Perdagangan Orang DENPASAR-Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan memaparkan strategi terpadu yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mencegah dan menangani...

Leave a Reply

Your email address will not be published.