Setiap orangtua pasti ingin melakukan yang terbaik bagi anaknya. Tapi, yang namanya manusia memang tidak ada yang sempurna. Para orangtua tidak mungkin selalu benar, begitu juga dengan anak-anak. Baik orangtua maupun anak sama-sama pernah melakukan kesalahan.

Ketika orangtua sadar telah berbuat salah, maka sebaiknya bisa berbesar hati untuk meminta maaf pada anak. Buang jauh-jauh rasa gengsi Anda, karena hal itu bisa berdampak pada tumbuh kembang anak.

Berikut 7 alasan kuat mengapa Anda harus minta maaf ketika berbuat salah pada anak:

1. Anak Akan Meniru Perbuatan Anda karena Anda Dinilai Layak Dijadikan Panutan

Perlu diingat bahwa dengan meminta maaf terlebih dulu tidak akan membuat Anda terlihat lemah di hadapan anak. Bahkan, justru sebaliknya. Anak akan menganggap anda memiliki keberanian dan patut untuk dijadikan panutan. Anak akan belajar bagaimana meminta maaf terlebih dulu ketika ia berbuat salah

2. Anak Akan Belajar Bagaimana Meminta Maaf Terlebih Dulu karena Ingin Menghormati Orang Lain

Setelah melihat Anda meminta maaf pada anak, maka ia juga melakukan hal yang sama ketika berbuat salah kepada orang orang lain. Anak akan berinisiatif untuk meminta maaf terlebih dulu. Ia melakukannya karena ingin menghargai dan menghormati orang lain. Anak akan belajar untuk berbesar hati dengan mengalahkan ego dan rasa gengsinya sendiri.

3. Anak Akan Mengalami Krisis Percaya Diri dan Sulit Mengendalikan Emosinya  

Apabila Anda melakukan kesalahan pada anak lalu menunda atau bahkan enggan untuk minta maaf, maka ia akan sulit untuk mempercayai Anda lagi. Anak juga akan sulit untuk percaya pada orang-orang terdekatnya. Parahnya, anak akan merasa sedih dan mengalami krisis percaya diri. Anak juga tidak bisa mengendalikan emosinya karena merasa tersinggung akibat perbuatan Anda.

Ketika orangtua telah berbuat salah, maka sebaiknya meminta maaf pada anak. Buang jauh-jauh rasa gengsinya, karena hal itu bisa berdampak pada tumbuh kembang anak.

4. Anak Akan Menilai Anda Sebagai Sosok yang Bersahabat dan Tidak Perlu Ditakuti

Ketika Anda meminta maaf pada anak, maka ia akan menganggap Anda adalah orang yang bersahabat. Anak akan merasa dihargai oleh orangtuanya sendiri. Selain itu, ia tidak akan merasa canggung atau segan ketika harus berhadapan dengan Anda karena ia menilai Anda adalah sosok yang tidak perlu ditakuti. Lain halnya ketika Anda tidak mau minta maaf, maka bisa membuat anak menilai Anda adalah sosok yang arogan karena tidak mau mengakui kesalahan sendiri. Apabila anak tidak terima, maka ia akan marah dan protes. Ketika anak marah, Anda akan menilai ia tidak sopan. Kondisi itu malah akan meregangkan hubungan Anda dan anak.

5. Hubungan Anda dan Anak Akan Lebih Dekat karena Ia Merasa Nyaman Dengan Anda

Anak akan merasa nyaman dekat dengan Anda. Ia tidak akan ragu untuk bercerita soal masalah dan juga perasaannya pada Anda. Ketika Anda meminta maaf terlebih dulu, maka anak jadi tahu bahwa orang dewasa juga tidak luput dari melakukan kesalahan.

6. Permintaan Maaf dari Anda Tidak Akan Membuat Anak Merasa Dominan

Dengan berinisiatif untuk meminta maaf kepada anak maka tidak lantas membuatnya merasa berkuasa atau dominan. Ucapkan permintaan maaf secara tulus dengan cara yang tidak berlebihan, tidak menggunakan nada tinggi, dan tanpa harus memelas pada anak. Setidaknya, Anda akan merasa lebih lega ketika anak menerima permintaan maaf dari Anda.

7. Anak Akan Tumbuh Menjadi Sosok yang Penyayang dan Pengasih

Setelah Anda meminta maaf pada anak, maka anak akan selalu berusaha untuk mengerti dan menjaga perasaan Anda. Minta maaf bisa jadi tindakan yang bisa mendidik anak bisa bertumbuh menjadi sosok yang penyayang dan pengasih. Anak juga akan mengerti bagaimana memperbaiki sebuah hubungan, baik dengan orangtua maupun orang terdekatnya.

Sumber:
http://sayangianak.com

Artikel Terkait

Ini Efek Hukuman Kebiri Kimiawi pada Tubuh shutterstock KOMPAS.com — Menanggapi maraknya kasus kejahatan seksual terhadap anak-anak, akhirnya Presiden Joko Widodo menandatangani Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang peru...
Menengok Relasi Miras dan Perkosaan ilustrasi REPUBLIKA.CO.ID, -- Peristiwa biadab yang menewaskan  Yuyun, seorang pelajar SMP di Bengkulu, bulan lalu sepertinya membuat netizen sepakat bahwa perkosaan adalah fenomena jahat yang pelan-pelan jadi marak dan ...
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2017: Rokok Ancam Pembangunan Rokok masih menjadi persoalan yang tidak bisa dilepaskan begitu saja di Indonesia. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukan bahwa prevalensi perokok di Indonesia pada usia ≥ 15 tahun meningkat sebesar 36,3% dibandingkan den...
Waspada!!! Permen Warna-Warni Narkoba Harga Rp 1.000 Sasar Anak-Anak Silakan lihat videonya di bawah ini https://www.youtube.com/watch?v=jfv0dZf4ITw&rel=0 Palembang – Varian narkoba semakin variatif dan menargetkan lebih banyak kalangan usia muda. Setelah beredar obat cacing dicampur sab...
Nihil Kekerasan, Kemerdekaan Hakiki Perempuan dan Anak BANDUNG-Peringatan Hari Proklamasi Kemerdekaan Indonesia mempunyai makna yang penting bagi kita semua. Salah satunya makna bagi kaum perempuan dan anak-anak yang hingga kini masih banyak dipertaruhkan. Menginjak usi...

Leave a Reply

Your email address will not be published.