Menjadi Seorang Ibu Bukan Hal Mudah, Ini 6 Peran Ibu dalam Keluarga

Kita tentunya harus memberikan apresiasi yang tinggi untuk pada ibu hebat di Tanah Air. Mengapa? Karena menjadi seorang ibu bukan pekerjaan yang mudah. Ibu adalah sosok hebat yang mampu melakukan tugas-tugasnya tanpa mengenal lelah. Seorang ibu tidak bisa dianggap remeh karena harus memikul beban dan tanggung jawab yang sungguh berat.

Bagaimana tidak, ibu dituntut harus bisa mengurus semua urusan rumah tangga, mulai dari A sampai Z. Bahkan, banyak ibu yang juga harus bekerja mencari nafkah untuk keluarganya. Semua ia lakukan mulai dari pagi hingga malam hari non stop. Luar bisa ya? Berikut 6 peran yang harus dijalani seorang ibu dalam keluarga:

1. Ibu Ibaratnya Sebagai Manajer yang Harus Bisa Mengatur Semua Urusan Rumah Tangga

Ibu ibaratnya sebagai seorang manajer yang harus mengatur semua urusan rumah tangga mulai dari yang sepele, seperti mengepel dan menyapu lantai, hingga urusan yang rumit. Ibu harus bisa menyatukan semua anggota keluarga yang mempunyai karakter berbeda. Tak hanya itu, ibu juga harus menuntun semua anggota keluarga agar bisa sejalan satu tujuan.

2. Ibu Ibaratnya Sebagai Guru yang Harus Bisa Mendidik Anak-Anaknya Agar Bisa Cerdas dan Berkepribadian Baik

Layaknya seorang guru, ibu memiliki peran penting dalam mendidik anak-anaknya mengenai pendidikan iman, moral, fisik dan jasmani, intelektual, psikologis, dan juga sosial. Melalui didikan seorang ibu, kepribadian seorang anak bisa terbentuk dengan baik karena ibu terus membimbingnya tanpa lelah sejak anak masih kecil. Ibu harus bisa menjadi teladan bagi anak-anaknya karena anak akan mencontoh sikap dan perilaku orangtuanya.

Menjadi seorang ibu adalah salah satu pekerjaan bergaji tertinggi… Karena bayarannya adalah cinta murni

3. Ibu Ibaratnya Sebagai Koki yang Harus Bisa Kreatif Dalam Menyajikan Makanan Untuk Disantap Keluarga

Ibu ibaratnya sebagai seorang koki atau chef yang harus bisa sekreatif mungkin ketika sedang memasak di dapur. Ibu akan memutar otaknya untuk memasak menu yang enak, lezat, dan bergizi, untuk para anggota keluarganya. Mulai dari sarapan, makan siang, hingga makan malam, semua dimasak oleh ibu dengan penuh rasa cinta agar gizi anggota keluarganya selalu terpenuhi.

4. Ibu Ibaratnya Sebagai Perawat yang Harus Bisa Merawat Anak-Anaknya Sejak Mereka Masih Bayi

Ibu ibaratnya sebagai seorang perawat yang harus bisa merawat anaknya sejak masih bayi. Setelah  hamil dan melahirkan anaknya, ibu juga harus memandikan, mengganti popok, memakaikan baju, menyusui, menyiapkan makanan MPASI, dan mengerjakan tugas-tugas lainnya. Tak hanya itu, ibu juga harus memberikan perlindungan, perhatian, dan kasih sayang yang tulus pada anaknya.

5. Ibu Ibaratnya Sebagai Akuntan yang Harus Bisa Mengelola Keuangan Keluarga Agar Tidak Besar Pasak Daripada Tiang

Ibu ibaratnya sebagai seorang akuntan yang harus bisa mengelola anggaran keluarga agar semua kebutuhan bisa tercukupi. Adapun kebutuhan keluarga misalnya, belanja bulanan, bayar sekolah anak-anak, serta membayar tagihan listrik dan telepon. Bahkan, banyak ibu juga harus bekerja membanting tulang untuk mencari nafkah bagi keluarganya. Keputusan untuk berkarir biasanya dilatarbelakangi oleh banyak hal, seperti suami telah meninggal dan bercerai.

Sumber: http://sayangianak.com/

Artikel Terkait

Yang Harus Diperhatikan Sebelum Memberi Gadget pada Anak "Foto: Getty Images " Pendapat ini pro dan kontra. Ada yang mengatakan anak boleh diberi gadget selama ada di bawah pengawasan. Ada pula yang dengan tegas mengatakan tidak. Sementara sekarang ini, sudah menjadi pemand...
Bolehkah si Kecil Menonton TV? Entah dengan alasan kesibukan, atau sekadar mengisi waktu si Kecil, orangtua kerap memanfaatkan siaran TV maupun DVD edukasi anak-anak. “Nggak apa-apa deh, kan siarannya khusus untuk anak-anak, ada manfaat edukasinya kok,” mu...
Jengkel dengan Polah Anak, Jangan Sampai Memukul ya..Ayah Bunda TEMPO.CO, Jakarta - Disengaja atau tidak, masih banyak orang tua menerapkan kekerasan fisik dalam mendisiplinkan anak. Pemukulan, seringan apapun, dikategorikan dalam kekerasan. Menurut data UNICEF pada 2014, 80 persen orang ...
Waspada, Gadget Bisa Sebabkan Anak Terlambat Bicara Waspada, Gadget Bisa Sebabkan Anak Terlambat Bicara Mungkin benar adanya jika mainan tradisional lebih memberi pengaruh baik bagi perkembangan motorik anak. Berdasarkan sebuah studi yang telah berlangsung selama 1,5 tah...
Efek Negatif Belajar Bahasa Asing di Usia Dini Orang tua Harus Mengetahui Tentang Efek Negatif Pembelajaran Bahasa Asing di Usia Dini Sebelum Mengirim Anak-anak ke Lembaga Bahasa Sebagaimana perubahan dinamika pendidikan, guru dan orang tua modern seakan memiliki tanta...

Leave a Reply

Your email address will not be published.