Forum Anak Nasional membacakan 12 tuntutan hasil forum di hadapan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise. Muhammad Khairul Rizal asal Sulawesi Tenggara dan Bilqis Iasha Rosma Sumroni asal Jawa Barat mewakili peserta membacakan 12 tuntutan sebagai pamungkas forum yang digelar pada 19-22 Juli 2016 tersebut.

“Untuk mewujudkan Indonesia layak anak, kami anak Indonesia memohon,” ujar Rizal di Hotel Lombok Raya, Mataram, Jumat malam, 22 Juli 2016. Dua belas tuntutan ini bertajuk “Suara Anak Indonesia 2016”. Keduanya membacakan secara bergantian.

Pertama, agar pemerintah melindungi anak Indonesia dari segala bentuk kejahatan seksual dan menghukum pelakunya secara adil. Mereka juga berharap pemerintah segera menandatangani FCTC (Framework Convention on Tobacco Control) dan menjauhkan anak-anak dari narkotik, psikotropika, dan zat adiktif (napza). “Jauhkan kami dari napza,” kata Rizal.

Selain itu, Bilqis berharap pemerintah menjadikan sekolah dan kurikulum pendidikan menjadi ramah anak sampai ke daerah pelosok dan melindungi anak-anak dari pernikahan dini. Ia juga berharap pemerintah segera menghentikan segala bentuk eksploitasi dan diskriminasi terhadap anak-anak. “Libatkan, dengarkan, penuhi aspirasi dan partisipasi kami,” tuturnya.

Beberapa tuntutan lain yang dibacakan adalah menayangkan program televisi layak anak serta melindungi anak dari segala bentuk pornografi, pornoaksi, dan penyimpangan seksual. Selain itu, mempermudah dan meningkatkan pelayanan pembuatan akta kelahiran, pemenuhan fasilitas umum untuk anak berkebutuhan khusus, dan mewujudkan lingkungan bermain yang ramah anak.

Adapun Yohana menuturkan bakal membawa tuntutan ini kepada Presiden Joko Widodo. Menurut dia, 12 suara anak Indonesia adalah bentuk komitmen dari anak Indonesia, dan negara harus melindunginya. “Tidak boleh ada kekerasan untuk anak Indonesia,” ucap Yohana.

Yohana mengatakan kementeriannya bakal memiliki pekerjaan besar untuk menjawab tantangan dari forum ini. Ia bakal melibatkan beberapa lembaga terkait untuk menyelesaikan permasalahan yang dibacakan dalam forum tersebut. “Akan kami sikapi melalui jajaran kementerian dan lembaga lain untuk menjawab tantangan ini.”

Forum Anak Nasional digelar 19-22 Juli 2016. Forum ini melibatkan sekitar 510 peserta berusia hingga 18 tahun. Berdasarkan pantauan Tempo dan penuturan beberapa peserta, 12 tuntutan ini dibuat murni dari pemikiran anak-anak yang terlibat dalam forum. Forum ini tertutup untuk orang dewasa. Beberapa orang tua pendamping bahkan harus menunggu di luar auditorium. Menteri Yohana menutup acara tersebut.

Tuntutan Ratifikasi FCTC Warnai Hari Anak Nasional

Isu kejahatan seksual dan Konvensi Kerangka Kerja Pengendalian Tembakau (FCTC) menjadi dua butir penting yang dirumuskan dalam Suara Anak Indonesia oleh Forum Anak Nasional 2016 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Jumat (22 Juli 2016) malam.

“Suara Anak Indonesia itu merupakan ‘pekerjaan rumah’ bagi pemerintah untuk membangun kemitraan kuat dengan berbagai pihak untuk merealisasikannya,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yambise seusai mendengarkan pembacaan Suara Anak Indonesia 2016.

Suara Anak Indonesia 2016 terdiri atas 12 butir dan menempatkan isu kejahatan seksual dan dukungan terhadap pemerintah untuk mengaksesi FCTC ditempatkan pada butir pertama dan kedua.

  1. Llindungi kami dari segala bentuk kejahatan seksual dan hukum pelakunya secara adil.
  2. Tanda tangani FCTC
  3. Jauhkan kami dari NAPZA
  4. Jadikan sekolah dan kurikulum kami ramah anak sampai ke daerah pelosok.
  5. Lindungi kami dari pernikahan dini
  6. Libatkan, dengarkan, penuhi aspirasi dan pertisipasi kami
  7. Hentikan segala bentuk eksploitasi dan diskriminasi
  8. Tayangkan program televisi layak anak
  9. Lindungi kami dari segala bentuk pornografi, pornoaksi dan penyimpangan seksual
  10. Permudah dan tingkatkan pelayanan pembuatan akta kelahiran.
  11. Penuhi fasilitas umum untuk anak berkebutuhan khusus.
  12. Wujudkan lingkungan bermain yang ramah anak.

Rujukan:
https://nasional.tempo.co/read/news/2016/07/23/173789858/ini-12-tuntutan-forum-anak-nasional-untuk-menteri-yohana

Artikel Terkait

Jabar Bagi Jurus Cegah dan Tangani Perdagangan Orang DENPASAR-Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan memaparkan strategi terpadu yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam mencegah dan menangani...
Pernikahan Dini Rawan Perceraian dan Bunuh Diri REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Pernikahan anak di bawah umur 18 tahun wajib dicegah karena rawan dan mampu menimbulkan dampak negatif terhadap sosial dan psikologis. Perempuan yang menikah di bawah usia 18 tahun berpotensi kegugu...
Aher: Sukses Pertandingan, Prestasi, dan Ekonomi Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (kanan) mengibarkan bendera PON sebelum diserahkan kepada Ketua KONI Tono Suratman (kedua kanan) yang selanjutnya diberikan kepada Gubernur Papua Lukas Enembe (tengah) pada penutupan PON XIX di S...
Temani Anak dalam Belantara Dunia Maya Ditemukannya cara membuat api dan diciptakannya berbagai peralatan berburu dan bercocok tanam menandai awal perkembangan teknologi yang ditemukan manusia di masa lampau untuk mempermudah kehidupan mereka. Di masa-masa selanju...
Rapat Program Pengasuhan Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat (PPABM) Ketua P2TP2A Jawa Barat Netty Prastiyani Heryawan memimpin rapat pada acara Program Pengasuhan Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat (PPABM) di Ruang Rapat Sangga Buana Gedung Sate Bandung, Jumat 9 September 2016 ki-ka: ...

Leave a Reply

Your email address will not be published.