Permen dot dalam kemasan botol diduga mengandung narkoba beredar di Kota Surabaya, Jawa Timur. Bahkan, pengungkapan kasus tersebut menjadi viral di media sosial.

Sebelumnya, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya menggelar razia di 14 kecamatan. Dalam razia itu, petugas menyita ratusan permen dot tersebut.

“Razia digelar selama dua hari 6 hingga 7 Maret. Hari pertama sebanyak 345 botol permen yang dicurigai mengandung narkoba disita,” kata Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Irvan Widiyanto, Rabu (8/3/2017).

Petugas saat ini masih melakukan uji laboratorium terhadap permen-permen dot yang diduga mengandung narkoba itu.

Ke 14 kecamatan yang menjadi sasaran razia adalah di Kecamtan Gunung Anyar, Simokerto,Gubeng, Bulak, Tandes, Jambangan, Tenggilis Mejoyo, Tambak sari, Sukolilo, Sambi Kerep, Sawahan, Karang Pilang, Wiyung, dan Pabean Cantikan. “Total yang didapat sebanyak 345 Botol dan masih dilakukan tes laboratorium,” katanya.

Lokasi razia dilakukan di dekat sekokah dasar (SD) baik di pedagang asongan maupun toko kelontong. Razia tersebut dilakukan setelah kedapatan siswa bolos sekolah di kawasan Surabaya Timur, pekan lalu. Siswa SD itu merasa pusing setelah mengonsumsi permen dot.

“Satpol PP juga bekerjasama dengan Pusksemas di masing-masing kecamatan. Sehingga dapat langsung dilakukan pengetesan ketika ada temuan permen tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Kota Surabaya, AKBP Suparti, meminta kepada masyarakat untuk tenang dan tidak panik atas kejadian teraebut. Pihaknya juga telah menerjukan tim setekah mendapatkan informasi permen dot yang diduga mengandung narkoba itu.

“Ini masih dugaan. Kepastiannya nanti setelah uji Lab. Paling cepat uju ini bisa diketahui tiga hari mendatang,” singkatnya.

Permen dot yang diduga mengandung narkoba juga ditemukan di sejumlah daerah. Salah satunya di Mojokerto.

Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto, Jawa Timur menggelar inspeksi mendadak (sidak) permen dot yang diduga mengandung narkoba. Razia berlangsung dari jelang siang tadi.

Petugas menyasar sejumlah agen makanan ringan di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto. Hasilnya, petugas menemukan permen dengan merek yang sama dijual bebas di dua agen makanan ringan. Meskipun, jenis permen yang ditemukan petugas gabungan itu berbeda dengan permen dot yang ditemukan di Surabaya.

“Menindaklanjuti temuan adanya permen yang diduga mengandung narkoba itu, hari ini kami melakukan sidak. Hasilnya kami menemukan permen dengan merek yang sama, yakni “Permen Keras”. Tapi bentuknya beberda,” ujar Kepala BNNK Mojokerto, AKBP Suharsi, Rabu (08/3/2017).

Selain itu, petugas juga menemukan permen dot dengan bentuk yang berbeda. Di Mojokerto, permen dot yang ditemukan mirip “kempeng”. Petugas juga menemukan permen impor dari China yang dijual bebas di sejumlah agen makanan di Pasar Tanjung Anyar.

“Selanjutnya, kami mengambil sampel seluruh permen yang kita temuan ini, baik permen dengan merek “Permen Keras” maupun permen impor untuk dilakukan uji laboratorium. Meskipun permen-permen ini di dilengkapi dengan izin dari BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan),” tandasnya.

Sumber: http://news.okezone.com/read/2017/03/08/340/1637620/geger-permen-dot-mengandung-narkoba?utm_source=br&utm_medium=referral&utm_campaign=news

Artikel Terkait

Apa Pendapat Anda Atas Usulan Harga Rokok Naik Jadi Rp. 50.000 Apa pendapat Anda atas usulan harga rokok naik jadi Rp. 50.000? Silakan tulis di kolom komentar ya! Salah satu tuntutan anak Indonesia kepada pemerintah di Hari Anak Nasional adalah segera tanda tangani FCTC. FTCT (Framewo...
HUT Ke-72 RI, Aher Tekankan Makna Demokrasi BANDUNG-Pada bagian lain amanat Gubernur saat peringatan HUT ke-72 RI, Kamis (17/8), Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menekankan pentingnya makna demokrasi. Baginya demokrasi bukan semata-mata sebagai wahan...
7 Tips Hindari Anak dari Kekerasan Seksual Kasus pelecehan seksual terhadap anak yang terjadi di tengah masyarakat membuat orang tua patut waspada. Tidak hanya memberikan pengawasan, orang tua juga harus memberikan edukasi kepada anak khususnya dalam hal menjalin p...
Netty Heryawan Dapat Anugerah dari KPAI Itulah yang diraih Netty Prasetiyani, istri Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) yang juga menjabat sebagai Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) sekaligus Ketua Tim Penggerak dan Pemberd...
Jadi Korban Kekerasan Fisik, Kelak Anak Akan Jadi Pelaku Kekerasan Fisik? Jakarta, Anak mengalami kekerasan fisik sampai timbul trauma. Kelak ketika dewasa, apakah ia akan mengulangi apa yang ia alami, dalam artian melakukan kekerasan fisik pada orang lain? "Tidak selalu orang yang mengalami kek...

Leave a Reply

Your email address will not be published.