Apakah Anda termasuk mempunyai gaji yang tinggi dan bahagia dengan pekerjaan dan kehidupan Anda?

Memiliki gaji tinggi memang merupakan impian siapapun, terutama bagi mereka yang berstatus sebagai pekerja. Gaji tinggi seringkali dikaitkan dengan tingkat kesenangan hidup seseorang, tapi sayangnya hal tersebut tidak terbukti melulu benar.

Banyak sekali orang-orang yang memiliki gaji tinggi tapi tidak mendapatkan kebahagiaan yang mereka impikan dalam menjalani hidup. Sebuah penelitian dari ekonom Princeton University, Daniel Kahneman dan Angus Deaton pada tahun 2010 mengungkapkan bahwa lebih banyak uang tidak membuat seseorang lebih bahagia.

Karena menurut studi yang dilakukan oleh para peneliti tersebut, jenis kebahagiaan lebih berkaitan dengan masalah kesehatan, kehidupan sosial, serta hubungan intim. Jadi, apa saja penyebab kamu punya gaji tinggi tapi tidak bahagia? Kenali 4 penyebabnya;

Kurang piknik

Diambil dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Stanford University, 19 orang yang berjalan bebas di alam terbuka dan segar akan mempunyai pikiran positif lebih banyak ketimbang 19 orang lainnya yang berjalan di lingkungan urban.

Hal ini menjadi bukti bahwa kurang piknik akan membuat seseorang cenderung tidak bahagia dan memiliki pandangan yang negatif melulu terhadap sesuatu.

Mengingat biasanya seseorang digaji tinggi oleh perusahaan karena harus terus beraktifitas dan menjalankan kegiatan perusahaan maka bisa dibilang waktu kamu untuk menikmati keindahan alam bebas dan udara segar akan sangat sedikit sehingga kurang piknik menjadi penyebab kamu tidak bahagia selama ini.

So, luangkanlah waktumu untuk menikmati keindahan alam bebas serta udara segar yang jarang kamu dapatkan di kota-kota besar atau lingkungan kantor yang selama ini memenuhi hari-harimu. (Baca juga: Kenapa Kamu Bisa Lebih Sensitif Kalau Kurang Piknik)

Stress kerja

Gaji tinggi tentunya berarti tanggung jawab yang tinggi juga dalam melakukan pekerjaannya. Tugas-tugas berat dan menumpuk adalah alasan mengapa kamu dibayar besar oleh perusahaan.

Tentunya, ketika kamu terus menerus tanpa henti mengerjakan tugas-tugas berat yang menumpuk tersebut dari pagi hingga malam akan membuat kamu bosan dengan rutinitas yang ada dan menyebabkan kamu mengalami stress yang bukan tidak mungkin akan menurunkan semangat bekerja bahkan hidup.

Untuk itu, ada baiknya kamu untuk tetap bekerja secara efektif dan seefisien mungkin. Jangan sampai kamu mengorbankan seluruh waktu kamu hanya untuk pekerjaan. Mulailah untuk menghargai waktu untuk menghibur diri kamu sendiri.

Kurang waktu luang dengan keluarga

Keluarga merupakan alasan seseorang termasuk kamu untuk hidup dan bekerja demi memenuhi kebutuhan dalam melangsungkan kehidupan. Namun, tanpa kamu sadari ketika kamu bekerja dengan bayaran yang tinggi perusahaan menuntut kamu untuk menghabiskan waktu yang kamu miliki untuk kantor, pekerjaan, dan hal-hal lain untuk menguntungkan perusahaan.

Karena itu, waktu luang untuk keluarga sering sekali kamu korbankan. Hal ini akan membuat hubungan kamu dengan keluarga akan merenggang. Keluarga sebagai faktor utama dan alasan kamu hidup serta bekerja, justru kamu kalahkan dengan pekerjaan. Hal inilah yang bisa membuat kamu menjadi tidak bahagia walau bekerja dengan gaji tinggi.

Untuk itu, luangkanlah waktu beberapa jam setiap harinya untuk bercengkrama dan saling berbagi cerita bersama keluarga di rumah. Kamu juga bisa mencoba untuk pergi liburan bersama saat weekend dengan keluarga agar hubungan yang harmonis tetap terjaga.

Sakit-sakitan

Bekerja keras memang sebuah keharusan bagi mereka yang ingin menggapai kesuksesan, apalagi ketika kamu sudah dibayar tinggi oleh perusahaan. Maka dedikasi lebih harus kamu tunjukkan agar perusahaan tidak merasa membayar kamu secara percuma.

Tetapi jangan sampai kamu terus bekerja tanpa mempedulikan kesehatan. Jangan pernah melupakan jadwal makan dan jadwal istirahat hanya karena tugas menumpuk yang harus diselesaikan.

Alih-alih ingin berprestasi dalam dunia kerja, kamu justru bisa menjadi tidak berdaya apabila terserang penyakit nantinya. Walau kamu punya tinggi, ketika kamu mengalami sakit serius yang memerlukan perawatan dan pengobatan rutin maka uang yang kamu miliki akan terus terasa kurang.

Pastinya kekhawatiran yang mendera diri kamu karena penyakit tersebut juga akan membuat hidup tidak bahagia. Jaga terus kesehatan kamu dengan beberapa hal simpel seperti banyak minum air putih, makan dan istirahat teratur, serta sering-seringlah berolahraga.

Sumber: okezone.com

Artikel Terkait

Guru SD Kaget, Buku ‘Aku Berani Tidur Sendiri’ Bahas Masturbasi Inilah buku terbitan PT Tiga Serangkai yang menuai kontroversi (Radar Depok/Jawa Pos Grup) Dunia pendidikan lagi-lagi dikejutkan dengan buku berisikan materi tak patut. Di Depok, Jawa Barat, berbedar buku berjudul 'Aku...
DPRD Jabar Ajak Perkuat Ketahanan Keluarga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat mengajak Pemerintah dan Elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi permasalahan sosial yang marak akhir-akhir ini, terutama fenomena lesbian, gay, biseksual dan tr...
PAI: Rendahnya Vonis Sony Sandra Cederai Semangat Presiden Jokowi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyayangkan vonis yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Kota Kediri, Jawa Timur, terhadap pengusaha Sony Sandra yang dilaporkan melakukan pemerkosaan terhadap 58 anak. W...
Sampul Buku Tulis Menjurus Pornografi, KPAI Imbau Ortu Waspada Belakangan waktu ini ditemukan sampul buku tulis berwarna cokelat dengan gambar yang menjurus pornografi dan menjadi perbincangan. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengimbau para orang tua untuk berhati-hati dalam me...
Bagaimana Penerapan Hukuman Kebiri? Ini Penjelasan Pemerintah shutterstock KOMPAS.com — Hukuman kebiri dalam Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menimbulkan pro ...

Leave a Reply

Your email address will not be published.