Tekait dengan pemberitaan tentang penculikan terhadap anak yang akhir-akhir ini  ramai di tengah masyarakat, dalam hal ini DP3AKB  (Dinas Perlindungan Perempuan , Perlindungan Anak  Dan Keluarga Berencana) Provinsi Jawa Barat yang mempunyai kiat khusus untuk menghindari  terjadi penculikan terhadap anak. Yaitu kalau kita melakukan pendekatan dari hulu sampai ke hilirnya, komunikasi antara keluarga, antara anak-anak  dengan orang tua, begitu juga komunikasi antara orang tua dengan anak-anak itu sangat bagus. Terus hubungan anak dari segi mental dari segi tumbuh kembang memang dibentuk di keluarga.

Memang 8  jam di rumah, kalau tidur tidak jadi masalah, 8 jam anak-anak di sekolah jadi tanggung jawab sekolah, 8 jam antara anak dan sekolah tuh karena enak di rumah, dia di rumah terus, itu pencegahan, ada pendidikan itu ada segala macam, nah kemudian dikeluarga anak-anak harus dikasih parenting, diberikan penguatan anak-anak itu. Artinya anak-anak harus tahu cara melindungi diri sendiri, misalnya ada 2 antara diri, dia harus tahu cara menyingkapinya bagaimana, dia harus tahu diri  dia seperti apa, kalau orang ditanya ada yang bisa oh tidak bisa itu harus kuat. Kalau temannya ada mainin, dia bisa menjaga dirinya.

Dewi Sartika Kepala DInas P3AKB Prov. Jabar
Dewi Sartika Kepala DInas P3AKB Prov. Jabar

Demikian hal ini dikatakan Kepala DP3AKB Jawa Barat Dr.Ir. Dewi Sartika, M.Si saat di temui Swara Wanita di Stand DP3AKB Pameran LKPJ Jawa Barat, Halaman Gedung Sate Bandung, beberapa waktu yang lalu.

Lebih lanjut Dewi Sartika mengatakan, bahwa nanti tingkat luar rumah, RT bagaimana membentuk di sebuah desa /RW ramah anak, jadi kalau keluar ada kenal sama tetangga, gotong royong, ada tempat mainan terus dibuat senang, ada kaulinan budak , nanti tingkat desanya ramah anak, sekolahnya layak anak, kalau pergi ke puskesmas ramah anak, jadi ada itu mulai dari perlindungan dari hulu dari pencegahan kalau dari pencegahan itu memang bagus penanganannya. kita pasti terjadi kalau anak-anak tidak punya kartu lahir, kalau sudah besar dia pasti tidak sekolah, kalau tidak sekolah pasti narkoba, dia menjadi anak nakal, ujungnya sudah ke hilir, ujarnya.

Sekarang ada P2TP2A, ada konsultan , ada rumah singgah LPKA / pembinaan khusus anak. Pencegahan di hilir, sekolah harus bisa jadi sekolah enakeun, puskesmas, enakeun, rumah sakit enakeun untuk anak-anak, dilingkungan harus jadi lingkungan yang enakeun makanya gotong royong, kreatifitas yang namanya Kota/Kabupaten layak anak bobotnya pada kebijakan Gubernur, Bupati, Walikota, dia punya engga misalnya perlindungan anak, perda narkoba, perda Aids, wajib belajar 12 tahun, dsb. Kalau di Jawa Barat ada 20 menit bersama anak, Jabar tolak kekerasan, kemudian di Kabupaten lain ada Kota sehat, wajib mengaji dll.

Harapan kedepannya adalah midset  kembali ke keluarga, jadikanlah keluarga itu orang tua yang membanggakan untuk anak-anaknya. Saya yakin kalau orang tuannya membanggakan untuk anak-anaknya, mereka juga akan menjadi anak  yang membanggakan. Kemudian pasti kembali lagi pada orang tua. Bagimana orang tua membangun komunikasi dengan lingkungan, sekolah sehingga anaknya terkomunikasikan. Kalau menurut saya, anak dari sebelum 8 Tahun pondasi awal di rumah, pendidikan agama, karena kita tidak mungkin terus mengawasi anak. Jadi agama itu benteng buat dia, dia tahu mana yang benar, mana yang salah, mereka harus melindungi diri sendiri, pendewasaan itu dilihat dari komunikasi antara keluarga dan lingkungan, kalau bagus, anak itu akan menjadi dewasa, itu juga bagaimana menyingkapi arus globalisasi, karena 9 jam setiap anak kita dihadapkan pada layar, mungkin ada pornografi, dia harus membentengi bahwa semua teknologi harus bisa memilah mana yang positif dan negatif, dia harus bisa meninggalkan yang negatif dan ,memanfaatkan yang positif  pungkas Dewi Sartika. (diah, SwaraWanita.com)

Artikel Terkait

Workshop Simpan Pinjam Perempuan (SPP) Kegiatan Workshop Simpan Pinjam Perempuan (SPP) di Koperasi Wanita "Karya Bhakti" bertempat di Jalan Jemur Surabaya yang diikuti oleh 12 orang PL Pekka dan 8 orang PL SPP selama 3 hari, dimulai tanggal 10 - 12 November 2016. ...
Bubartosan oleh FAD dan Forbumi Kolaborasi FAD dan Forbumi (Forum Barudak Sukabumi) pada kegiatan Bubartosan (Barudak Jabar Tolak Kekerasan), hadir bunda PAUD/ibu bupati, Asda I, Camat Sukaraja dan tokoh masyarakat, penggiat literasi maca tongsis (taman bac...
Gathering Jaringan Radio Komunitas Wilayah Priangan Timur Tahun 2017 Acara diselenggarakam pada tanggal 10 Ags 2017. Peserta yang hadir berasal jaringan gathering radio komunitas dari Kab.. Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kab.. Pangandaran, Kab. Ciamis, Kota Banjar dan Kab. Garut. Acar...
Launching Sekolah Ramah Anak di SMAN 10 Bandung BANDUNG, (PR).- Menindaklanjuti Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 82 tahun 2015, tentang Sekolah Ramah Anak (SRA), Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat ter...
Website DP3AKB Raih Juara ke-2 Kominfo Award 2017 Untuk yang ketiga kalinya, Diskominfo Prov.Jabar selenggarakan "Kominfo Award" 2017, berlangsung di Trans Hotel, Jalan Gatoto Subroto Bandung, Rabu (13/9). Berbagai inovasi berbasis IT dan peran-peran kelompok infor...

Leave a Reply

Your email address will not be published.