Artikel kali ini lebih ke arah pemahaman tentang Dorothy Law Nolte. Karyanya yang membahas tentang anak akan belajar dari apa yang mereka jalani. Mungkin untuk bisa mengerti artikel ini kita perlu menggunakan sisi perasaan kita, sekalipun kita sudah dewasa :)

Silahkan simak tentang Children Learn What They Live, karya Dorothy Law Nolte, Ph.D

Children Learn What They Live

  1. If children live with criticism, they learn to condemn.
  2. If children live with hostility, they learn to fight.
  3. If children live with fear, they learn to be apprehensive.
  4. If children live with pity, they learn to feel sorry for themselves.
  5. If children live with ridicule, they learn to feel shy.
  6. If children live with jealousy, they learn to feel envy.
  7. If children live with shame, they learn to feel guilty.
  8. If children live with encouragement, they learn confidence.
  9. If children live with tolerance, they learn patience.
  10. If children live with praise, they learn appreciation.
  11. If children live with acceptance, they learn to love.
  12. If children live with approval, they learn to like themselves.
  13. If children live with recognition, they learn it is good to have a goal.
  14. If children live with sharing, they learn generosity.
  15. If children live with honesty, they learn truthfulness.
  16. If children live with fairness, they learn justice.
  17. If children live with kindness and consideration, they learn respect.
  18. If children live with security, they learn to have faith in themselves and in those about them.
  19. If children live with friendliness, they learn the world is a nice place in which to live.

Translate :

Anak-anak Belajar dari Kehidupannya

  1. Jika anak hidup dengan kecaman, mereka belajar untuk mengutuk
  2. Jika anak hidup dengan permusuhan, mereka belajar untuk melawan
  3. Jika anak hidup dengan ketakutan, mereka belajar untuk menjadi memprihatinkan
  4. Jika anak-anak hidup dengan belas kasihan, mereka belajar untuk mengasihani diri sendiri
  5. Jika anak hidup dengan ejekan, mereka belajar untuk merasa malu
  6. Jika anak hidup dengan kecemburuan, mereka belajar untuk merasa iri
  7. Jika anak hidup dengan rasa malu, mereka belajar untuk merasa bersalah
  8. Jika anak hidup dengan dorongan, mereka belajar percaya diri
  9. Jika anak-anak hidup dengan toleransi, mereka belajar kesabaran
  10. Jika anak hidup dengan pujian, mereka belajar apresiasi
  11. Jika anak-anak hidup dengan penerimaan, mereka belajar untuk mencintai
  12. Jika anak hidup dengan persetujuan, mereka belajar untuk menyukai diri mereka sendiri
  13. Jika anak-anak hidup dengan pengakuan, mereka belajar itu baik untuk memiliki tujuan
  14. Jika anak hidup dengan berbagi, mereka belajar kemurahan hati
  15. Jika anak hidup dengan kejujuran, mereka belajar kejujuran
  16. Jika anak hidup dengan keadilan, mereka belajar keadilan
  17. Jika anak-anak hidup dengan kebaikan dan pertimbangan, mereka belajar menghormati
  18. Jika anak hidup dengan keamanan, mereka belajar untuk memiliki iman dalam diri mereka dan orang-orang tentang mereka
  19. Jika anak-anak hidup dengan persahabatan, mereka belajar bahwa dunia adalah tempat yang bagus untuk hidup

Tentang Dorothy

Dorothy Law Nolte, Ph.D, penulis puisi pendidikan ini, adalah seorang pendidik dan ahli konseling keluarga. Nama aslinya adalah Dorothy Louise. Dalam kebudayaan Barat pada umumnya, bila seorang perempuan menikah maka ia akan menggunakan nama belakang dari nama keluarga sang suami.

Nah, dalam kasus Dorothy, Law adalah nama keluarga dari suami pertamanya, Durwood Law. Sementara itu, Nolte adalah nama keluarga dari suami kedua, Claude Nolte. Untuk ukuran Amerika, memakai nama keluarga milik suami pertama dan kedua sekaligus seperti ini sebenarnya kurang lazim. Tapi begitulah mungkin cara Dorothy mempertahankan kejelasan sejarah hidupnya.

Puisi tulisan Dorothy itu, setelah kemunculan pertamanya di koran pada tahun 1954, menjadi sangat terkenal dan direproduksi di mana-mana. Yang paling spektakuler adalah ketika salah satu divisi Abbott Laboratories, Inc., sebuah perusahaan multinasional, mencantumkan puisi itu (serta 10 macam terjemahannya untuk 10 negara tujuan pemasaran yang berbeda) di kemasan produk nutrisi bayi yang terdistribusikan di seluruh dunia tanpa memberi royalti apa-apa kepada penulisnya. Dorothy sendiri baru mengurus hak intelektual atas puisi itu tahun 1972 namun tetap mengizinkan Abbott untuk terus menggunakan puisi itu secara cuma-cuma.

Dalam sejarahnya, puisi ini sempat direvisi dua kali oleh penulisnya. Pertama, pada awal tahun 1980-an, Dorothy mengubah pronomina tunggal menjadi jamak agar netral, karena bahasa Inggris termasuk bahasa yang berjender (membedakan nomina-pronomina feminin dan maskulin). Pada awalnya, nomina “anak” dan pronominanya dalam puisi ini berbentuk tunggal: “If a child lives with …, he learns ….”

Untuk menetralisir isu gender dalam puisi itu, kemudian digantilah pronomina untuk proposisi dasar puisi itu secara keseluruhan menjadi plural (jamak): “If children live with…, they learn… .”

Perubahan kedua adalah dengan memecah baris tertentu yang terlalu panjang dan kompleks menjadi dua baris, serta menambahkan baris baru seiring perkembangan yang membawa situasi-situasi baru yang perlu direspons. Demikianlah, puisi yang awalnya terdiri dari 14 baris itu kini menjadi 19 baris.

Pada tahun 1998 Dorothy menjabarkan puisi itu menjadi sebuah buku yang terdiri dari 19 bab (sesuai jumlah baris dalam puisi). Buku ini ditulis bersama Rachel Harris, dan diberi judul Children Learn What They Live: parenting to inspire values, diterbitkan oleh Workman Publishing Company, New York. Buku ini diberi kata pengantar oleh penulis buku Chicken Soup for the Soul, Jack Canfield, yang –menurut pengakuannya sendiri– ternyata sangat dipengaruhi oleh puisi Dorothy ini.

Sebelum kepergiannya tahun 2005 pada usia 81 tahun, Dorothy Law Nolte telah sempat merampungkan buku yang kedua tentang pendidikan dan pengasuhan remaja, yang juga disusun berdasarkan pola buku pertama. Buku ini diberi judul Teenagers Learn What They Live: parenting to inspire integrity and independence, terbit tahun 2002.

Artikel Terkait

Rakornas PP-PA di Maluku Utara, Ribuan Peserta Ramaikan Kota Ternate Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementrian PP-PA) Yohana Yembise didampingi KH. Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba, Melaksanakan Konfrensi Pers dalam rangka Rakornas PP-PA yang telah dimulai sej...
Pilihan Lagu yang Tepat untuk Anak-Anak Terlihat begitu miris melihat bagaimana anak-anak yang menyanyikan lagu-lagu yang bertema cinta. Apalagi banyak sekali lirik dari lagu-lagu tersebut yang terdengar vulgar dan sangat tidak cocok untuk dinyanyikan anak-anak. Ka...
Kejahatan Serius Kemanusian Perdagangan Orang Tindak Pidana Perdagangan Orang adalah kejahatan serius terhadap kemanusiaan dengan memanfaatkan sindikat. Tindak pidana ini dianggap serius karena adanya indikasi eksploitas terhadap manusia. "Eksploitasi terjadi dari sisi e...
Ineu Sebut Momen Kartini Refleksi Kaum Perempuan Indonesia Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat, Ineu Purwadewi Sundari menyebutkan bahwa momen peringatan Hari Kartini setiap tanggal 21 April sebagai momentum merefleksikan nilai-nilai kepribadian Kartini bagi kaum p...
Advokasi Kepada Gugus Tugas Kabupaten/Kota 2017 di Kab.Ciamis Ciamis,6/7/2017.Kepala Bidang PPA BP3AKB Prov.Jawa Barat Hj.Enni Rosiani,SH,bersama Staff saat bertemu Bupati Ciamis sebelum Acara Advokasi Kepada Gugus Tugas di Pendopo Bupati Ciamis.

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.