Acara hitung mundur (counting down) jelang pelaksanaan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX/2016 dilaksanakan setiap bulan. Hal tersebut diungkapkan Wakil Ketua Umum Panitia Besar (PB) PON XIX/2016, Deddy Mizwar atau akrab disapa Demiz, saat membuka acara hitung mundur 222 hari jelang PON XIX/2016, di Area Stadion Patriot, Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Minggu (28/2/2016). “Acara counting down ini diadakan sejak 999, 888, 777 hari sampai sekarang 222 hari. Kedepannya acara ini jangan hanya diadakan setiap 333 hari atau 222 hari saja tetapi bisa dilakukan kapan saja tidak hanya di Jawa Barat tetapi juga di luar Jabar, agar sosialisasi bisa tersampaikan ke seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.

Diwarnai dengan guyuran hujan sejak pagi hari, acara counting down PON XIX/2016 sempat terancam batal, namun akhirnya acara tetap digelar dan dihadiri oleh warga Kota Bekasi. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan animo masyarakat untuk berpartisipasi mengikuti kegiatan hitung mundur 222 hari jelang pelaksanaan PON. Bahkan mereka sangat tertarik melihat stand cabang olah raga angkat berat yang memang menjadi andalan Kota Bekasi dalam pencapaian prestasi olah raga.

Pada acara tersebut turut mendatangkan tiga legenda olah raga yaitu Robby Darwis (sepak bola), Sodikin (angkat berat), dan Risa Suseanty (balap sepeda downhill). Selain itu turut dilakukan acara seremoni penendangan bola dan penyerahan 222 bola oleh Wagub Jabar Deddy Mizwar.

Dalam kesempatan tersebut, Demiz menegaskan jika pada PON XIX dan Peparnas XV tahun 2016 di Jawa Barat mengusung tagline ‘Berjaya di Tanah Legenda’. Untuk itu, setiap pelaksanaan kegiatan yang berkaitan dengan PON XIX dan Peparnas XV akan selalu menghadirkan para legenda olahraga.

Sedangkan, Tanah Legenda sendiri mengandung makna Tanah Jawa Barat yang melegenda kekayaan dan keindahannya.
Sedangkan arti kata, Legenda mengandung makna PON XIX & PEPARNAS XV adalah ajang bagi lahirnya para legenda olah raga nasional dengan prestasi yang mendunia.

“Jadi ajang ini, nantinya akan menjadi sebuah apresiasi tertinggi kepada para legendaris, khususnya legenda olahraga yang telah mengharumkan nama Indonesia di berbagai even, termasuk internasional. Diharapkan, dengan hadirnya legenda-legenda itu akan mendorong motivasi pelaku olahraga lainnya untuk mengukir prestasi yang sama,” sebutnya.

Demiz berharap pada pelaksanaan PON kali ini, penantian Jabar yang telah menunggu lebih dari 50 tahun untuk bisa tampil sebagai juara umum bisa terwujud. “Kita juga melalui KONI Jabar sudah menyiapkan atlet sejak jauh-jauh hari, dan semua cabang olah raga yang dipertandingkan di PON adalah unggulan Jabar untuk meraih medali emas,” katanya.

Dia menambahkan semboyan PON XIX/2016 Jabar, Berjaya di Tanah Legenda mengacu kepada Jawa Barat sebagai tuan rumah penyelenggaraan PON XIX 2016, yang telah banyak mencatatkan sejarah, prestasi, dan legenda baik dari olah raga maupun lainnya. Tema Bejaya di Tanah Legenda ini memiliki banyak arti. Di antaranya adalah sebagai penghormatan kepada para legenda olah raga di Indonesia, sehingga ini bisa menjadi pemicu motivasi bagi para atlet yang akan turun di PON XIX/2016 nanti agar mereka menjadi legenda-legenda olah raga berikutnya,” tutur Deddy.

Dilibatkankannya 15 kota dan kabupaten di Jabar yang akan menjadi tuan rumah penyelenggara arena pertandingan diharapkan mampu melahirkan calon atlet berprestasi yang nantinya menjadi legenda olah raga baik untuk Jabar maupun Indonesia. “Nantinya setelah PON arena-arena yang ada di 15 kota dan kabupaten ini bisa terus dimanfaatkan baik menyelenggarakan kejuaraan secara berkesinambungan maupun membina para atlet di daerahnya masing-masing karena selama ini Jabar menjadi salah satu daerah penghasil atlet berprestasi terbesar di Indonesia,” katanya.

Artikel Terkait

Jangan Tiru! Remaja Ini Tewas Setelah Ikuti Tren Choking Game Tidak semua tren yang sedang heboh di media sosial patut ditiru. Remaja asal Australia ini contohnya. Niat ingin ikutan tren Choking Game, yang ada nyawa melayang karena kehabisan napas. Choking game merupakan salah satu p...
10 Langkah Cegah Penurunan Derajat Kesehatan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan mengenalkan 10 langkah sederhana yang bisa dilakukan setiap orang untuk membantu menjaga kesehatan tidak hanya dirinya sendiri tapi juga keluarganya. “Minimal ...
Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2017: Rokok Ancam Pembangunan Rokok masih menjadi persoalan yang tidak bisa dilepaskan begitu saja di Indonesia. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukan bahwa prevalensi perokok di Indonesia pada usia ≥ 15 tahun meningkat sebesar 36,3% dibandingkan den...
HUT ke-72 Jabar, Jabar Ngahiji Jabar Kahiji BANDUNG-Jabar Ngahiji Jabar Kahiji adalah moto atau semboyan yang diungkapkan Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan saat menjadi pembina apel HUT ke-72 Provinsi Jabar di Lapangan Gasibu Bandung, Sabtu (19/8). "Jaba...
Jokowi: Hidupkan Kompetisi Olah Raga dari Tingkat Bawah Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi menyerukan agar kompetisi olah raga dimulai dari tingkat daerah terbawah yaitu Desa dan Kelurahan. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan kualitas atlet dan mampu berkompetisi. "Kita harus...

Leave a Reply

Your email address will not be published.