Tim Senam DP3AKB Raih Juara Kedua pada Porpemprov XV

Tim Senam DP3AKB Raih Juara Kedua pada Porpemprov XV

DP3AKB, Sekretariat
Kontingen DP3AKB di Porpemprov Jabar XV Tahun 2017
Kontingen DP3AKB di Porpemprov Jabar XV Tahun 2017
Kontingen DP3AKB di Porpemprov Jabar XV Tahun 2017
Kontingen DP3AKB di Porpemprov Jabar XV Tahun 2017
Kontingen DP3AKB di Porpemprov Jabar XV Tahun 2017
Kontingen DP3AKB di Porpemprov Jabar XV Tahun 2017
Kontingen DP3AKB di Porpemprov Jabar XV Tahun 2017
Kontingen DP3AKB di Porpemprov Jabar XV Tahun 2017

Pekan Olah Raga Pemerintah Provinsi (Porpemprov) XV Jawa Barat Tahun 2017 diselenggarakan di stadion atletik dan sepak bola di kawasan sentra pembinaan olahraga terpadu (SPOrT) Jabar Arcamanik, kota Bandung pada Selasa (12/12/17).

Kegiatan tersebut diawali dengan upacara pembukaan dimana Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menjadi pembina upacara. 

Menurut Ketua Umum Porpemprov XV, Guntoro, tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai ajang silaturahmi, pemeliharaan jasmani dan sekaligus pembinaan prestasi para ASN anggora Korpri Jabar di bidang olahraga.

Menurut Guntoro, Porpemprov ke XV Tahun 2017 ini diikuti 3000 Atlet yang kesemuanya adalah aparatur sipil negara Pemprov.Jabar tergabung dalam seluruh OPD dan 3 asisten di lingkungan Setda Jabar. Mereka akan mengikuti cabang-cabang olah raga, seperti : volley Ball, Bulutangkis, Futsal, Catur, Bilyar, tenis meja dan gerak jalan, serta permainan tradisional, seperti halang.

Akan berlangsung selama tiga hari dari tanggal 12 sampai dengan 14 Desember 2017 dan seluruh pertandingan berlangsung di kawasan pusat SOR Arcamanik Bandung.

Pembukaan Porpemprov XV ini diawali sambutan ketua umum Porpemprov XV Guntoro, sambutan Gubernur Ahmad Heryawan sekaligus membuka resmi dengan ditandai penekanan tombol sirine oleh Gubernur bersama-sama Ketua Umum Porpemprov, Sekda Jabar dan Kepala Dinas Olah Raga Jabar.  

Setelah itu, dilakukan defile seluruh kontingen menuju podium utama, dimana Gubernur dan para pejabat pimpinan OPD hadir menunggu kedatangan kontingen. Upacara pembukaan diakhiri dengan pertunjukkan kemeriahan Porpemprov oleh tim dari Bapenda Jabar.

3.000 ASN Bertanding di Porpemprov XV/2017 Jabar

Pekan Olahraga Pemerintah Provinsi (Porpemprov) XV/2017, diselenggarakan dalam suasana berbeda yakni dengan mengambil tempat di stadion atletik dan sepak bola di kawasan Sentra Pembinaan Olahraga Terpadu Jabar Arcamanik, Kota Bandung.

Porpemprov merupakan ajang pertandingan olahraga yang diikuti seluruh pegawai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Tahun ini, Porpemprov diikuti 3.000 ASN dari seluruh OPD, dan Asisten Daerah Setda lingkup Pemprov Jabar.

Para ASN pun akan bertanding pada sejumlah cabang olahraga, seperti bola  voli, bulutangkis, futsal, catur, biliar, tenis meja, gerak jalan, serta beberapa permainan tradisional seperti tarumpah panjang dan galah. Kegiatan ini berlangsung pada 12-14 Desember 2017.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, dengan suasana baru di lingkungan Sentra Pembinaan Olahraga Terpadu Jabar Arcamanik, Kota Bandung, diharap Porpemprov XV/2017 akan terselenggara dengan penuh semangat dan gairah yang lebih tinggi.

"Sehingga tujuan Porpemprov sebagai ajang silaturahmi, pemeliharaan jasmani rohani, dan sekaligus pembinaan prestasi para ASN anggota Korpri Jabar di bidang olahraga dapat tercapai dengan lebih optimal," kata Aher saat membuka secara resmi kegiatan Porpemprov XV/2017, Selasa 12 Desember 2017.

Aher menuturkan, Jawa Barat merupakan salah satu dari sedikit provinsi yang telah mampu secara rutin menyelenggarakan Pekan Olahraga bagi para pegawainya baik di tingkat pemerintah provinsi lewat Porpemprov maupun di tingkat daerah provinsi melalui penyelenggaraan Porpemda.

"Karenanya tidak mengherankan jika dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (Pornas) Korpri dua kali berturut-turur pada tahun 2015 di Manado dan tahun 2017 di Yogjakarta, para ASN Jawa Barat berhasil meraih gelar juara umum," ujarnya.

Bahkan kata Aher, pada penyelenggaraan Asean Civil Service Games (ACSG) yang merupakan penyelenggaraan pekan olahraga para pegawai pemerintah di negara-negara ASEAN yang untuk pertama kalinya diselenggarakan tahun 2016 di Malaysia, Kontingen Indonesia yang diwakili para ASN anggota Korpri Jabar berhasip menjadi runner-up setelah tuan rumah Malaysia.

Hal itu, kata Aher, merupakan hasil dari proses penyelenggaraan pembinaan olahraga di lingkungan ASN Jabar yang sudah cukup baik dan berkesinambungan.

Dalam terwujudnya budaya olahraga yang kokoh di lingkungan para ASN anggota korpri Jabar, Aher mengajak semua ASN di lingkungan Pemprov Jabar melaksanakan kegiatan olahraga secara rutin di lingkungan instansinya masing-masing.

Pada upacara pembukaan tersebut, Pemprov Jabar juga menyerahkan penghargaan bagi para atlet asal Jabar yang telah berhasil meraih medali pada ajang SEA Games 2017 di Malaysia.

"Meski secara umum prestasi kontingen Indonesia pada ajang tersebut tidak terlalu menggembirakan, atlet-atlet Jawa Barat ternyata mampu memberikan kontribusi yang terbesar dibanding atlet dari Provinsi lain," ujar Aher.

Baik dari jumlah atlet yang berlaga, maupun jumlah medali yang diperoleh, yang berhasil meraih 19 medali emas, 21 medali perak, dan 9 medali perunggu.

Terlebih lanjut Aher, pada event paragames, kontingen Indonesia berhasil meraih prestasi sebagai juara umum.

"Atlet Paralympic Jawa Barat juga memberikan kontribusi raihan medali terbanyak di ajang olahraga tersebut, yakni mencapai 32 medali emas, 25 mesali perak, dan 16 mesali perunggu," ujar Aher.

Pada rangkaian upacara tersebut, Aher diganjar penghargaan dari NPC Indonesia Provinsi Jawa Barat karena telah sangat peduli dalam membina para atlet paralympic hingga mampu meraih sukses.

Gubernur resmikan SPORT Arcamanik Bandung

Masih pada rangkaian pembukaan Porpemprov XV/2017, Aher meresmikan penggunaan kawasan Sentra Pembinaan Olahraga Terpadu atau SPORT Arcamanik.

Aher menyebutkan bahwa SPORT Arcamanik Bandung sepenuhnya merupakan milik dan dibangun oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2012.

Adapun secara bertahap, telah mulai dimanfaatkan untuk penyelenggaraan event-event olahraga seperti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) tahun 2016, Pekan Olahraga Nasional XIX, dan saat ini telah menjadi sentra pembinaan olahraga terpadu khususnya pembinaan bibit-bibit atlet masa depan Jawa Barat.

"Di samping tetap digunakan untuk berbagai kegiatan keolahragaan dan kepemudaan tingkat daerah, nasional, bahkan internasional," ujar Aher.

Dia pun berharap sarana yang diresmikannya dapat representatif untuk pembinaan olahraga para atlet maupun untuk dimanfaatkan masyarakat umum untuk aktivitas olahraga.

Dengan telah terbangunnya dan termanfaatkannya fasilitas pelatihan olahraha tersebut, Aher inginkan budaya dan prestasi olahraha di Jawa Barat dapat terus ditingkatkan, sehingga jargon "Jabar Kahiji" bisa terus menggaung hingga menjadi "Jabar Terus Kahiji".***

44 OPD Ikuti Porpemprov Jabar

GUBERNUR Jawa Barat, Ahmad Heryawan, berharap ASN di lingkungan pemerintah provinsi (pemprov) dapat mengimplementasikan nilai yang terkandung dalam olahraga, seperti disiplin, sportif (jujur) dan pekerja keras. Hal ini disampaikan saat membuka Pekan Olahraga Pemerintah Provinsi (Porpemprov) Jawa Barat ke-15, di Arcamanik Sport Center, Kota Bandung, Selasa (12/12/2017).

"Pada saat yang sama selain prestasi, kita juga ingin membangun kebiasaan disiplin dari olahraga. Tentu orang olahraga itu disiplin, sportif dan pekerja keras untuk menggapai satu tujuannya," ujarnya.

Menurutnya, dengan usaha yang kuat, ia optimis para ASN di Jawa Barat dapat mencapai raihan terbaik pada Porpemprov. Sehingga kedepannya bisa melengkapi rentetan prestasi yang telah diraih Jawa Barat khususnya dibidang olahraga. 

Dengan mempertandingkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Jawa Barat, tidak menutup kemungkinan prestasi olahraga akan dapat terus lahir dari para ASN Jabar.

"Tentu ini dimaksudkan untuk mencari prestasi olahraga karena sangat mungkin prestasi olahraga lahir dr para ASN-ASN di Jawa Barat ini," pungkasnya. 

Untuk jumlah cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan pada Porpemprov ke-15 diketahui terdapat sebanyak 13 cabor dimulai dari, bulu tangkis, tenis meja, futsal, catur, tenis lapang, senam, bola voli, billiard, golf, bola basket, terompah panjang, hadang dan gerak jalan. 

Sedangkan jumlah OPD yang ikut serta pada Porpemprov ke-15 ini terdapat sebanyak 44 OPD.

Kontingen DP3AKB di Porpemprov Jabar XV Tahun 2017
Kontingen DP3AKB di Porpemprov Jabar XV Tahun 2017

DP3AKB Meraih Juara Kedua Cabor Senam

DP3AKB pada Porpemprov XV tahun 2017 ini meraih juara kedua. Selamat kepada tim senam DP3AKB. :)

Untuk melihat penampilan mereka, silakan lihat di video berikut ini.

Forum Organisasi Perangkat Daerah DP3AKB Provinsi Jawa Barat 2017

Forum Organisasi Perangkat Daerah DP3AKB Provinsi Jawa Barat 2017

DP3AKB, Sekretariat

Kegiatan forum dilaksanakan hari Senin, 20 November 2017 di The Radiant villas, Jl. Buka Nagara No. 2 Lembang, Kab. Bandung Barat.

Forum dihadiri oleh

  1. Ibu kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Dr. Ir. Dewi Sartika, M.Si yang sekaligus membuka acara,
  2. Kepala bidang, kasie, kasubag di lingkungan DP3AKB Provinsi Jawa Barat.
  3. Para undangan peserta Forum OPD DP3AKB Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2017 yang terdiri dari: kepala  dan  kasubag perencanaan program yang menangani urusan pemberdayaan perempuan perlindungan anak dan KB  di 27 kab/kota se Jawa Barat atau yang mewakilinya

Dasar Pelaksanaan

  1. Undang-undang Nomor 25 tahun 2004 tentang sistem perencanaan pembangunan nasional (lembaran negara republik indonesia tahun 2004 nomor 104);
  2. Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah;
  3. Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 2016 tentang perangkat daerah (lembaran negara ri tahun 2016 nomor 114, tambahan lembaran negara ri 5887)
  4. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat nomor 6 tahun 2009 tentang sistem perencanaan pembangunan daerah Provinsi Jawa Barat.
  5. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat nomor 6 tahun 2016  tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah
  6. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Barat nomor 9 tahun 2016  tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2017 (lembaran daerah Provinsi Jawa Barat tahun 2016 nomor 9 seri a) .
  7. Peraturan Gubernur Jawa Barat nomor 79 tahun 2010 tentang petunjuk pelaksanaan peraturan daerah Provinsi Jawa Barat nomor 6 tahun 2009 tentang sistem perencanaan pembangunan daerah.
  8. Peraturan Gubernur Jawa Barat nomor 102 tahun 2016 tentang penjabaran anggaran pendapatan dan belanja daerah tahun anggaran 2017 (berita daerah Provinsi Jawa Barat tahun 2016 nomor 102 seri a)
  9. Peraturan Gubernur Jawa Barat nomor 45 tahun 2016  tentang kedudukan dan susunan organisasi perangkat daerah Provinsi Jawa Barat
  10. Peraturan Gubernur Jawa Barat nomor 56 tahun 2016 tentang tugas pokok, fungsi, rincian tugas unit dan tata kerja dinas pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan keluarga berencana

Maksud dan Tujuan

Maksud dilaksanakannya Forum OPD DP3AKB Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2017 adalah sebagai forum antar pelaku pembangunan dalam rangka sinergitas program dan kegiatan tahun 2017 serta menyusun rencana kerja pemerintah daerah (RKPD) Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2018 sedangkan tujuannya adalah :

  1. Mensinkronkan prioritas program dan kegiatan pembangunan tahun 2017 dari hasil musrenbang kabupaten /kota dengan rancangan renja OPD provinsi;
  2. Mensosialisasikan draft NSPK pada kabupaten/kota;
  3. Mengevaluasi pelaksanaan PP PA dan KB di kabupaten/kota;

Waktu dan Tempat Penyelenggaraan

Forum OPD DP3AKB Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2017 diselenggarakan  di The Radiant Villas, Jl. Buka Nagara No. 2 Lembang, Kabupaten Bandung Barat. kegiatan ini diselenggarakan selama 2 (dua) hari, yaitu pada hari senin – selasa, tanggal 20 – 21 November 2017.

Peserta Forum OPD

Peserta kegiatan forum OPD DP3AKB Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2017  terdiri dari 68  orang peserta yang meliputi kepala dan kasubag perencanaan program yang menangani urusan pemberdayaan perempuan perlindungan anak dan kb di 27 kab/kota se Jawa Barat.

Narasumber terdiri dari :

  1. Kementerian Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Republik Indonesia
  2. BAPPEDA Provinsi Jawa Barat
  3. DP3AKB Provinsi Jawa Barat
  4. Kepala Dinas P2KBP3A Kota Cimahi, Kepala Dinas  PP PA Kabupaten Karawang, Dan Kepala Dinas Sosial PP PA Kabupaten Kuningan
Forum Organisasi Perangkat Daerah DP3AKB Provinsi Jawa Barat 2017
Forum Organisasi Perangkat Daerah DP3AKB Provinsi Jawa Barat 2017
Forum Organisasi Perangkat Daerah DP3AKB Provinsi Jawa Barat 2017
Forum Organisasi Perangkat Daerah DP3AKB Provinsi Jawa Barat 2017
Forum Organisasi Perangkat Daerah DP3AKB Provinsi Jawa Barat 2017
Forum Organisasi Perangkat Daerah DP3AKB Provinsi Jawa Barat 2017
Forum Organisasi Perangkat Daerah DP3AKB Provinsi Jawa Barat 2017
Forum Organisasi Perangkat Daerah DP3AKB Provinsi Jawa Barat 2017
Forum Organisasi Perangkat Daerah DP3AKB Provinsi Jawa Barat 2017
Forum Organisasi Perangkat Daerah DP3AKB Provinsi Jawa Barat 2017
Forum Organisasi Perangkat Daerah DP3AKB Provinsi Jawa Barat 2017
Forum Organisasi Perangkat Daerah DP3AKB Provinsi Jawa Barat 2017
Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-89 Tahun 2017

Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-89 Tahun 2017

DP3AKB, Sekretariat

Hari Sumpah Pemuda diperingati setiap tanggal 28 Oktober pada setiap tahunnya. Pada tahun 2017 ini merupakan peringatan HSP yang ke-89. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan untuk memperingati HSP yaitu upacara bendera. Pada acara amanat, Pembina Upacara di instansi maupun di sekolah dapat membacakan teks “Sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga ( MENPORA ) Republik Indonesia”. Adapun naskah Pidato MENPORA dalam Rangka Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-89 Tahun 2017, seperti di bawah ini.

Naskah Teks Pidato Sambutan MENPORA pada Peringatan Hari Sumpah Pemuda ( HSP ) ke-89 Tahun 2017

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam Sejahtera
Om Swast Astu
Namo Budhaya

“PEMUDA INDONESIA BERANI BERSATU” 

Para Pemuda Indonesia dan hadirin sekalian yang kami hormati…. 

Delapan puluh sembilan tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 1928, sebanyak 71 pemuda dari seluruh penjuru tanah air, berkumpul di sebuah gedung di Jalan Kramat Raya, daerah Kwitang Jakarta. Mereka mengikrarkan diri sebagai satu nusa, satu bangsa dan satu bahasa yaitu, Indonesia. Sungguh, sebuah ikrar yang sangat monumental bagi perjalanan sejarah bangsa Indonesia. Ikrar ini nantinya, 17 tahun kemudian melahirkan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, tanggal 17 Agustus 1945.

Sumpah Pemuda dibacakan di arena Kongres Pemuda ke-2, dihadiri oleh pemuda lintas suku, agama dan daerah. Jika kita membaca dokumen sejarah Kongres Pemuda ke-2, kita akan menemukan daftar panitia dan peserta kongres yang berasal dari pulau-pulau terjauh Indonesia. Secara imaginatif sulit rasanya membayangkan mereka dapat bertemu dengan mudah.

Dari belahan barat lndonesia. terdapat nama Mohammad Yamin. Seorang pemuda kelahiran Sawah Lunto Sumatera Barat yang mewakili organisasi pemuda Sumatera, Jong Sumatranen Bond. Dari belahan Timur Indonesia, kita menemukan pemuda bernama Johannes Leimena, kelahiran Kota Ambon Maluku, mewakili organisasi pemuda Jong Ambon. Ada juga Katjasungkana dari Madura, ada juga Cornelis Lefrand Senduk, mewakili organisasi pemuda Sulawesi, Jong Celebes.

Para pemuda Indonesia dan hadirin sekatian yang kami banggakan… 


Pernahkah kita membayangkan bagaimana seorang Mohammad Yamin dari Sawah Lunto dapat bertemu dengan Johannes Leimena dari Ambon? Pernahkah kita membayangkan bagaimana seorang Katjasungkana dari Madura dapat bertemu dengan Lefrand Senduk dari Sulawesi? Bukan hanya bertemu, tapi mereka juga berdiskusi, bertuknr pikiran, mematangkan gagasan hingga akhirnya bersepakat mengikatkan diri dalam komitmen ke-Indonesiaan.

Padahal, jarak antara Sawah Lunto dengan Kota Ambon, lebih dari 4.000 kilometer. Hampir sama dengan jarak antara Kota Jakarta ke Kota Sanghai di China. Sarana transportasi umum saat itu, masih mengandalkan laut. Dibutuhkan waktu berminggu-minggu untuk bisa sampai ke kota mereka. Alat komunikasi pun masih terbatas, mengandalkan korespondensi melalui kantor pos. Hari ini surat dikirim, satu dua bulan kemudian, barulah sampai di alamat tujuan.

Belum lagi kalau kita berbicara tentang perbedaan agama dan bahasa. Mohammad Yamin beragama Islam berbahasa Melayu, Johannes Leimena beragama Protestan berbahasa Ambon. Begitupun dengan Katjasungkana. Lefrand Senduk, dan 71 pemuda peserta kongres lainnya. Mereka memiliki latar belakang agama, suku, bahasa dan adat istiadat yang berbeda-beda. Namun, fakta sejarah menunjukkan bahwa sekat dan batasan-batasan tersebut tidak menjadi halangan bagi para pemuda Indonesia untuk bersatu demi cita-cita besar Indonesia. Inilah yang kiza sebut dengan; “Berani Bersatu”.

Para pemuda Indonesia dan hadirin sekalian yang berbahagia… 

Kita tentu patut bersyukur atas sumbangsih para pemuda Indonesia yang sudah melahirkan Sumpah Pemuda. Sudah seharusnya kita meneladani langkah-langkah dan keberanian mereka hingga mampu menorehkan sejarah emas untuk bangsanya. Bandingkan dengan era sekarang. Hari ini, sarana transportasi umum sangat mudah. Untuk menjangkau ujung timur dan barat Indonesia hanya dibutuhkan waktu beberapa jam saja. Untuk dapat berkomunikasi dengan pemuda di pelosok-pelosok negeri ini, cukup dengan menggunakan alat komunikasi, tidak perlu menunggu datangnya tukang pos hingga berbulan-bulan lamanya. Interaksi sosial dapat dilakukan 24 jam, kapanpun dan di manapun. 

Namun, anehnya justru dengan berbagai macam kemudahan yang kita miliki hari ini, kita justru lebih sering berselisih paham, mudah sekali menvonis orang, mudah sekali berpecah belah, saling mengutuk satu dengan yang lain, menebar fitnah dan kebencian. Seolah-olah kita ini dipisahkan oleh jarak yang tak terjangkau, atau berada di ruang isolasi yang tidak terjamah, atau terhalang oleh tembok raksasa yang tinggi dan tebal hingga tidak dapat ditembus oleh siapapun. Padahal, dengan kemudahan teknologi dan sarana transportasi yang kita miliki hari ini, seharusnya lebih mudah buat kita untuk berkumpul, bersilaturahim dan berinteraksi sosial. Sebetulnya, tidak ada ruang untuk salah paham apalagi membenci, karena semua hal dapat kita konfirmasi dan kita klarifikasi hanya dalam hitungan detik. 

Para pemuda Indonesia dan hadirin sekalian yang kami banggakan… 

Dalam sebuah kesempatan, Presiden Republik Indonesia yang pertama, Bung Karno pernah menyampaikan : “Jangan mewarisi abu Sumpah Pemuda, tapi warisilah api Sumpah Pemuda. Kalau sekadar mewarisi abu, saudara-saudara akan puas dengan Indonesia yang sekarang sudah satu bahasa, satu bangsa, dan satu tanah air. Tapi ini bukan tujuan akhir,” 

Pesan yang disampaikan oleh Bung Karno ini sangat mendalam khususnya bagi generasi muda lndonesia. Api sumpah pemuda harus kita ambil dan terus kita nyalakan. Kita harus berani melawan segala bentuk upaya yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Kita juga harus berani melawan ego kesukuan, keagamaan dan kedaerahan kita. Ego ini yang kadangkala mengemuka dan menggerus persaudaraan kita sesama anak bangsa. Kita harus berani mengatakan bahwa Persatuan Indonesia adalah segala-galanya, jaub di atas persatuan keagamaan, kesukuan, kedaerahan, apalagi golongan. 

Mari kita cukupkan persatuan dan kesatuan Indonesia. Stop segala bentuk perdebatan yang mengarah pada perpecahan bangsa. Kita seharusnya malu dengan para pemuda 1928 dan juga kepada Bung Karno, karena masih harus berkutat di soal-soal ini. Sudah saatnya kita melangkah ke tujuan lain yang lebih besar, yaitu rnewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. 

Kita patut berrsyukur dan berterima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, Bpk Ir. Joko Widodo yang selama ini memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pembangunan kepemudaan Indonesia. Bulan Juli 2017 yang lalu, Bapak Presiden telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2017 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggeraan Pelayanan Kepemudaan. Melalui Perpres ini, peta jalan kebangkitan pemuda Indonesia terus kita gelorakan. Bersama pemerintah daerah, organisasi kepemudaan dan sektor swasta, kita bergandengan tangan, bergotong royong melanjutkan api semangat Sumpah Pemuda 1928. 

Saatnya kita Berani Bersatu untuk Kemajuan dan Kejayaan Indonesia. 

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam sejahtera untuk kita semua

Salam Pemuda…!!!

28 Oktober 2017

IMAM NAHRAWI

Sumpah Pemuda 2017 DP3AKB Jabar
Sumpah Pemuda 2017 DP3AKB Jabar
Sumpah Pemuda 2017 DP3AKB Jabar
Sumpah Pemuda 2017 DP3AKB Jabar
Sumpah Pemuda 2017 DP3AKB Jabar
Sumpah Pemuda 2017 DP3AKB Jabar
Sumpah Pemuda 2017 DP3AKB Jabar
Sumpah Pemuda 2017 DP3AKB Jabar
Website DP3AKB Raih Juara ke-2 Kominfo Award 2017

Website DP3AKB Raih Juara ke-2 Kominfo Award 2017

DP3AKB, Sekretariat

Untuk yang ketiga kalinya, Diskominfo Prov.Jabar selenggarakan "Kominfo Award" 2017, berlangsung di Trans Hotel, Jalan Gatoto Subroto Bandung, Rabu (13/9). Berbagai inovasi berbasis IT dan peran-peran kelompok informasi masyarakat diapresiasi Pemerintah melalui berbagai penghargaan.

Kominfo Award kali ini, memberikan penghargaan untuk berbagai kategori, antara lain, yaitu : website terbaik untuk perangkat  daerah provinsi dan kabupaten/kota, kelompok informasi masyarakat (KIM), relawan TIK, inovasi pembuatan aplikasi, penyelenggara LPSE kabupaten/kota, dan lomba aplikasi inovatif.

Berikut secara lengkap daftar pemenang untuk berbagai kategori Kominfo Award Tahun 2017, di mana penghargaannya telah disampaikan oleh Kadiskominfo, Asisten Pemerintahan dan Kesra, dan oleh Gubernur Ahmad Heryawan.
 

Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Jabar, Koesmayadie (batik) serahkan tropy kepada Kepala DP3AKB Prov. Jabar, Dewi Sartika
Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Jabar, Koesmayadie (batik) serahkan tropy kepada Kepala DP3AKB Prov. Jabar, Dewi Sartika

Lomba Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) ;

  1. Juara 1, KIM Kabupaten Bekasi ;
  2. Juara 2, KIM Cipedes Kota Bandung;
  3. Juara 3, KIM Kabupaten Cianjur.

Lomba Kelompok Seni Pertunjukkan Rakyat (Petuntra) :

  • Juara 1, Petuntra Kab.Bogor ;
  • Juara 2, Petuntra Kab.Bandung,
  • Juara 3, Petuntra Kab.Cirebon.

Lomba Komunitas Relawan TIK :

  1. Juara 1, Bandung Barat ;
  2. Juara 2, Kota Bandung,
  3. juara 3, Kota Sukabumi.

Lomba Inovasi LPSE :

untuk kategori inovasi,

  1. juara 1, Kab.Bandung Barat;
  2. Juara 2, Kota Depok;
  3. juara 3, Kota Bogor.

Untuk kategori inspirasi inovasi IT diraih LPSE Kota Bandung. 

Lomba pembuatan logo jabar smart province diraih oleh Husnul Yaqin.

Lomba aplikasi inovatif :

kategori SMA/SMK, diraih oleh SMK ICB Cinta Teknika Bandung.

Untuk tingkat mahasiswa,

  • juara 1, Universita Majalengka;
  • juara 2, ITB Bandung;
  • juara 3, STT YBSI Tasikmalaya.

Untuk masyarakat umum :

  1. juara 1, Yayasan Ma’had Usyaqil Qur’an (Aplikasi Rub in);
  2. juara 2, UNIKOM (Aplikasi Sallution)
  3. dan juara 3, UNIKOM (Aplikasi Tanah Airku).

Lomba Aplikasi Inpres 10 Tahun 2016 tentang Pencegahan Pemberantasan Korupsi :

untuk kategori Pemerintah Kabupaten/Kota :

  1. juara 1, Kota Bekasi;
  2. juara 2, Kab.Sumedang;
  3. juara 3, Kota Bandung.

Untuk kategori perangkat daerah Prov.Jabar :

  1. juara 1, RS Jiwa Provinsi Jawa Barat;
  2. juara 2, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang;
  3. juara 3, Dinas Komunikasi dan Informatika.

Kemudian, Lomba website :

untuk kategori Pemda Kab/Kota :

  1. juara 1, Kab.Tasikmalaya;
  2. juara 2, Kab.Bogor;
  3. juara 3, Kota Bandung.

Untuk kategori perangkat daerah Prov.Jabar :

  1. juara 1, Dinas Sosial;
  2. juara 2, Dinas Pemberdayaan Perempuan Anak dan Keluarga;
  3. juara 3, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah.

Untuk kategori lomba website perangkat daerah Prov.Jabar most improved, dimenangkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan.

Untuk kategori most engaged, dimenangkan Dinas Perkebunan. ,

Untuk kategori sectoral achievement, dimenangkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu.

Penyerahan penghargaan, tropy dan hadiah dilakukan oleh Kepala Diskominfo Prov.Jabar, Hening Widiatmoko, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Koesmayadie Tatang Padmadinata, dan untuk pemenang lomba website tingkat Kab/Ko oleh Gubernur Ahmad Heryawan.

Kominfo Award 2017 dihadiri oleh utusan perwakilan Pemerintah Kab/Ko se-Jabar, utusan pejabat/pimpinan perangkat daerah tingkat Provinsi Jawa Barat, unsur relawan TIK, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), para siswa SMA/SMK  pemenang lomba dan mahasiswa perguruan tinggi di Bandung yang memenangkan lomba.

Semarak Kominfo Award tahun ini disuguhi lantunan lagu lawas diantaranya lagu-lagu Nike Ardila, oleh penyanyi legendaris asal Bandung, Inka Christi. Lima buah lagu dilantunkan Inka Christi yang diiringi band Ega Robot Perkusi, dan mendapat aplus dari undangan yang memenuhi ruangan utama Hotel Trans Bandung.

 

dp3akb-jabar-raih-award-diskominfo-2107(1)

Teknologi Informasi dan Komunikasi Mutlak Tak Bisa Ditinggalkan

Era teknologi informasi (TI) saat ini menjadi keniscayaan yang tidak bisa ditinggalkan oleh semua lini termasuk pemerintahan. 

Menurut Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, dengan TI pemerintah bisa melakukam percepatan dalam segala lini pembangunan, pada saat yang sama, masyarakat juga bisa melakukan kontrol.

"Dalam posisi seperti sekarang ini, meski banyak capaian yang kita raih dalam dunia IT tapi kita tentunya belum puas, harus banyak yang harus ditingkatkan," ujar Aher dalam sambutan pada acara Kominfo Award 2017, Dinas Kominfo Jabar di Aula Hotel Trans Bandung, Rabu (13/9).

Aher mencontohkan, dalam bidang tender secara online atau elektronik procurment, Jabar menjadi pelopor di Indonesia dalam penvgunaan dan pengembangannya.

"Dalam elektronik procurment, Jabar jadi pelopor di Indonesia karena jadi Provinsi yg konsisten menjalankannya sampai 4 tahun berturut-turut mendapat penghargaan dari pemerintah pusat," katanya. 

Capaian yang sangat baik itu menurut Aher jangan sampai tersusul oleh Provinsi lain. Oleh karena itu harus terus bergerak dan berinovasi.

Kominfo Award sendiri sudah digelar untuk ketiga kalinya, dan menjadi ajang kompetisi bidang pengembangan teknologi Informasi di Jawa Barat. (Pun)