Pencanangan Bhakti TNI KB Kesehatan Terpadu Tingkat Kodam III/Siliwangi Tahun 2016

Pencanangan Bhakti TNI KB Kesehatan Terpadu Tingkat Kodam III/Siliwangi Tahun 2016

DP3AKB, PKK

Kepala Badan BP3AKB Dewi Sartika menghadiri Pencanangan Bhakti TNI KB Kesehatan Terpadu Tingkat Kodam III/Siliwangi Tahun 2016. Acara ini dilaksanakan di lapangan Helypad PT Krakatau Steel, Kota Cilegon, Banten Selasa, 24 Mei 2016.

Acara ini dilaksanakan sebagai upaya untuk menekan laju pertumbuhan penduduk. Ribuan anggota TNI di jajaran Pandam Tiga Siliwangi, baik di wilayah Jawa Barat maupun Banten, dilibatkan sebagai tenaga penyuluh program Keluarga Berencana (KB) yang dilakukan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Pelibatan TNI melalui kerja Babinsa yang terjun langsung ke masyarakat sangat membantu penyuksesan program dalam mengatasi kendala pelaksanaan program KB di daerah terpencil dan sulit terjangkau transportasi. Keterlibatan anggota TNI ini adalah sebagai salah satu bakti TNI terhadap masyarakat. “Para anggota TNI ini juga tidak hanya dijadikan penyuluh saja tetapi juga ikut menjadi akseptor KB.

Tema

Melalui Program KB Kesehatan, kita kendalikan pertumbuhan penduduk dan kita tingkatkan kesehatan masyarakat dalam rangka mencapai kesejahteraan bersama

Program bakti TNI KB Kesehatan Terpadu ini sekaligus bertujuan untuk menjaga jalinan kerjasama TNI dan pemerintah dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai basis ketahanan nasional. Acara ini menarik perhatian masyarakat. Ratusan warga bahkan rela antri untuk ikut menjadi akseptor keluarga berencana. Pada acara ini selain diadakan pelayanan KB, juga pengobatan gratis, pembagian sembako, serta memberikan santunan kepada anak yatim.

Rujukan
http://liputanbanten.com
http://www.bantennews.co.id

Pertemuan Tenaga Penggerak Desa/Kelurahan se-Jawa Barat 2016

Pertemuan Tenaga Penggerak Desa/Kelurahan se-Jawa Barat 2016

DP3AKB, PKK

Tenaga Penggerak Desa/Kelurahan (TPD/K) merupakan tenaga kontrak / honorer di UPTD yang bergerak di bidang kependudukan dan keluarga Berencana. Kekurangan tenaga Penggerak Program Kependudukan dan KB di tingkat Desa/Kelurahan menjadi dasar pembentukan TPD ini, sehingga akhirnya TPD resmi dibentuk pada tahun 2011. Pada dasarnya TPD mempunyai tugas yang sama dengan PKB/PLKB, antara lain :

  1. Menguasai potensi wilayah kerja sejak pengumpulan data keluarga dan Pasangan Usia Subur, dapat menganalisa penentuan masalah prioritas, dan menyusun rencana kerja setiap bulan
  2. Melaksanakan mekanisme operasional Program Kependudukan dan KB di tingkat Desa/Kelurahan
  3. Melaksanakan penyuluhan KB – KS dan program pembangunan lainnya dalam upaya Pembangunan Keluarga Sejahtera
  4. Membantu dalam kegiatan Pelaporan KB dan KS di tingkat Desa/Kelurahan dan Klinik KB
  5. Melakukan evaluasi dan menyampaikan laporan bulanan sesuai dengan system yang berlaku
  6. Bertanggung jawab dalam menyelesaikan PPM KB – KS di Desa/Kelurahan lokasi kerja.

Oleh karena tugas tersebut, maka TPD dituntut untuk bisa menjadi lebih kreatif, aktif dan inovatif dalam melakukan penggerakan dan pengembangan program KB di lapangan, sehingga keberhasilan program KB dapat tercapai. Untuk mewujudkan harapan tersebut, maka diadakanlah pertemuan TPD se-Jawa Barat yang diadakan di hotel Puri Khatulistiwa, Jatinangor Kabupaten Sumedang pada hari Kamis tanggal 28 April 2016.

Pertemuan Tenaga Penggerak Desa/Kelurahan se-Jawa Barat 2016

Pertemuan Tenaga Penggerak Desa/Kelurahan se-Jawa Barat 2016

Acara yang dibuka oleh kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) ibu DR. Ir. Dewi Sartika, M.Si ini dihadiri oleh 169 tamu undangan yang terdiri dari: TPD Kabupaten/kota, Kepala Bidang yang menangani TPD/K, OPD Pengelola KB Kabupaten/Kota, Biro Pelayanan Sosial Dasar – Setda Provinsi Jawa Barat, Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Barat yaitu Pokja II dan Pokja IV, Forum Pos KB Provinsi Jawa Barat, PD IBI Provinsi Jawa Barat dan Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana (Ipeu – KB) Jawa Barat.

Kesepakatan yang dihasilkan oleh pertemuan ini yaitu perlunya  koordinasi pelayanan terpadu dari semua pihak penyelenggara baik dari sisi kebijakan ataupun pendanaan sehingga dapat menunjang keberhasilan tugas TPD di lapangan dan menghasilkan kualitas yang baik dalam pelayanan keluarga berencana. Oleh karena itu dukungan untuk mengadakan pertemuan rutin dalam rangka memperkuat dan memperkokoh komitmen antara TPD dengan pihak OPD perlu dilakukan, agar pelaksanaan pelayanan KB bisa berjalan dengan baik.

Foto album kegiatan pertemuan ini bisa dilihat di sini

Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan Kab. Tasikmalaya

Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan Kab. Tasikmalaya

DP3AKB, PKK

Abaikan pernikahan dini, raih prestasi, rencanakan nikah bagi pria 25 tahun dan wanita 21 tahun

Sosialisasi Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) Melalui Seni Tradisional ini dilaksanakan di Kab. Tasikmalaya pada tanggal 17 Maret 2016. Hadir sebagai pembicara pada acara ini Kepala BP3AKB Provinsi Jawa Barat Dr. Ir. Dewi Sartika. MSi. Acara sosialisasi ini dihadiri oleh perwakilan murid dari SLTP, SLTA serta elemen masyarakat lainnya.

Selain sosialiasi dalam bentuk ceramah, disajikan juga dalam bentuk seni dialog sandiwara tradisional.

Untuk info selanjutnya mengenai acara sosialisasi ini silakan tonton video dan galeri foto di bawah ini.

Pesan di Hari Ibu ke-87: Tingkatkan Ketahanan Keluarga

Pesan di Hari Ibu ke-87: Tingkatkan Ketahanan Keluarga

PKK

“Ketahanan Keluarga merupakan inti dari kehidupan keluarga karena dari keluargalah semuanya dimulai”, demikian disampaikan Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat dalam kesempatan sambutan pada Peringatan Hari Ibu ke-87, Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN), dan Hari Disabilitas Nasional yang diadakan pada tanggal 22 Desember 2015 lalu di Halaman Depan Gedung Sate, Bandung. “Peringatan Hari Ibu mengingatkan kita semua akan perjuangan berat kaum ibu baik sebagai anggota rumah tangga maupun Ibu sebagai pelopor emansipasi”, lanjut Ahmad Heryawan.

Selanjutnya di hari peringatan tersebut, Gubernur Jawa Barat berkesempatan bertemu dengan para teladan pemenang Lomba Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS) 2015. Para teladan Pembina Terbaik Program Terpadu P2WKSS Tahun 2015 diberikan kepada Bupati Cirebon, Drs. H. Sunjaya Purwadisastra, M.M., M.Si yang secara pribadi hadir untuk menerima penghargaan tersebut, Bupati Bekasi sebagai Pembina Terbaik Kategori Pantai dan Walikota Bekasi sebagai Pembina Terbaik Kategori Kota. Pada kesempatan itu pula, Walikota Bandung, Ridwan Kamil juga mendapat penghargaan Satyalencana Kebaktian Sosial atas prestasinya mengurangi kemiskinan di kota Bandung.

Ketahanan Keluarga merupakan inti dari kehidupan keluarga karena dari keluargalah semuanya dimulai

Masyarakat yang juga berkesempatan menerima penghargaan secara langsung dari Gubernur Jawa Barat antara lain adalah para juara lomba P2WKSS tahun 2015 yaitu Pelaksana Terbaik Kategori Pegunungan yaitu Kabupaten Cirebon, Kategori Pantai yaitu Kabupaten Bekasi dan Kategori Kota yaitu Kota Bekasi. Sementara Juara Pertama Kategori Peran Perempuan diperoleh Kota Bogor dan Juara Pertama Kategori Peran Masyarakat diraih oleh Kabupaten Garut.

Untuk Kategori Peran Lembaga Desa/Kelurahan dimenangkan oleh Kota Tasikmalaya sementara Kabupaten Sumedang menduduki peringkat pertama untuk Kategori Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan (PPEP). Untuk Kategori Desa Prima, juara pertama direbut oleh Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung Barat berhasil menjadi juara pertama untuk Kategori Partisipasi Swasta/Non Pemerintah.

Selain penghargaan P2WKSS, diberikan pula penghargaan untuk Lomba Kreativitas Produk Pekka yang terbagi menjadi 2 Kategori, yaitu Kategori Kreativitas Ketrampilan dan Kategori Lomba Olahan Makanan dan Minuman. Penghargaan diberikan kepada Kota Bandung yang berhasil menjadi juara pertama untuk kedua kategori tersebut. Penghargaan untuk juara pertama Lomba Senam Kesegaran Jasmani (SKJ) Perempuan diberikan kepada Kabupaten Ciamis yang pada acara ini mendapat kehormatan untuk menerima piagam dari Gubernur Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat dan rombongan juga berkesempatan melihat pameran dan bazaar yang diselenggarakan. Rumah Sakit Al-Ihsan Bandung memberikan stand layanan pengecekan gula darah gratis serta konsultasi langsung dengan para dokter dan tenaga medis. Selain itu, aneka produk lokal dan handmade berbagai jenis fashion serta ragam produk makanan juga meramaikan bazaar kali ini. (Ind/PKHP)