Tips Netty Bangun Keluarga Harmonis: Jawab Tiga Pertanyaan Ini!

Tips Netty Bangun Keluarga Harmonis: Jawab Tiga Pertanyaan Ini!

Artikel, PKK

http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_27909.jpg

KAB. SUMEDANG – Kekerasan dalam rumah tangga, pengalihan pengasuhan, anak terjebak narkoba dan pornografi, hingga human trafficking merupakan sebagian dari banyaknya permasalahan sosial yang disebabkan dari kerentanan keluarga. Besarnya dampak sosial yang bisa saja terjadi pada masyarakat menunjukkan pentingnya komitmen dalam membangun keluarga harmonis.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan menuturkan, salah satu langkah awal mewujudkan keharmonisan keluarga yang memiliki imunitas, hendaknya pasangan suami istri (pasutri) merenungkan tiga pertanyaan ini.

Pertama, ‘mengapa saya menikah?’. Sebagian akan menjawab ‘menjalankan sunnah Rasul, sebagai bentuk ibadah’, ‘untuk mendapatkan keturunan’, dan sebagainya. Namun kata Netty, masih banyak pasutri yang menjawab ‘tidak punya pilihan lain, karena terdesak usia’, ‘karena sudah hamil di luar nikah’, bahkan ‘karena orangtua memiliki hutang’.

“Bayangkan keluarga seperti apa yang akan terbangun jika sejak awal konsep pernikahannya seperti itu,” ucap Netty saat menjadi pembicara tunggal pada Rapat Koordinasi Program Motivator Ketahanan Keluarga (Motekar) Tahun 2018, di Hotel Puri Khatulistiwa Jl. Raya Jatinangor KM 20, Senin (12/03).

Pertanyaan kedua ialah ‘mengapa saya memilih dia sebagai pasangan hidup?’. Survey langsung Netty pada peserta rakor menyebutkan, sebagian besar pasutri menjawab ‘karena dia cantik/tampan’. Faktor fisik masih mendominasi keputusan seseorang untuk memilih pasangan, sehingga secara psikis mereka belum sepenuhnya mencintai. Bahkan pada beberapa kasus terdapat faktor paksaan, seperti perjodohan keluarga, dan sebagainya.

“Yang terpenting adalah kemampuan untuk mencintai tanpa batas. Kalau milihnya karena dia good looking, nanti kalau sudah ada kemajuan dan pelebaran (perubahan fisik) gimana?” ujarnya.

Terakhir, pertanyaan yang harus diajukan pada tiap pasutri yakni ‘bagaimana saya menyampaikan rasa cinta saya pada pasangan?’. Seringkali, kata Netty, pasangan malah saling mengandalkan satu sama lain untuk menyatakan terlebih dahulu. Rasa enggan untuk mengungkapkan rasa sayang terlebih dahulu akan menciptakan jarak, bahkan boleh jadi mengundang kesalahpahaman yang berlanjut-lanjut.

“Jangan saling menunggu!” pungkas Netty. “Mengungkapkan sayang duluan bisa memberikan kesan terbuka pada pasangan, dan menjadikan komunikasi lebih lancar. Tidak akan ada kesalahpahaman, jadi tidak akan ada piring terbang dirumah,” lanjutnya.

Menurut Netty, merupakan tugas Motekar untuk mensosialisasikan konsep keluarga harmonis tersebut. Selain itu, Motekar juga harus menjadi teladan dan memberikan contoh bentuk keluarga ideal pada masyarakat. Karenanya, Netty sarankan agar Motekar yang diasah adalah anggota masyarakat terpilih yang sudah menikah dan memiliki anak, sehingga bisa memposisikan dirinya pada keluarga yang bermasalah di tengah masyarakat.

Rasa empati juga menjadi poin penting yang wajib dimiliki setiap Motekar. Dan rasa empati tersebut, menurut Netty, lebih mudah ditemukan pada individu yang sudah berkeluarga. “Bagaimana Motekar bisa paham masalah di rumah tangga jika dirinya sendiri belum merasakan kehidupan menikah dan punya anak?” pungkas Netty.

Kunjungan Komisi V DPRD Prov. Banten untuk Ketahanan Keluarga

Kunjungan Komisi V DPRD Prov. Banten untuk Ketahanan Keluarga

DP3AKB, PKK

Studi Banding Komisi V DPRD Prov. Banten dalam rangka penyusunan Raperda Pembangunan Ketahanan Keluarga Jumat, 8 September 2017 di DP3AKB Prov. Jabar.

Rombongan tamu diterima perwakilan DP3AKB oleh Kasi Keluarga Berencana (KB) Pak Drs. H. Undang Sobandi, MM, Kasi Ketahanan Keluarga (KK) Ibu Cinthya, Kasi Pengendalian Penduduk (dalduk) Ibu Dra. Chandra Maya, M.Si

Studi Banding Komisi V DPRD Prov. Banten dalam rangka penyusunan Raperda Pembangunan Ketahanan Keluarga
Studi Banding Komisi V DPRD Prov. Banten dalam rangka penyusunan Raperda Pembangunan Ketahanan Keluarga
Studi Banding Komisi V DPRD Prov. Banten dalam rangka penyusunan Raperda Pembangunan Ketahanan Keluarga
Studi Banding Komisi V DPRD Prov. Banten dalam rangka penyusunan Raperda Pembangunan Ketahanan Keluarga
Studi Banding Komisi V DPRD Prov. Banten dalam rangka penyusunan Raperda Pembangunan Ketahanan Keluarga
Studi Banding Komisi V DPRD Prov. Banten dalam rangka penyusunan Raperda Pembangunan Ketahanan Keluarga
Studi Banding Komisi V DPRD Prov. Banten dalam rangka penyusunan Raperda Pembangunan Ketahanan Keluarga
Studi Banding Komisi V DPRD Prov. Banten dalam rangka penyusunan Raperda Pembangunan Ketahanan Keluarga
Kegiatan Bimbingan Konseling Ketahanan Keluarga Provinsi Jawa Barat Tahun 2017

Kegiatan Bimbingan Konseling Ketahanan Keluarga Provinsi Jawa Barat Tahun 2017

DP3AKB, PKK

Kegiatan Konseling Ketahanan Keluarga ini dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Jawa Barat. Adapun tujuan dari kegiatan ini sebagai berikut :

  1. Meningkatkan kapasitas tenaga Motivator Ketahanan Keluarga (MOTEKAR);
  2. Membangun kepribadian Motekar;
  3. Penguatan disiplin Motekar;
  4. Bagian dari monitoring dan evaluasi serta koordinasi Motekar.

    Peserta Bimbingan Konseling ini dibagi menjadi 5 wilayah di Jawa Barat, yaitu:

  1. Wilayah Cirebon terdiri dari 141 peserta dari Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Majalengka dan Kota Cirebon yang dilaksanakan pada tanggal 03 s/d 05 Mei 2017 di Verse Hotel Cirebon;
  2. Wilayah Pangandaran terdiri dari 130 peserta dari Kabupaten Ciamis, Kabupaten Garut, Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Tasikmalaya, Kota banjar dan Kota Tasikmalaya yang dilaksanakan pada tanggal 16 s/d 18 Mei 2017 di Horisson Hotel pangandaran;
  3. Wilayah Karawang terdiri dari 128 peserta dari Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, Kota Bekasi yang dilaksanakan pada tanggal 06 s/d 08 Juni 2017 di Lembah Sarimas Hotel Ciater-Subang;
  4. Wilayah Bogor terdiri dari 116 peserta dari Kabupaten Bogor, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kota Bogor, Kota Depok dan Kota Sukabumi yang dilaksanakan pada tanggal 19 s/d 21 Juli 2017 di Resort Pangrango Sukabumi;
  5. Wilayah Bandung Raya terdiri dari 105 peserta dari Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, kabupaten Sumedang, Kota Bandung, dan Kota Cimahi serta 46 peserta Motekar dari 9 Kabupaten/kota pengirim buruh migran terbanyak.

Proses kegiatan bimbingan konseling ketahanan keluarga ini dilakukan selama tiga (3) hari setiap wilayahnya dimana seluruh peserta mendapatkan materi-materi pelatihan. Materi dan narasumber dalam kegiatan ini terdiri dari :

  1. Keynote Speaker oleh Ketua Pusat Pelayanan terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat dengan materi Membangun Jiwa Pengabdian;
  2. Paparan oleh Sekretaris Deputi Bidang kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia dengan materi Indikator Ketahanan keluarga;
  3. Paparan oleh fasilitator dan Trainer Motivator Ketahanan Keluarga dengan materi :
  • TEKNIS LAPORAN;
  • KEPRIBADIAN MOTEKAR;
  • service excellence;
  • pemberdayaan masyarakat;
  • memahami undang-undang penghapusan kdrt, perdagangan orang dan perlindungan anak;
  • INDIKATOR KETAHANAN KELUARGA DAN INDIKATOR KOMPOSIT KESEJAHTERAAN ANAK;
  • EVALUASI KINERJA MOTEKAR;
  • teknik pendampingan;
  • TEKNIK MEDIASI DAN ADVOKASI.
Simbolis penyerahan batik motekar kepada tenaga motekar di 9 kab
Simbolis penyerahan batik motekar kepada tenaga motekar di 9 kab
Simbolik pengalungan ID Card peserta di wilayah Subang
Simbolik pengalungan ID Card peserta di wilayah Subang
Pembukaan wilayah Sukabumi dengan dihadiri oleh ibu bupati
Pembukaan wilayah Sukabumi dengan dihadiri oleh ibu bupati
Suasana kelas pada proses pelajaran (wilayah bandung raya)
Suasana kelas pada proses pelajaran (wilayah bandung raya)
Pembukaan oleh Plt
Pembukaan oleh Plt
Foto bersama motekar wilayah Pangandaran
Foto bersama motekar wilayah Pangandaran
Foto bersama motekar wilayah Cirebon
Foto bersama motekar wilayah Cirebon