Pelatihan E-Commerce dan Fotografi Kerjasama DP3AKB dengan Universitas Maranatha

Pelatihan E-Commerce dan Fotografi Kerjasama DP3AKB dengan Universitas Maranatha

DP3AKB, PKHP

Sebanyak 200 orang kelompok binaan DP3AKB Prov Jabar mengikuti pelatihan e commerce. Pelatihan ini adalah kerjasama LPPM Fakultas Elektro Universitas Maranatha Bandung dengan DP3AKB Prov Jabar.

Latar belakang kegiatan ini adalah dalam rangka meningkatkan kemitrakerjaan perguruan tinggi dengan pemerintahan dalam rangka meningkatkan skill masyarakat di bidang informasi.

Hal ini penting dilaksanakan oleh perguruan tinggi dalam rangka pebgabdian masyarakat untuk meningkatkan akreditasinya sementata bagi DP3AKB juga kerjasama ini sangat bermanfaat bagi pemberdayaan perempuan karena pembrdayaan kelompok masyarakat tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri. Bentuk kerjasama adalah yang paling baik dilaksanakan

Kegiatan dibagi menjadi 2 angkatan. Masing masing peserta mendapatkan 2 jenis pelatihan yakni (1) tehnik memotret komersial  (2). Tehnik menjual secara on line.

Hadir dalam kegiatan ini Dekan Fakultas dan Civitas Akademika UKM dan dari dinas diwakili oleh Bapak Andry Misgi

Kegiatan diakhiri dengan praktek jualan on line.

Pelatihan E-Commerce dan Fotografi Kerjasama DP3AKB dengan Universitas Maranatha
Pelatihan E-Commerce dan Fotografi Kerjasama DP3AKB dengan Universitas Maranatha
Pelatihan E-Commerce dan Fotografi Kerjasama DP3AKB dengan Universitas Maranatha
Pelatihan E-Commerce dan Fotografi Kerjasama DP3AKB dengan Universitas Maranatha
Pelatihan E-Commerce dan Fotografi Kerjasama DP3AKB dengan Universitas Maranatha
Pelatihan E-Commerce dan Fotografi Kerjasama DP3AKB dengan Universitas Maranatha
Rapat Pembentukan Forum Komunikasi Partisipasi Masyarakat untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Wilayah Prov. Jabar

Rapat Pembentukan Forum Komunikasi Partisipasi Masyarakat untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Wilayah Prov. Jabar

DP3AKB, PKHP

Dilaksanakan mulai tanggal 20 s.d 21 Nopember, bertempat di  Hotel The Radiant Villas, Lembang, Kab. Bandung Barat.           

Rapat dibuka oleh Plt. Kepala DP3AKB Prov.Jabar Dr. Ir. Dewi Sartika,M.Si serta dihadiri oleh Deputi Bidang Partisipasi Masyarakat beserta jajaran.

Tujuan pembentukan Forkom ini adalah sebagai wadah tempat berkumpulnya berbagai lapisan masyarakat yang terdiri dari berbagai elemen partisipasi publik yakni organisasi profesi, organisasi keagamaan, organisasi masyarakat, akademisi/lembaga riset, dunia usaha dan media dalam rangka ikut partisipasi menyelesaikan masalah masalah terkait dengan kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak, perdagangan orang dan kesenjangan ekonomi  pada perempuan.

Rapat dihadiri oleh berbagai elemen antara lain dari KPPI, MUI, Muslimat NU, Salimah, IWAPI, UPI, UIN, STKS, UNPAD, UNPAS, Koalisi Perempuan Indonesia, Radio Komunitas dll.

Hasil rapat telah menghasilkan susunan kepengurusan Forkom Puspa Wilayah Prov. Jabar masa bhakti 2017 – 2022 dengan ketua terpilih adalah ibu Hj Ratnaningsih selain sebagai pemilik lembaga pendidikan di Kab. Bandung beliau adalah aktivis partai dan ketua KPPI Jabar.

Kegiatan ditindaklanjuti dengan membuat rencana aksi per bidang dengan kesepakatan Cianjur dan Indramayu menjadi lokus RAD PUSPA Jabar.

Rapat Pembentukan Forum Komunikasi Partisipasi Masyarakat untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Wilayah Prov. Jabar
Rapat Pembentukan Forum Komunikasi Partisipasi Masyarakat untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Wilayah Prov. Jabar
Rapat Pembentukan Forum Komunikasi Partisipasi Masyarakat untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Wilayah Prov. Jabar
Rapat Pembentukan Forum Komunikasi Partisipasi Masyarakat untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Wilayah Prov. Jabar
Evaluasi P2WKSS Kab/Kota di Jawa Barat

Evaluasi P2WKSS Kab/Kota di Jawa Barat

DP3AKB, PKHP
P2WKSS Kota Cirebon - Kebun tanaman obat keluarga (TOGA)
P2WKSS Kota Cirebon – Kebun tanaman obat keluarga (TOGA)
P2WKSS Kota Cimahi - Lukisan dari daur ulang stereoform
P2WKSS Kota Cimahi –
Lukisan dari daur ulang stereoform
Kegiatan P2WKSS Kab. Purwakarta Kecamatan Pasawahan Desa Cidahu - Penyerahan sertifikat Rutilahu
Kegiatan P2WKSS Kab. Purwakarta Kecamatan Pasawahan Desa Cidahu – Penyerahan sertifikat Rutilahu
Kegiatan P2WKSS Kab. Purwakarta Kecamatan Pasawahan Desa Cidahu - Penyerahan sertifikat Rutilahu
Kegiatan P2WKSS Kab. Purwakarta Kecamatan Pasawahan Desa Cidahu – Penyerahan sertifikat Rutilahu
P2WKSS Kab Bogor
P2WKSS Kab Bogor
P2WKSS Kab Bogor
P2WKSS Kab Bogor
P2WKSS Kab Bogor
P2WKSS Kab Bogor
P2WKSS Kota Bogor
P2WKSS Kota Bogor
Lokasi P2WKSS Kab Bogor
Lokasi P2WKSS Kab Bogor
Kran swadaya di Kab. Tasik
Kran swadaya di Kab. Tasik
Kampung/Taman ramah anak di Kota Tasikmalaya
Kampung/Taman ramah anak di Kota Tasikmalaya
Kampung/Taman ramah anak di Kota Tasikmalaya
Kampung/Taman ramah anak di Kota Tasikmalaya
Kampung/Taman ramah anak di Kota Tasikmalaya
Kampung/Taman ramah anak di Kota Tasikmalaya
Kampung ramah anak Kota Banjar
Kampung ramah anak Kota Banjar
Kampung ramah anak Kota Banjar
Kampung ramah anak Kota Banjar
Kampung ramah anak Kota Banjar
Kampung ramah anak Kota Banjar
Kampung ramah anak Depok
Kampung ramah anak Depok
Pendidikan Pra Nikah: DP3AKB Bekerja Sama Kohati Badko HMI Jawa Barat

Pendidikan Pra Nikah: DP3AKB Bekerja Sama Kohati Badko HMI Jawa Barat

DP3AKB, PKHP

Dasar Pemikirannya adalah bahwa Keluarga yang kuat adalah keluarga yang mampu mengelola kesulitan-kesulitan yang dihadapi dengan cara bervariatif maupun kreatif. Ini menunjukkan keluarga tersebut merupakan keluarga yang kuat, akan tetapi keluarga tersebut bukanlah keluarga yang tanpa ada permasalahan, namun keluarga tersebut adalah keluarga yang tahan banting serta cenderung mampu menyelesaikan permasalahan yang ada.

Karakteristik keluarga yang kuat adalah cenderung mampu melihat sisi positif dari suatu permasalahan, membangun suatu kebersamaan dan komunikasi yang efektif, fleksibilitas dan mampu mengalokasikan waktu bersama. Hal-hal yang mampu meningkatkan kekuatan suatu keluarga adalah adanya kasih sayang, saling menghargai, memiliki waktu bersama, saling menguatkan, berkomitment, komunikasi, kesiapan menghadapi perubahan, spiritualitas, komunitas dan ikatan keluarga, peran yang jelas. (Amir Syarifuddin, 2007: 120).

Masalah-masalah yang muncul akhir-akhir ini terkait dengan perkawinan dan keluarga berkembang pesat antara lain; tingginya angka perceraian, kekerasan dalam rumah tangga, kasus perkawinan sirri, perkawinan mut’ah, polighami, dan perkawinan di bawah umur meningkat tajam yang sangat berpengaruh terhadap eksistensi kehidupan sebuah keluarga. Oleh sebab itu, dan seiring dengan meningkatnya populasi penduduk dan keluarga, maka masyarakat bersama unsure terkait perlu kembali manata peran dan fungsinya agar lebih sesuai dengan kondisi dan perkembangan terkini. Untuk menjawab persoalan tersebut, masyarakat harus menyiapkan seluruh perangkat pelayanan tersmasuk SDM, sarana dan prasarana yang memadai.

Menyoroti gejala rapuhnya sendi kehidupan perkawinan dan keluarga serta merosotnya peran orangtua dilihat dari kasus perceraian, kenakalan dan penyimpangan perilaku anak dan remaja dari tahun ke tahun yang terus meningkat. Oleh karena itu, dalam proses pembentukan sebuah keluarga diperlukan adanya sebuah program pendidikan yang terpadu dan terarah. Program pendidikan dalam keluarga ini harus pula mampu memberikan deskripsi kerja yang jelas bagi tiap individu dalam keluarga sehingga masing-masing dapat melakukan peran yang berkesinambungan demi terciptanya sebuah lingkungan keluarga yang kondusif untuk mendidik anak secara maksimal

Adapun Maksud dan Tujuan dari kegiatan ini adalah:
1. Peserta mampu menghadapi pernikahan, mengelola perannya dengan baik sebagai istri dan ibu bagi anak-anak serta mampu membina keluarga sakinah, mawadah warahmah.
2. peserta memiliki wawasan dan pengetahuan mendalam terkait pernikahan dan Rumah Tangga Keluarga.

Adapun bentuk kegiatan ini adalah sebagai berikut:
a. Ceramah
b. Dialog Interaktiv
c. Tanya Jawab
d. Ice Breaking/outbond

Kegiatan ini dilaksanakan pada
Hari/Tanggal : minggu sd senin 12 sd 13 oktober 2017
Waktu : Pukul 08.00 – 15.00 WIB
Tempat : Pangalengan kab bandung
Peserta Kegiatan ini adalah 100 orang perwakilan dari KOHATI/HMI Cabang se￾wilayah kerja BADKO HMI Jawa Barat dan DPPPA(siga dan peka ) Kabupaten atau kota.

Materi kegiatan ini antara lain
1.Peningkatan kualitas hidup perempuan DP3AKB
2.menyusun perencanaan pernikahan yg efektif dari IAIN

Pendidikan Pra Nikah: DP3AKB Bekerja Sama Kohati Badko HMI Jawa Barat
Pendidikan Pra Nikah: DP3AKB Bekerja Sama Kohati Badko HMI Jawa Barat
Pendidikan Pra Nikah: DP3AKB Bekerja Sama Kohati Badko HMI Jawa Barat
Pendidikan Pra Nikah: DP3AKB Bekerja Sama Kohati Badko HMI Jawa Barat
Pendidikan Pra Nikah: DP3AKB Bekerja Sama Kohati Badko HMI Jawa Barat
Pendidikan Pra Nikah: DP3AKB Bekerja Sama Kohati Badko HMI Jawa Barat
Pendidikan Pra Nikah: DP3AKB Bekerja Sama Kohati Badko HMI Jawa Barat
Pendidikan Pra Nikah: DP3AKB Bekerja Sama Kohati Badko HMI Jawa Barat
Pendidikan Pra Nikah: DP3AKB Bekerja Sama Kohati Badko HMI Jawa Barat
Pendidikan Pra Nikah: DP3AKB Bekerja Sama Kohati Badko HMI Jawa Barat
Pelatihan ICT bagi Industri Rumahan

Pelatihan ICT bagi Industri Rumahan

DP3AKB, PKHP

Pengembangan Industri Rumahan merupakan implementasi Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pedoman Umum Pembangunan Industri Rumahan untuk Meningkatkan Kesejahteraan Keluarga melalui Pemberdayaan Perempuan.

KPPPA melihat bahwa IR ini merupakan potensi besar yang ada di masyarakat bila dikelola dengan baik, akan memberikan nilai tambah yang sangat signifikan untuk peningkatan kemampuan dan ketahanan ekonomi masyarakat. Kepentingan KPPPA adalah mengingat banyak pelaku usaha IR adalah perempuan dan mereka harus ditingkatkan kemampuannya agar nilai tambah dari usaha mereka meningkat untuk dapat memberikan lebih banyak peluang peningkatan kesejahteraan keluarga mereka. Upaya peningkatan Industri Rumahan juga merupakan upaya untuk membuka lapangan kerja dan mengurangi perempuan masuk pada pekerjaan sebagai buruh migran tanpa persiapan yang cukup.

Pengembangan Industri Rumahan merupakan tiga isu prioritas utama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPP-PA), yang disebut 3ENDs, yaitu 1) Mengakhiri Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak, 2) Mengakhiri perdagangan manusia, dan 3) Mengakhiri kesenjangan ekonomi antara laki-laki dan perempuan. Upaya pengurangan kesenjangan ekonomi merupakan kegiatan lanjutan dari Kebijakan Peningkatan Produktivitas Ekonomi Perempuan (PPEP), tahun 2017 dengan menerapkan pelatihan berbasis Komputer dengan membuka kelas2 pelatihan e commerce di seluruh indonesia dengan bekerja sama dg APTIKOM

Di Jabar dilaksanakan sbb
1). 26 Oktober di AMIK Tasik peserta IR wilayah Tasik
2). 4 November di wilayah Priangan di labkom UNINUS
3). 4 November di wilayah Cirebon di STMIK Cirebon

Pelatihan ICT bagi Industri Rumahan
Pelatihan ICT bagi Industri Rumahan
Pelatihan ICT bagi Industri Rumahan
Pelatihan ICT bagi Industri Rumahan
Pelatihan ICT bagi Industri Rumahan
Pelatihan ICT bagi Industri Rumahan