Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Potensial Calon Kepala Daerah

Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Potensial Calon Kepala Daerah

DP3AKB, PKHP

Menyongsong musim pemilihan kepala daerah 2017, penguatan kapasitas para calon potensial perempuan yang berasal dari berbagai unsur menjadi salah satu upaya peningkatan kualitas calon kepala daerah yang perlu terus didorong implementasinya. Upaya ini penting dilakukan terutama untuk membekali para perempuan potensial calon kepala daerah agar mereka mampu mensosialisasikan ide dan gagasannya serta berkompetisi untuk membangun kerjasama sebagai calon kepala daerah.

Untuk itu, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) Republik Indonesia menggagas kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Potensial Calon Kepala Daerah yang serentak diadakan di 3 provinsi yaitu Provinsi Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur dan Jawa Barat yang diselenggarakan pada tanggal 26 sampai dengan 30 Juni 2016.

Di Jawa Barat, kegiatan yang diadakan di Hotel Horison Bandung bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Jawa Barat ini dihadiri oleh 40 orang perempuan potensial calon kepala daerah yang terdiri dari unsur organisasi masyarakat, pengusaha, partai politik, pendidik maupun tokoh-tokoh profesional yang menunjukkan potensi dan kapasitas untuk menjadi calon kepala daerah.

Materi Kegiatan

Kegiatan yang dilangsungkan selama 3 hari ini berjalan dengan materi yang sangat padat. Meski demikian, para peserta tampak menunjukkan semangat mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang dimulai dari pukul 8 pagi hingga pukul 16.30 sore. Pengajaran diberikan dalam beragam metode yaitu andragogi, role play, partisipatif, diskusi kelompok, presentasi, problem solving dan tanya jawab. Materi yang diberikan termasuk strategi perolehan suara perempuan calon kepala daerah, personal branding, strategi penyelesaian konflik sosial, juga cara-cara penghitungan suara dan perolehan minimal pemenangan suara.

Kepala BP3AKB Provinsi Jawa Barat, Dewi Sartika, juga turut memberikan materi dan pencerahan mengenai data-data Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Indeks Pembangunan Gender (IPG), dan Indeks Pemberdayaan Gender (IDG) Jawa Barat. Dengan taktis beliau menjelaskan bagaimana angka-angka tersebut diterjemahkan menjadi kondisi riil yang terjadi di tengah masyarakat Jawa Barat. Melalui pemaparannya yang lugas, peserta mendapatkan wawasan bagaimana data tersebut tergambar dalam keseluruhan rencana pembangunan provinsi Jawa Barat. Hal ini perlu diketahui para perempuan potensial calon kepala daerah terutama agar mereka memiliki gambaran mengenai kondisi Jawa Barat sebagai bekal perencanaan strategis yang dapat mereka kembangkan dalam kapasitas mereka sebagai calon potensial kepala daerah agar dapat memberikan sumbangsih bagi pembangunan Jawa Barat.

Turut memberikan materi yaitu Popong Otje Djundjunan atau yang lebih dikenal dengan Ceu Popong, anggota Komisi X DPR RI, yang di usia ke 76 tahun masih memancarkan semangat dan kegigihannya membagikan ilmu dan pengalamannya berkecimpung dalam dunia politik. Beliau memberikan penguatan mengenai Wanita Jawa Barat dan Politik Praktis yang juga mencakup langkah-langkah meniti karir dan menguatkan positioning sebagai anggota dewan maupun kepala daerah. Ceu Popong juga menyampaikan bahwa dalam menjalani profesi, apapun itu, satu hal yang harus dikuasai perempuan yaitu ketrampilan pengendalian emosi.

Deklarasi Peserta

Di penghujung acara, sebagai pengikat kesepakatan dan tekad untuk membangun Indonesia yang lebih maju, para peserta membacakan Deklarasi Peserta Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Potensial Calon Kepala Daerah yang berbunyi:

“Dalam rangka mensukseskan agenda Planet Gender Equality 50-50 pada tahun 2030 sebagaimana yang telah dicanangkan Pemerintah RI pada Sidang Umum PBB tahun 2015 yang sejalan dengan UU No. 17 tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005 – 2025, kami para Tokoh Perempuan Potensial yang terdiri dari Kader Partai Politik, Pimpinan Organisasi Perempuan, Tokoh Agama, Wirausaha yang memiliki latar belakang profesi bertekad mensukseskan agenda tersebut.

Setelah mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Potensial Calon Kepala Daerah yang dilaksanakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, BP3AKB Provinsi Jawa Barat dan didukung oleh fasilitator yang profesional di bidangnya masing-masing serta seperangkat modul yang sangat relevan, maka kami selaku peserta terinspirasi dan termotivasi untuk menyatukan tekad dan bersepakat bulat:

    1. Memperhatikan kesenjangan gender dalam politik  dan pengambilan keputusan, kemiskinan, kebodohan dan ketertinggalan di berbagai bidang pembangunan serta tingginya kekerasan terhadap perempuan dan anak, maka kami perempuan potensial di provinsi Jawa Barat siap dan terpanggil untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut guna mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan gender.
    2. Dengan mempertimbangkan pengalaman, akseptabilitas, kapabilitas dan kredibilitas, kami siap dan terpanggil untuk menjadi calon kepala daerah dan siap untuk meraih kemenangan menjadi kepala daerahnya di lingkungan wilayah masing-masing.
    3. Atas dasar itu, dengan segala kerendahan hati dan percaya diri dan mempertimbangkan kapasitas serta modalitas yang dimiliki, kami siap dicalonkan oleh partai politik yang memenuhi persyaratan mengikuti Pilkada serentak pada tahun 2017 dan 2018.

Demikian, pernyataan sikap ini kami buat dengan tulus ikhlas dan semoga Tuhan Yang Maha Esa meridhoi serta memberkahi.”

[ind]

[Video] Stop Pornografi: Narkolema (Narkotika Lewat Mata)

[Video] Stop Pornografi: Narkolema (Narkotika Lewat Mata)

Media Resources, PKHP

Sifat Candu Pornografi = Sifat Candu Narkotika

Awalnya hanya melihat yang sedikit terbuka, lama-lama melihat yang semuanya terbuka. Awalnya hanya melihat satu menit, lama-lama melihat satu jam.
Sekarang dengan ada internet dan telepon genggam, pornografi jauh lebih mudah didapat. Pornografi bisa langsung diakses dari genggaman.

Menurut Prof. Dr. Donald Hilton (ahli bedah syaraf Amerika) menyatakan bahwa pornografi dapat menyebabkan kerusakan otak, daya rusak dan efek negatifnya melebihi efek negatif yang ditimbulkan oleh narkoba. Bila narkoba akan merusak 3 (tiga) bagian otak manusia, maka pornografi merusak 5 (lima) bagian otak manusia yang akan mengakibatkan otak mengecil dan sangat berpengaruh dalam berpikir.

Otak anak yang telah terkontaminasi konten pornografi ada harapan sembuh dengan usaha untuk memulihkan dengan sabar terutama oleh dukungan ayah, ibu, keluarga, orang terdekat dan lingkungan.

Pelajari bagaimana mencegah dan menangani anak yang terkena pornografi. Mari lindungi generasi kita dari bencana pornografi dan kejahatan seksual.

Untuk lengkapnya, silakan lihat video Stop Pornografi di bawah ini

Lomba Kreativitas Perempuan 2016

Lomba Kreativitas Perempuan 2016

DP3AKB, PKHP

Menyambut datangnya Ramadhan 2016, Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan Lomba Kreativitas Perempuan 2016 pada acara Bazaar Ramadhan yang diadakan oleh Dharma Wanita Persatuan Provinsi Jawa Barat pada tanggal 22-23 Juni 2016. Bazaar Ramadhan dibuka oleh Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan yang juga dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK, Netty Heryawan, Ketua Perwosi Jawa Barat, Giselawati Mizwar dan Ketua Dharma Wanita Persatuan, Elly Rosita Karniwa.

Pembukaan Bazaar Ramadhan 2016 1437 H

Lomba ini diikuti oleh 27 kelompok Pekka (Perempuan Kepala Keluarga) dari seluruh kabupaten/kota se-Jawa Barat yang menampilkan ragam kreasi dari 2 kategori lomba yaitu Lomba Kreativitas Ketrampilan yakni kreasi tas belanja (totebag) pengganti kantung plastik yang dibuat dari bahan-bahan ramah lingkungan serta kategori Lomba Olahan Makanan yang menampilkan produk makanan atau minuman dari bahan non beras, sayur-sayuran, dan/atau buah-buahan. Setiap kabupaten/kota menampilkan produk-produk terbaik mereka dari 2 kategori tersebut.

Selain menghadirkan peserta lomba kreativitas perempuan, BP3AKB Provinsi Jawa Barat juga menampilkan stand demonstrasi memasak. Demonstrasi ini merupakan hasil kerja sama dengan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, institusi yang kemahirannya dalam dunia Food and Beverage sudah tak diragukan lagi. Kali ini, STP Bandung menyuguhkan demonstrasi pembuatan hidangan yang sangat unik yaitu perpaduan hidangan citarasa lokal tradisional dengan nuansa western, “Pizza dengan Topping Ikan Patin Honje”, “Ikan Patin Honje”, serta minuman “Ginger Honje Drink”.

Pizaa dengan Topping Ikan patin Honje

Honje atau kecombrang dikenal sebagai tanaman khas Indonesia dengan aroma wangi yang khas. Biasanya honje digunakan sebagai campuran pada hidangan tradisional seperti pecel dan rujak. Beberapa bahkan mencampurkan honje pada hidangan masakan seperti sayur asem dan lodeh.
Demonstrasi ini mendapat apresiasi dari para pengunjung Bazaar yang mayoritas terdiri dari kaum perempuan. Ketertarikan para ibu yang mengelilingi stand demonstrasi terlihat dari pertanyaan-pertanyaan seputar resep dan cara pembuatan makanan yang dilontarkan kepada Chef Kamal, juru demo dari STP Bandung. Beberapa pengunjung mengutarakan mereka tertarik dengan cara pembuatan pizza serta orisinalitas topping yang ditawarkan. Pada kesempatan ini Chef Kamal juga menyampaikan pentingnya para ibu untuk membuat sendiri masakan serta bekal sekolah untuk anak-anak mereka karena dengan demikian bahan-bahan makanan yang digunakan juga lebih terukur dan terjaga kebersihannya. Selain itu juga disampaikan bahwa resep ini dapat dimodifikasi sesuai keinginan dan ketersediaan bahan-bahan masakan. Beragam kreasi topping dapat dibuat sesuai permintaan sang buah hati.

Adapun resep Honje Drink dan Pizza Ikan Patin Honje adalah sebagai berikut:

Pizza Ikan Patin Honje Honje Drink
Bahan Baku:

  • 300 gr ikan patin fillet
  • 1 pcs jeruk nipis
  • 2 gr garam
  • 30 ml minyak goreng
  • 20 gr bawang putih
  • 5 pcs cabai rawit
  • 1 pcs irisan honje
  • 2 gr garam

Cara Membuat:

  • Marinade irisan ikan patin dalam larutan perasan jeruk nipis dan garam
  • Panaskan minyak, tumis bawang putih, cabe rawit dan honje
  • Masukkan ikan patin, aduk rata, beri garam
Bahan Baku:

  • 65 gr honje
  • 2.5 gr kayu manis
  • 5 gr cabai
  • 1 liter air
  • 8 gr jahe
  • 1.5 gr garam
  • 150 gr gula
  • 450 cc air soda
  • 300 gr es batu
  • 50 gr daun mint segar

Cara Membuat:

  • Rebus semua bahan 1 hingga mendidih
  • Angkat, tiriskan
  • Masukkan air soda, es batu, dan daun mint. Honje drink siap disajikan dalam keadaan dingin.
 Pizza Topping Ikan Patin Honje  
Bahan Baku:

  • 160 gr dough/adonan pizza
  • 40 gr saus cabe
  • 50 gr keju mozzarella
  • 20 gr kol putih
  • 50 gr ikan patin

Cara Membuat:
Panggang 250oC selama kurang lebih 5 menit

Bahan Adonan Pizza:

  • 500 gr tepung Cakra
  • 1 gr yeast (pengembang)
  • 5 gr gula
  • 300 cc air
  • 10 gr garam halus

Cara Membuat:

  • Aduk bahan jadi satu dengan kecepatan pelan kurang lebih 3 menit
  • Aduk kecepatan tinggi 5 menit
  • Istirahatkan kurang lebih selama 15 menit, bagi adonan menjadi 5 bagian
  • Adonan siap untuk di-roll
Saus Pizza Ikan Patin
Bahan Baku:

  • 100 ml minyak goreng
  • 75 gr bawang putih, haluskan
  • 75 gr bawang merah, haluskan
  • 75 gr jahe, haluskan
  • 75 gr kunyit, haluskan
  • 125 gr cabe merah, haluskan
  • 6 pcs cabe rawit, rajang
  • 2 lembar daun salam
  • 2 batang sereh, iris
  • 10 lembar daun kemangi, iris
  • 4 lembar daun jeruk, iris
  • 100 ml air
  • Secukupnya garam

Cara Membuat:

  • Giling bawang merah, bawang putih, jahe, kunyit, cabai merah
  • Iris sereh, daun kemangi, daun jeruk
  • Tumis semua bahan jadi satu. Saus siap digunakan atau disimpan sebagai stok
Tangsimekar Wakil Kabupaten Bandung di P2WKSS Jabar

Tangsimekar Wakil Kabupaten Bandung di P2WKSS Jabar

PKHP

Desa Tangsimekar Kecamatan Paseh menjadi wakil Kabupaten Bandung untuk dinilai lomba P2WKSS (Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat Sejahtera) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2016. Secara resmi Tim Penilai P2WKSS Jabar diterima oleh Wakil Bupati Bandung, H.Gungun Gunawan, S.Si, M.Si , beberpa hari lalu di aula kantor desa Tangsimekar, Kecamatan Paseh.

Terpilihnya Desa Tangsimekar, bagi Pemerintah Kabupaten Bandung menjadi kebahagiaan tersendiri. “Karena salah satu desa binaan kita mendapatkan evaluasi dari tingkat provinsi Jabar,” ucap Gungun Gunawan seraya mengatakan juara tidak menjadi target yang penting dampak dari program dibawah binaan BKBPP Kabupaten Bandung ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Dilihat dari sisi demografis, kata Gungun penduduk Kabupaten Bandung pada tahun 2015 berjumlah 3.494.469 jiwa. Komposisi laki laki sebanyak 1.783.850  atau sebesar 51,05% dan perempuan sebanyak 1.710.619 atau sebesar 49,48%. “Perempuan dengan jumlah tersebut, jika diberdayakan secara maksimal bisa menjadi aset yang sangat berharga bagi keberlangsungan dan kemajuan pembangunan di Kabupaten Bandung, termasuk dalam hal menanggulangi kemiskinan,” jelas Gungun Gunawan.

Ketua Tim Penilai, Dr.Hj.Neni Alyani, SE menjelaskan program terpadu P2WKSS menitikberatkan pada persoalan-persoalan desa binaan yang tercakup dalam dua program, yakni program utama dan program pendukung.

Untuk program utama, kata Neni diantaranya berfokus pada perbaikan transportasi dari mulai jalan yang besar hingga masuk pada jalan-jalan kecil ataupun yang masuk gang dan pembangunan saluran air bersih.

Di program ini juga tambah Neni, pembangunan rumah tidak layak huni menjadi sasaran. Bagaimana masyarakat bisa memperhatikan ventilasi udara rumahnya, kemudian selalu menjaga kebersihan halaman rumahnya, “Dan itu bisa dikerjakan bersama-sama oleh penghuni rumah. Harus ada pembagian peran kerja dalam rumah tangga, antara Ayah, ibu dan anak,” imbuhnya pula.

Sementara sebagai program pendukung, lanjut Neni di desa Tangsimekar perlu dibentuk kelompok-kelompok masyarakat untuk memudahkan program-program itu langsung terserap oleh masyarakat.

Kelompok pertama adalah kelompok ibu-ibu yang memiliki Balita. Dalam kelompok ini, ibu-ibu tersebut mendapat bimbingan dan arahan dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah) bagaimana cara memberikan asupan gizi yang baikjuga cara mendidik seorang anak.

Kelompok kedua adalah, ibu-ibu yang masih memiliki orangtua. Kelompok ini kata Neni harus diberikan binaan lansia. Mereka harus faham dengan kondisi perubahan yang akan terjadi pada orangtuanya. “Salah satunya memperhatikan kesehatannya, karena semakin tua, terjadi perubahan struktur tubuhnya. Semakin tua, postur tubuhnya menjadi lebih pendek.  Dan ini berbahaya untuk kesehatan orangtua,” jelas Neni.

Kelompok lainnya adalah kelompok ibu-ibu yang memiliki anak remaja. Maka kelompok ini, jelas Neni harus di diberi program Bina Keluarga Remaja (BKR). Program ini merupakan upaya meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan orangtua dang anggota keluarga lain dalam membina tumbuh kembang anak dan remaja secara seimbang melalui komunikasi yang efektif antara orangtua dan anak remaja.

Kelompok terakhir adalah, kelompok yang mendapat binaan tentang Kampung Ramah Anak. Dalam kelompok ini, para ibu-ibu akan mendapatkan binaan agar mereka mengetahui sistem pembangunan yang berbasis anak. Dalam kelompok ini, masyarakat, pemerintah dan dunia usaha berkomitmen untuk menunjang program-program dan kegiatan untuk menjamin terpenuhinya hak anak.

sumber : jabarprov.go.id

Pelatihan Pendampingan Perencanaan Penganggaran yang Responsif Gender Angkatan III

Pelatihan Pendampingan Perencanaan Penganggaran yang Responsif Gender Angkatan III

PKHP

Pelatihan Pendampingan Perencanaan Penganggaran yang Responsif Gender Tingkat Kab/Kota se-Jawa Barat Angkatan III di Purwakarta

Acara Pelatihan Pendampingan Perencanaan Pengganggaran yang Responsif Gender Tingkat Kab/Kota se-Jawa Barat Angkatan III dilaksanakan bertempat di BKPP Wilayah II Purwakarta. Pelatihan berlangsung pada tanggal 28 dan 29 April 2016. Peserta pada angkatan III ini berasal dari 6 OPD yaitu Kab.Purwakarta, Kota Bandung, Kab Bandung, Kota Cimahi, Kab Bandung Barat dan Kab Karawang yang masing-masing dari OPD Bappeda, BPPKB Kab/Kota, Dinas Pendidkan, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan serta Dinas Tenaga Kerja.

Hadir sebagai Narasumber pada acara pelatihan ini dari Unisba Bandung (Ibu Erham), Stikes (Ibu Ririn).

Acara dibuka oleh Kepala BP3AKB yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris Badan Dra. Nina Sri Inayati, Apt. M.Kes.

Dalam sambutannya, dikatakan bahwa Pelaksanaan integrasi PUG ke dalam siklus perencanaan dan penganggaran di tingkat pusat dan daerah diharapkan dapat mendorong pengalokasian sumber daya pembangunan menjadi lebih efektif, dapat dipertanggungjawabkan dan adil dalam memberikan manfaat pembangunan bagi seluruh masyarakat baik perempuan maupun laki-laki. Sehingga dapat meningkatkan indikator IPM, IPG dan IDG.

Penganggaran Responsif Gender Jawa Barat Purwakarta

Penganggaran Responsif Gender Jawa Barat Purwakarta

Tujuan dari kegiatan ini adalah:
1. Mendorong masing-masing OPD untuk berpartisipasi aktif dalam Penganggaran yang Responsif Gender (PPRG) yang dilaksanakan melalui analisis gender terhadap semua kegiatan yang dituangkan dalam bentuk Gender Budget Statement (GBS).
2. Optimalisasi Monev PP PA tahun 2016
3. Menunjang pencapaian kepemerintahan yang baik (good governance), pembangunan yang berkelanjutan serta pencapaian target-target SDGs.