Monev dalam Rangka Memfasilitasi Peningkatan Kapasitas Lembaga Masyarakat

Monev dalam Rangka Memfasilitasi Peningkatan Kapasitas Lembaga Masyarakat

DP3AKB, PKHP

Kegiatan monitoring dan evaluasi dalam rangka memfasilitasi peningkatan kapasitas lembaga masyarakat dalam sinergi percepatan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang di hadiri oleh Tim Penggerak PKK Kecamatan Banjaran, Perwakilan dari P2TP2A Kabupatrn Bandung, Ikatan Bidan Kabupatrn Bandung serta perwakilan SMA dan SMK Banjaran yang berjumlah 12 orang.

Materi yang disampaikan adalah tentang bukti laporan kegiatan berupa foto- foti serta laporan keuangan Tim Monitoring dan Evaluasi itu sendiri terdiri dari Deputi Bidang Masyarakat cq. Assisten Deputi Partisipasi Organisasi Keagamaan dan Masyarakat serta Forkom Nasional adaoun hasil yang diharapakan adalah Tumbuhnya kepedulian dan kepekaan masyarakat terhadap isu-isu peremouan dan anak, diperolehnya pemahaman dan persepsi yang sama di masyarakat tentang perlindungan dan pemenuhan hak peremouan dana anak serta terbangunnya konsep sinergi dalam penyelesaian maslaah PPPA .

Monev dalam Rangka Memfasilitasi Peningkatan Kapasitas Lembaga Masyarakat
Monev dalam Rangka Memfasilitasi Peningkatan Kapasitas Lembaga Masyarakat
Monev dalam Rangka Memfasilitasi Peningkatan Kapasitas Lembaga Masyarakat
Monev dalam Rangka Memfasilitasi Peningkatan Kapasitas Lembaga Masyarakat
Monev dalam Rangka Memfasilitasi Peningkatan Kapasitas Lembaga Masyarakat
Monev dalam Rangka Memfasilitasi Peningkatan Kapasitas Lembaga Masyarakat
Pelatihan E-Commerce bagi Kelompok Peka dan IR Jabar

Pelatihan E-Commerce bagi Kelompok Peka dan IR Jabar

DP3AKB, PKHP

DP3AKB Prov jabar bekerjasama dengan Fakultas Elektro Universitas Maranatha Bandung menyelenggarakan pelatihan tehnik foto digital produk dan E conmerce.
Kegiatan ini di ikuti oleh pendamping lapangan perempuan kepala keluarga dan kelompok industri rumahan sebanyak 100 orang.

Pelatihan dilaksanakan tangga 22 dan 23 November 2018 , tempat Lab kom fakultas Elektro universitas Kristen Maranata Bandung

Adapun materi pelatihan terdiri atas tehnik memotret produk dan e commerce untuk memasarkan produk secara online

Fasilitator pelatihan terdiri atas dosen pengajar pada fakultas elektro UKM bandung.
Kegiatan ini merupakan kegiatan angkatan ke 2 kerjasama dg UKM .

Pelatihan E-Commerce bagi Kelompok Peka dan IR Jabar
Pelatihan E-Commerce bagi Kelompok Peka dan IR Jabar
Pelatihan E-Commerce bagi Kelompok Peka dan IR Jabar
Pelatihan E-Commerce bagi Kelompok Peka dan IR Jabar
Pelatihan E-Commerce bagi Kelompok Peka dan IR Jabar
Pelatihan E-Commerce bagi Kelompok Peka dan IR Jabar
Penguatan SDM yang Responsif Gender bagi Pencegahan dan Penanganan HIV/Aids dan TB Paru

Penguatan SDM yang Responsif Gender bagi Pencegahan dan Penanganan HIV/Aids dan TB Paru

DP3AKB, PKHP

Dalam upaya memberikan penguatan serta peningkatan SDM dalam pembangunan yang responsif gender bidang kesehatan untuk mendongkak kendala-kendala dari semua permasalahan sosial yang mendera masyarakat Jabar khususnya penyakit HIV/Aids dan TB paru.

Telah dilaksanakan keg bintek pelatihan PPRG dalam penanggulangan HIV AIDS dan TB paru tingkat Prov. Jabar tgl 12-13 Nov bertempat di The Trans Luxury Bandung dengan peserta sebanyak 40 orang. Dari unsur OPD perguruan tinggi, komunitas HIV/Aids dan paru,
RS/PKM, kepala desa.

Keg. Ini dilaksanakan karena :
Hiv/aids tlh menjadi prioritas nasional dan menjadi masalah kesehatan masyarakt di dunia… Indonesia dan Jabar… Dan menurut lap tahunan global WHO th 2013 bahwa Indonesia termasuk dalam 5 besar negara insiden tertinggi bersama negara Indonesia, China, Nigeria, Pakistan.

Oleh karena itu TB paru menjadi Indonesiaikator yang dicantumkan dalam suistanable development goals (SDGs) sm th 2030 sehingg WHO membuat strategi end TB u mewujudkan dunia dari bebas TB th 2050

Tujuan kegiatan:
Mampu menyusun PPRG/GBS/Tor terkait penangnan dan pelay TB paru hiv/aids dan kegiatannya
Dpt melaksanakan PPRG untuk setiap kegiatan penanggulangan dan pelayanan TB paru dan HIV/Aids di semu leading sektor

Penguatan SDM yang Responsif Gender bagi Pencegahan dan Penanganan HIV/Aids dan TB Paru
Penguatan SDM yang Responsif Gender bagi Pencegahan dan Penanganan HIV/Aids dan TB Paru
Penguatan SDM yang Responsif Gender bagi Pencegahan dan Penanganan HIV/Aids dan TB Paru
Penguatan SDM yang Responsif Gender bagi Pencegahan dan Penanganan HIV/Aids dan TB Paru
Penguatan SDM yang Responsif Gender bagi Pencegahan dan Penanganan HIV/Aids dan TB Paru
Penguatan SDM yang Responsif Gender bagi Pencegahan dan Penanganan HIV/Aids dan TB Paru
Ketua DPRD Jabar Dinobatkan Sebagai Champion Gender 2018

Ketua DPRD Jabar Dinobatkan Sebagai Champion Gender 2018

DP3AKB, PKHP

Ketua DPRD jabar Ineu Purwadewi Sundari dinobatkan sebagai Champion Gender 2018 oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB)  Provinsi Jawa Barat. Penghargaan tersebut diberikan sebagai wujud apresiasi kepada Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat yang telah mendukung dan memperjuangkan program Pengarustamaan Gender (PUG) di Provinsi Jawa Barat. “Tentunya ini adalah anugrah yang luar biasa diberikan kepada saya, kedepan amanah ini harus dijadikan motivasi saya untuk bisa berjuang terhadap beberapa masalah perempuan yang ada di Jawa Barat” ujar Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari kepada wartawan usai dinobatkan sebagai Champion Gender 2018 di Hotel Tjokro Bandung. Terkait hal tersebut Ineu menyatakan, pihaknya mendukung penuh  terkait pencapaian emansipasi perempuan pada politik yang harus mencapai 30%.

Sebagai salahs atu lemabaga yang tentunya mendukung kegiatan yang berkenaan dengan PUG di Jawa Barat ini, tentunya DPRD dengan fungsi regulasinya anggaran dan pengawasan PUG di Provinsi Jawa Barat ujar Ineu.

Lebih lanjut Ineu menyebut saat ini dibeberapa sektor Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengalami peningkatan, salah satunya peran dalam peran serta dalam Pengarustamaan Gender (PUG). Atas hasil capaian tersebut pihaknya mengapresiasi capaian tersebut.”Kedepan kami berharap bahwa OPD pelaksanaan Pengarusatamaan Gender (PUG) di Jawa Barat cukup baik”.tuturnya,

Ketua DPRD Jabar yang akrab dispa The Ineu mengungkapkan, bahwa penghargaan yang ia terima tersebut berkat hasil kerjasama dari berbagai pihak yang telah bahu membahu mendukung program-program Pengarustamaan Gender di Jawa barat.”Saya bahagia, tentunya (penghargaan ) ini bukan karena saya pribadi walaupun itu untuk pribadi.Tetapi saya yakin ini adalah berkat kerjasama yang dibangun, kordinasi yang sudah dibangun termasuk dengan Ibu-Ibu IKIAD dan DP3AKB  yang selama ini dalam kegiataan Pengarusatamaan Gender di Jawa Barat ini tidak mungkin dilakukan hanya oleh saya sebagai salah satu Pemimpin di Jawa Barat pungkasnya.

Temu Puspa Nasional Sinergi Percepatan Pembangunan Pemberdayaan Perempuan Dan Anak

Temu Puspa Nasional Sinergi Percepatan Pembangunan Pemberdayaan Perempuan Dan Anak

DP3AKB, PKHP


MEDAN.SWARAWANITA NET. Kementerian Pemberdayaan Perempuan  dan Perlindungan Aanak (Kementerian PPPA) menyelenggarakan Temu Nasional Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Temu PUSPA Nasional)  Tahun 2018 yaitu sebagai ajang pertemuan lembaga masyarakat dunia usaha dan media,untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.Diadakan di Medan 11-14 Desember 2018.

Temu Nasional PUSPA Tahun 2018 adalah pertemuan yang ke tiga setelah sebelumnya  Temu Nasional sama kedua dilaksanakan pada Tahun 2017 di Kota Surabaya. Tema yang diusung adalah Sinergi Untuk Percepatan Pembangunan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.Sebuah semangat untuk berbagai inspirasi dan bersinergi antara pemerintah, baik pusat maupun daerah, dengan lembaga, dunia usaha dan media dalam mendukung pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dalam rangka mewujudkan perempuan dan anak sejahtera.

Acara ini dihadiri Menteri PPPA Yohana Yambise, Kementerian Pemberdayaan  Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas PP-PA Tingkat Provinsi seluruh Indonesia, Forum PUSPA provinsi se-Indonesia yang mewakili Organisasi Keagamaan Kemasyarakataan, Akademi/Lembaga Riset, Lembaga Profesi Dunia Usaha, dan Media, Forum Komunikasi PM-PPPA, dan Kementerian/Lembaga.
Dalam Acara ini tampil Pemateri yaitu KPPPA tentang Kebijakan dan Program Prioriitas PPPA oleh  Sespen PPA-PA, Bapennas Peran Lembaga Masyarakat Pencapaian SDGs, Prof.Dr.dr. Hayono Suyono Pembangunan Perempuan dan Anak di Pedesaan, Dr.Martha Tilar Peran Swasta dalam Peningkatan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Forum Puspa Sumut  Best Practise Pelaksanaan Sinergi,  Child Right Bisnis Principles, FORKOMNAS  Daeng Suarmi, Peingkatan kualitas Hidup Perempuan di Desa Winangun Jaya Kab Bogor, Forum Puspa NTB Peningkayan dan Pembangunan kualitas hidup dan perkembangan anak pasca bencana gempa di lombok.

Tema Temu Nasional PUSPA Tahun 2018 adalah Sinergi Untuk Percepatan Pembangunan Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Aank. Tema ini reevan mengingat pertama persoalan perempuan dan anak tidak mungkin diselesaikan oleh satu lembaga sendirian, baik itu lembaga pemrintah maupun lembaga masyarakat.Kedua sudah banyak lembaga masayarakat dengan beragam kemapuan, keahlian dalam pengalamnnya yang melakukan sesuatu untuk perempuan dan anak.Hasil yang dapat diperoleh akan disignifikan, manakala terjalin sinergitas dan koloborasi , baik antara Kementerian PP-PA maupun Dinas PP-PA di Provinsi dan Kabupaten/Kota dengan lembaga masyarakat maupun antar lembaga masyarakat dalam menangani persoalaan perempuan dan anak dan meningkatkan  kesejahteraan mereka.

Temu Nasional PUSPA Tahun 2018 bertujuan untuk Penguatan sinergitas pemerintah/pemda dengan public (lembaga profesi, Dunia Usaha, Organisasi keagamaan, Organisasi Kemasyarakatan, Perguruan Tinggi, Media dan Komunitas-komunitas lainnya yang peduli pada pemberdayaan perempuan dan anak) dalam rangka memaksimalkan pelibatan partisipasi masyarakat untuk percepatan pencapaian program Perempuan dan Perlindungan Anak.Dan Adanya rekomdendasi konsep kebijakan implementasi masyarakat dalam percepatan pencapaian SDGs uatamanya target yaitu kesetaraan gender .

Manfaat Temu nasional PUSPA Tahun 2018 menawarkan banyak manfaat, baik bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembagamasyarakat maupun dunia usaha dan media sebagai berikut : Peserta dapat mengetahui beragam pengetahuan dan pengalaman , terutama dari berbagai elemen masyarakat  yang terkait pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.Peserta dapat memaparkan pengalaman dan inovasi terbaiknya untuk pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak selama dalam pertemuan, Peserta dapat berdialog lebih jauh dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat masyarakat berkenaan dengan peluang-peluang kerjasama dan koloborasi program dan Peserta dapat terlibat aktif untuk memperkuat partisipasi public untuk kesejahteraan perempuan dan anak melalui kesepakatan-kesepakatan bersama. Forkom Puspa Provinsi Jawa Barat yang dipimpin oleh Hj.Ratnaningsih beserta anggota ikut menghadiri Temu  Nasional Puspa.(dh)