Forum Anak Jawa Barat – Baksos Bencana Banjir

Forum Anak Jawa Barat – Baksos Bencana Banjir

DP3AKB, PHA

Anak-anak yang tergabung dalam Forum Anak Daerah Jawa Barat melaksanakan kegiatan bakti sosial di posko bencana banjir Baleendah. Kegiatan bakti sosial ini dilaksanakan pada hari Minggu, 24 April 2016 dari pukul 10.00 – 14.00 WIB. Mereka yang mengikuti baksos adalah Syahwa, Fauzan, Rifki, Salva, Rido, Bagja, Kemas, Andika dan Fikri.

Adapun penyampaian baksos dilakukan di Rusunawa pos bencana berupa minuman Susu Ultra, buku-buku cerita, makanan ringan, alat-alat tulis, Rinso dan Molto.

Warga korban bencana yang menerima bantuan diantaranya Ibu Anah, seorang warga RT. 06 RW. 09 Kelurahan Andir Baleendah, Ibu Euis, Ibu Eutik (RT. 04 RW. 09) dan Ibu Ai (RT. 02 RW. 10).

Para warga korban bencana ini juga menyampaikan kepada Pemda untuk penyediaan rumah tinggal baru.

Acara baksos kemudian dilanjutkan ke lokasi banjir di desa Cieunteun untuk melaksanakan pembersihan jalan-jalan lalu lintas umum bersama warga setempat.

Forum Anak Jawa Barat - Baksos Bencana Banjir

Forum Anak Jawa Barat - Baksos Bencana Banjir

Launching Sekolah Inclusive

Launching Sekolah Inclusive

DP3AKB, PHA

Kegiatan Ibu Kepala Badan BP3AKB Prov. JABAR Tanggal 12 April 2016 di ruang rapat Papandayan.
Acara launching sekolah inclusive atau Pertemuan Koordinasi Multisektoral Membangun Sistem Pemenuhan Hak Anak dengan disabilitas dan keluarganya di Jawa Barat (2016-2018).

Acara launching dihadiri oleh Dinas Sosial, Dinas pendidikan. Save the children. Organisasi disabilitas bilie dinkes.
Pengembangan sosial Setda provinsi Jawa Barat

38% Pelaku Kekerasan Anak Merupakan Orang Terdekat

38% Pelaku Kekerasan Anak Merupakan Orang Terdekat

DP3AKB, PHA

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan mengatakan “Para orang tua harus waspada terhadap orang-orang sekitar, termasuk saudara maupun tetangga yang berpotensi melakukan kekerasan fisik terhadap anak”

Sebab, 38 persen pelaku kekerasan terhadap anak adalah orang terdekat si anak, di antaranya bahkan orang tua sendiri. Saat ini, menurut Netty, yang harus diwaspadai bukan hanya orang-orang yang dianggap tidak kenal dekat dengan anak saja.

“Anak sering dianggap obyek, komoditi atau properti yang bisa dipindahtangankan atau diperjualbelikan. Anak akhirnya menjadi korban kekerasan fisik, terutama seksual yang banyak dilakukan oleh orang terdekat” kata Netty saat launching Pendopo Ramah Anak di Pendopo Bupati Cirebon, Senin (4/4/2016).

Silakan baca juga Launching Pendopo Ramah Anak

Menurutnya, angka 38 persen bukanlah angka sedikit. Angka ini sangat tinggi, mengingat seharusnya berada di dekat orang terdekatlah seorang anak bisa mendapatkan perlindungan.

“Kalau orang terdekat saja tidak bisa memberikan perlindungan, lalu ke mana anak itu harus mendapatkan perlindungan?” tuturnya.

Para orang tua harus waspada terhadap orang-orang sekitar, termasuk saudara maupun tetangga yang berpotensi melakukan kekerasan fisik terhadap anak. Sebab, 38 persen pelaku kekerasan terhadap anak adalah orang terdekat si anak, di antaranya bahkan orang tua sendiri

Untuk itu, pemerintahan setempat harus melakukan koordinasi dengan unsur masyarakat, termasuk di antaranya TNI Polri untuk bergerak dan peduli terhadap kekerasan anak.

“Tidak mungkin melakukan perlindungan anak tanpa ada keterlibatan masyarakat,” ujarnya.

Netty juga mengkritisi anak yang terjebak dalam gaya hidup hedonis berupa life style yang tinggi yang didapatkan dari informasi yang instan dan doktrin-doktrin lain yang terjadi tanpa kontrol orang tua.

“Jangan sampai terjadi pengalihan pengasuhan dari orang tua ke “kotak ajaib” yakni televisi. Anak adalah masa depan dan aset. Kualitas anak-anak hari ini akan menentukan seperti apa masa depan mereka,” ujarnya.

Netty meminta Kabupaten Cirebon menjadi pelopor perlindungan anak terpadu berbasis masyarakat.

“Maka diperlukan dibangun ruangan yang layak anak untuk mendukung tumbuh kembang yang tepat. Saya harap launching Pendopo Ramah Anak ini bisa memotivasi wilayah lain untuk mendirikan tempat yang sama untuk kepentingan anak-anak,” ujar Netty.

Sementara itu, Bupati H Sunjaya Purwadisastra mengatakan, sudah sejak lama memang Pendopo direncanakan untuk dijadikan tujuan bermain anak-anak.
“Sudah diagendakan karena banyaknya permintaan beberapa PAUD yang ingin anak-anak didiknya bisa bermain di sini, kan di Pendopo juga ada perpustakaan khusus anak-anak yang nyaman, sehingga mereka bisa betah di sini,” katanya.

Sumber:
http://www.kabar-cirebon.com

Launching Pendopo Ramah Anak

Launching Pendopo Ramah Anak

DP3AKB, PHA

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat Netty Heryawan mengapresiasi dan memberi dukungan penuh dengan adanya Pendopo Ramah Anak yang diresmikan oleh Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra di Pendopo Kabupaten Cirebon.

Hal tersebut diungkapkan beliau dalam Acara Launching Pendopo Ramah Anak Kabupaten Cirebon pada Senin 4 April 2016 yang bertempat di Rumah Dinas Bupati Kabupaten Cirebon Jalan RA Kartini Kota Cirebon. Acara launching tersebut mengusung tema “Dengan semangat Hari Kartini kita tingkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak” sukses digelar.

Netty juga menuturkan anak seharusnya mendapatkan perlindungan dan dukungan, bukannya perlakuan diskriminasi dan kekerasan dari orang sekitar bahkan orang tua mereka sendiri. Jika sistem perlakuan dan pengasuhan terhadap anak salah maka akan berpengaruh pada karakter bangsa sebagai penerus yang berkualitas.

Melakukan perlindungan pada anak tidak dapat dilakukan sendiri tetapi harus adanya partisipasi masyarakat dan pihak terkait disertai dengan kesadaran yang massif. “Maka saya ingin kabupaten Cirebon ini dapat menjadi pelopor perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak melalui Pendopo Ramah Anak untuk daerah lain di Jawa Barat,” tegasnya.

Diharapkan Netty, Pendopo Ramah Anak ini dapat menjadikan sarana bagi anak untuk tumbuh kembang secara optimal yang mempunyai masa depan berkualitas. Karena masa anak-anak haruslah dipenuhi hak-haknya seperti hak untuk bermain, hak mendapatkan perlindungan dan hak untuk belajar. Dengan demikian akan menurunkan angka kekerasan dan penelantaran terhadap anak.

Maka saya ingin kabupaten Cirebon ini dapat menjadi pelopor perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak melalui Pendopo Ramah Anak untuk daerah lain di Jawa Barat

Pada kesempatan tersebut juga, Dewi Sartika selaku Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Jawa Barat juga berharap Pendopo Ramah Anak di Kabupaten Cirebon ini dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk dapat membangun ruang ramah anak sebagai sarana bermain dan berkreatifitas bagi anak Jawa Barat. Sehingga tumbuh kembang anak dapat berjalan baik sesuai usianya dan terhindar dari tindak kekerasan dan penelantaran.

Sejalan dengan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra mengatakan Pendopo Ramah Anak bertujuan sebagai sarana pemenuhan hak-hak anak dalam hal hak untuk bermain, mendapatkan pendidikan dan hak mendapatkan perlindungan. Selain adanya Pendopo Ramah Anak Kabupetan Cirebon akan terus berupaya dengan adanya sekolah dan puskesmas ramah anak yang sehingga generasi penerus akan tumbuh menjadi berakhlak mulia, sehat, cerdas dan ceria.

Launching Pendopo Ramah Anak juga dimeriahkan dengan berbagai acara hiburan seperti Tari Topeng anak, Tari Kuda Lumping dan badut guna menghibur para undangan. Acara dihadiri oleh Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas pendidikan Kreatifitas dan Budaya Elvi Hendrani, Asisten Deputi Kekerasan Terhadap Anak Rini, Kepala BP3AKB Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika, Wakil ketua TP PKK Kabupaten Cirebon Tasiya Soemadi, Ketua DWP Kabupaten Cirebon Yayasan Ruhiyat dan Himpaudi Kabupaten Cirebon. Juga para undangan, dan anak-anak TK sekabupaten Cirebon, para tokoh ulama, dan dinas- dinas sekabupaten Cirebon, 1000 orang undangan, camat sekabupaten Cirebon, tokoh agama, forum anak kabupaten Cirebon serta tokoh masyarakat sekabupaten Cirebon.

Sumber:
http://www.jabarprov.go.id/
http://www.cirebonmedia.com/

Pameran Baby &  Kids Expo 2016

Pameran Baby & Kids Expo 2016

DP3AKB, PHA

Pameran Pendidikan, Kesehatan dan Perlengkapan Bayi dan Anak 2016

Acara pameran ini dibuka oleh Ibu Wakil Gubernur Jawa Barat R. Giselawati Wiranegara dan sambutan dari Kepala Badan BP3AKB Dewi Sartika.

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Forum Anak Jawa Barat mengikuti Pameran Baby & Kids Expo 2016 (Pameran Pendidikan, Kesehatan dan Perlengkapan Bayi dan Anak 2016) yang diselenggarakan oleh Go Green berkerja sama dengan BP3AKB Provinsi Jawa Barat.

Tujuan dilaksanakan pameran tersebut yaitu memfasilitasi kreatifitas dan inovasi anak Jawa barat yang berprestasi. Misalnya prestasi melukis, bercerita atau paduan suara anak-anak.

Adapun pada pameran tersebut diadakan kegiatan sebagai berikut

1. Mewarnai (dibatas hanya 200 anak)
Peserta adalah siswa Playgroup dan TK dengan mewarnai berupa crayon dengan kriteria penilauian meliputi kerapihan dan keserasian warna.
Lomba dilaksanakanan hari Minggu, 6 Maret 2016 pukul 09.30 WIB.

2. Menggambar
Peserta adalah siswa SD. Perlengkapan menggambar berupa crayon.
Kriteria penilaian meliputi kerapihan dan keserasian warna. Lomba dilaksanan hari Minggu, 6 Maret 2016 pukul 09.30 WIB.

3. Menyanyi Karoke Anak
Peserta dibatasi hanya hingga 50 anak.
Peserta terbuka untuk umum yang dibagi ke dalam 2 kategori: Usia 4-7 tahun dan Usia 7-12 tahun.
Peserta membawakan 1 lagu
Kriteria penilaian adalah vokal dan penampilan
Lomba dilaksananan hari Jumat, 7 Maret pukul 18.00 – 20.00 WIB.

4. Fashion Show Casual Anak Full Colour
Peserta terbuka untuk umum.
Peserta lomba akan dibagi ke dalam 2 kategori yaitu 4–7 tahun dan 8-12 tahun.
Memakai busana casual (kreasi bebas)
Lomba dilaksanakan Sabtu, 5 Maret 2016 pukul 15.00 – 18.00 WIB

5. Lomba Busana Serasi Ibu dan Anak
Perserta terbuka untuk umum.
Peserta ibu dan anak dengan memakai busana bebas.
Kriteria penilaian adalah kreatifirtas, kostum dan penampilan, kekompakan ibu dan anak.
Lomba dilaksanan pada Sabtu, 5 Maret 2016 pukul 15.00 – 18.00 WIB

6. Lomba Busana Kartini
Peserta terbuka untuk umum.
Kategori perempuan usia 12 tahun ke bawah, kategori laki-laki usia di 12 tahun ke bawah.
Memakai busana sesuai tema
Kriteria penilaiain: kreatifitas, kostum dan penampilan.
Lomba dilaksanakan pada Sabtu, 5 Maret 2016 pukul 12.30 – 13.00 WIB.

7. Photogenic Ceria
Peserta terbuka untuk umum.
Peserta lomba dibagi ke dalam dua kategori usia 0 – 2 tahun dan usia 3 – 5 tahun.
Peserta boleh mengirimkan lebih dari satu foto dengan ukuran 4R.
Foto diterima tanggal 6 Maret 2016 pukul 15.00 WIB.

8. Lomba menyusun Puzzle
Peserta dalah anak umur 4-5 tahun.
Lomba dilaksanakan pada hari Sabtu, 5 Maret 2016 pukul 11.00 – 11.30 WIB.

9. Lomba Pasang Kameja Sendiri
Peserta umur 3- 4 tahun
Lomba dilaksanakan Sabtu, 5 Maret 2016 pukul 11.00 – 11.30 wib

10. Lomba Pasang Popok Bayi
Peserta terbuka untuk umum.
Peserta lomba pria berumur 20 tahun ke atas
Pelaksanaan pada hari Minggu, 6 Maret 2016 pukul 22.00 – 11.30 WIB.

11. Lomba Bayi Merangkak
Peserta bayi di bawah 1 tahun.
Pelakanaan pada hari Sabtu, 5 Maret 2016 mulai pukul 11.00 – 11.30 WIB

12. Lomba Makan Mie
Peserta umur 3 – 4 tahun.
Lomba dilaksanakan Minggu, 6 Maret 2016 Pukul 12.00 – 12.30 WIB

13. Lomba Minum Susu
Peserta umur 3-4 tahun.
Lomba dilaksanakan Minggu, 6 Maret 2016 pukul 12.00 – 12.30 WIB

14. Lomba Makan Ice Cream
Peserta umur 3 – 4 tahun
Lomba dilaksanan Minggu, 6 Maret 2016 pukul 12.00 – 13.00

15. Solo Modern Dance Competition
Peserta terbuka untuk umum TK-SD
Lomba dilaksanakan Jumat, 4 Maret 2016 pukul 16.00 – 18.00 WIB

16. Lomba Pasanggiri Rampak Jaipong se-Bandung
Peserta terbuka untuk umum TK-SD kelas 1 – 3
1 group minimal 3 orang maksimal 7 orang
Kriteria penilaian meliputi wirahma, wirasa, wiraga, kostum, kekompakan
Dilaksanakan pada Jumat 4 Maret 2016 mulai pukul 13.00 – 16.00 WIB

17. Lomba Tari Kreasi Anak Modern
Peserta perwailan TK-PAUD
Satu group 5-15 orang
Kriteria penilaian: gerak, kostum, kekompakan
Dilaksanakan pada Sabtu, 5 Maret 2016 pukul 13.00 – 16.00 wib

18. Festival Angklung Anak
Peserta perwakilan SD
Kriteria penilaian harmonisasi suara, irama, kostum dan kebersamaan
Dilaksanakan tanggal 6 Maret 2016 pukul 10.00-13.00 WIB

Untuk perlombaan ini, juara mendapatkan tropy, piagam pernghargaan, serta bingkisan dari sponsor