Peringatan HAN (Hari Anak Nasional) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019

Peringatan HAN (Hari Anak Nasional) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019

DP3AKB, PHA

Peringatan HAN (Hari Anak Nasional) Tingkat Provinsi Jawa Barat yg diperingati bersamaan dengan HARGANAS XXVI Tahun 2019 yang berlangsung 2 hari dari tanggal 28 – 29 Agustus 2019 di Lapangan Cangehgar Pelabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi, dengan tema : “Anak Juara, Keluarga Juara, Jabar Juara” dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Barat.

Pada kesempatan tersebut diserahkan Penghargaan Forum Anak Kabupaten/Kota Terbaik Tingkat Provinsi Jawa Barat kepada 6 Kabupaten/Kota :

1. Forum Barudak Sukabumi (FORBUMI) Kabupaten Sukabumi – FA Terbaik I.
2. Forum Anak Sumedang (FAST) Kabupaten Sumedang (FA Terbaik II).
3. Forum Anak Cirebon (FAC) Kota Cirebon – FA Terbaik III.
4. Forum Anak Remaja Alengka (FARA) Kabupaten Majalengka – Harapan 1.
5. Forum Anak Kota Banjar (FAJAR) – Harapan 2.
6. Forum Anak Kuningan (FORAKU) Kabupaten Kuningan – Harapan 3.

Sementara itu penghargaan Kabupaten/Kota diberikan kepada:

1. Kota Depok (Peraih katagori Nindya 3 tahun berturut2)
2. Kota Bandung (Nindya 2 tahun berturut2)
3. Kab Bogor (…)

Ucapan terima kasih kepada Bapak Bupati Sukabumi & Ibu yang menyempatkan berkunjung ke tenda Anak & Mobil Layanan Edukasi Forum Anak Jawa Barat.

WhatsApp Image 2019-08-30 at 14.24.07

WhatsApp Image 2019-08-30 at 14.24.19 (1)

WhatsApp Image 2019-08-30 at 14.24.18 (1)

WhatsApp Image 2019-08-30 at 14.24.18

WhatsApp Image 2019-08-30 at 14.24.19

Advokasi Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA)

Advokasi Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA)

DP3AKB, PHA

Hari Rabu Tanggal 30 Januari 2019 Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3AKB Provinsi Jawa Barat melakukan Advokasi Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA) ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat, Diterima oleh Bapak Mulyono Kepala Bidang Kesehatan Ekonomi Sosial Budaya Agama dan Kemasyarakatan. Tujuan Advokasi PUHA ini adalah tentang adanya keterkaitan program Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA) dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik pada kegiatan pendidikan politik pemilih pemula yg telah genap atau lebih 17 tahun.

Advokasi Pengarusutamaan Hak Anak (3)

Advokasi Pengarusutamaan Hak Anak (2)

Advokasi Pengarusutamaan Hak Anak
Advokasi Pengarusutamaan Hak Anak
NGABASO “Ngabring Ka Sakola” Anak Aman, Selamat dan Mandiri Menuju Generasi Masa Depan JUARA

NGABASO “Ngabring Ka Sakola” Anak Aman, Selamat dan Mandiri Menuju Generasi Masa Depan JUARA

DP3AKB, PHA

Berjalan kaki ke sekolah akan menjadi budaya baru anak-anak sekolah di Jawa Barat. NGABASO (Ngabring Ka Sakola) adalah program Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengajak anak-anak berjalan kaki ke sekolah atau memninta orang tua mengantar anaknya di titik kumpul di radius 100-200m dari gerbang sekolah.
Lebih sehat karena pergerakan motorik, ada interaksi sosial, ada rasa toleransi dan saling menjaga kekompakan.-ff-

Ridwan Kamil Luncurkan Program Ngabaso, Orangtua Diminta Tak Antarkan Anak Sampai Gerbang Sekolah

Ridwan Kamil Luncurkan Program Ngabaso, Orangtua Diminta Tak Antarkan Anak Sampai Gerbang Sekolah

DP3AKB, PHA

NGAMPRAH, (PR).- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melarang orangtua siswa mengantarkan anaknya sampai ke pintu gerbang sekolah. Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk mendorong anak-anak agar terbiasa berjalan kaki dan berinteraksi sosial.

"Kami mewajibkan orangtua untuk mengantar anaknya tidak boleh lagi langsung di pintu gerbang sekolah, tapi ada jarak radius 50-100 meter," kata Ridwan Kamil setelah peluncuram program Ngabaso (Ngabring ka Sakola) di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 22 November 2018.

Menurut dia, program tersebut digagas oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jabar itu merupakan salah satu pendidikan karakter bagi anak. Dia menekankan, Pemprov Jabar berupaya mengondisikan anak-anak agar memiliki empat nilai utama.

Empat nilai utama itu, lanjut dia, ialah kesehatan fisik, kecerdasan akal (intelligent quotient/IQ), kecerdasan emosional (emotional quotient/EQ), dan kecerdasan spiritual (spiritual quotient/SQ). Program Ngabaso merupakan salah satu cara untuk memiliki generasi yang sehat.

"Membiasakan anak-anak jalan kaki, lebih sehat, bisa berinteraksi sosial dengan teman-temannya, dan saling menjaga dengan toleransi dan kekompakannya. Mudah-mudahan dengan program ini akan melahirkan anak-anak yang lebih peduli kepada sesama dan punya empat nilai itu," tuturnya.

Ridwan Kamil juga meminta agar Ngabring ka Sakola didokumentasikan dalam bentuk foto maupun video, kemudian disebarkan ke media sosial. "Ada hal seru, lucu-lucuan, sehigga akhirnya lahir budaya baru di Jawa Barat, bahwa anak tidak manja, anak mau berjalan kaki sampai sekolah," ujarnya. 

Dalam sambutannya, dia pun meminta agar DP3AKB mengajukan program lain yang dapat mendorong anak-anak di Jabar menjadi kebih cerdas secara akal, emosional, dan spiritual. 

"Misalkan, untuk SQ, program mengaji lima menit sebelum kelas dimulai. Ada program kombinasi baca buku, supaya interaksi bertambah. Untuk ahlaknya, cari yang kreatif apa," ucapnya.

Dimensi penting "Ngabaso"

Menurut Kepala DP3AKB Poppy Sophia Bakur, program Ngabaso merupakan gerakan berjalan kaki secara berkelompok dalam perjalanan menuju/dari sekolah. Program itu utamanya ditujukan untuk siswa-siswi tingkat SD. 

Dia menilai, ada beberapa dimensi penting dalam program Ngabaso. Di antaranya ialah mendorong agar pemerintah mulai memberikan perhatian terhadap prmbangunan rute aman di sekitar sekolah. Dimensi penting lainnya yaitu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk turut serta melaksanakan perlindungan anak.***

Banyak yang Mengira Berkaitan dengan Makanan

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bersama Ketua PKK Jabar Atalia Praratya saat meresmikan program ‘Ngabaso’, di Hotel Mason Pine, Kota Baru Parahyangan, Kamis (22/11/2018). 

Ridwan Kamil juga meminta kepada semua kepala daerah maupun dinas-dinas untuk membuat program seinovatif mungkin dan nama programnya enak didengar.

"Seperti Ngabaso ini, kan, enak didengar walaupun gak ada baksonya, karena banyak yang menduga program ini ialah program makan-makan. Jadi, saya perintahkan buat program memakai istilah," kata Ridwan Kamil.

sumber: pikiran-rakyat.com (Peluncuran Program Ngabaso/HENDRO HUSODO/PR), tribun.com