Advokasi Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA)

Advokasi Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA)

DP3AKB, PHA

Hari Rabu Tanggal 30 Januari 2019 Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3AKB Provinsi Jawa Barat melakukan Advokasi Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA) ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Barat, Diterima oleh Bapak Mulyono Kepala Bidang Kesehatan Ekonomi Sosial Budaya Agama dan Kemasyarakatan. Tujuan Advokasi PUHA ini adalah tentang adanya keterkaitan program Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA) dengan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik pada kegiatan pendidikan politik pemilih pemula yg telah genap atau lebih 17 tahun.

Advokasi Pengarusutamaan Hak Anak (3)

Advokasi Pengarusutamaan Hak Anak (2)

Advokasi Pengarusutamaan Hak Anak
Advokasi Pengarusutamaan Hak Anak
NGABASO “Ngabring Ka Sakola” Anak Aman, Selamat dan Mandiri Menuju Generasi Masa Depan JUARA

NGABASO “Ngabring Ka Sakola” Anak Aman, Selamat dan Mandiri Menuju Generasi Masa Depan JUARA

DP3AKB, PHA

Berjalan kaki ke sekolah akan menjadi budaya baru anak-anak sekolah di Jawa Barat. NGABASO (Ngabring Ka Sakola) adalah program Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mengajak anak-anak berjalan kaki ke sekolah atau memninta orang tua mengantar anaknya di titik kumpul di radius 100-200m dari gerbang sekolah.
Lebih sehat karena pergerakan motorik, ada interaksi sosial, ada rasa toleransi dan saling menjaga kekompakan.-ff-

Ridwan Kamil Luncurkan Program Ngabaso, Orangtua Diminta Tak Antarkan Anak Sampai Gerbang Sekolah

Ridwan Kamil Luncurkan Program Ngabaso, Orangtua Diminta Tak Antarkan Anak Sampai Gerbang Sekolah

DP3AKB, PHA

NGAMPRAH, (PR).- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melarang orangtua siswa mengantarkan anaknya sampai ke pintu gerbang sekolah. Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk mendorong anak-anak agar terbiasa berjalan kaki dan berinteraksi sosial.

"Kami mewajibkan orangtua untuk mengantar anaknya tidak boleh lagi langsung di pintu gerbang sekolah, tapi ada jarak radius 50-100 meter," kata Ridwan Kamil setelah peluncuram program Ngabaso (Ngabring ka Sakola) di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis, 22 November 2018.

Menurut dia, program tersebut digagas oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jabar itu merupakan salah satu pendidikan karakter bagi anak. Dia menekankan, Pemprov Jabar berupaya mengondisikan anak-anak agar memiliki empat nilai utama.

Empat nilai utama itu, lanjut dia, ialah kesehatan fisik, kecerdasan akal (intelligent quotient/IQ), kecerdasan emosional (emotional quotient/EQ), dan kecerdasan spiritual (spiritual quotient/SQ). Program Ngabaso merupakan salah satu cara untuk memiliki generasi yang sehat.

"Membiasakan anak-anak jalan kaki, lebih sehat, bisa berinteraksi sosial dengan teman-temannya, dan saling menjaga dengan toleransi dan kekompakannya. Mudah-mudahan dengan program ini akan melahirkan anak-anak yang lebih peduli kepada sesama dan punya empat nilai itu," tuturnya.

Ridwan Kamil juga meminta agar Ngabring ka Sakola didokumentasikan dalam bentuk foto maupun video, kemudian disebarkan ke media sosial. "Ada hal seru, lucu-lucuan, sehigga akhirnya lahir budaya baru di Jawa Barat, bahwa anak tidak manja, anak mau berjalan kaki sampai sekolah," ujarnya. 

Dalam sambutannya, dia pun meminta agar DP3AKB mengajukan program lain yang dapat mendorong anak-anak di Jabar menjadi kebih cerdas secara akal, emosional, dan spiritual. 

"Misalkan, untuk SQ, program mengaji lima menit sebelum kelas dimulai. Ada program kombinasi baca buku, supaya interaksi bertambah. Untuk ahlaknya, cari yang kreatif apa," ucapnya.

Dimensi penting "Ngabaso"

Menurut Kepala DP3AKB Poppy Sophia Bakur, program Ngabaso merupakan gerakan berjalan kaki secara berkelompok dalam perjalanan menuju/dari sekolah. Program itu utamanya ditujukan untuk siswa-siswi tingkat SD. 

Dia menilai, ada beberapa dimensi penting dalam program Ngabaso. Di antaranya ialah mendorong agar pemerintah mulai memberikan perhatian terhadap prmbangunan rute aman di sekitar sekolah. Dimensi penting lainnya yaitu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk turut serta melaksanakan perlindungan anak.***

Banyak yang Mengira Berkaitan dengan Makanan

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil bersama Ketua PKK Jabar Atalia Praratya saat meresmikan program ‘Ngabaso’, di Hotel Mason Pine, Kota Baru Parahyangan, Kamis (22/11/2018). 

Ridwan Kamil juga meminta kepada semua kepala daerah maupun dinas-dinas untuk membuat program seinovatif mungkin dan nama programnya enak didengar.

"Seperti Ngabaso ini, kan, enak didengar walaupun gak ada baksonya, karena banyak yang menduga program ini ialah program makan-makan. Jadi, saya perintahkan buat program memakai istilah," kata Ridwan Kamil.

sumber: pikiran-rakyat.com (Peluncuran Program Ngabaso/HENDRO HUSODO/PR), tribun.com

Forum Anak Nasional Digelar di Surabaya: Pelopor dan Pelapor

Forum Anak Nasional Digelar di Surabaya: Pelopor dan Pelapor

DP3AKB, PHA

Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Lenny Rosalin meresmikan pertemuan Forum Anak Nasional (FAN) 2018 di Surabaya, Kamis (19/7/2018) malam.

Pertemuan FAN 2018 ini mengangkat tema “Bakti Anak Untuk Negeri.” Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pertemuan FAN kali ini lebih mengedepankan partisipasi penuh anak-anak, terutama melalui pemberian informasi langsung tentang isu-isu pemenuhan hak dan perlindungan oleh berbagai Kementerian/Lembaga, organisasi, dan NGO.

“Anak-anak sebagai Pelopor dan Pelapor (2P) diharapkan dapat mengolah berbagai informasi yang ada menjadi sebuah mimpi untuk Indonesia dalam rangka mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak,” tutur Lenny Rosalin dalam siaran pers yang diterima jatimnow.com.

Lenny mengatakan tema yang diangkat dalam FAN 2018 diharapkan dapat menginspirasi anak untuk berbakti kepada negeri dengan perannya sebagai Pelopor dan Pelapor.

“Sebagai Pelopor, anak-anak diharapkan dapat menjadi agent of change bagi lingkungan sekitarnya. Sementara sebagai Pelapor, anak-anak diharapkan dapat aktif melaporkan masalah yang menimpa teman sebayanya,” ujarnya.

Oleh karena itu, pihaknya sangat mendorong pemerintah daerah untuk membuat mekanisme bagi anak-anak yang ingin melaporkan kejadian yang menimpa teman sebayanya. Selain itu, harus dibangun pula komitmen bersama untuk membangun saluran melapor dan menjadikan anak-anak sebagai aktor pembangunan.

“Terpenuhinya hak partisipasi anak akan berdampak positif terhadap proses tumbuh kembang mereka. Anak yang aktif lebih resistant terhadap kemungkinan menjadi korban kekerasan, pelecehan, dan diskriminasi,” imbuhnya.

Makanya, dalam pertemuan FAN 2018 ini, anak-anak dari seluruh Indonesia akan dibekali berbagai ilmu pengetahuan yang disampaikan langsung oleh narasumber yang berkualitas dan kompeten di bidangnya.

“Kami berharap anak-anak yang hadir pada kesempatan ini dapat menjadi motivator, fasilitator, inovator, dan kreator sehingga dapat berbagi ilmu pengetahuan dan pengalaman kepada teman-teman lainnya,” tambah Lenny.

Pertemuan FAN 2018 dilakukan dalam rangka upaya pemenuhan hak partisipasi anak, yang merupakan bagian dari 4 (empat) hak dasar anak, sebagaimana yang disebutkan dalam Pasal 4 UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dalam undang-undang itu dijelaskan bahwa setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Forum Anak ini merupakan organisasi atau lembaga sosial yang digunakan sebagai wadah atau pranata partisipasi bagi anak yang belum berusia 18 tahun. Adapun anggotanya merupakan perwakilan dari kelompok anak atau kelompok kegiatan anak yang dikelola oleh anak-anak dan dibina oleh pemerintah.

FAN 2018 diharapkan dapat merangsang keterlibatan anak dalam proses pengambilan keputusan sesuai kebutuhan dan keinginan mereka. Suara, aspirasi, kebutuhan, dan kepentingan anak perlu menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dan merupakan bagian tidak terpisahkan dalam setiap perencanaan dan proses pembangunan.

Hasil diskusi mereka nantinya akan terkristal dalam sebuah Suara Anak Indonesia 2018 yang akan dibacakan saat puncak acara Hari Anak Nasional pada 23 Juli mendatang di hadapan Presiden RI, Joko Widodo.

Perwakilan 516 kabupaten/kota dari 34 provinsi seluruh Indonesia akan mengikuti kegiatan FAN 2018 sejak 19 – 22 Juli 2018 mendatang di Kota Surabaya.

Sumber: Jajeli Rois (https://jatimnow.com)

Penghargaan untuk Jabar

Malam pemberian Penghargaan KLA, Gubernur Jabar mendapatkan 2 Penghargaan: Sebagai Penggerak KLA TK Nasional dan Pembina Terbaik Forum Anak Daerah Tk Nasional. 19 kab/kota meraih Penghargaan KLA. 5 penghargaan Puskesmas Ramah Anak; UPTD Terbaik; dan Catatan Sipil Terbaik Tk. Nasional; Pelayanan Penanganan Korban Unit PPA oleh Polda Jabar Tk. Nasional tahun 2018.

Selamat.

FAD Jabar di Forum Anak Nasional di Surabaya
FAD Jabar di Forum Anak Nasional di Surabaya
FAD Jabar di Forum Anak Nasional di Surabaya
FAD Jabar di Forum Anak Nasional di Surabaya
FAD Jabar di Forum Anak Nasional di Surabaya
FAD Jabar di Forum Anak Nasional di Surabaya
FAD Jabar di Forum Anak Nasional di Surabaya
FAD Jabar di Forum Anak Nasional di Surabaya
FAD Jabar di Forum Anak Nasional di Surabaya
FAD Jabar di Forum Anak Nasional di Surabaya
Forum Anak Nasional di Surabaya
Forum Anak Nasional di Surabaya
Forum Anak Nasional di Surabaya
Forum Anak Nasional di Surabaya
Forum Anak Nasional di Surabaya
Forum Anak Nasional di Surabaya
Forum Anak Nasional di Surabaya
Forum Anak Nasional di Surabaya
TOT Sekolah Ramah Anak 2018

TOT Sekolah Ramah Anak 2018

DP3AKB, PHA

Kegiatan TOT Sekolah Ramah Anak yang dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis tanggal 4 dan 5 Juli 2018 yang bertempat di Hotel Sangga Buana

Peserta terdiri dari 5 kabupaten kota yg terdiri dari Kabupaten Sukabumi… Kota Sukabumi… Kab Bogor… Kota Bogor…kab Cianjur

Kegiatan ini diawali dengan laporan kegiatan oleh Kepala Seksi Pengasuhan..Pendidikan dan Budaya

Kemudian sambutan oleh Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak sekaligus Pembukaan

Narasumbernya terdiri dari Kementrian Pp dan Pa ibu Levi… Pa Iriansyah dari SMA 10 Bandung.. Bu Sondang Susane..dan Bu Yuni Kepala Bidang PP PA Kab. Cianjur

TOT Sekolah Ramah Anak
TOT Sekolah Ramah Anak
TOT Sekolah Ramah Anak
TOT Sekolah Ramah Anak
TOT Sekolah Ramah Anak
TOT Sekolah Ramah Anak