Motekar Raih Penghargaan Top 99 Inovasi Terbaik Kemenpan RB

Motekar Raih Penghargaan Top 99 Inovasi Terbaik Kemenpan RB

Artikel, Galeri Foto

top99

SURABAYA–Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat meraih penghargaan TOP 99 Inovasi Terbaik se-Indonesia pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik yang digelar oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) RI melalui Program Motivator Ketahanan Keluarga (MOTEKAR) karya Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP2AKB).

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa menerima langsung penghargaan ini dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin dalam acara Pemberian Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2018 di Surabaya, Rabu (19/09/18). Berdasarkan Kepmenpanrb No 25 Thn 2018 tentang Penetapan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik tahun 2018, Ia bersyukur inovasi pihaknya mendapat perhatian dan diapresiasi pusat.

“Alhamdulillah Pemprov Jabar dapat menghasilkan inovasi yang cukup diperhitungkan di pusat. Setelah ini ‘PR’nya adalah bagaimana inovasi ini terus dapat memiliki nilai kebermanfaatan bagi masyarakat,” katanya di Bandung, Kamis (20/09/18).

Menurutnya, langkah-langkah peningkatan kualitas para kader MOTEKAR terus digenjot, salah satunya melalui pelatihan dan bimbingan teknis. Selain itu, kata Iwa, perlu juga dilakukan evaluasi kinerja dengan mengecek dan membandingkan jumlah kasus yang terjadi, sehingga dapat menjadi suatu laporan kinerja.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin mengatakan pemerintah mendorong inovasi-inovasi yang bersifat lokal dan instansional, tetapi potensial untuk diterapkan secara nasional, diangkat dan dijadikan program nasional. Selain itu, pembentukan Mal Pelayanan Publik (MPP) di daerah harus diteruskan untuk mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik di tanah air.

“Inovasi-inovasi yang bersifat lokal dan instansional, tetapi potensial untuk diterapkan secara nasional, agar segera menjadi program nasional,” ujarnya dalam acara Pemberian Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik 2018 di Surabaya, Rabu (19/9/18).

Dikatakan lebih lanjut, saat ini sudah banyak inovasi dari pemerintah pusat maupun daerah yang mendapat penghargaan internasional. Hal itu sejalan dengan kebijakan Kementerian PANRB yang terus berupaya mendorong terciptanya terobosan untuk meningkatkan pelayanan publik. Kebijakan itu antara lain dengan membentuk Jaringan Inovasi Pelayanan Publik (JIPP) dan pembentukan Mal Pelayanan Publik (MPP).

Adapun inovasi daerah Jawa Barat yang masuk top 99 yaitu :
1. Pemprov Jabar dengan Inovasi MOTEKAR( motivator ketahanan keluarga) dari DP3AKB;
2. Kabupaten Bogor dengan dua inovasi yaitu: SIKEREN (dari Dishub) dan Utilitas Dashboard ketersediaan tempat tidur untuk meningkatkan pelayanan rawat inap ( dari RSUD Ciawi);
3. Kota Bandung dengan 2 inovasi yaitu: e-satria (Bapenda) dan Mini Lab food Security (Dinas Pangan dan Pertanian);
4. Kota Bogor dengan dua inovasi yaitu: Anjas Go Clear (BKD) dan Smart (DPMPTSP);
5. Kota Cimahi dengan inovasi kawasan Cimahi Technopark sebagai pusat layanan terpadu ekonomi lokal Kota Cimahi berbasis inovasi, ilmu pengetahuan dan teknologi melalui kolaborasi quadruple helix (UPT Cimahi Technopark).

Bimbingan Teknis Motekar

Bimbingan Teknis Motekar

Artikel, DP3AKB, Galeri Foto, PKK

.Bandung,Bidang Peningkatan Kualitas Keluarga (PKK) mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis bagi tenaga Motekar,kegiatan di laksanakan selama 3 hari di kab.Pangandaran.Kegiatan ini di ikuti oleh kurang lebih 130 tenaga Motekar,Kegiatan ini di buka oleh Kepala Bidang PKK Ari Antari Ratna Dewi,S.Ip.MM.Mewakikili Kepala Dinas P3AKB Provinsi Jawa Barat.Kegiatan Bimtek ini mengambil tema ”MENINGKATKAN SKILL DAN MEMPERKUAT PERAN MOTEKAR DALAM PEMBANGUNAN KETAHANAN KELUARGA”.
Dalam isi Sambutan pembukaannya Kepala Dinas P3AKB yang di sampaikan oleh Kepala Bidang PKK mengajak agar peserta bimtek Motekar agar lebih 1.Memperkuat pengetahuan baik teori maupun praktek serta meningkatkan kapasitas kinerja motekar.
2.Sinergitas antar motekar di 27 kabupaten/kota agar lebih ditingkatkan sehingga tercipta kemandirian ketahanan keluarga;
3.Tingkatkan koordinasi dan kerja sama dengan kabupaten/kota maupun stakeholder lainnya.
Setelah acara pembukaan acara dilanjukan dengan pemberian materi yang disampaikan oleh para nara sumber yang ahli dalam bidang Ketahana Keluarga.
WhatsApp-Image-2018-04-30-at-10.33.27
WhatsApp-Image-2018-04-30-at-10.33.28

Harapan Menko Puan untuk Para Perempuan Indonesia

Harapan Menko Puan untuk Para Perempuan Indonesia

Artikel, Galeri Foto

Liputan6.com, Jakarta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani berharap perempuan lebih berperan aktif dalam pembangunan Indonesia. Terutama sosok untuk merawat kebhinekaan Indonesia.

“Saya harapkan pada acara yang sangat strategis ini, saya berkeinginan kita semua untuk saling menjaga Indonesia seutuhnya secara bergotong royong dan agar bisa saling bersinergi,” kata Puan Maharani dalam pidatonya di acara peluncuran hasil survei nasional tentang perempuan dari Wahid Foundation di Jakarta, Senin (29/1/2018).
Menurut Puan, peran perempuan mempunyai andil besar di Indonesia. Terlihat dari banyaknya organisasi perempuan yang ikut dalam perjuangan bangsa untuk memperjuangkan hak-haknya.

“Telah banyak dalam catatan sejarah bangsa, peran perempuan semasa perjuangan pergerakan kemerdekaan melawan kolonialisme Belanda dan Jepang dengan membentuk organisasi perempuan,” ujar Puan seperti dilansir Antara.
Puan mengutip ucapan Presiden pertama Indonesia Soekarno bahwa perempuan sebagai tiang negeri yang menentukan baik buruknya suatu negeri.

Bangsa Indonesia, sambung dia, membutuhkan sosok perempuan untuk merawat tumbuh kembangnya kebhinekaan, merawat akar kemajemukan dan toleransi bangsa yang membuat bangsa ini tetap berpijak pada jati diri yang sesungguhnya.

Sebuah hasil survei dari Masyarakat Telematika Indonesia tahun 2017 menyoroti bahwa jenis kabar bohong atau hoax yang sering diterima adalah terkait dengan isu politik dan SARA. Oleh karena itu, Puan mengajak seluruh masyarakat agar selalu mengamalkan nilai-nilai yang terdapat dalam Pancasila.

“Jangan mau kita diadu domba, kita itu Indonesia, kita itu bangsa Indonesia, maka dari itu kita harus bersatu dalam mempertahankannya,” Puan memungkasi.