INTEGRASI SEKOPER CINTA DI LOKASI P2WKSS

INTEGRASI SEKOPER CINTA DI LOKASI P2WKSS

DP3AKB, PKHP

Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat menyelenggarakan Kegiatan Rapat Koordinasi Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2019, pada tanggal 15-16 Februari  2019, bertempat di Hotel Puri Khatulistiwa, Jl. Raya Jatinangor No.208 C, Sumedang.  Rapat Koordinasi yang bertujuan untuk membangun komitmen  antara DP3AKB dengan Perangkat Daerah terkait Kab/Kota dalam Koordinasi Program Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan di Jawa Barat itu dihadiri oleh kurang lebih 81 orang peserta, terdiri dari  Pejabat Eselon III di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengelola P2WKSS Kab/Kota, Kepala Desa/Lurah Lokasi binaan P2WKSS dan Ketua Tim Penggerak PKK Kab/Kota.

Dalam sambutannya Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat menyampaikan bahwa Rapat Koordinasi P2WKSS merupakan kegiatan mendeterminasi tugas dan tanggung jawab dalam Implementasi Program  P2WKSS yang akan dilaksanakan baik oleh Perangkat Daerah Provinsi maupun Kab/Kota. Rapat Koordinasi ini diharapkan menghasilkan sebuah kesepakatan secara Bersama-sama untuk melaksanakan program P2WKSS ini, dan apabila perlu menerapkan tindakan-tindakan korektif sebagai evaluasi di tahun yang lalu. Rapat  koordinasi  ini  juga  merupakan pemetaan program agar tepat sasaran dalam implementasinya dan diperoleh hasil pelaksanaan program P2WKSS yang maksimal. Hasil akhir program pada  tahun berjalan merupakan informasi dan bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan tentang perencanaan program berikutnya.

Dalam acara Rapat Koordinasi ini hadir 3 (tiga) orang Narasumber yaitu Drs. H. Ida Sudayat, M.Si, Kepala Dinas PUPR Kab.Subang yang terpilih menjadi Kepala Dinas teladan penggerak Program P2WKSS, Artiana Yanar Anggraini, SH, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bogor yang memaparkan keberhasilan Sekolah Ibu di Kota Bogor dan Dra. Tety Rusmaharani, M.Pd dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kab.Bandung yang menyampaikan paparan tentang Sekolah Perempuan Hebat di Kabupaten Bandung.

Pada kesempatan ini juga Dr.Hj. Neni Alyani, M.Pd selaku Kepala Bidang Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan DP3AKB Provinsi Jawa Barat selain menyampaikan Strategi Pembangunan Sarana dan Prasarana di Lokasi Binaan P2WKSS juga memperkenalkan Program Inovasi dan Unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yaitu Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita (Sekoper Cinta) dan Program Ngabring Ka Sakola (Ngabaso).  Program P2WKSS ini dalam pelaksanaannya akan diintegrasikan dengan Program Sekoper Cinta dan Ngabring ka Sakola (Ngabaso). //Sie.PEP

Integrasi Sekoper Cinta Di Lokasi P2WKSS
Integrasi Sekoper Cinta Di Lokasi P2WKSS
Integrasi Sekoper Cinta Di Lokasi P2WKSS
Integrasi Sekoper Cinta Di Lokasi P2WKSS
Rapat Koordinasi Program Motivator Ketahanan Keluarga

Rapat Koordinasi Program Motivator Ketahanan Keluarga

DP3AKB, PKK

WhatsApp Image 2019-02-15 at 07.52.24

Rapat Koordinasi Motivator Ketahanan Keluarga (MOTEKAR) tahun ini mengambil tema "Diseminasi Program Kampung Keluarga Bahagia Menuju Kampung Keluarga Juara"

Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuat peraturan daerah mengenai Ketahanan Keluarga yaitu Perda Prov Jabar nomor 9 tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga.

Maksud dari perda ini adalah untuk mewujudkan dan meningkatkan kemampuan, kepedulian serta tanggung jawab pemerintah daerah, keluarga, masyarakat dan dunia usaha dalam menciptakan, mengoptimalisasi keuletan dan ketangguhan keluarga.

Peran MOTEKAR yang berfungsi sebagai pemberdaya mampu mentransformasikan nilai-nilai keberdayaan kepada keluarga yang mengalami kerentanan atau kekurangberdayaan.

Tahun 2019 ini DP3AKB Prov. Jabar akan meluncurkan program baru Kampung Keluarga Juara (Kalua). Program Keluarga Juara (Kalua) bertujuan menciptakan kesatuan wilayah yang memiliki indeks kebahagiaan, ketahanan keluarga dan nilai religius yang terukur kuat dengan mengintegrasikan komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan lembaga masyarakat serta dunia usaha yang terencana secara menyeluruh guna mencapai tujuan keluarga yang berkualitas, sejahtera, bahagia lahir dan batin.

Kampung Keluarga Juara merupakan program unggulan untuk mengoptimalisasikan pembangunan ketahanan keluarga di Jawa Barat. MOTEKAR harus mampu berkolaborasi dan bersinergi dalam program baru Kampung Keluarga Bahagia (Kalua) ini.

Kegiatan Rapat Koordinasi Program Motivator Ketahanan Keluarga pada hari Rabu – Kamis, 13 – 14 Februari 2019 di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor – Sumedang.
a. Narasumber dan Materi :
• Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat (Ir. Dody Erlando M. Econ) dengan tema Indeks Kebahagiaan Masyarakat Jawa Barat;
• Fasilitator Motekar (Dra. Ani Rukmini, M.I.Kom) dengan tema Konsep Kampung Keluarga Juara (KALUA);
• Fasilitator Motekar (Drs. Bambang Setiawan, MM) dengan tema Hakekat Keluarga Juara);
• Fasilitator Motekar (Dr. Chairiawaty) dengan tema Profil Kampung Keluarga Juara (KALUA);

b. Peserta yang hadir : 110 orang terdiri dari 54 perwakilan dari 27 Dinas yang terkait dengan Program Motivator Ketahanan Keluarga (MOTEKAR) dan. 56 Perwakilan dari Koordinator Motekar serta Trainer Motekar.

c. Rencana Tindak lanjut: Kesinambungan dan realisasi komitmen bersama dalam meningkatkan kinerja Motekar serta membantu terlaksananya Program Kampung keluarga Juara (KALUA).

CALEG/ALEG TETAP MENJADI IBU YG KUAT

CALEG/ALEG TETAP MENJADI IBU YG KUAT

DP3AKB

WhatsApp Image 2019-02-14 at 16.12.01

Dedy Mulyadi mengatakan hal ini pada ceramah dihadapan para caleg perempuan dari 16 parpol se jabar pada kegiatan Komunikasi politik yg digelar DP3AKB di hotel Prianger Bandung.

Terkait peran Ibu, dalam sambutannya Dedi mengatakan bahwa Ibu merupakan sosok perkasa. Karena itu, kaum Ibu mampu menghadapi berbagai tantangan besar mulai dari masa kehamilan hingga melahirkan.
Proses melahirkan itu ada diantara hidup dan mati. Tetapi, seorang Ibu mampu melewatinya dengan sangat perkasa,” kata Dedi
Banyak tokoh besar, lanjut Dedi, yang mengalami kondisi serupa dengan pengalamannya. Di Indonesia ini, katanya, para pemimpin besar lahir dari hasil didikan Ibu-ibu perkasa.
Oleh sebab itu meskipun jadi caleg/aleg tetaplah menjadi ibu yg kuat bagi anggota keluarganya
Kegiatan ini dibuka oleh kadis DP3AKB Provinsi jawa barat yg dalam sambutannya menyampaikan baru 2 kab ko yg memenuhi target 30 % anggota legislatif di jabar yakni kota depok dan kab cirebon.

Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender Rumah Sakit Swasta  di Kota Sukabumi

Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender Rumah Sakit Swasta di Kota Sukabumi

DP3AKB, PKHP

Dalam rangka percepatan implementasi gender di Provinsi Jawa Barat melalui peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak No. 5 Tahun 2015 tentang Penyediaan Sarana Prasarana yang Responsif Gender di tempat kerja. DP3AKB Provinsi Jawa Barat melaksanakan pendataan sarana prasarana yang responsif gender ke Rumah Sakit swasta di Kota Sukabumi yaitu Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa Polri dan Rumah sakit Islam Assyifa.

Adapun sarana dan prasarana yang di data meliputi :
1. Ruang laktasi
2. Tempat/ruang penitipan anak
3. Ruang terbuka hijau
4. Toilet
5. Mushola
6. AreaParkir
7. Kantin
8. Safety Induction/titik kumpul
9. Akses jalan keluar masuk gedung
10. Jalur Evakuasi

Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di RS. Bhayangkara SETUKPA POLRI Kota Sukabumi
Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di RS. Bhayangkara SETUKPA POLRI Kota Sukabumi
Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di RS. Bhayangkara SETUKPA POLRI Kota Sukabumi
Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di RS. Bhayangkara SETUKPA POLRI Kota Sukabumi
Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di RS. Bhayangkara SETUKPA POLRI Kota Sukabumi
Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di RS. Bhayangkara SETUKPA POLRI Kota Sukabumi
Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di RS. Bhayangkara SETUKPA POLRI Kota Sukabumi
Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di RS. Bhayangkara SETUKPA POLRI Kota Sukabumi

Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender Rumah Sakit Swasta  di Kota Sukabumi (5)

Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di RS. Bhayangkara SETUKPA POLRI Kota Sukabumi
Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di RS. Bhayangkara SETUKPA POLRI Kota Sukabumi
Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di Rumah sakit Islam Assyifa Kota Sukabumi
Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di Rumah sakit Islam Assyifa Kota Sukabumi
Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di Rumah sakit Islam Assyifa Kota Sukabumi
Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di Rumah sakit Islam Assyifa Kota Sukabumi
Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di Rumah sakit Islam Assyifa Kota Sukabumi
Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di Rumah sakit Islam Assyifa Kota Sukabumi
Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di Rumah sakit Islam Assyifa Kota Sukabumi
Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di Rumah sakit Islam Assyifa Kota Sukabumi
Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di Rumah sakit Islam Assyifa Kota Sukabumi
Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di Rumah sakit Islam Assyifa Kota Sukabumi
Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di Rumah sakit Islam Assyifa Kota Sukabumi
Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di Rumah sakit Islam Assyifa Kota Sukabumi
Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di Rumah sakit Islam Assyifa Kota Sukabumi
Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di Rumah sakit Islam Assyifa Kota Sukabumi
Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di Rumah sakit Islam Assyifa Kota Sukabumi
Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di Rumah sakit Islam Assyifa Kota Sukabumi
Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di Rumah sakit Islam Assyifa Kota Sukabumi
Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di Rumah sakit Islam Assyifa Kota Sukabumi

Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di Rumah sakit Islam Assyifa Kota Sukabumi
Pendataan Sarana Prasarana Responsif Gender di Rumah sakit Islam Assyifa Kota Sukabumi
ta Sukabumi[/caption]

Kampanye Gerakan Bersama Stop Perkawinan Anak 2019

Kampanye Gerakan Bersama Stop Perkawinan Anak 2019

DP3AKB, PKK

Tunda Nikah Muda, Raihlah Prestasi

Data survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2015 menunjukkan usia kawin pertama di Jabar 19.9 tahun, masih di bawah rata-rata usia kawin pertama nasional yaitu 20.5 tahun.

Menurut data dari Kemenag Jabar pada tahun 2017 perkawinan rentang usia 16 – 19 tahun di Jabar ada 22.000 orang.

Kabupaten Karawang masuk ke dalam salah satu kab/kota di Jabar dengan angka perkawinan anak sangat tinggi, sehingga pada tahun ini menjadi target kampanye gerakan bersama stop perkawinan anak.

Terdapat beberapa dampak buruk dari perkawinan anak terkait tercabutnya sejumlah hak anak:

  1. Hak dapat pendidikan. Hampir 90% anak yang nikah tidak lanjut sekolah.
  2. Hak bebas dari kekerasaan dan perkembangan sosial. Perkawinan usia dini akan rentan terhadap KDRT.
  3. Hak atas kesehatan terkait organ reproduksi wanita pada saat mengandung dan melahirkan. Indonesia masuk ke dalam 10 negara dengan Angka Kematian Ibu (AKI) tertinggi di dunia.
  4. Hak anak untuk dilindungi dari eksploitase. Kawin anak rentan menjadi sumber kasus yang lebih buruk seperti perdagangan orang bahkan pelacuran.

Kegiatan ini bertujuan

  1. Memberikan pemahaman kepada masyarakat bahaya perkawinan anak.
  2. Memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai hak-hak anak.

Peserta Kegiatan berjumlah 135 orang yang dating dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kab. Karawang, Dinas Kesehatan Kab Karawang, Dinas Pendidikan Kab. Karawang, Dinas Sosial Kab. Karawang, perwakilaan guru, siswa sekolah dan remaja di Kab. Karawang.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 12 Februari 2019.

Adapun materi pada kegiatan ini berasal dari

  1. Paparan dari Kementerian PPPA RI dengan tema Upaya Kementerian PPPA dalam Mengakhiri Pernikahan Anak.
  2. Paparan dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kab. Karawang dengan tema Implementasi Pendewasaan Usia Perkawinan di Kab. Karawang.
  3. Paparan dari Kementerian Agama Prov. Jabar dengan tema Upaya Kementeriaan Agama dalam Pendewasaan Usia Perkawinan.
  4. Testimoni perwakilan desa dalam mengatasi pernikahan anak di Kab. Karawang.
  5. Testimoni korban pernikahan anak.

-ff-