Audiensi dengan KPAI

Audiensi dengan KPAI

DP3AKB, Galeri Foto

Kepala DP3AKB Jabar Ir. Poppy Sophia Bakur, M.EP mendampingi Komisi V DPRD Prov Jabar dalam Audiensi dengan KPAI membahas tentang Permasalahan Anak di Masa Pandemi Coviud-19 diantaranya adalah resiko Peningkatan Kasus Kecanduan Gawai Pada Anak. (Gedung KPAI -Jakarta)

Kepala DP3AKB Jabar Ir. Poppy Sophia Bakur, M.EP mendampingi Komisi V DPRD Prov Jabar dalam Audiensi dengan KPAI membahas tentang Kolaborasi Para Pihak Terkait Strategi Perlindungan Anak Dimasa Pandemi Covid-19, Khususnya Mengantisipasi Dampak Negatif Penggunaan Gawai (Gedung KPAI -Jakarta)

Kepala DP3AKB Jabar Ir. Poppy Sophia Bakur, M.EP mendampingi Komisi V DPRD Prov Jabar dalam Audiensi dengan KPAI membahas tentang Kolaborasi Para Pihak Terkait Strategi Perlindungan Anak Dimasa Pandemi Covid-19, Khususnya Mengantisipasi Dampak Negatif Penggunaan Gawai (Gedung KPAI -Jakarta)

Pengukuhan Pengurus Forum Anak Daerah (FAD) Provinsi Jawa Barat

Pengukuhan Pengurus Forum Anak Daerah (FAD) Provinsi Jawa Barat

DP3AKB, Galeri Foto, PHA

Anak merupakan aset yang sangat penting, generasi penerus masa depan bangsa, penentu kualitas sumber daya manusia Indonesia yang akan menjadi pilar utama pembangunan nasional, sehingga perlu mendapat perlindungan dan perhatian sungguh-sungguh dari semua elemen masyarakat. SDM yang berkualitas tidak dapat lahir secara alamiah karena harus ditunjang oleh kemampuan anak -anak dalam mengekspresikan dan mengaktualisasikan dirinya secara positif dalam berbagai bentuk aktivitasnya, karena itu setiap anak berhak untuk hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan yang dijamin oleh konstitusi. Bila anak dibiarkan tumbuh dan berkembang tanpa perlindungan, maka mereka akan menjadi generasi yang lemah dan tidak produktif.

Pemenuhan Hak Partisipasi Anak sejak dini merupakan proses pembelajaran dalam berdemokrasi, membangun solidaritas dan kesatuan bangsa untuk mengembangkan konsep diri positif, menerima dan menghargai perbedaan, mengetahui hak – haknya dan mengetahui cara melindungi dirinya dari pelanggaran hak. Sehingga diharapkan anak bisa menjadi generasi yang dapat diandalkan dan harus menjadi komitmen bersama karena partisipasi anak adalah keterlibatan anak dalam proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan anak dan dilaksanakan atas kesadaran, pemahaman serta kemauan bersama sehingga anak dapat menikmati perubahan hasil keputusan tersebut.

Pengukuhan Pengurus Forum Anak Daerah (FAD) Provinsi Jawa Barat Tahun 2020 ini merupakan salah satu upaya untuk pemenuhan hak partisipasi anak yang dibangun forum anak di setiap Kabupaten/Kota sehingga mereka dapat menyalurkan aspirasi dan solusi terbaik untuk mereka serta dapat berpartisipasi secara langsung pada setiap tahapan proses kegiatan tersebut.

Kegiatan Pengukuhan Pengurus Forum Anak Daerah (FAD) Provinsi Jawa Barat Periode 2020 s.d 2022 diselenggarakan tanggal 13 – 14 Maret 2020 bertempat di Hotel Grand Sunshine Resort And Convention dibuka secara langsung oleh Ibu Kepala Dinas P3AKB Provinsi Jawa Barat Ir. Poppy Sophia Bakur, M.EP, diikuti oleh perwakilan 27 (dua puluh tujuh) orang pengurus dari Forum Anak Kabupaten/Kota pendaftar jalur umum dan keterwakilan dari disabilitas.

Tujuan dari Kegiatan ini adalah :
1. Terwujudnya langkah-langkah pemenuhan hak partisipasi anak;
2. Terealisasinya penyaluran pendapat anak melalui pandangan dan suara anak;
3. Mempersiapkan kemandirian anak agar menghasilkan satu wujud partisipasi anak dalam pembangunan;
4. Membentuk jejaring antar forum anak kabupaten/kota se jawa barat agar terbangun solidaritas di antara mereka.

Pelaksanaan Pengukuhan Pengurus Forum Anak Daerah Provinsi Jawa Barat ini diharapkan dapat menjadi langkah pemenuhan hak dasar menuju Provinsi Jawa Barat sebagai Provinsi Layak Anak.

WhatsApp Image 2020-03-13 at 09.38.04

Sosialisasi Internet Ramah Anak Di Jawa Barat Tahun 2020

Sosialisasi Internet Ramah Anak Di Jawa Barat Tahun 2020

DP3AKB, Galeri Foto, PPA

Maraknya penyebaran konten yang melanggar seperti konten Pornografi, Radikalisme dan Pedofilia yang sangat mudah diakses oleh anak-anak dan remaja serta rentan dalam posisi untuk menjadi target sekaligus korban pelaku kejahatan seksual melalui jalur online, untuk itu internet ramah anak membutuhkan kerjasama semua pihak pemerintah, komunitas internet, orang tua dan masyarakat yang memiliki tanggung jawab bersama dalam melindungi anak dari pengaruh situs negatif di dunia maya. Dinas P3AKB Provinsi Jawa Barat Menyelenggarakan Sosialisasi Internet Ramah Anak di Hotel Harmoni Tasikmalaya.

WhatsApp Image 2020-03-13 at 07.07.10

Rapat Koordinasi Tenaga Motivator Ketahanan Keluarga (MOTEKAR) Tahun 2020

Rapat Koordinasi Tenaga Motivator Ketahanan Keluarga (MOTEKAR) Tahun 2020

DP3AKB, Galeri Foto, PKK

Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat Hari Kamis tanggal 12 Maret 2020 membuka Secara resmi penyelenggaraan Rapat Koordinasi Tenaga Motivator Ketahanan Keluarga (MOTEKAR) yang dilaksanakan di Hotel Puri Khatulistiwa Jatinangor Sumedang.

Kegiatan Rakor Motekar dihadiri oleh 110 orang peserta yang terdiri dari Koordinator Motekar dari 27 Kabupaten/Kota dan Para Pembina Motekar dari Perangkat Daerah 27 Kabupaten/Kota se-Jabar.

Hadir Narasumber dari Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Badan Pusat Statistik dan Unsur Fasilitator Tenaga Motekar.

Acara diawali dengan pembukaan dan diakhiri dengan penandatanganan Nota kesepakatan/Rumusan hasil Rakor oleh Unsur Pembina Motekar Provinsi Jawa Barat, unsur pembina Motekar Kabupaten/Kota dan tenaga Motekar, yang memuat isi tentang Program kerja dan Sistim Pelaporan Motekar Tahun Anggaran 2020.

WhatsApp Image 2020-03-13 at 06.40.15

WhatsApp Image 2020-03-13 at 06.40.16

Sekoper Cinta Dorong Keterwakilan Perempuan di Parlemen

Sekoper Cinta Dorong Keterwakilan Perempuan di Parlemen

Berita Jabar, DP3AKB, Galeri Foto, PKHP

KOTA BANDUNG – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mendorong keterwakilan perempuan 30 persen di parlemen semua tingkatan. Saat ini keterwakilan perempuan di DPRD provinsi sudah 20 persen, sedangkan kabupaten/kota 19 persen.

Demikian dikatakan Kang Uu – sapaan akrabnya- saat membuka Workshop Percepatan Pencapaian Keterwakilan Perempuan 30 Persen melalui Affirmative Action di Hotel Harris, Kota Bandung, Rabu (11/3/20).

Workshop dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Bintang Puspa Yoga, Deputi Bidang Kesehatan Gender Kementerian PPPA RI Agustina Erni, Kepala Dinas DP3AKB Provinsi Jawa Barat Poppy Sophia Bakur, DPD Kaukus Perempuan Politik Indonesia Jawa Barat Ratna Ningsih, serta 19 Ketua DPD KPPI seluruh Indonesia dan 27 ketua DPC kabupaten/kota di Jawa Barat.

Menurut Kang Uu, workshop ini adalah bentuk dorongan bagi kaum perempuan untuk lebih berani berkiprah di dunia politik. Tidak dipungkiri sepak terjang perempuan di dunia politik masih banyak hambatan mulai dari psikologi keluarga hingga dukungan partai.

“Kalau masuk pada wilayah politik harus siap bersaing, siap bertanding dan siap berlari dengan internal dan eksternal partai”, ujarnya.

Uu mengapresiasi makin banyak perempuan yang mau terjun ke dunia politik dan tidak sedikit pula duduk di parlemen. “ Tapi yang dikhawatirkan oleh kami, masih ada perempuan yang belum siap berkorban perasaan demi sebuah perjuangan,” katanya.

Uu optimistis, keterwakilan perempuan di parlemen akan semakin meningkat seiring kesadaran dan banyak perempuan berlatar belakang pendidikan tinggi yang terjun ke dunia politik. “Masyarakat Jawa Barat adalah masyarakat yang ingin maju, termasuk kemajuan kaum perempuan,” tuturnya.

Pemda Provinsj Jawa Barat, kata Kang Uu, memiliki banyak program pemberdayaan perempuan. Salah satunya adalah Sekoper Cinta (Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita- Cita) yang telah lama berjalan. Dalam Sekoper Cinta, perempuan diberikan pendidikan sesuai keilmuan dan keyakinan masing-masing.

“Yang keduanya kehadiran Dekranasda dan PKK. Berapa juta, berapa miliar uang yang digelontorkan untuk PKK dari provinsi dan kabupaten kota. Dan juga dalam bidang ekonomi diberikan Kredit Mesra, salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap ekonomi perempuan,” jelas Kang Uu.

Meski begitu, Kang Uu tetap mengingatkan kaum perempuan yang sudah berkiprah di parelemen agar tidak lupa tugas utamanya adalah mengurus rumah tangga, tata pada suami. “Ketaatan terhadap suami itu hukumnya wajib. Tolong jangan ada pergeseran nilai dalam kepribadiannya. Jangan sampai mengutamakan jabatan mengabaikan keluarga,” ungkap Panglima Santri.

Sementara itu, Ketua DPP Kaukus Perempuan Politik Indonesi Dwi Septiawati Jafar berharap pada 2024 keterwakilan perempuan di parlemen bisa mencapai 30 persen. Sehingga workshop ini dapat membantu memberi pemahaman bahwa perempuan pun mempunyai peran sangat penting dalam pembangunan sebagai tiang negara.

HUMAS JABAR
Kepala Biro Humas dan Keprotokolan Sekretariat Daerah Jabar
Hermansyah

——————

Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum membuka Workshop Percepatan Pencapaian Keterwakilan Perempuan 30 Persen melalui Affirmative Action di Hotel Harris, Kota Bandung, Rabu (11/3/20).
Wakil Gubernur Jawa Barat UU Ruzhanul Ulum membuka Workshop Percepatan Pencapaian Keterwakilan Perempuan 30 Persen melalui Affirmative Action di Hotel Harris, Kota Bandung, Rabu (11/3/20).

WhatsApp Image 2020-03-11 at 18.11.31 (2)

WhatsApp Image 2020-03-11 at 18.11.31

WhatsApp Image 2020-03-11 at 18.11.02 (1)