Bimbingan Teknis Motekar

Bimbingan Teknis Motekar

Artikel, DP3AKB, Galeri Foto, PKK

.Bandung,Bidang Peningkatan Kualitas Keluarga (PKK) mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis bagi tenaga Motekar,kegiatan di laksanakan selama 3 hari di kab.Pangandaran.Kegiatan ini di ikuti oleh kurang lebih 130 tenaga Motekar,Kegiatan ini di buka oleh Kepala Bidang PKK Ari Antari Ratna Dewi,S.Ip.MM.Mewakikili Kepala Dinas P3AKB Provinsi Jawa Barat.Kegiatan Bimtek ini mengambil tema ”MENINGKATKAN SKILL DAN MEMPERKUAT PERAN MOTEKAR DALAM PEMBANGUNAN KETAHANAN KELUARGA”.
Dalam isi Sambutan pembukaannya Kepala Dinas P3AKB yang di sampaikan oleh Kepala Bidang PKK mengajak agar peserta bimtek Motekar agar lebih 1.Memperkuat pengetahuan baik teori maupun praktek serta meningkatkan kapasitas kinerja motekar.
2.Sinergitas antar motekar di 27 kabupaten/kota agar lebih ditingkatkan sehingga tercipta kemandirian ketahanan keluarga;
3.Tingkatkan koordinasi dan kerja sama dengan kabupaten/kota maupun stakeholder lainnya.
Setelah acara pembukaan acara dilanjukan dengan pemberian materi yang disampaikan oleh para nara sumber yang ahli dalam bidang Ketahana Keluarga.
WhatsApp-Image-2018-04-30-at-10.33.27
WhatsApp-Image-2018-04-30-at-10.33.28

Parasamya Purnakarya Nugraha Dikirab di Bandung

Parasamya Purnakarya Nugraha Dikirab di Bandung

Artikel, DP3AKB

kirab-parasamya-jawa-barat

Sebagai wujud syukur atas anugerah  tanda kehormatan Parasamya Purnakarya Nugraha yang akan diterima hari ini, Rabu (25/4/2018) di Jakarta, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melaksanakan kirab/pawai pada Kamis (26/4/18), dengan rute Stasiun KA Bandung – Jl. Kebon Kawung – Jl. Pasirkaliki – jl. Padjadjaran – Jl. Cihampelas – Jl. Wastukencana – Jl. LL.RE Martadinata – Jl. Ir. H. Juanda – Jl. Sulandjana – Jl. Diponegoro pada pukul 09.00-10.30 WIB, dilanjutkan ke Masjid Al-Muttaqin Gd. Sate.

Demikian dikatakan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (24/4/2018). 

“Berkenaan dengan pelaksanaan kirab/pawai tersebut, akan dilakukan pengaturan lalu lintas pada jalur yang dilalui. Untuk itu apabila berdampak terhadap kemacetan lalu lintas, Pemerintah Provinsi Jawa Barat terlebih dahulu pada kesempatan ini  menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat,” paparnya. 

“Dimohon kiranya masyakat yang beraktivitas dan melalui ruas jalan tersebut dapat menyesuaikan,” katanya. 

"Kenapa memilih hari Kamis (26 April 2016) karena momentumnya agar tidak hilang. Rasa bahagia ini harus dirasakan juga oleh masyarakat Jabar," tutur Iwa.

Ia mengatakan, pihaknya akan langsung mengadakan rapat teknis lanjutan terkait dengan pelaksanaan kirab. ASDA III Pemprov Jabar yang juga Penjabat sementara Walikota Bandung M. Solihin ditunjuk sebagai koordinator acara.

"Saya sudah tunjuk Pak ASDA III yang juga Pjs Walikota Bandung karena pelaksanaannya ini kan di Kota Bandung saya minta beliau untuk berkoordinasi dengan Pihak Polda Jabar, Polrestabes Bandung, Satpol PP dan Dishub," ujarnya.

Di penghujung kirab, Gubernur Aher bersama ASN Pemprov Jabar dan masyarakat akan melakukan sujud syukur di Masjid Al Muttaqin Gedung Sate atas diraihnya penghargaan tertinggi tersebut di akhir-akhir masa Jabatan Gubernur Aher.

"Acara ini sederhana tapi dari situ kita langsung lakukan sujud syukur di Masjid Al Muttaqin Gedung Sate sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT," ucap Iwa.

Ribuan Warga Sambut Meriah Pawai Parasamya Purnakarya Nugraha

http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_28123.jpg

Piala Parasamya Purnakarya Nugraha (PPKN) tepat pukul 9.30 WIB tiba di Gedung Sate, Kamis (26/4). Piala yang dibawa Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) dan Ibu Netty Heryawan itu langsung diarak masuk ke Gedung Sate dengan Kesenian Sisingaankhas Subang. Aher dan Bu Netty naik ke Sisingaan mengiringi piala PPKN itu.

Sebelumnya, piala PPKN sempat diarak dengan berbagai jenis kendaraan dari Stasion KA Bandung hingga Gedung Sate. Sepanjang jalan yang dilewati pawai atau arak-arakan ribuan warga menyambut di pinggir jalan, ada ASN dari masing-masing Perangkat Daerah Pemprov Jabar, anak sekolah, pegawai swasta dan masyarakat sekitar.

Ratusan ASN di lingkungan Gedung Sate pun ikut menyambut kedatangan piala PPKN yang terakhir kali diraih Jabar 29 tahun lalu itu. 

Setelah piala PPKN ditempatkan di tempat khusus, gubernur, para ASN dan para hadirin langsung menuju masjid Al-Muttaqin untuk menggelar sujud syukur atas diraihnya Parasamya Purnakarya Nugraha. (Pun)

Jabar Raih Penghargaan Tertinggi Parasamya Purnakarya Nugraha

http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_28122.JPG

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi satu-satunya Pemerintah Provinsi, dengan kinerja tertinggi nasional selama tiga tahun berturut-turut pada tahun 2014, 2015, dan 2016, sehingga berhak mendapatkan Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden Republik Indonesia  yang ditetapkan Kepres Nomor 24/TK tahun 2018.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menerima langsung penghargaan yang diserahkan oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, (25/04/2018). 

"Pertama tentu bersyukur kepada Allah SWT, pada saat yang sama saya nyatakan ini prestasi bersama, ini penghargaan untuk semua masyarakat Jawa Barat, untuk semua stakeholder pembangunan," ungkap Aher.

Aher juga menuturkan bahwa penghargaan yang diraihnya merupakan sebuah tanggung jawab yang telah terselesaikan. Suatu tugas yang dilaksanakan dengan sebaik-baiknya secara amanah.

"Kemudian dinilai keberhasilannya, kemudian ada penghargaan, penghargaan kan di ujung, dan harus memicu prestasi lain, kinerja lain, itu maknanya," kata Aher.

Terkait dirinya yang akan habis masa jabatan sebagai Gubernur Jawa Barat Periode 2013-2018, ia menyatakan bahwa kiprahnya ke depan dalam memajukan bangsa pada umumnya, dan Jawa Barat khususnya, akan terus ia usahakan baik secara formal lewat jalur pemerintahan ataupun secara informal dengan sistem di luar pemerintahan.

"Itu harus kita laksanakan, kita tidak boleh berhenti berkarya, jadi justru kita akan dinilai oleh siapaun karena karya kita, karena manfaat yang dirasakan oleh masyarakat," kata Aher.

"Saya punya teori kesalehan sosial ya, jadi kesalehan sosial, atau ketakwaan sosial itu adalah, saat seseorang hadir ditengah masyarakat, dan masyarakat yang hadir disekitarnya merasakan manfaat kehadiran saya, dimana sekarang saya hadir sebagai Gubenur. Mudah-mudahan prestasi sosial kita menjadi baik juga di mata Allah SWT," tuturnya.

Aher menyebutkan bahwa dihitung dari janji-janji Gubernur saat kampanye, maupun yang termaktub di RPJMD, Pemerintah Pusat menilai keseluruhannya terpenuhi lebih dari 90 persen-nya.

Tentu disamping itu, ada hal-hal baru yang berkembang yang tidak masuk di RPJMD. Seperti misalnya pengembangan Geopark Ciletuh-Pelabuhanratu,  akhirnya Pemprov Jabar berhasil mengorbitkan Nasional Geopark tersebut menjadi UNESCO Global Geopark (UGG).

"Itu di luar janji Gubernur yang terlaksana dan sukses," kata Aher.

Pelajar Asal Garut Dinobatkan Sebagai Duta Anak Jabar

Artikel

GARUT, (PR).- Seorang pelajar Madrasal Aliyah/Pesantren Mualimin Persis 76 Garut, Yudhistira Adrianto terpilih menjadi Duta Anak perwakilan Provinsi Jawa Barat di perhelatan Hari Anak Nasional 2018 di Kota Surabaya, Jawa Timur.

“Yudhistira merupakan salah satu perwakilan dari Garut bersama 26 anak dari kabupaten/kota di Jawa Barat,” kata Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Garut, Rahmat Wibawa kepada wartawan di Garut, Jumat 27 April 2018.

Ia menuturkan, Yudistira dan anak-anak lainnya di Jawa Barat akan mengikuti kegiatan Hari Anak Nasional bersama dengan anak-anak seluruh Indonesia pada 18 sampai 24 Juli 2018. Selain dinobatkan sebagai duta anak, kata Rahmat, Yudhistira juga terpilih sebagai Duta Informasi dari Kabupaten Garut.

“Tidak hanya duta anak, Yudhistira juga alhamdulillah terpilih sebagai Duta Informasi dari Garut,” katanya seperti dilaporkan Antara.

Ia menyampaikan, pemilihan Duta Anak tersebut dilaksanakan berdasarkan lima wilayah yakni Bogor, Purwakarta, Cirebon, kawasan Priangan Barat, dan dan Priangan Timur. Setiap daerah, kata dia, mengirimkan beberapa anak termasuk Garut menyiapkan empat anak pilihan untuk selanjutnya dipilih satu orang sebagai perwakilan dari kota/kabupaten di Jawa Barat.

“Di antara empat tersebut, hanya satu yang lolos, akhirnya Yudhistira yang lolos,” katanya. Yudhistira Duta Anak perwakilan Garut mengaku bangga bisa terpilih menjadi Duta Anak yang akan diikutsertakan pada Hari Anak Nasional 2018 di Surabaya.

“Ya alhamdulillah setelah mengikuti seleksi di Kabupaten Pangandaran selama dua hari, akhirnya saya terpilih,” kata siswa kelas XI itu.***

Tips Netty Bangun Keluarga Harmonis: Jawab Tiga Pertanyaan Ini!

Tips Netty Bangun Keluarga Harmonis: Jawab Tiga Pertanyaan Ini!

Artikel, PKK

http://jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_27909.jpg

KAB. SUMEDANG – Kekerasan dalam rumah tangga, pengalihan pengasuhan, anak terjebak narkoba dan pornografi, hingga human trafficking merupakan sebagian dari banyaknya permasalahan sosial yang disebabkan dari kerentanan keluarga. Besarnya dampak sosial yang bisa saja terjadi pada masyarakat menunjukkan pentingnya komitmen dalam membangun keluarga harmonis.

Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Jawa Barat Netty Prasetiyani Heryawan menuturkan, salah satu langkah awal mewujudkan keharmonisan keluarga yang memiliki imunitas, hendaknya pasangan suami istri (pasutri) merenungkan tiga pertanyaan ini.

Pertama, ‘mengapa saya menikah?’. Sebagian akan menjawab ‘menjalankan sunnah Rasul, sebagai bentuk ibadah’, ‘untuk mendapatkan keturunan’, dan sebagainya. Namun kata Netty, masih banyak pasutri yang menjawab ‘tidak punya pilihan lain, karena terdesak usia’, ‘karena sudah hamil di luar nikah’, bahkan ‘karena orangtua memiliki hutang’.

“Bayangkan keluarga seperti apa yang akan terbangun jika sejak awal konsep pernikahannya seperti itu,” ucap Netty saat menjadi pembicara tunggal pada Rapat Koordinasi Program Motivator Ketahanan Keluarga (Motekar) Tahun 2018, di Hotel Puri Khatulistiwa Jl. Raya Jatinangor KM 20, Senin (12/03).

Pertanyaan kedua ialah ‘mengapa saya memilih dia sebagai pasangan hidup?’. Survey langsung Netty pada peserta rakor menyebutkan, sebagian besar pasutri menjawab ‘karena dia cantik/tampan’. Faktor fisik masih mendominasi keputusan seseorang untuk memilih pasangan, sehingga secara psikis mereka belum sepenuhnya mencintai. Bahkan pada beberapa kasus terdapat faktor paksaan, seperti perjodohan keluarga, dan sebagainya.

“Yang terpenting adalah kemampuan untuk mencintai tanpa batas. Kalau milihnya karena dia good looking, nanti kalau sudah ada kemajuan dan pelebaran (perubahan fisik) gimana?” ujarnya.

Terakhir, pertanyaan yang harus diajukan pada tiap pasutri yakni ‘bagaimana saya menyampaikan rasa cinta saya pada pasangan?’. Seringkali, kata Netty, pasangan malah saling mengandalkan satu sama lain untuk menyatakan terlebih dahulu. Rasa enggan untuk mengungkapkan rasa sayang terlebih dahulu akan menciptakan jarak, bahkan boleh jadi mengundang kesalahpahaman yang berlanjut-lanjut.

“Jangan saling menunggu!” pungkas Netty. “Mengungkapkan sayang duluan bisa memberikan kesan terbuka pada pasangan, dan menjadikan komunikasi lebih lancar. Tidak akan ada kesalahpahaman, jadi tidak akan ada piring terbang dirumah,” lanjutnya.

Menurut Netty, merupakan tugas Motekar untuk mensosialisasikan konsep keluarga harmonis tersebut. Selain itu, Motekar juga harus menjadi teladan dan memberikan contoh bentuk keluarga ideal pada masyarakat. Karenanya, Netty sarankan agar Motekar yang diasah adalah anggota masyarakat terpilih yang sudah menikah dan memiliki anak, sehingga bisa memposisikan dirinya pada keluarga yang bermasalah di tengah masyarakat.

Rasa empati juga menjadi poin penting yang wajib dimiliki setiap Motekar. Dan rasa empati tersebut, menurut Netty, lebih mudah ditemukan pada individu yang sudah berkeluarga. “Bagaimana Motekar bisa paham masalah di rumah tangga jika dirinya sendiri belum merasakan kehidupan menikah dan punya anak?” pungkas Netty.

Perempuan Jadi Faktor Penting Perekonomian di Jabar

Perempuan Jadi Faktor Penting Perekonomian di Jabar

Artikel

http://jabarprov.go.id/assets/images/artikel/gambar_art421.jpg

Tidak hanya kaum pria, dari sisi pemahaman agama maupun institusi republik ini perempuan mempunyai posisi atau peluang sama untuk berusaha atau bisnis. Oleh karena itu, Pemprov Jawa Barat mendorong kaum perempuan di Tanah Parahyangan agar bisa mandiri dan mengembangkan berbagai kreasi bisnisnya.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengungkapkan hal tersebut saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) XXVI Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Jawa Barat di Harris Hotel & Conventions Festival Citylink, Jl. Peta No. 241, Kota Bandung, Kamis pagi (8/2/18).

"Pemerintah Provinsi (Jawa Barat) mendorong perempuan-perempuan Jawa Barat terus maju, bersaing bebas. Kemudian belajar untuk terus memajukan usahanya dengan baik, sehingga perempuan-perempuan Jawa Barat yang tergabung dalam IWAPI atau yang belum tergabung menjadi faktor penting dalam kemajuan perekonomian Jawa Barat," kata Aher usai membuka Rekerda tersebut.

Termasuk kesempatan berusaha dalam mengelola potensi usaha atau industri hulu-tengah-hilir. "Kita harus memahami betul agar hulu kita perlu dikelola, tengah dan hilir juga perlu dikelola. Sebab kalau kita tidak mengelola hulu dan tengah, maka hilirnya harus ada, pasti harus ada hilir. Nah, kalau tidak dipasok hulu dan tengah kita, darimana dipasoknya? Dari impor, kan bahaya. Dalam konteks kemandirian itu berbahaya," jelas Aher.

"Oleh karena itu, siapapun pengusahanya, laki-laki ataupun perempuan. Maka kita dorong bersama-sama untuk terlibat di usaha hulu-tengah-hilir. Tentu saja dengan sebuah kebijakan yang berbeda. Karena hulu itu usaha yang penuh risiko, risikonya besar dibanding hilir," lanjutnya.

Usaha di hulu memiliki risiko dan benefit besar. Namun, itu pun apabila usaha yang dilakukan di hulu tidak memiliki masala atau risiko besar. Usaha di hilir memiliki benefit yang besar, dengan risiko yang kecil. Sementara usaha di tengah memliki potensi risiko dan benefit yang imbang.

"Jadi, perlu ada keberpihakan. Perbankan dan jasa keuangan keberpihakan pada hulu itu melebihi atau berbeda kebijakannya dengan usaha hilir. Kenapa? Karena meskipun hulu banyak risiko, kalau dibina dengan baik risikonya jadi tidak ada. Kalau hulu tidak ada, darimana tengah dan hilirnya. Ga mungkin ada. Padahal kita sangat kaya raya memiliki produk hulu, baik mining dan migas, maupun hulu untuk jenis-jenis pertanian secara umum. Dan kalau dikelola dengan baik, kita akan jadi negara mandiri, betul-betul Trisakti bisa dilaksanakan," ujar Aher.

Rakerda IWAPI ke XXVI ini mengambil Tema: "Meningkatkan Daya Saing Wanita Pengusaha Jawa Barat Menuju Pasar Global dengan Teknologi Digital". Ketua Umum IWAPI Jabar Masrura Ramidjla menuturkan, pihaknya sengaja mengambil tema tersebut, karena pengusaha perempuan juga perlu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produksi dan memperkuat pemasaran produk yang dihasilkan, sehingga bisa bersaing secara global.

"Karena dengan berkembangnya teknologi informasi kita harus menyadari bahwa kita tidak boleh lengah, harus terus mengikuti perkembangannya dan memanfaatkannya untuk kemajuan produk usaha kita. Baik mulai dari proses produksi sampai dengan pemasarannya hingga pasar global," ucap Masrura.

"Kita berharap dimasa yang akan datang penggunaan teknologi informasi ini akan lebih meningkatkan daya saing kita sebagai perempuan pengusaha di Jawa Barat, khususnya kontribusi kita terhadap perekonomian di Jawa Barat ini," tambahnya.

Ada sekitar 130-an pengusaha perempuan hadir dalam Rakerda ini. Mereka merupakan pengurus IWAPI dari 26 DPC kabupaten/kota di Jawa Barat. Selain rapat yang mengagendakan evaluasi dan pembuatan program kerja setahun ke depan, dalam Rakerda ini juga digelar pameran berbagai macam produk dalam IWAPI Bazar Expo. Seperti produk kerajinan, pakaian, hingga produk kuliner. Pameran diikuti peserta dari 16 DPC, 37 UKM, dan 10 sponsor.

Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) merupakan wadah bagi perempuan pengusaha Indonesia, berdiri sejak 10 Februari 1975. Eksistensi dan komitmen IWAPI sebagai satu-satunya organisasi perempuan pengusaha terbesar di Indonesia, hadir untuk memajukan perempuan Indonesia yang mandiri secara ekonomi. Tujuannya adalah untuk membantu ekonomi keluarga menuju Indonesia sejahtera dengan berbagai kegiatan.

Ketua DPP IWAPI Dyah Anita Prihapsari mengatakan, kepengurusan IWAPI sudah ada di 32 provinsi, hingga pengurus tingkat kabupaten/kota, serta kecamatan atau Dewan Pengurus Ranting. Saat ini anggotanya lebih dari 30 ribu perempuan pengusaha di seluruh Indonesia.

"Kami mempunyai program yang fokus kepada tiga, yaitu meningkatkan Sumber Daya Manusia, kemudian membuka jaringan untuk marketing, dan membuka akses permodalan," tutur Dyah dalam sambutannya.

Lanjut Dyah, perempuan sangat tepat untuk melakukan bisnis. Karena menurut Dyah, perempuan adalah pengembali kredit terbaik. Sementara 60 persen dari jumlah pengusaha di Indonesia juga kaum perempuan. Selain itu, perempuan memiliki karakter yang ulet, setia, dan tabah. "Berdasarkan buku Medeleine Albright juga dikatakan bahwa 90 persen dari profit perempuan pengusaha kembali kepada keluarga dibanding dengan laki-laki kembalinya hanya 30 sampai 40 persen," pungkas Dyah.