kreatifitas tisu, kertas koran dan limbah kaleng

kreatifitas tisu, kertas koran dan limbah kaleng

Artikel

Kreatifitas tidak harus mahal, tapi perlu ide ide dan seni
Kertas koran bekas yg biasanya menjadi barang bekas untuk bungkus makanan bisa dirubah menjadi barang etnik dan unik.
Komunitas peka dan IR antapani Bandung mengubah kertas kiran menjadi produk2 cantik.

Kreatifitas permpuan 

Note : Jika ingin belajar memproses kertas koran dan tisu silahkan hubungi PL peka kota bandung

 

Anak Indonesia Hebat Tanpa Rokok

Artikel

Siaran Pers Nomor: B-274 /Set/Rokum/MP 01/12/2018

Jakarta (19/12) Paparan rokok yang sangat masif dapat berpengaruh negatif bagi kualitas hidup 83,4 juta anak Indonesia. Sudah banyak bukti yang memperlihatkan bahwa anak-anak menjadi target industri rokok untuk menjadikan mereka sebagai pelanggan setia di masa depan. Selain berpengaruh bagi kesehatan, dampak konsumsi rokok juga dapat menggerus perekonomian bangsa. Hal tersebut seharusnya menjadi dorongan yang kuat bagi para pihak dalam membuat kebijakan, program, dan kegiatan untuk mencegah dampak rokok bagi anak.

“Rokok merupakan bahaya laten bagi anak, yang dapat merenggut kesehatan anak di masa depan. Dampak konsumsi rokok baru akan dirasakan 15-20 tahun mendatang, saat anak-anak mencapai usia produktif. Selain itu, anak merupakan kelompok rentan yang menjadi perokok pasif dan memiliki risiko yang juga berbahaya seperti perokok aktif. Berdasarkan penelitian Kementerian Kesehatan 2016 bahwa 43 juta anak terpapar asap rokok, dan 11,4 juta di antaranya berusia 0-4 tahun. Anak yang terpapar asap rokok akan memiliki pertumbuhan badan yang tidak optimal dan mengalami stunting. Untuk itu, anak harus dilindungi, mereka harus dihindarkan dari rokok. Kita harus bangun anak-anak kita yang merupakan generasi masa depan bangsa sebagai generasi yang hebat tanpa rokok,” ujar Deputi Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Lenny N. Rosalin pada Diskusi Nasional dengan tema “Anak Masa Depan Bangsa, Berkualitas dan Hebat Tanpa Rokok” di Jakarta.

Berdasarkan penelitian Kementerian Kesehatan tahun 2017, bahwa 2-3 dari 10 anak Indonesia usia 15-19 tahun adalah perokok. Selama 15 tahun terjadi peningkatan persentase anak usia 15-19 tahun yang merokok sebesar dua kali lipat, dari 12% di tahun 2001 menjadi 24% di tahun 2016.

Pada 2014, Yayasan Lentera Anak, Smoke Free Agents , dan Yayasan Pemerhati Media Anak menerbitkan hasil penelitian mereka yang menunjukkan, bahwa industri rokok sengaja menarget anak-anak dengan meletakkan iklan-iklan produk mereka di sekitar sekolah. Industri rokok saat ini memakai strategi berpromosi mengiklankan produknya dengan mencantumkan harga rokok, bahkan mencantumkan harga rokok per batang untuk memperlihatkan betapa murahnya harga rokok sehingga terjangkau oleh uang saku anak. 

“Angka ini merupakan sebuah “alarm” yang artinya Pemerintah Indonesia harus segera bertindak dan mencari solusi atas persoalan ini. Di sisi lain, Indonesia tengah digerus tak henti-henti di bidang ekonomi akibat dampak konsumsi rokok. Setiap tahun, Indonesia menderita kerugian ekonomi makro sebesar 596 triliun rupiah atau empat kali jumlah cukai rokok di tahun yang sama. Termasuk beban ekonomi untuk belanja rokok, biaya kesehatan, dan total kehilangan tahun produktif,” tambah Lenny.

Salah satu upaya Kemen PPPA dalam melindungi anak dari dampak rokok adalah dengan kebijakan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Salah satu indikator KLA pada Klaster ke-3 adalah Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan yang dibuktikan dengan adanya Kebijakan Daerah terkait Kawasan Tanpa Rokok (KTR), dan Pengendalian Iklan, Promosi, dan Sponsor (IPS) Rokok. Hingga saat ini, sebanyak 43% kabupaten/kota di Indonesia telah memiliki peraturan daerah terkait KTR.

“Diperlukan kerjasama yang kuat antar Kementerian/Lembaga dan seluruh komponen bangsa untuk merumuskan upaya perlindungan anak dari dampak negatif rokok dan melakukan aksi nyata. Kita semua tidak pernah berputus asa untuk mengupayakan penanganan atas pelemahan kualitas generasi penerus yang disebabkan karena rokok. Melalui upaya pengendalian tembakau tersebut, seluruh target SDGs terkait dapat tersasar, kita mampu melindungi kehidupan, melindungi planet, melindungi sumber daya manusia, serta empowering nation, ” tutup Lenny.

Diskusi dengan tema “Anak Masa Depan Bangsa, Berkualitas dan Hebat Tanpa Rokok” merupakan bentuk komitmen negara untuk melakukan pencegahan dampak rokok dengan menindaklanjuti hasil APACT (Asia Pacific Conference on Tobacco or Health) pada 13-15 September 2018 di Bali. Selain melibatkan Komnas Pengendalian Tembakau, juga dilibatkan Kementerian/Lembaga, lembaga masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Rekomendasi-rekomendasi yang dihasilkan dari Diskusi Nasional tersebut akan digunakan sebagai bahan masukan RPJMN 2019-2024 dan para pengambil kebijakan terkait.

 

 PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,

 e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id 

 www.kemenpppa.go.id

Bukittinggi Menjadi Tuan Rumah Puncak Peringatan Hari Ibu  Ke-90

Bukittinggi Menjadi Tuan Rumah Puncak Peringatan Hari Ibu Ke-90

Artikel, DP3AKB

Siaran Pers Nomor: B- 275 /Set/Rokum/MP 01/12/2018

Kota Bukittinggi (21/12) – Peran perempuan sebagai ibu bangsa diharapkan dapat menjadi tauladan, pelopor, agen of change, serta individu yang memiliki potensi, prestasi di bidang pembangunan. Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan-perempuan yang tangguh, penuh inspirasi, kreatif, inovatif, berkarakter dan memiliki daya saing. Memajukan peran perempuan menjadi komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan, sejalan dengan komitmen global antara lain Sustanaible Development Goal’s (SDG’s) dengan prinsipnya “No One Left Behind”.

“Peringatan Hari Ibu (PHI) merupakan upaya untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia dalam masa merebut kemerdekaan. Pada era saat ini, PHI diharapkan dapat mendorong kemajuan perempuan sebagai SDM yang mengisi pembangunan. Untuk itu, PHI ke-90 tahun 2018 mengangkat tema “Bersama meningkatkan peran perempuan dan laki-laki dalam membangun ketahanan keluarga untuk kesejahteraan bangsa”. Tema ini dipilih karena melihat situasi dan kondisi saat ini, masih maraknya berbagai persoalan sosial, dimana perempuan banyak menjadi korban kekerasan, terlibat penyalahgunaan narkoba/obat-obat terlarang, pornografi, perdagangan orang dan lain-lain,” pungkas Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise dalam Konferensi Pers terkait PHI ke-90 di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.
 
Menteri Yohana menambahkan perlu cara efektif untuk mencegah permasalahan tersebut, diantaranya melalui peran keluarga, sebagai salah satu pilar utama dalam mencegah berbagai bentuk kekerasan yang terjadi khususnya pada perempuan. Ketahanan keluarga juga menjadi pondasi dalam menerapkan kehidupan yang harmonis, damai dan religius. Dukungan semua pihak juga menjadi sangat penting dalam aksi-aksi pencegahan kekerasan tersebut.
 
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melaksanakan PHI setiap tahun dengan dukungan dari 6 (enam) Organisasi Perempuan, antara lain OASE, KOWANI, TP. PKK Pusat, Dharma Pertiwi, Bhayangkari dan Dharma Wanita Persatuan. Serta melibatkan partisipasi semua pihak, termasuk masyarakat, merata dan penuh makna serta memberi kesan yang mendalam dan bermanfaat bagi kaum perempuan dan generasi muda, lebih luas lagi bagi masyarakat dan bangsa Indonesia.

PHI ke-90 tahun 2018 dilaksanakan dengan berbagai rangkaian kegiatan, yaitu Seminar Nasional; Bhakti Sosial meliputi Sosialisasi anti narkoba, layanan kesehatan gratis, donor darah, bermain bersama anak, pembagian sembako, pembagian kaca mata gratis, pelatihan pembuatan handycraft; Rangkaian acara PHI ke -90 di Palangkaraya yang diisi dengan dialog antar generasi, kunjungan ke panti werda dan pameran UMKM; Pameran EXPO UMKM yang dilaksanakan bersama kegiatan festival KLA dan launching sekolah perempuan menggapai cita-cita; Ziarah ke Taman Makan Pahlawan di Kalibata bersama ibu Negara Iriana, Jokowi didampingi Ibu Mufidah Jusuf Kalla; Pemberian Penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) kepada 190 K/L, Provinsi dan Kab/Kota; Acara puncak PHI ke-90 yang akan dilaksanakan di Lapangan Kantin Bukittinggi; serta ditutup dengan upacara Bendera pada tanggal 26 Desember 2018 mendatang.

 
PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN
DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,

e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

14 Daftar Program yang Diluncurkan Ridwan Kamil dalam 100 Hari Kerja sebagai Gubernur Jabar

14 Daftar Program yang Diluncurkan Ridwan Kamil dalam 100 Hari Kerja sebagai Gubernur Jabar

Artikel, DP3AKB

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil telah meluncurkan sejumlah inovasi baru dalam kurun waktu 100 hari kerja.

Dari data yang dihimpun Kompas.com, setidaknya ada 14 program yang telah diluncurkan. Berikut daftar program 100 hari kerja Ridwan Kamil:

1. Jabar Quick Response (Jabar QR)

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil secara resmi meluncurkan program pertamanya, Jabar Quick Response (JQR) di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Selasa (18/9/2018).

Jabar QR adalah kanal aduan kemanusiaan bagi masyarakat Jawa Barat yang bisa memberikan solusi atau pertolongan pertama bagi permasalahan yang bersifat kemanusiaan dan darurat.

Warga yang ingin melapor cukup menghubungi nomor aduan 08111357777 atau bisa juga menghubungi lewat sejumlah akun media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram, dengan kata kunci Jabar Quick Response.

“Kami ingin negara itu lebih dekat, cepat tanggap terhadap curhat warga,” ujar Emil, sapaan akrabnya dalam pidatonya.

Emil mengungkapkan, JQR dibuat atas dasar banyaknya keluhan masyarakat yang masuk melalui akun sosial medianya.

Lantaran jumlahnya banyak, ia pun memiliki ide dengan membuat kanal khusus untuk menampung keluhan masalah kemanusiaan masyarakat.

“Saya pantau sejak dilantik banyak warga se-Jabar yang minta pertolongan masalah kemanusiaan. Ada yang kurang biaya sekolah, ditolak rumah sakit, rumah rubuh, masalah lansia yang tak terurus oleh sistem. Nah, saya coba bantu sebagai manusia. Tapi, karena banyak, sistem pertolongan ini harus dibuat sistem. Karena tugas pemimpin melahirkan sistem agar peradaban kita naik kelas,” tutur dia.

2. Lepas kader ulama untuk pendidikan ke Turki

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melepas tujuh pemuda asal Jawa Barat, yang mendapat beasiswa belajar di Imam Malik Academy, Istanbul, Turki.

Beasiswa tersebut merupakan program kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan Quantum Akhyar Institut (QAI) yang diampu Ustaz Adi Hidayat.

“Jadi, program Jabar juara lahir batin itu salah satu implementasinya menguatkan program yang memperkuat sisi religiusitas. Karena pembangunan ini tak hanya fokus pada infrastruktur, tapi urusan batin juga. Semoga mereka pergi sebagai siswa, pulang sebagai ulama,” tutur Ridwan Kamil, di Gedung Sate, Rabu (24/10/2018).

Pria yang akrab disapa Emil itu mengatakan, untuk saat ini Pemprov Jabar akan berkontribusi dalam pembiayaan tempat tinggal para penerima beasiswa.

Emil pun membuka kesempatan bagi lembaga lain yang punya program serupa untuk dikerjasamakan dengan Pemprov Jabar.

“Siapapun ulama di Jabar yang punya akses terhadap institusi pendidikan (di luar negeri) kita motivasi untuk berkoordinasi dengan pemprov untuk mendapatkan kerja sama. Nanti pemprov akan membiayai beasiswanya sesuai level masing-masing,” tutur Emil.

“Ustaz Adi Hidayat ini adalah salah satu ulama yang paling proaktif menjalin kerja sama dengan pihak luar negeri. Itulah kenapa dari sekian banyak ulama yang diajak bicara, yang paling cepat merespons gagasan visi misi pemprov ini adalah ustaz Adi,” tambah dia.

Emil berharap, program itu bisa melahirkan ulama muda yang bisa berkontribusi terhadap masyarakat.

“Diharapkan dengan begini akan lahir kader ulama yang relevan, makin sesuai dengan isu-isu, makin banyak di depan,” ujar dia.

3. Satu Desa Satu Hafidz (Sadesha)

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil resmi me-launching program Satu Desa Satu Hafidz, di Pondok Pesantren Alquran Al-Falah Nagreg, Kabupaten Bandung, Jumat (09/11/18) malam.

“Malam ini dengan bangga, terharu dan bahagia, hari bersejarah di Indonesia yaitu pencanangan program Satu Desa Satu Hafidz di Jawa Barat secara resmi dimulai,” ujar Emil.

Emil menuturkan, untuk langkah awal, pihaknya menggandeng Jamiyyatul Qurra wal Huffazh (JQH) Jabar dalam menjalankan program tersebut, yang ditandai dengan penandatanganan kerja sama.

Hingga akhir Desember tahun ini, JQH akan menyusun langkah strategis dan sistematis yang diwujudkan dalam bentuk mekanisme kerja program Sadesha.

Seperti melakukan Training of Trainer (ToT) terlebih dulu kemudian merekrut calon hafidz di tiap desa.

Ia mengungkapkan, program Sadesha adalah cikal bakal dari mimpi besar mewujudkan visi misi Jabar juara lahir batin.

Targetnya dalam 5 tahun ke depan setiap desa di seluruh Jabar memiliki minimal satu hafidz dan selanjutnya berkembang lahir hafidz-hafidz berikutnya.

4. Layad Rawat dan Public Safety Center (PSC) 119

Program Layad Rawat adalah salah satu program di bidang kesehatan dengan menghadirkan layanan kesehatan yang datang langsung ke rumah-rumah warga.

Ini merupakan salah satu bentuk upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghadirkan layanan yang promotif dengan menghadirkan pelayanan pemerintah kepada warga langsung di rumah mereka.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil secara resmi melaunching program Layad Rawat dengan Public Safety Center (PSC) 119 di Kota Cirebon, Rabu (14/11/2018).

“Program Layad Rawat bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan jemput bola dengan cara mendatangi rumah warga yang sakit dan kesulitan untuk biaya maupun transportasi,” ungkap Emil, dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Rabu sore.

Warga yang ingin mendapat pelayanan Layad Rawat, kata Emil, bisa menghubungi pusat panggilan 119.

Adapun Public Safety Center 119 sendiri, merupakan layanan cepat tanggap darurat kesehatan dan keselamatan. Layanan ini mulai dibentuk sejak tahun 2016 bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan.

Program serupa telah dibentuk di beberapa kota seperti Kota Tasikmalaya, Kota Bogor, Kota Bandung, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Karawang.

“Bagi yang mampu, ada rumah sakit, sudah memadai. Bagi yang kurang mampu, ada rumah sakit tipe tertentu, ada juga puskesmas yang bisa rawat inap. Mulai sekarang, warga yang berkesusahan, tidak punya kemampuan secara fisik untuk bergerak ke rumah sakit, cukup telepon 119, dokternya yang datang ke rumah warga membawa obat, gratis,” tutur dia.

5. Ngabring ka Sakola (Ngabaso)

Program Ngabaso adalah gerakan berjalan kaki ke sekolah secara berkelompok agar tercipta rasa aman dan selamat bagi anak, saat pergi ke sekolah dan pulang ke rumah.

Program ini merupakan perwujudan keseriusan Pemprov Jabar terhadap hak anak, yaitu hak hidup, hak perlindungan, dan hak tumbuh kembang.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluncurkan program itu di Hotel Mason Pine Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (22/11/18).

Dengan program ‘Ngabaso’, anak SD hingga SMU sangat dianjurkan untuk berjalan kaki minimal 50 sampai 100 meter sebelum tiba di gerbang sekolah.

“Kita mewajibkan orangtua untuk mengantar anaknya sekolah tapi tidak sampai pintu gerbang, melainkan ada jarak radius 50 sampai 100 meter,” ujar Emil.

Selain untuk membiasakan anak berjalan kaki agar lebih sehat, menurut Emil, dengan ‘Ngabaso’ akan meningkatkan interaksi sosial antar teman sekolah, menjaga toleransi, dan kekompakan.

“Mudah-mudahan dengan program ini akan melahirkan anak-anak yang lebih peduli kepada sesama dan punya empat nilai utama,” kata dia.

Empat nilai utama yang dimaksud Emil adalah memiliki kekuatan fisik, kecerdasan akal, akhlak, dan nilai spiritualnya.

“Anak-anak Jabar sedang kita kondisikan untuk memiliki 4 nilai utama yaitu kekuatan fisik, kecerdasan akal, akhlak, dan nilai spiritualnya,” tutur Emil.

6. Kredit BJB Mesra

Pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan program bjb Masyarakat Ekonomi Sejahtera (Mesra). Berkerja sama dengan Bank Jawa Barat dan Banten (BJB), Pemprov Jawa Barat berharap dapat mengentaskan masalah kemiskinan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, banyaknya masyarakat di Jawa Barat yang menggunakan jasa rentenir atau bank keliling melatarbelakangi lahirnya program tersebut.

Ridwan menuturkan, lewat program itu pula, ia berharap dapat mendongkrak perekonomian masyarakat di Jawa Barat.

“Peminjam tidak dikenakan beban bunga dan tanpa agunan, hanya biaya administrasi ringan,” kata Emil, saat peluncuran program bjb Mesra, di Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/11/2018).

Ridwan menuturkan, sasaran dari program itu adalah para pelaku Usaha Menengah Kecil Menengah (UMKM). Syarat untuk mengajukan kredit Mesra, sambung Ridwan, dengan membentuk kelompok dengan jumlah anggota minimal lima orang dan maksimal sepuluh orang.

Nantinya, bantuan kredit akan disalurkan melalui Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) yang telah bekerja sama dengan Bank BJB.

“Jumlah pinjaman mulai Rp 500.000 hingga Rp 5 juta dengan jangka waktu pengembalian maksimal 12 bulan,” sebut dia.

“Jadi, warga cukup datang ke masjid atau rumah ibadat lainnya di desa atau kampungnya dan disetujui oleh pengurus rumah ibadat. Nanti, pihak bank yang akan tindaklanjuti pinjaman itu,” sambung dia.

7. Jabar Masagi

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil akan meluncurkan konsep baru untuk pendidikan karakter yang dinamai Jabar Masagi. Program itu ia perkenalkan secara resmi di Gedung Negara, Kota Cirebon, Rabu (5/12/2018).

Jabar Masagi merupakan konsep yang diadopsi dari Bandung Masagi, gagasan Ridwan Kamil sewaktu menjabat sebagai Wali Kota Bandung.

Secara umum, Jabar Masagi adalah pendidikan karakter yang berpijak pada pendidikan budi pekerti yang berdampak pada akhlak sosial, yang mengandung keluhuran nilai-nilai kearifan lokal yang sesuai dengan kebutuhan dan konteks budaya dari masing-masing wilayah di Jawa Barat.

Konsep itu sebagai pijakan jati diri dengan keterampilan abad 21 untuk kemajuan generasi muda Jawa Barat

8. Jabar Saber Hoaks

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluncurkan tim Jabar Sapu Bersih (Saber) Hoaks di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jumat (7/12/2018).

Secara singkat, tim di bawah naungan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemprov Jabar itu bertugas untuk memverifikasi segala bentuk informasi yang meresahkan masyarakat, khususnya di ranah digital.

Unit kerja itu juga dibentuk untuk meningkatkan literasi digital serta sikap kritis masyarakat terhadap keberadaan berita bohong.

9. Desa Digital

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluncurkan program Desa Digital di Desa Puntang Kecamatan Losarang, Indramayu, Senin (10/12/2018).

Desa Digital merupakan program pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital dan internet dalam pengembangan potensi desa, pemasaran, dan percepatan akses serta pelayanan informasi.

“Hari ini kita tunjukkan ke dunia bahwa ada desa di Indramayu yang menjadi percontohan nasional tentang transformasi dari manual ke digital,” kata gubernur yang akrab disapa Emil.

Emil mengungkapkan, desa digital akan dikembangkan ke 5.300 desa seluruh Jabar. Nantinya seluruh pelayanan publik di desa akan didigitalisasi, terkoneksi dengan jaringan nirkabel, memiliki command center, akun media sosial untuk promosi dan berita, sistem e-commerce serta memiliki aplikasi yang sesuai dengan karakter dan potensi ekonomi di tiap desa.

“Kita memulai visi digital inklusif untuk mengurangi ketimpangan dengan memulai program Desa digital yang ekonomi utamanya dibidang perikanan untuk Desa Puntang ini,” ungkap dia.

10. One Pesantren One Product

Gubernur Jawa Barat Ridwal Kamil meluncurkan Program One Pesantren One Product (OPOP), bertempat di Pondok Pesantren Al Ittifaq Kampung Ciburial Desa Alam Endah, Rancabali, Kabupaten Bandung, pada Rabu, (12/12/2018).

Konsep itu tak jauh berbeda dengan program satu desa satu perusahaan yang ia janjikan saat kampanye.

“Intinya sama memberdayakan dalam lingkungan keumatan Islam khususnya bagaimana pesantren ini bisa berdaya tanpa harus mengandalkan donasi dari orangtua siswa atau pemerintah,” kata Emil, di Bandung, Selasa (11/12/18).

Program OPOP ini bertujuan untuk mendorong pesantren di Jawa Barat lebih mandiri. Program ini sebagai upaya untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat untuk program ekonomi keumatan.

Tujuan besar program ini yakni untuk pengembangan ekonomi keumatan dapat mengikis angka gini rasio serta menekan aktivitas urbanisasi.

“Gabungan ini ujungnya adalah baik pesantren atau desa akan mengurangi gini rasio dan ketimpangan desa dan kota yang masih ada. Nah, diharapkan gagasan ini akan berbuah pada peningkatan kesejahteraan desa, mengurangi migrasi dan ketimpangan,” ucap Emil.

Dia mengtakan, dari jumlah 9.000 persantren di Jabar, sebagai tahap awal akan dimulai pada 600 persantren. Pihaknya akan bekerja sama dengan camat dalam menerapkan OPOP ini.

11. Maghrib Mengaji

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluncurkan Program Maghrib Mengaji, di Masjid Agung Kota Sukabumi, Kamis (13/12/18) sore.

Maghrib Mengaji ini, merupakan bagian dari 10 program keumatan Jawa Barat yang telah dibahas Gubernur Ridwan Kamil dengan para kiai dan ulama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat.

Aktivitas mengaji dan membaca Al- Quran di masjid selepas melaksanakan shalat magrib, memang telah menjadi tradisi dan budaya umat Islam Indonesia sejak lama.

Namun, seiring perkembangan zaman, tradisi baik ini sudah mulai pudar. Selepas magrib, masjid-masjid biasanya hanya diisi orangtua.

Sementara anak-anak dan remaja lebih senang menghabiskan waktu untuk bermain gawai.

“Kita harus menjadi orangtua yang berhasil, ada beberapa ciri orangtua berhasil. Pertama, anak kita harus lebih cerdas dari orangtuanya, anak cucu harus lebih sehat dari orangtuanya, anak kita lebih makmur lebih sejahtera. Maka marilah kita berkumpul berlomba-lomba dalam kebaikan,” kata Ridwan.

12. Street Library (Kolecer dan Candil)

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluncurkan program Perpustakaan Jalanan atau dinamakan Kotak Literasi Cerdas (Kolecer) dan Maca Dina Digital Library (Candil) di Taman Sempur, Jalan Sempur, Kota Bogor, Sabtu (15/12/18).

Program itu dibuat untuk merangsang minat baca masyarakat. Kolecer merupakan bantuan dana corporate social responsibility (CSR) dari Bank BJB.

Untuk tahap awal, Kolecer akan disebar di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat dan 600 titik sebagai target 5  tahun ke depan.

Sedangkan pembuatan aplikasi perpustakaan digital Candil saat ini masih dalam tahap pengembangan dan dapat digunakan pada bulan Januari 2019.

13. Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita (Sekoper Cinta)

Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat, meluncurkan Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-cita (Sekoper Cinta).

Program itu sebagai wadah perempuan Jawa Barat bertukar pengetahuan dan pengalaman, serta meningkatkan kualitas hidupnya.

http://www.jabarprov.go.id/assets/images/berita/gambar_31059.jpg

Gagasan itu bagian dari upaya mewujudkan perempuan Jawa Barat Juara yang mampu memberdayakan diri, keluarga, dan lingkungan sekitarnya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil beserta Ketua Umum Tim Penyelenggara Sekoper Cinta yang juga ambassador Sekoper Cinta, Atalia Praratya Kamil, akan meluncurkan program ini dihadapan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Yembise, pada rangkaian Peringatan Hari Ibu Tk Nasional, di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) Kota Bandung, Minggu, (16/12/18).

14. Aplikasi pariwisata Gurilaps.com

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jasa Pariwisata (Jaswita) Pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan aplikasi digital paket wisata petualangan bernama Gurilaps di Festival Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/11/2018).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, aplikasi Gurilaps diluncurkan sebagai salah satu realisasi program 100 hari kerja pasangan Gubernur Jawa Barat dan Wakil Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum.

“Hari ini kami merilis tiga inovasi yang merupakan bagian dari 100 hari saya dan Pak Uu, salah satunya adalah aplikasi Gurilaps yang akan menjadikan Jawa Barat sebagai provinsi wisata terbaik,” kata pria yang akrab disapa Emil, saat ditemui di Gedung Sate, Sabtu pagi.

Melalui aplikasi Gurilaps, wisatawan dapat memesan pariwisata petualangan di Jawa Barat. Adapun Gurilaps singkatan dari gunung, udara, rimba, laut, pantai, dan sungai.

Pihaknya menargetkan kunjungan wisata ke Jawa Barat meningkat dari 70 juta kunjungan per tahun menjadi 100 juta kunjungan wisatawan per tahun.

Sumber: kompas.com

9 Menteri, 22 Gubernur, dan 159 Bupati/Walikota Raih APE 2018

Artikel

Siaran Pers Nomor: B-272 /Set/Rokum/MP 01/12/2018

Jakarta (19/12) – Wakil Presiden Republik Indonesia, Muhammad Jusuf Kalla bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Pelindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise secara simbolis memberikan penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) 2018 kepada 9 (sembilan) Kementerian/Lembaga, 22 Pemerintah Provinsi dan 159 Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota di Istana Wakil Presiden, Jakarta. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah atas komitmen dan peran  Kementerian/Lembaga,  dan  pemerintah daerah yang telah berupaya dan berkomitmen melaksanakan pembangunan PPPA melalui strategi pengarusutamaan gender (PUG).

“Sejak 2004, Pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) telah melakukan evaluasi pelaksanaan pembangunan pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (PPPA) melalui strategi pengarusutamaan gender (PUG). Hal ini dilanjutkan dengan pemberian penghargaan APE yang terdiri dalam 4 (empat) kategori, yakni kategori Pratama, diberikan kepada 2 Provinsi, dan 44 Kabapaten/Kota; kategori Madya, diberikan kepada 1 Kementerian, 8 Provinsi, dan 75 Kabupaten/Kota; kategori Utama, diberikan kepada 1 Kementerian, 8 Provinsi, dan 36 Kabupaten/Kota; serta kategori tertinggi Mentor diberikan kepada 6 Kementerian/Lembaga, 4 Provinsi dan 4 Kabupaten/Kota,” ungkap Menteri PPPA, Yohana Yembise saat memberikan penghargaan APE 2018 di Jakarta.

Pemberian penghargaan APE 2018 merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-90 Tahun 2018. Selain penghargaan APE, Kemen PPPA juga memberikan penghargaan khusus kepada Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani yang telah berperan aktif dalam menggerakkan strategi pengarusutamaan gender dalam pembangunan bangsa ini.

“Melalui pemberian penghagaan APE ini diharapkan semakin memotivasi Kementerian/Lembaga dan Pemda dalam melakukan berbagai inisiatif untuk mewujudkan proses pelaksanaan pembangunan dan menjamin hasil pembangunan yang adil bagi semua. Mari terus berkreasi untuk perempuan dan anak Indonesia. Harapan kami semua stakeholder dapat bekerja sama, berkolaborasi, dan saling bahu membahu mengemban mandat negara untuk menjadikan perempuan dan anak Indonesia berada pada garis aman, mandiri, bermartabat, dan berkualitas,” tutup Menteri Yohana.

 

PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

DAN PERLINDUNGAN ANAK

Telp.& Fax (021) 3448510,

e-mail : publikasi@kemenpppa.go.id

 www.kemenpppa.go.id