Luangkanlah waktu setidaknya 20 menit setiap hari untuk keluarga demi mendampingi pertumbuhan dan perkembangan anak. Sudahkah itu Anda (terutama ayah) lakukan?

Tidak sedikit seorang ayah sulit meluangkan waktu walau sekedar 20 menit untuk anak-anaknya. Alasan yang paling sering adalah karena sibuknya pekerjaan. Ayah yang berkarir kantoran biasanya pergi pagi dan pulang petang (bahkan malam). Padahal kehadiran ayah dalam mendampingi anak sangat penting dan berdampak positif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Kebersamaan kasih sayang yang terjalin akan menciptakan keluarga yang harmonis. Kualitas suatu bangsa berawal dari kualitas keluarganya.

Saat ini Bulan Ramadhan, bila pada bulan lain, meluangkan waktu bagi keluarga dirasa begitu sulit, sekarang saatnyalah waktu untuk berkumpul baik secara kualitas dan kuantitas bareng keluarga sangat memungkinkan. Ada banyak momen pada bulan penuh berkah ini untuk melakukan kegiatan bersifat kebersamaan dengan anggota keluarga secara komplit. Kegiatan-kegiatan tersebut bisa dimanfaatkan untuk mengharmoniskan hubungan keluarga.

Berikut ini adalah beberapa kegiatan yang bisa dilakukan bersama keluarga di bulan Ramadhan

Buat Daftar Kegiatan

Saat sedang berkumpul, cobalah untuk membuat daftar kegiatan apa saja yang bisa Anda lakukan selama bulan puasa. Misalnya saling membantu dalam menyiapkan dan membagikan makanan berbuka kepada fakir miskin atau untuk masjid terdekat, shalat tarawih bersama-sama di masjid atau membuat kue untuk persiapan lebaran.

Sahur dan Buka Puasa Bersama

Dalam praktek keseharian, hanya di bulan Ramadhan kita bisa makan bersama secara komplit sekeluarga, baik saat berbuka atau sahur.  Makan dengan cara berhimpun dalam satu meja, diawali dengan doa bersama dan membereskan meja makan setelah selesai makan sahur. Anda semua pasti akan sangat menikmati momen tersebut meskipun menu yang Anda santap adalah menu yang sederhana dan jauh dari mewah.

Melakukan Kegiatan Sembari Menunggu Buka Puasa

Sambil menunggu waktu berpuasa, Anda bisa melakukan berbagai kegiatan bersama dengan keluarga. Tidak perlu jauh-jauh dari rumah, Anda bisa jalan-jalan di sekitar kompleks menyapa orang-orang, membantu orang kompleks untuk menyiapkan menu buka puasa bersama, menyiapkan makanan buka puasa untuk di rumah atau melakukan yang membutuhkan kerja sama tim.

Mengikuti Kegiatan Sosial

Jika di sekitar rumah Anda, di tempat kerja ataupun di sekolah anak ada kegiatan sosial, sebaiknya Anda sekeluarga mengikuti kegiatan tersebut. Melakukan kegiatan seperti ini akan membantu Anda untuk mengajarkan kepada keluarga pentingnya berbagi. Selain itu, kegiatan seperti ini juga akan membuat Ramadhan Anda semakin berkesan.

Membuat Pengingat Kesyukuran

Salah satu cara unik untuk mengajarkan rasa syukur kepada buah hati Anda adalah dengan membuat toples syukur. Setiap hari sebelum mereka tidur, mintalah mereka untuk menuliskan satu hal yang paling disyukurinya hari itu. Setelah itu, masukkan kertas tadi ke dalam toples. Jangan buka toples ini hingga Idul Fitri. Setelah saatnya tiba dan Anda membukanya bersama-sama, Andapun bisa mengingatkan kepada keluarga Anda pentingnya bersyukur dalam setiap kesempatan.

Bulan Ramadhan membuka peluang dan kesempatan besar untuk mewujudkan keharmonisan rumah tangga. Mulai dari kebersamaan, suasana keberagamaan serta peningkatan kondisi rohani keluarga. Oleh karena itu, manfaatkanlah bulan ini dengan sebaik mungkin untuk membuat Anda dan keluarga menjadi lebih dekat.

Rujukan: http://segiempat.com/asmara-cinta/pernikahan/parenting/kegiatan-bersama-keluarga-saat-ramadhan/
Gambar: google.com

Artikel Terkait

Jabar Menerima Penghargaan dari KKBPK Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar menerima Tanda Kehormatan dan Tanda Penghargaan Manggala Karya Kencana Bidang Kependudukan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Keluarga (KKBPK) Tahun 2016. Penghargaan diberikan langs...
KPAI Minta Penerbit Tarik Buku “Aku Berani Tidur Sendiri” Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta penerbit PT Tiga Serangkai untuk menarik buku "Aku Berani Tidur Sendiri" karangan Fitria Chakrawati. KPAI menilai buku tersebut memuat konten tidak ramah anak yang dapat di...
Langkah Pertama Cegah Pedofil, Kenali Teman Anak Anda Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meminta para orang tua mengenali teman sepermainan anak demi mencegah para pedofil menyerang anak. "Orang tua harus mengenali teman sepermainan anak-anak kita dan juga harus memberi ta...
18,27 Juta Anak Indonesia tak Punya Akta Kelahiran Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga (Ilustrasi) Sebanyak 18,27 juta anak Indonesia atau sekitar 21,97 persen dari total penduduk Indonesia berusia 0-17 tahun berjumlah 83,14 juta jiwa, tidak memiliki akta kelahiran. Angka it...
Jadi Korban Kekerasan Fisik, Kelak Anak Akan Jadi Pelaku Kekerasan Fisik? Jakarta, Anak mengalami kekerasan fisik sampai timbul trauma. Kelak ketika dewasa, apakah ia akan mengulangi apa yang ia alami, dalam artian melakukan kekerasan fisik pada orang lain? "Tidak selalu orang yang mengalami kek...

Leave a Reply

Your email address will not be published.