Foto : istockphoto

Fenomena kecanggihan teknologi tidak hanya berpengaruh pada usia remaja dan dewasa saja, melainkan juga usia anak-anak bahkan balita sekalipun.

Dengan alasan agar anak tidak cengeng dan ngambek, biar diam bisa diberikan gadget saja. Anehnya, banyak anak usia 1 tahun bahkan sudah sangat akrab dan ketergantungan dengan permainan di dalam gadget.

Lucunya lagi, sudah begitu banyak saran dari psikolog dan dokter untuk membatasi keterikatan anak dengan gadget. Mulai dari dampak kesehatan secara fisik hingga mental anak. Namun, masih banyak orangtua yang mengabaikan hal tersebut dengan alasan agar “Gak gaptek seperti anak jaman sekarang”.

Hal ini sangat disayangkan oleh dr. Markus M. Danusantoso, SpA. Ia mengaku sangat menyesalkan jika orangtua membiasakan anak bermain gadget dan menganggapnya sebagai solusi. Pasalnya, diakui dr. Markus, gadget sama sekali tak memiliki dampak positif pada anak.

Ditambahkannya,  pemilihan gadget sebagai mainan anak rupanya tidak dibenarkan oleh dokter. Belum lagi, anak-anak biasanya lebih fokus bermain gadget tanpa menghiraukan orang lain di sekitarnya. Pemandangan ini sering kali dilihat ketika seorang anak sudah sibuk dengan mainan gadgetnya.

Lantas, adakah jenis mainan yang tepat untuk tumbuh kembang anak dengan efek yang positif?

“Mainan yang baik itu salah satunya yang punya nilai belajar. Jadi fungsinya bisa digunakan bermacam-macam. Semakin banyak dimacemin, ya semakin bagus nilainya. Misal saya ambil contoh mainan dari Early Learning Centre yang temanya Discovery Zone. Di sini hadir untuk membantu tahap awal perkembangan anak dengan berbagai koleksinya,” papar dr. Markus saat ditemui di acara ‘Early Learning Centre dukung tumbuh kembang anak melalui kampanye ‘time to play & learning’, Penang Bistro, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (25/1/2017).

Ia memberi contoh semisal blossom farm wooly lamb snuggle playmat dengan bahan tekstil yang lembut dapat mestimulasi panca indra anak usia 0 bulan. Dan ada beberapa permainan lagi yang disesuaikan dengan usianya.

Menurutnya lagi, mainan yang bagus adalah, mainan yang memiliki warna, suara, dan gerakan yang membutuhkan kreativitas si anak. Hal ini dilakukan agar mampu menstimulasi tumbuh kembang anak dengan baik.

“Jadi kalau ngajak anak bermain, jangan cuma mainnya aja. Tapi semua diajarkan dan dikenalkan, besar kecilnya mainan itu, angkanya, warnanya, motifnya, semua diajarkan. Dan, jangan biarkan anak main sendiri. Tapi ditemani. Baiknya kita selalu menyebutkan jenis mainan itu dan interaktif mengajak anak bertanya dan berdiskusi kecil saat bermain,” sarannya.

Konsep tumbuh kembang anak melalui permainan menjadi solusi tersendiri bagi orangtua dalam mengembangkan panca indra anak sejak dini. Diharapkan, mengenalkan mainan pada anak, mampu merangsang untuk mengeksplorasi dan mempelajari hal-hal baru.

“Kalau kita ajak anak main rumah-rumahan, kita harus ajarkan bagaimana cara masuk ke rumah. Bukan cuma masuk, langsung ke lantai dua. Tapi buka pintu dulu, naik tangga dulu, baru kelantai 2. Maka itu, ajarkan anak yang sebenar-benarnya sejak dini, ” jelasnya lagi.

dr. Markus juga menambahkan, mainan anak selain memiliki kreativitas sebaiknya memiliki tekstur, baik itu berbulu, lembut, keras, kasar atau seperti pasir.

Sumber: http://nova.id/Keluarga/Anak/Bukan-Gadget-Ini-Jenis-Mainan-Anak-Yang-Tepat-Untuk-Tumbuh-Kembangnya

Artikel Terkait

Pelatihan Sistem Perlindungan Anak se-Jawa Barat Angkatan kedua Kegiatan dilaksanakan tanggal: 18 - 21 Oktober 2017 Tempat : Hotel Puri Khatulistiwa Peserta : 22 Kab/Kota dari Kab.Karawang, Kab.Purwakarta, kab.Majalengka, Kab.Indramayu, Kab.Cirebon, Kab.Bogor, Kab.Ciamis, Kab.Sukabumi...
Ini Efek Negatif Over Protektif terhadap Anak Orang tua Ingin Memastikan Anaknya Aman dan Terjamin, Tapi Jangan Over Protektif, ini Efek Negatif Over Protektif terhadap anak Pola asuh orang tua yang terlalu mengontrol anak memiliki banyak efek negatif. Karena itu seba...
Kasus Kekerasan Anak Tinggi, KPAI: Menjadi Pekerjaan Rumah Serius bagi Indonesia Ilustrasi kekerasan pada anak (Foto: Okezone) Tingginya kasus yang menimpa anak di usia dini setiap tahun terus meningkat. Komisi Perlindungan Anak Nasional (KPAI) terus menggiatkan program per...
Pelatihan TOT GN AKSA Bagi Kab/Kota se Jawa Barat Jatinagor,Bidang PPA Melalui Seksi Pencegahan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak mengadakan pelatihan TOT Gerakan Nasional Anti Kejahatan Kekerasan Seksual terhadap Anak (GN AKSA) bagi Kabupaten Kota se Jawa Barat,Acara di...
Sejarah 8 Maret Diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional Hari Perempuan Internasional merupakan peringatan atas prestasi para perempuan di seluruh dunia sambil menyerukan kesetaraan gender. Prestasi ini termasuk dalam bidang politik, sosial, dan hal lainnya. Dilansir dari Telegrap...

Leave a Reply

Your email address will not be published.