Entah dengan alasan kesibukan, atau sekadar mengisi waktu si Kecil, orangtua kerap memanfaatkan siaran TV maupun DVD edukasi anak-anak. “Nggak apa-apa deh, kan siarannya khusus untuk anak-anak, ada manfaat edukasinya kok,” mungkin inilah alasan Mam. Tapi apakah bijak untuk membiarkan saja si Kecil menonton TV, apalagi tanpa ditemani?

Anak-anak Tidak Disarankan Menonton TV
Sayangnya Mam, menonton TV adalah bukan hal yang disarankan oleh para pakar perkembangan anak. Dari sudut kesehatan, televisi merupakan salah satu alat elektronik yang memancarkan sinar biru yang dapat merusak retina mata bayi. Bayi lahir dengan lensa yang relatif jernih dan bening, sangat rentan terhadap sinar biru. Pendapat lain dipaparkan oleh raisingchildren.net, yang menyatakan beberapa alasan cukup kuat kenapa si Kecil tidak disarankan menonton TV, antara lain:

  • Anak-anak di bawah usia 2 tahun belajar dan tumbuh melalui interaksi dengan orang lain secara nyata, bukan dari tayangan televisi
  • Belum ada bukti penelitian yang signifikan bahwa tayangan TV atau DVD dapat mendukung atau memperkuat edukasi di usia dini
  • Sulit bagi anak-anak di bawah usia 2 tahun untuk mendapatkan informasi visual yang baik, karena hanya berupa tayangan 2 dimensi pada layar
  • TV dapat merusak keinginan si Kecil untuk bermain, sehingga ia akan terbiasa menjadi pasif
  • Bila dibiarkan berkepanjangan, TV akan menjadi pelarian untuk mendapatkan kenyamanan bagi anak, yang bisa terbawa hingga dewasa kelak

Bila Situasi Tidak Memungkinkan
Namun bila situasi memaksa Mam untuk membiarkan si Kecil menonton TV, ada baiknya Mam melakukan hal berikut:

  • Batasi waktu si Kecil Menonton TV

Mam bisa membuat jadwal rutin kapan saja si Kecil boleh menonton TV dengan tayangan yang sesuai. Bila waktu menonton sudah selesai, Mam bisa mengajaknya bermain.

  • Temani si Kecil Menonton TV

Melalui keberadaan Mam bersamanya, setidaknya akan tetap terjalin komunikasi antara Mam dan si Kecil. Ia akan bisa bertanya apa saja, yang bisa jadi bahan diskusi dengan Mam.

Selain itu, pastikan Mam tidak memasang TV di kamar si Kecil ya, dan juga tidak menyalakannya saat makan bersama.Bagaimana dengan pengalaman Mam? Apakah Mam juga mempunyai aturan menonton TV untuk si Kecil? (Penulis: Ramonita Baradja)

Referensi:
www.ayahbunda.co.id
raisingchildren.net
https://www.parentingclub.co.id/smart-stories/tumbuh-kembang/bolehkah-si-kecil-menonton-tv

Artikel Terkait

Ini Efek Negatif Over Protektif terhadap Anak Orang tua Ingin Memastikan Anaknya Aman dan Terjamin, Tapi Jangan Over Protektif, ini Efek Negatif Over Protektif terhadap anak Pola asuh orang tua yang terlalu mengontrol anak memiliki banyak efek negatif. Karena itu seba...
Jumat-Sabtu Ini Gedung Sate Festival Akan Digelar BANDUNG–Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar Gedung Sate Festival – Semarak Pesta Rakyat, Jumat-Sabtu (29-30/9/17) mendatang sebagai puncak peringatan Hari Jadi Ke-72 Provinsi Jawa Barat. Berbagai kemeriahan pen...
Menjadi Orang Tua Tegas, Tidak Harus dengan Membentak. Ini 9 Solusi Agar Tidak Membe... Ada saat-saat pengasuhan dimana kita merasa marah karena tingkah laku atau kejadian yang diakibatkan oleh anak-anak. Bisa jadi, saat itu adalah detik-detik terakhir kita seharusnya berangkat atau detik-detik kita merasakan le...
Aher: Tunjangan Guru Akan Naik 100 Persen BANDUNG-Pada peringatan hari jadi ke-72 Provinsi Jawa Barat, ada kabar baik bagi kalangan pengajar atau guru yang berada di Jawa Barat. Pasalnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana menaikkan Tunjangan Penghasi...

Leave a Reply

Your email address will not be published.