BNN Akan Masukkan Tembakau Gorila ke UU Narkotika
Ilustrasi tembakau (Foto: Thinkstock)

Badan Narkotika Nasional (BNN) memberi penjelasan mengenai tembakau gorila. BNN menyebut tembakau gorila merupakan campuran antara tembakau atau rokok dan ganja sintetis.

“Ini tembakau gorila secara umum tembakau biasa atau rokok biasa yang dicampur dengan ganja sintetis,” kata Kabag Humas BNN Kombes Slamet Pribadi di BNN, Jl MT Haryono, Jakarta Timur, Rabu (4/1/2017).

Menurut Slamet, tembakau gorila merupakan jenis baru narkotika. Rencananya, tembakau jenis ini akan dimasukkan ke dalam UU Narkotika.

“Ini bagian dari NPS (new psychoactive substances), zat baru yang belum jadi lampiran UU Narkotika. Tapi, dari sisi kimia, itu kriteria narkotik,” ujar Slamet.

Merujuk situs BNN, NPS adalah zat-zat psikoaktif yang beredar luas di pasar dewasa ini, yang didesain untuk menyamarkan dan membedakan dengan berbagai jenis narkoba yang telah dikenal luas, seperti ganja, kokain, heroin, sabu, ekstasi, yang diatur dalam perundang-undangan tentang narkotika di berbagai negara.

Slamet menambahkan, ada 46 NPS yang beredar. Namun baru 18 yang diatur dalam Peraturan Menkes Nomor 13 Tahun 2014 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika.

“Sisanya dari 19-46 agar menjadi lampiran UU Narkotika,” jelasnya.

Slamet menjelaskan, tembakau gorila hanya bisa diketahui keberadaannya di tubuh seseorang melalui uji lab.

“(Tembakau) gorila cuma bisa diketahui lewat uji lab, bisa urine, bisa rambut. Itu untuk mengetahui zat apa yang dipakai, berapa jumlahnya,” jelasnya.

Slamet menambahkan, asal tembakau gorila belum diketahui. Tembakau ini memiliki efek seperti ganja jika dikonsumsi.

“Kita belum deteksi (dari mana), banyaknya pesan dari luar, home industry belum ditemukan, penjualan dari bisik-bisik dan online. Dampaknya seperti ganja, halusinogen. Orang terhalusinasi, badan jadi limbung,” imbuh Slamet.

Sumber: Okky Budi Permana, (rna/nwk) – detikNews

Artikel Terkait

Menengok Relasi Miras dan Perkosaan ilustrasi REPUBLIKA.CO.ID, -- Peristiwa biadab yang menewaskan  Yuyun, seorang pelajar SMP di Bengkulu, bulan lalu sepertinya membuat netizen sepakat bahwa perkosaan adalah fenomena jahat yang pelan-pelan jadi marak dan ...
Stop Bullying Silakan lihat videonya di bawah ini Terdapat beberapa jenis-jenis bullyinhg. Bullying dapat berbentuk tindakan fisik dan verbal yang dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Barbara Coloroso (2006:47-50) memba...
Ini Pola Pengasuhan Anak secara Tepat Ilustrasi perselisihan orangtua dan anak. (Sumber superbabyonline.com) Pernah kebingungan mengapa anak menjadi sangat manja, tidak mandiri, dan mau menang sendiri? Apakah kita telah salah kaprah mendidik anak? Dikutip d...
Jabar, Provinsi Terbaik di Indonesia’s Attractiveness Award 2016 Provinsi Jawa Barat kembali menerima penghargaan nasional. Kali ini Jawa Barat dinobatkan sebagai salah satu Provinsi Terbaik dalam Indonesia’s Attractiveness Award 2016: Bidang Investasi, Infrastruktur, Pariwisata, dan Layan...
Sabtu, Pemprov Jabar Gelar Apel Besar Hari Jadi Ke-72 Provinsi BANDUNG-Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menggelar Apel Besar Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Jawa Barat, Sabtu (19/8/17) pukul 08.00 WIB di Lapangan Gasibu. Apel besar dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke...

Leave a Reply

Your email address will not be published.