Direktur Autisme Care Center, Juju Sukmana mengatakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) yang menderita Autis terkadang terjadi sejak lahir. Namun dalam perkembangannya kini, anak hingga usia lima tahun memiliki kemungkinan menyandang autisme jika kurangnya stimulus dari orang sekitar khususnya orangtua. 

Untuk itu, mengajak bicara, bercanda, hingga bercengkrama bersama anak sangatlah penting dilakukan orang tua.

“Kebanyakan autis itu sejak lahir tapi hati-hati sekarang dengan marakaya gadget, kurangnya perhatian orang tua bisa memicu autis,” katanya kepada wartawan di Bandung, Rabu (26/7/2017).

Anak main gadget bisa autis
Anak main gadget bisa autis

Menurutnya, banyak orangtua sekarang memberikan gadget ke anak biar asik bermain. Padahal kesibukan anak dengan gadget dan kurangnya perhatian dari orangtua bisa memicu ke autis. 

“Setiap anak punya gejala autis tapi karena stimulusnya baik jadi enggak muncul. Kalau kurang perhatian, anak bisa autis,” ujarnya.

Juju menjelaskan, pemberian sederet alat berteknologi canggih dengan harga yang tergolong mahal bukan menjadi jalan keluar agar anak bisa asyik dan tidak mengganggu orangtua. 

“Jangan sampai pemberian gadget justru membuat orangtua menjadi menyesal. Tiba-tiba anak kaya punya dunianya sendiri, itu tidak akan baik untuk tumbuh kembangnya,” tuturnya.

Sementara itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap ABK, General Manager Indo Wisata Permata (IWP) Wahyudi menggelar kegiatan mewarnai dengan mengundang 15 anak berkebutuhan khusus dari Yayasan Autisme Care Center.

“Kita mengundang dari Yayasan anak autis untuk datang ke sini sesuai dengan budaya perusahaan kita, ingin berbagi dengan mereka agar bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya,” ungkapnya. 

IWP ingin memfasilitasi baik ABK maupun para pendidiknya. Pasalnya, dalam membimbing ABK ini memerlukan perhatian yang lebih.

“Apa yang kita punya dan bisa diberikan kepada mereka kita berikan, terus membantu tenaga pendidiknya karena dinilai sangat berjasa. Mengingat ABK ini butuh penanganan khusus dari gurunya,” ungkapnya. 

“Kami juga ingin merasakan betapa susahnya mendidik anak autis. Sebab ini baru pertama kali kami lakukan sebagai bagian dari program corporate social responsibility kita kepada mereka,” tambahnya.

Wahyudi berharap dengan kegiatan ini bisa mengenalkan lokasi wisata permata yang dibuat, bukan hanya sebatas destinasi wisata saja, melainkan untuk kegiatan positif lainnya.

“Sekaligus menegaskan bahwa tempat ini bukan hanya untuk wisata permata saja tapi bisa juga untuk outing, gathering, apalagi event lainnya yang bisa berguna bagi masyarakat,” pungkasnya. (MAT)

Sumber: jabarprov.go.id

Artikel Terkait

Orang Tua Apresiasi Himbauan Kemendikbud Para orang tua siswa memberikan apresiasi adanya Surat himbuan dari Menteri Pendidikan dan Kabudayaan Nasional, Anies Baswedan yang meminta kepada para orang tua mengantarkan anak-anak mereka ke sekolah di hari pertama. En...
Kasus Kekerasan Anak Tinggi, KPAI: Menjadi Pekerjaan Rumah Serius bagi Indonesia Ilustrasi kekerasan pada anak (Foto: Okezone) Tingginya kasus yang menimpa anak di usia dini setiap tahun terus meningkat. Komisi Perlindungan Anak Nasional (KPAI) terus menggiatkan program per...
7 Tren Parenting Menggemaskan di Tahun 2017 Anak-anak bermain boneka jari bakal jadi tren seru di 2017. (Foto: nspcc.org.uk) Apapun bidangnya, pasti ada tren di dalamnya setiap tahun. Termasuk dalam dunia parenting atau pola asuh orangtua terhadap anak. Belum lama i...
Menanti PON Termegah di Tanah Air Penyelenggaraan Pekan Olah Raga Nasional (PON) XIX dan Peparnas XV 2016 tinggal dalam hitungan hari. Jawa Barat sebagai tuan rumah sudah siap menyambut pesta olah raga multicabang empat tahunan itu. Berbagai persiapan telah d...
Tak Disangka, 30 Hal Sepele Ini Berarti Besar Bagi Anak Anda Anak, adalah hal yang kompleks untuk dibicarakan terutama setelah menjadi orang tua. Pastinya Anda akan melakukan segala hal  demi membahagiakan anak-anak dengan segala cara. Faktanya, anak-anak tidak membutuhkan hal-hal besa...

Leave a Reply

Your email address will not be published.