Sektor rumah tangga berperan penting dalam pilar ekonomi nasional. Rumah tangga yang kuat secara ekonomi dan edukasi akan dapat mendukung perekonomian di tanah air. Demikian diungkapkan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat Bp Ismet Inono.

Bahwa kaum ibu memiliki peran penting dalam menguatkan rumah tangga sebagai pilar ekonomi. Oleh karena itulah diperlukan berbagai langkah nyata untuk memberdayakan kaum ibu tersebut salah satunya melalui pelatihan yang berbasis finansial.

“Ini merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial Bank Indonesia untuk memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat,” kata Ismet dihadapan 80 peserta pelatihan keuangan non tunai selasa 28 Pebruari 2017 di Vila Lemon Lembang. Para peserta terdiri dari kelompok Peka dari 6 desa di KBB. Ismet berharap dengan adanya pelatihan keuangan non tunai ini para ibu bisa memperoleh penghasilan secara disiplin dengan berbekal kreatifitas yang dimiliki Sehingga menguatkan ekonomi rumah tangga.

Mengenal Konsep Grameen Bank Ismet mengatakan bahwa Keberhasilan pelaksanaan model pembiayaan grameen bank yang dijalankan oleh Profesor Muhammad Yunus di Bangladesh telah menginspirasi dan menyadarkan banyak pihak termasuk BI tentang pentingnya untuk membuka akses pembiayaan untuk masyarakat yang tergolong kedalam katagori miskin.

Persyaratan perbankan pada umumnya yang mengharuskan adanya agunan, kesulitan bagi usaha yang baru, kebutuhan plafond kecil serta prosedur pembiayaan yang panjang dan berbelit belit, menyebabkan perempuan miskin mengalami kesulitan untuk mengakses pembiayaan dari perbankan umum. Sehingga pada akhirnya, masyakat yang tergolong miskin kesulitan untuk bisa melepaskan diri dari jeratan kemiskinannya.

Namun konsep grameen bank telah membuktikan kepada kita, bahwa masyarakat miskin ternyata dengan pemberian pola pendampingan yang baik, dihargai dan diberikan kepercayaan untuk mendapatkan pembiayaan modal usaha, mereka dapat menjaga amanah tersebut dengan baik.
Secara garis besar beberapa prinsip operasional grameen bank dapat di jelaskan sebagai berikut:

Pertama, memudahkan masyarakat miskin dalam mengaksesnya, grameen bank menggunakan strategi jemput bola.

Kedua, skema dan plafond pembiayaan serta jadwal angsuran dibuat fleksibel disesuaikan dengan kemampuan bayar nasabah. Nasabah bisa melakukan angsuran pembiayaan secara harian, mingguan atau bulanan.

Ketiga, menerapkan konsep pembiayaan, maka pihak grameen bank menerapkan aturan tanggung renteng di dalam kelompok. Misalkan saja kalau dalam satu kelompok yang mengajukan pembiayaan terdiri dari 5 (lima) orang anggota, maka dalam proses pencairannya tidak akan langsung dilakukan secara sekaligus, tapi memakai mekanisme 2-2-1. Pada tahap pertama dua orang anggota kelompok dulu yang akan dicairkan, kemudian tahap berikutnya dua orang lagi, dan tahap terakhir satu orang. Biasanya penunjukan siapa yang akan mendapatkan pencairan tahap pertama dan tahap berikutnya merupakan hasil kesepakatan dari semua anggota kelompok. Biasanya ketua kelompok sebagai pemimpin akan mendapatkan jadwal terakhir pencairan pembiayaan.

Artikel Terkait

Rapat Koordinasi P2TP2A Provinsi Jawa Barat Pada tanggal 17-18 Maret 2017, P2TP2A Provinsi Jawa Barat beserta DP3AKB Provinsi Jawa Barat menylenggarakan kegiatan Rapat Koordinasi P2TP2A yang bertempat di Villa Lemon Lembang. Tema rapat koordinasi kali ini adalah “M...
Penguatan Jejaring Trafficking Bagi Aparat Desa Th.2017 Bandung,Kepala Dinas P3AKB Provinsi Jawa Barat Saat memberikan Paparan dalam acara Penguatan Jejaring Trafficking Bagi Aparat Desa Tahun 2017.Acara di laksanakan oleh Bidang PP yang berlangsung di hotel Putri Khatulistiwa Jat...
Kementerian PPPA Gelar Rakortek Optimalkan Perlindungan Perempuan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika bersama Ketua P2TP2A Provinsi Jawa Barat Netty Prasetiyani menghadiri Rapat Koordinasi Teknis Pemberdayaan ...
Hari ke 1: Forum Anak Jabar ke Lombok Kegiatan Forum Anak Jawa Barat menuju Lombok pada hari pertama tanggal 19 Juli 2016. Berangkat dari kantor BP3AKB Provinsi Jawa Barat menuju Bandara Soekarno Hatta Jakarta pada pukul 22.30 WIB malam. Sampai ke bandara puk...
Pelatihan Penanganan Kekerasan terhadap Anak (KtA) bagi Kelompok Sebaya di Kab. Bogo... Badan Pemberdyaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Provinsi Jawa Barat melalui Bidang Kesejahteraan dan Perlindungan Anak (KPA) menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan Penanganan Kekerasan Terhadap Anak...

Leave a Reply

Your email address will not be published.